03 April 2009

Usaha Mengurangi Dampak Global Warming - 5

Berhemat di Rumah
Kita berhemat, bumi selamat


Berhemat ato berjimat dalam perkataan orang Malaysia bukanlah dalam pengertian pelit, kikir, kedekut, atau apapun istilah lainnya. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa “hemat” adalah tidak boros, “berhemat” berarti berdikit-dikit atau berhati-hati, “menghemat” berarti menggunakan (sesuatu) dengan cermat dan hati-hati. Sedangkan “boros” berarti berlebih-lebihan atau menghambur-hamburkan. Boros lebih mendekat ke kata “mubazir” yang berarti menjadi sia-sia atau tidak berguna atau terbuang-buang. Bagiku, berhemat adalah melakukan hal-hal yang wajar dan tidak berlebih-lebihan sehingga tujuan tercapai. Jika untuk membaca kita butuh penerangan lampu 25 watt sebanyak 1 buah, kenapa harus dipasang menjadi 2 buah lampu 25 watt. Tujuan tetap juga tercapai yaitu membaca, tetapi dengan pemakaian 2 buah lampu akan menjadi berlebih-lebihan.

Rumah (tempat tinggal) sebagai salah satu kebutuhan primer manusia, di masa sekarang ini tidak terlepas dari sumber daya baik itu sumber daya energi dan sumber daya air. Sumber daya energi biasanya didapat dari listrik dengan cara berlangganan dengan PLN. Penggunaannya merupakan hak pelanggan dengan batasan-batasan watt dan voltase dan mengakibatkan timbulnya kewajiban membayar atas penggunaan hak tersebut.

Sumber energi listrik, dengan batasan watt tersebut sewajarnyalah dipergunakan dengan cara tidak berlebihan. Kenapa? Pertama karena ada batasan watt (daya) tersebut, kedua karena adanya kewajiban yang timbul akibat penggunaannya. Batasan watt tersebut memaksa kita untuk bisa mendistribusikan seluruh daya untuk kebutuhan bersama di dalam rumah. Misalnya, ketika si ibu ingin menggosok baju, maka bisa jadi televisi di ruang tamu harus dimatikan karena tidak cukup daya atas beban setrika dan televisi dalam waktu bersamaan. Mungkin agak berbeda dengan rumah yang mempunyai daya besar.

Rumah yang memiliki daya listrik cukup besar umumnya tidak dipusingkan dengan pendistribusian daya di dalam rumah. Sehingga ketika si ibu sedang menyetrika, bisa saja televisi dihidupkannya sekaligus walaupun tidak ada yang menonton, Air Conditioner (AC) di kamar hidup padahal tidak ada manusia di dalam kamar tersebut.

Umumnya alasan yang dipakai adalah : televisi dihidupkan untuk mendengar suara sinetron kesayangan si ibu, AC dihidupkan agar ntar masuk ke kamar udah dalam keadaan dingin menyejukkan. Tetapi apa yang terjadi??? Pemborosan yang sepatutnya bisa dikurangi.

Apalagi yang bisa kita hemat di rumah? Coba simak beberapa cara dibawah ini (digubah ulang dari Reader Digest Indonesia) :
  1. Setrika listrik.
    Kerak yang ada dibawah/landasan setrika dibersihkan untuk menghantarkan panas yang terbaik. Umumnya setrika sekarang adalah setrika otomatis dengan tombol pengatur panas, aturlah sesuai dengan kain yang akan disetrika. Trik jitu adalah memisahkan pakaian berdasarkan jenis kain terlebih dahulu dimulai dari linen yang membutuhkan panas rendah, sampai ke katun/jin yang membutuhkan panas tinggi. Singlet dan pakaian dalam lain dapat disetrika setelah menyetrika bahan katun dan cabutlah sambungan setrika ke listrik. Menyetrikalah pakaian dalam dengan menggunakan sisa panas yang ada.
  2. Pompa air.
    Pompa air digunakan untuk menampung air. Gunakan penampung air otomatis yang akan memutus aliran listrik jika penampungan telah penuh. Aturlah otomatnya pada setengah penampung. Dengan maksud, jika penampungan telah kosong mencapai setengah daya tampung, maka otomatis pompa akan mengisi air hingga penuh dan kemudian pompa akan mati dengan sendirinya.
  3. Penerangan.
    Optimalkan penggunaan cahaya alami (akan diposting kemudian tentang desain rumah ramah lingkunngan). Pergunakan lampu CFL (telah diposting disini). Pergunakan beberapa titik lampu secara optimal.
  4. Lemari es.
    Tutup rapat pintu lemari es dan dibuka jika diperlukan saja. Jangan memasukkan makanan/minuman panas kedalam lemari es. Jauhkan lemari es dari sumber panas lain karena akan mengganggu proses pendinginannya. Isilah lemari es secukupnya, jangan terlalu penuh karena akan menghalangi sirkulasi udara dingin di dalamnya, sehingga suhu dingin yang diinginkan tidak tercapai.
  5. Pendingin ruangan (AC).
    Matikan AC jika tidak ada orang atau yang memanfaatkannya. Atur suhu dengan tepat. Suhu ideal antara mendapat dingin dan hemat listrik adalah 27 derajat celcius. Hindari kebocoran dari udara luar. Gunakan fasilitas otomatis suhu dan waktu yang digunakan.
  6. Peralatan hiburan elektronik.
    Matikan televisi, stereo, komputer dan peranti elektronik lainnya secara penuh dalam arti matikan dengan tombol power lalu cabut kabel listriknya. Cara ini juga menghindari adanya loncatan listrik yang tak terduga seperti petir. Peralatan yang masih dalam keadaan “stand-by” masih mengonsumsi listrik.
  7. Mesin cuci.
    Gunakan mesin cuci jika cucian telah banyak sesuai kapasitas mesin. Jangan mencuci jika cucian masih sedikit kecuali memang sebenarnya dibutuhkan. Kurangi pemakaian pengering mesin cuci, jika memakainya cukup digunakan dalam waktu 1 menit (biasanya tombol menyediakan waktu sampai 5 menit). Manfaatkan matahari untuk mengeringkan cucian.
  8. Pemanas air.
    Sebisa mungkin menggunakan pemanas air yang menggunakan panas matahari atau gabungan dengan mesin AC (alat ini belum banyak beredar).


Apa yang didapat pada proses berikutnya dari penghematan listrik di rumah?
Tidak perlu penambahan pembangkit daya listrik terutama pembangkit daya listrik dari tenaga diesel, batubara, nuklir. Maka akan dapat juga mengurangi pemakaian lahan untuk pembuatan pembangkit daya listrik.

Jika memang dibutuhkan pembangkit daya listrik, sangat disarankan menggunakan tenaga surya, angin, ombak. Pembuatan Waduk untuk membuat pembangkit daya listrik merupakan pilihan lain, sememangnya bagus tetapi menggunakan lahan yang luas sehingga banyak pepohonan yang ditenggelamkan.
Kita berhemat, bumi selamat.


Baca ini juga :
Usaha Mengurangi Dampak Global Warming - 1
Usaha Mengurangi Dampak Global Warming - 2
Usaha Mengurangi Dampak Global Warming - 3
Usaha Mengurangi Dampak Global Warming - 4
Usaha Mengurangi Dampak Global Warming - 5

Mengapa terjadi pemanasan global (global warming)
Dampak Kebakaran Hutan
Deforestasi Hutan



Copyright © 2013 attayaya: Usaha Mengurangi Dampak Global Warming - 5 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah