08 May 2010

Menyusuri Bengawan Solo Purba dan Modern

Menyusuri Bengawan Solo Purba dan Modern aku buat berdasarkan artikel dari National Geographic Indonesia (NGI) yang diposting sebelumnya dengan judul Bengawan Solo : Mengaliri Masa Menuju Muara.

NGI memberikan gambaran bahwa terdapat sebuah ceruk pantai berbentuk teluk di Pantai Sadeng daerah Kabupaten Gunung Kidul. Ceruk/teluk itu menjadi corong/muara akhir dari Bengawan Solo jaman Purba dari arah utara ke selatan. Matinya Bengawan Solo Purba dan berubah arah diduga akibat pengangkatan lembah Giritontro karena tumbukan lempeng Eurasia dan IndoAustralia yang telah menghentikan aliran Bengawan Solo Purba hingga satu juta tahun lalu. Sekarang diketahui bahwa muara Bengawan Solo adalah di Ujung Pangkah, Gresik, di Jawa Timur.

Berdasarkan gambar dari NGI tersebut, aku mencoba mencari dan menyusurinya melalui Google Earth.

Peta yang diberikan National Geographic Indonesia (NGI)
Edisi Juni 2009
Hal 77

Kejadian geologi telah mengubah muara aliran Bengawan Solo Purba. Sekitar satu juta tahun lalu Pantai Sadeng di wilayah Kabupaten Gunung Kidul terakhir kali menjadi corong/muara akhir Bengawan Solo, kemudian aliran sungai berubah ke arah utara, ke wilayah Ujung Pangkah, Gresik, di Jawa Timur
NGI, edisi Juni 2009 hal 77


*****

Aku mencoba menyusuri Bengawan Solo melalui Google Earth yang menghasilkan gambar-gambar di bawah ini :


Gambaran wilayah Jogjakarta, Surakarta/Solo, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Terlihat secara umum aliran Bengawan Solo Modern (warna merah jambu) dan Bengawan Solo Purba (warna biru)


Gambar di atas memperlihatkan dengan jelas bekas aliran sungai yaitu Bengawan Solo Purba yang bermuara di Pantai Sadeng, Kabupaten Gunung Kidul.


Kalau aku tidak salah duga, aliran Bengawan Solo Modern juga bermuara di Brondong, Jawa Tengah (Timur???).
Susah melihatnya dengan jelas apakah aliran itu cuma sudetan atas sungai kecil lainnya. Atau mungkin cuma anak Bengawan Solo.
Gambar di atas memang sangat meragukan.


Muara akhir Bengawan Solo Modern di Ujung Pangkah, Jawa Timur
Setelah di sudet sehingga alirannya kelihatan lurus.
Warna kuning adalah jalan raya.
Perhatikan dekat daerah Bungah, sungai mengarah lurus
ke atas (utara) menuju ke Ujung Pangkah


Demikianlah akhir penyusuranku ke Bengawan Solo Modern dan Purba melalui Google Earth.



42 comments:

  1. mantap Bang seperti ulasan badan metereologi dan Geofisika

    ReplyDelete
  2. bengawan solo ternyata mengalami perubahan jalur ya, mantap bang google insight thank you, point blank masih menarik kelihatannya nih meski nggak masuk dikategori lagi, ALexa aku turun sebanyak 400 ribuan bang

    ReplyDelete
  3. belajar Geografi dulu ah asyik lengkap dengan google earth

    ReplyDelete
  4. wah jan sampean kie marai aku kangen muleh solo jee...

    ReplyDelete
  5. Sebuah usaha yang bagus, Bang. Paling tdak untuk mengurai kembali sejarah keberadaan sungai Bengawan Solo Purba. Semoga mengilhami penelitian lebih lanjut yang seksama

    ReplyDelete
  6. Wah smbungan artikel yg kmaren ya mas, lngkap mas..hehe..ad bkat jd penelusur geo..;-)

    ReplyDelete
  7. Bang, mana tahu yang kuno dan moderen...?? maksudnya membedakannya itu lho..?? apa cuma sekedar membedakan biru ama pink...??? :D

    ReplyDelete
  8. anak gajah datang...mencari induk gajah..eh, bapak gajah. hahaha...btw, jadi pengen nyanyi lagu Bengawan Solo

    ReplyDelete
  9. Ternyata sangat berbeda jauh dengan yang dahulu ya...hiiikzz!

    ReplyDelete
  10. Maaf bg blm bisa koment banyak..inet lg lelet udah 2 hari ini

    ReplyDelete
  11. Baru tau aku bang kalau bengawan solo ternyata mengalami perubahan jalur...

    ReplyDelete
  12. air mengalir sampai jauh, akhirnya ke laut....

    ReplyDelete
  13. wah, di tegal ada daerah pangkah lho Bang...
    mantab neh penyusuran bengawan solo nya...

    ReplyDelete
  14. Hidup Bengawan sola
    hidup google earth
    hidup bang attayaya

    ReplyDelete
  15. Pemandangannya mantap nia Gan'....???

    ReplyDelete
  16. Modern ato kuno tetap memiliki sejarah tinggi kawan

    ReplyDelete
  17. inget lagunya gesang, yang bengawan solo........ kangen ma kota solo ni

    ReplyDelete
  18. Perubahan yang terjadi moga bisa dijadikan uswah

    ReplyDelete
  19. Selalu dalam dan lengkap, oh ya.. sungai siak gimana om? mau dong...

    ReplyDelete
  20. Wah.., masih tentang Bengawan Solo...?
    Ada apa ya dg si Bengawan Solo ?

    ReplyDelete
  21. Lengkap banget ulasan tentang si Bengawan Solo.. :D
    Mantapppppp.....
    Empat jempol utk Bang Atta (yg 2 jempol minjem punya Bang Atta, boleh kan..?)

    ReplyDelete
  22. gugel earth itu untuk apa sih? masih gag ngerti cara pakenya

    ReplyDelete
  23. jujur bang ny bingung coment apa :D karena infonya sangat lengkap..

    just wanna say
    ranny likes this ^^

    nite bang

    ReplyDelete
  24. info yang bagus bung attay,
    para pneliti kalah tuh, kebanyakan penelitian mungkin yyah
    hehehe
    pa kabar neh??

    ReplyDelete
  25. cuma ngadelin net dan G Earth aja kok

    ReplyDelete
  26. saya salut dgn atajaya
    karna bisa mengingatkan sejarah pada saya
    saya sangat menyukainya......

    ReplyDelete
  27. wah..postingannya lengkap
    jadi iri saya..
    inget juga belum mengunjungi sungai bengawan solo purba yang melewati bumi gunungkidul..
    boleh dong link blog saya dipasang di sidebar blog ini..hihii..piss bang atta..

    ReplyDelete
  28. rumah ku juga pinggiran bengawan solo gan.... coba cari aja di wikimapia "omahe mr_jeck" dulu pernah berpindah.. tapi sekarang mbalik lagi ke aliran semula...

    ReplyDelete
  29. ayo naik perahu nyusur bengawan solo

    ReplyDelete
  30. Wah jelas banget...
    Terimakasih untuk ilmunya.. saya cuman tau bengawan solo tapi belum sejelas ini :)

    ReplyDelete
  31. Pulau jawa memang banyak sejarah purba..

    ReplyDelete
  32. bang atta, aku nge-link cerita yg bengawan solo purba ini yaks, ku buatkan cerita jalan-jalan nya huehehhe ;-)

    termasuk foto-foto National Geografic Indonesia nya ituuuu

    ReplyDelete

Copyright © 2013 attayaya: Menyusuri Bengawan Solo Purba dan Modern | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah