28 Oktober 2012

Sumpah Pemuda Ppemudi Indonesia 1928-2012-2013 dst

Sumpah Pemuda/pemudi :

Kami Pemuda/Pemudi Indonesia gamau berbohong sama ayah.

Kami Pemuda/Pemudi Indonesia gamau berbohong sama ibu.

Kami Pemuda/Pemudi Indonesia gamau korupsi sampai akhir hayat.
selengkapnya...

24 September 2012

September 2012

Ini postingan September 2012
Banyak orang yang mau gaji besar, tapi tak mau kerja keras. capegggh duueeegh....
selengkapnya...

17 Agustus 2012

Postingan Agustus

Dikarenakan masih ada kekacauan pada pekerjaan oplen alias offline, maka, diriku belum bisa mosting tiap hari. Untuk itu... maka... inilah postingan di bulan Agustus...

MOHON MAAF LAHIR BATHIN...
SEMOGA KITA SEMUA DALAM BERKAH DAN LINDUNGAN ALLAH SWT
selengkapnya...

27 Juli 2012

Satu Postingan

2012 [18 postingan]
► June [1 postingan]
► May [1 postingan]
► April [1 postingan]
► March [1 postingan]
► February [4 postingan]
► January [10 postingan]

2011 [206 postingan]
2010 [348 postingan]
2009 [338 postingan]
2008 [233 postingan]

dan sekarang .... bulan Juli 2012
► July [1 postingan]

kasihan blog ini ga apdet
1 bulan sekali postingan...........
selengkapnya...

23 Juni 2012

BARU

TEMPAT KERJA BARU
eeeeehhhh

kesibukan baru
ooooohhhh

ketemu kawan lama
aaaaahhhh

ketemu programmer yang gamau buat flowchart
iiiiihhhh

sebellllllllllll.......
uuuuuhhhh

yaaah jalani aja deh
ah ih uh eh oh
berikan yang terbaik
oh eh uh ih ah


weeee lha dhalah
blog ini kesepian ga di apdet
maaf... maaf... maaf...
selengkapnya...

05 Mei 2012

Selamat datang kembali di Indonesia - Ekspedisi Rumah Besar Natuna

Catatan perjalanan attayaya ke Pulau Bunguran, Pulau Sedanau, dan Kawasan Pulau Tiga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Tanggal 29 April - 4 Mei 2012

*****
"Selamat datang kembali di Indonesia. Saat ini sisa pulsa anda ...."
Itulah pesan singkat yang masuk ke handphoneku ketika tiba di Bandara Hang Nadim Batam sebagai bandara transit penerbangan aku sebelumnya dari Bandara Ranai Kabupaten Natuna. Yaaa... ketika aku di Ranai, sinyal providerku agak susah. Malahan sinyal providerku yang lain malah tidak muncul sama sekali. Jam di handphoneku selalu berubah menyesuaikan dengan waktu negara tetangga, malahan kadang jadi ngaco. Begitulah ketika aku berada di salah satu ujung utara Indonesia. Tepatnya di Kota Ranai, Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Kabupaten Natuna beribukota Ranai sekarang terpisah dengan dengan Kabupaten Anambas yang beribukota Terempa (kota tempat attayaya dilahirkan). Dahulunya merupakan wilayah pemerintahan Provinsi Riau dan biasa disebut dengan Kawasan Pulau Tujuh. Setelah Riau dipisah menjadi 2 provinsi yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, maka kawasan Pulau Tujuh yang terdiri dari Kawasan Anambas dan Kawasan Natuna menjadi sebuah kabupaten tersendiri yaitu Kabupaten Natuna. Kemudian Kabupaten Natuna ini pun dipecah menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.

Peta Kabupaten Natuna dalam Wilayah Republik Indonesia
Lokasi yang dituju

Peta Pulau Bunguran di Kabupaten Natuna

Kabupaten Natuna terletak di ujung paling utara Provinsi Riau (dahulu) atau Provinsi Kepulauan Riau (sekarang). Dahulu, pada gambar peta provinsi Riau, kawasan ini menjadi "insert" yaitu gambar tambahan karena posisinya yang sangat jauh.

Kabupaten ini memiliki pulau terluar paling utara yang berhadapan langsung dengan negara Vietnam adalah Pulau Laut. Walaupun ada pulau terluar lagi, tetapi pulau tersebut sering hilang dari pandangan. Menurut orang-orang tua disana pulau itu disebut Pulau Lengit.

Perjalananku kali ini bermula dari Pekanbaru 29 Mei 2012 menuju Batam dan terpaksa bermalam disana karena penerbangan ke Bandara Ranai di Natuna hanya ada pagi hari sekitar jam 9. Penerbangan ke Ranai kami lakukan dengan pesawat dari Maskapai AviaStar dengan waktu tempuh 1 jam 10 menit.

Sampai di Ranai, aku melanjutkan perjalanan untuk mencari bangunan rumah tua terutama rumah-rumah milik Datuk Kaya yang semasa Kerajaan Riau-Lingga merupakan pimpinan-pimpinan wilayah di kawasan tersebut.

Di Kota Ranai aku temui 1 buah rumah Datuk Kaya dan 1 buah rumah tua. Aku lanjutkan lagi perjalanan ke Desa Tanjung dan Desa Ceruk. Di 2 desa ini aku tidak menemukan bangunan-bangunan tua, malahan aku mendapatkan suguhan pemandangan indah di Desa Tanjung yaitu Pantai Tanjung.

Esok harinya aku melakukan perjalanan ke Desa Kelarik (Kelarak) dan menemukan rumah tua milik seorang Datuk Kaya. Rumah ini tidak berpenghuni lagi dan terlihat rusak disana-sini. Tak jauh dari rumah itu, aku menemukan lagi sebuah rumah tua milik penduduk tempatan yang berada di dalam kebun kelapa. Tidak berpenghuni dengan kerusakan terutama di bagian belakang.

Siang itu juga aku menyeberang ke pulau Sedanau dengan menggunakan pompong sewaan. Di Sedanau aku menemukan 4 rumah tua dan 1 tapak rumah Datuk Kaya Suan.

Ini sebagian foto-foto rumah tua yang ada disana :

Rumah Tua di Sedanau

Rumah Tua di Sedanau
Rumah Datuk Kaya di Air Mali - Kelarik

Rumah Tua diAir Mali - Kelarik


Rumah Tua di Sedanau

Rumah Tua di Sedanau

Wah kalo foto-foto di bawah ini, aku no comment laaaaah...
Selamat menikmati...


Ga perlu diving alias menyelam untuk melihat
batu koral (coral stone) di Pelabuhan Natuna
Selat Lampa Natuna

Pemandangan mirip Bangka Belitong
sangat banyak di kawasan Natuna

Bukit Sindu Ranai - Natuna

Hasil alam Natuna
Cengkeh

Pantai Tanjung
Kecamatan Bunguran Timur - Natuna

Pelabuhan Pulau Batang
Desa Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga - Natuna

Batu karang/koral di halaman rumah di desa Pulau Tiga

Batu karang/koral (Coral Stone)
Pantai Desa Setumuk - Kecamatan Pulau Tiga - Natuna

Rumah penduduk tepi pantai di Desa Pulau Tiga

NO COMMENT!!!
IT'S SO AMAZING

Sunset dalam perjalanan pulang dari
Pulau Tiga ke Selat Lampa - Natuna

Batu di Pantai Desa Setumuk

Batu di Pantai Desa Setumuk

Desa Tanjung Pulau Tiga Natuna

Desa Tanjung Pulau Tiga - Natuna

Batu Tokong Rusia
Ranai - Bunguran Timur - Natuna


selengkapnya...

08 April 2012

Candi Muara Takus, Wisata Riau

Situs Candi Muara Takus adalah sebuah situs candi yang berada di Desa Muara Takus Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia. Situs ini merupakan situs candi Budha yang terbuat dari bata (tanah liat) untuk bangunan dan sebagian dari batu putih untuk pagar yang berbeda dengan candi-candi Budha seperti umumnya yang terbuat dari batu. Umur candi ini masih menjdai perdebatan para ahli. Ada yang mengatakan abad keempat, ada yang mengatakan abad ketujuh, abad kesembilan bahkan pada abad kesebelas.

Situs Candi Muara Takus ini terdiri dari 4 bangunan candi yaitu :
  1. Candi sulung /tua,
  2. Candi Bungsu,
  3. Mahligai Stupa,
  4. Palangka.

Status Situs Candi Muara Takus

Candi Muara Takus telah terdaftar menjadi Benda Cagar Budaya Tahun 2000. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pengembangan dan pemanfaatan kawasan cagar budaya diperbolehkan oleh undang-undang apabila dapat mengakomodasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemberdayaan cagar budaya tentunya harus tetap mempertahankan aspek kelestariannya. Pelestarian cagar budaya dapat dilakukan dengan menetapkan sistem zonasi pada kawasan baik secara vertikal maupun horizontal. Dalam pasal 37 diterangkan bahwa sistem zonasi tersebut terdiri atas zona inti, zona penyangga, zona pengembangan dan zona penunjang. Dimana, batas keruangan tiap zona yang disesuaikan dengan kebutuhan dan mengutamakan peluang peningkatan kesejahteraan rakyat.
(Wiwik Dwi Serlan H., Skripsi, PERENCANAAN LANSKAP CANDI MUARA TAKUS SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA DALAM UPAYA PELESTARIAN KAWASAN, IPB, 2011.)

Pada tanggal 6 Oktober 2009, Pemerintah Indonesia telah mengajukan Situs Candi Muara Takus ini sebagai calon Situs Warisan Dunia (World Heritage Sites) UNESCO. Sampai sekarang masih dalam penelitian lembaga tersebut untuk terdaftar. Pencalonan sebagai situs warisan dunia ini diajukan pemerintah Indonesia terhadap situs Candi Muara Takus bersama dengan Situs Bawomataluo, Candi Muarajambi, Situs Gua Prasejarah di Maros - Pangkep,Pemukiman Tradisional Tana Toraja, dan Situs Trowulan - Ibukota Kerajaan Majapahit. Berarti sampai saat ini terdapat 27 Calon Situs Warisan Dunia dari Indonesia yang masih dalam proses penetapan oleh UNESCO. Daftar 27 Calon Situs Warisan Dunia dari Indonesia dapat dibaca di :
http://nationalgeographic.co.id/berita/2011/03/indonesia-miliki-27-calon-situs-warisan-dunia

Keberadaan bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ada pada sungai Kampar Kanan di sekitar kawasan Candi Muara Takus juga mengancam kelestarian kawasan tersebut. Bendungan PLTA sering menyebabkan Sungai Kampar Kanan meluap sehingga berpotensi banjir khususnya pada musim penghujan.

Perlu sebuah peraturan penetapan kawasan situs Candi Muara Takus ini agar nilai-nilai sejarah budaya dan kualitas lanskap pada kawasan tersebut dapat terus terjaga dan lestari keberadaannya. Perencanaan kawasan wisata budaya harus didasari oleh konsep menjaga kelestariannya melalui pengembangannya sebagai kawasan wisata budaya. Konsep tersebut bertujuan untuk melestarikan lanskap situs Candi Muara Takus, meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar candi, serta memberi kepuasan bagi wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang berkunjung ke Candi Muara Takus.

Asal Usul Candi Muara Takus

Candi adalah sebuah bangunan tempat ibadah dari peninggalan masa lampau yang berasal dari agama Hindu-Buddha. Candi digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa. Namun demikian, istilah 'candi' tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja, banyak situs-situs purbakala dari masa Hindu-Buddha atau masa Klasik Indonesia yang berupa istana, pemandian/petirtaan, dan gapura juga disebut dengan istilah candi. Suatu candi di masa lampau biasanya berfungsi dan digunakan masyarakat dari latar belakang agamanya, yaitu Hindu-Saiwa, Budha Mahayana, Siwa Buddha dan Rsi.

Muara Takus berasal dari nama sebuah anak sungai bernama Takus yang bermuara di Batang Sungai Kampar Kanan. Candi muara takus berasal dari dua kata “muara“ dan “takus“. “Muara” yaitu suatu tempat dimana anak sungai mengakhiri alirannya ke laut atau ke sungai yang lebih besar. “Takus” berasal dari bahasa China yaitu "ta', "ku" dan "se". Ta berarti besar, ku berarti tua sedangkan se berarti candi. Gabungan arti keseluruhan dari kata Muara Takus adalah : candi tua (the old temple) besar atau megah yang terletak di muara sungai (Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar, 2010, dikutip oleh Wiwik Dwi Serlan H.).

Struktur Bangunan Situs Candi Muara Takus

Candi Muara Takus memiliki struktur bangunan yang terbuat dari bahan batuan merah. Bahan tersebut diyakini sebagai tempat para dewa bertahta oleh komunitas Budhis. Ciri utama yang menunjukkan bahwa Candi Muara Takus merupakan bangunan suci dalam agama Budha adalah dari keberadaan stupanya.

Arsitektur bangunan stupa yang ada pada Candi Muara Takus sangat unik karena tidak ditemukan di tempat lain di Indonesia. Bentuk stupa tersebut yaitu ornamen sebuah roda dan kepala singa. Bentuk stupa memiliki kesamaan dengan stupa Budha di Myanmar, stupa di Vietnam, Sri Lanka atau stupa kuno di India pada periode Asoka.

Berdasarkan hasil penelitian arkeologi tahun 1994, peninggalan arkeologi di kawasan Candi Muara Takus terdiri atas pagar keliling, Candi Tua, Candi Bungsu, Candi Mahligai, Candi Palangka, Bangunan I, Bangunan II, Bangunan III, Bangunan IV, Bangunan VII, dan Tanggul kuno. Selain bangunan, benda-benda bersejarah lain juga ditemukan di dalam kawasan Candi Muara Takus yaitu berupa fragmen arca singa, fragmen arca gajah pada puncak candi Mahligai, inskripsi mantra dan pahatan vajra, serta gulungan daun emas yang juga dipahat mantra dan gambar vajra pada bagian permukaannya.

Peninggalan arkeologis yang ada dalam kawasan Candi Muara Takus tidak semua dapat diidentifikasi fungsinya. Hal ini dikarenakan sebagian bangunan saja tidak memiliki kelengkapan struktur. Peninggalan-peninggalan yang masih dapat diketahui fungsinya adalah pagar keliling, Candi Tua, Candi Bungsu, Candi Mahligai, Candi Palangka, bangunan I dan II, bangunan III, bangunan IV, bangunan V dan VI, bangunan VII, dan Tanggul Kuno (Arden Wall).

Peta Lokasi Situs Candi Muara Takus
Peta Lokasi Situs Candi Muara Takus



Denah Bangunan Utama Situs Candi Muara Takus
Denah Bangunan Utama Situs Candi Muara Takus



Situs Candi Muara Takus berada dalam pengawasan dan pemeliharaan :
Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar (BP3 Batusangkar).
Wilayah kerja: Provinsi Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau.
Alamat: Jl. Sultan Alam Bagagarsyah, Kotak Pos 29,
Pagaruyung,
Batusangkar,
Sumatra Barat,
telp. (0752) 72322.

Tulisan diatas banyak bersumber dari tulisan :
Wiwik Dwi Serlan H.
Skripsi
PERENCANAAN LANSKAP CANDI MUARA TAKUS SEBAGAI OBJEK WISATA BUDAYA DALAM UPAYA PELESTARIAN KAWASAN
IPB
2011

National Geographic Indonesia
Indonesia Miliki 27 Calon Situs Warisan Dunia

Wikipedia
Candi Muara Takus
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Muara_Takus

Silahkan baca juga :
Wisata Riau Candi Muara Takus
selengkapnya...

07 Maret 2012

Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

Catatan perjalanan Attayaya ke Hutan Wisata Desa Buluhcina, Kampar - Riau bersama :
  • Blogger Bertuah tanggal 27 Januari 2012
  • Oranye Design tanggal 20 Februari 2012

Desa Bulucina


Secara geografis Desa Buluhcina berbatasan dengan desa-desa tetangga, yaitu disebelah timur berbatasan dengan Desa Pangkalanbaru, sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanjung Balam dan Lubuk Siam, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Buluh Nipis sedangkan disebelah utara berbatasan langsung dengan dengan Desa Baru. Keadaan daerah berupa daratan dan perairan, dimana sebahagian wilayahnya terdiri atas aliran sungai dan danau-danau. Desa Buluhcina ini dipisahkan oleh Sungai Kampar yang membelah ditengah-tengah desa diantara Dusun I dan Dusun II dengan Dusun III dan IV.

Desa Buluhcina merupakan desa wisata yang terkenal hingga ke beberapa negara tetangga, karena didesa ini banyak terdapat tempat-tempat wisata diantaranya danau-danau yang indah, hutan-hutan yang masih asri dengan berbagai macam flora fauna yang hidup didalamnya. Umumnya wisatawan asing adalah peneliti flora dan fauna hutan hujan tropika.

Dalam hal ini pemanfaatan tanah dan lahan dipergunakan untuk perkebunan, hutan wisata 1000 ha, dan lahan kosong seluas 1.500 ha. Khusus untuk lahan kososng tersebut rencanaya akan dipergunakan sebagai cadangan lahan perkebunan masyarakat.

Dalam hal sarana dan prasarana transportasi dipergunakan lintas darat dengan kondisi jalan beraspal sedangkan perairan dipergunakan sebagai jalan alternatif untuk menghubungkan dengan desa tetangga yaitu disebelah hulu sungai dengan Desa Tanjung Balam, Desa Lubuk Siam, dan Desa Kampung Pinang (Kecamatan Perhentian Raja). Sedangkan di hilir sungai dengan Desa Pangkalan Baru, Desa Buluh Nipis, dan Kuala Besako ke Kuala Kampar di Kabupaten Pelalawan.

Jarak Desa Buluhcina dari ibu kota Kecamatan Siak Hulu lebih kurang 6 Km dapat ditempuh lebih kurang 10 (sepuluh) menit sedangkan jarak ke ibu kota Kabupaten Kampar (Bangkinang) ditempuh kurang lebih 83 Km dengan jalan darat dengan waktu tempuh 1,5 - 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sedangkan jarak Desa Buluhcina dengan ibu kota Propinsi Riau (Pekanbaru) dapat ditempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam perjalanan darat dengan jarak tempuh sekitar 25 km.

Jumlah penduduk Desa Buluhcina kurang lebih berjumlah 1.488 jiwa, dengan 387 kepala keluarga, yang mayoritas memegang teguh ajaran agama Islam dan adat istiadat. Pemerintah desa terdiri dari 4 dusun dengan berpegang teguh kepada adat ninik mamak yang kuat. Adapun suku yang ada didesa ini hanya 2 (dua) suku utama saja, yaitu Suku Melayu dan Suku Domo.

a. Suku Melayu, dipegang oleh :
PUCUK
Datuk Mojolelo, Dubalang Monti
Datuk Sanggo, Dubalang Kayo
Datuk Jelo Sutan, tanpa Dubalang

b. Suku Domo, dipegang oleh :
PUCUK
Datuk Tumenggung, Datuk Pulo Godang
Datuk Bagindak, Datuk Paduko
Datuk Koto Marajo, Datuk Muncak

Dan masing-masing suku dibantu oleh Sumonto Tuo dan Tuo Pakaian.
Dubalang = Hulubalang

EKOSISTEM DAN FLORA


Secara umum kawasan Desa Buluhcina mempunyai tipe ekosistem hutan daratan rendah kurang lebih dari 10 meter dari permukaan laut terletak disepanjang jalan menuju desa dan sepanjang bantaran Sungai Kampar yang terdapat di desa ini. Tanaman hutan ini didominasi oleh pohon kayu :
  1. Rengas,
  2. Meranti,
  3. Cimpur,
  4. Belanti,
  5. Karet,
  6. Keriung,
  7. Mahang,
  8. Tapa-tapa,
  9. Rotan,
  10. Angrek Hutan jenis Ochirium,
  11. Telinga Beruk,
  12. Kedundung,
  13. Kandis,
  14. Palam, dan lain-lain.

FAUNA


Dikawasan hutan Desa Buluhcina terdapat beberapa jenis fauna, yang sering dijumpai adalah :
  1. Elang,
  2. Kijang,
  3. Rusa,
  4. Trenggiling,
  5. Beruang Madu,
  6. Landak,
  7. Siamang,
  8. Enggang,
  9. Gagak,
  10. Kera,
  11. Monyet,
  12. burung Punai,
  13. Murai,
  14. Ketitiran,
  15. Ayam Hutan,
  16. Merbah,
  17. Gereja,
  18. Layang-layang,
  19. Balam, dan lain-lain.

(Flora dan Fauna bersumber : masyarakat, ninik mamak dan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa UIR jurusan biologi bekerja sama dengan PT CALTEX Riau tahun 2006/2007, Institute Pertanian Bogor (IPB) jurusan Pertanian-Kehutanan tahun 2007, mahasiswa UNILAK jurusan Kehutanan tahun 2006, kemudian hasil penelitian mahasiswa pecinta alam UIR, UNRI, UNILAK, dan Politeknik Riau).

EKOWISATA - Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau


A. Sungai kampar
Sungai Kampar merupakan sungai yang membentang dan membelah Desa Buluhcina dengan air yang berarus cukup deras, sehingga setiap tahun tepatnya pada bulan Agustus dilakukan olah raga pacu sampan. Sungai ini pun sebagai tempat berkembang biaknya ikan sehingga baik untuk refreshing dengan memancing ikan dialam bebas. Bagi wisatawan yang ingin menelusuri Sungai Kampar dapat mempergunakan sampan atau perahu motor yang disediakan masyarakat.

B. Danau
Di Desa Buluhcina terdapat 11 (sebelas) danau wisata yaitu
  1. Danau Rengas,
  2. Danau Tanjung Putus,
  3. Danau Baru,
  4. Danau Dalam,
  5. Danau Pinang Luar,
  6. Danau Kutit,
  7. Danau Tuok Tongah,
  8. Danau Tanjung Balam,
  9. Danau Tangon,
  10. Danau Buntar, dan
  11. Danau Awang.
Terdapat 7 (tujuh) danau yang berada di lokasi Hutan Wisata yang baik untuk tempat rekreasi keluarga dan menghilangkan kejenuhan dengan memancing di danau tersebut dengan disediakannya sampan bagi para pengunjung. Selain itu bagi wisatawan dapat pula melihat budidaya ikan selais. Hutan Wisata dan seluruh lingkungannya merupakan menjadi lokasi yang tepay bagi penelitian flora dan fauna serta lingkungan sosial budaya bagi mahasiswa dan peneliti.

C. Hutan
Wisata Hutan Desa Buluhcina memiliki hutan yang sangat luas dengan jenis tanaman hutan yang beraneka ragam dengan peruntukan lahan hutan yang berbeda yaitu :
  • Hutan Lindung
  • Hutan wisata 1000 ha
  • Hutan cadangan perkebunan 1500 ha

Sehingga bagi wisatawan atau peneliti dan mahasiswa yang hobi berpetualangan dapat melakukan hiking, kemping dan penelitian di Hutan Wisata Desa Buluhcina.

Danau Tanjung Putus - Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

Pemotretan 27 Januari 2012.

Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau

WISATA HUTAN DESA BULUHCINA

Hiking (Jalan Sehat di Hutan)
Tersedia pemandu dari masyarakat setempat untuk memandu para wisatawan yang hendak hiking di dalam hutan. Terdapat 3 jalur yang disediakan yaitu Jalur 500m, Jalur 1000m, dan Jalur 2000m. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan para wisatawan.

Setiap kelompok hiking akan dipandu oleh 2 orang pemandu (depan dan belakang) dengan biaya berkisar Rp. 75.000 - Rp. 100.000 /pemandu. Setiap kelompok hiking berjumlah maksimal 25 orang.

Camping (Kemping alias Berkemah)
Banyak tempat kemping di areal Wisata Hutan Desa Buluhcina ini. Jika tak hendak memilih, pemandu siap memberikan tempat kemping terbaik bagi wisatawan. Jika hendak memilih, lakukanlah survey tempat terlebih dahulu beberapa hari sebelum pelaksanaan kemping. Pemandu akan menunjukkan tempat-tempat yang cocok bagi wisatawan untuk kemping. Selain itu, pemuda setempat akan bersedia menjadi pembuat/pendiri tenda, pembuat kamar kecil (MCK), penjaga malam dan antar jemput ke lokasi. Mereka pun siap menyediakan makanan jika dipesan terlebih dahulu.

Outbond
Saat ini saya, attayaya, dan beberapa teman-teman lain sedang mencari modal untuk pembuatan lokasi dan penyediaan alat-alat outbond. Rencana awal lokasi adalah di sekitar Danau Tanjung Putus.

Jika berminat berwisata hutan Desa BuluhCina ini ataupun berminat menanam modal untuk Outbond Wisata Hutan, silahkan tulis komentar dibawah dengan nomor kontak yang bisa saya hubungi.

Catatan :
Nama desa ini adalah BULUHCINA bukan BULUH CINA.

Hubungi langsung Pak Kasmi 081365628661

selengkapnya...

27 Februari 2012

Bertuah Penuh Warna

BERTUAH adalah sebuah komunitas blogger di Pekanbaru. Dahulunya Bertuah hanya terpikir bahhwa keanggotaannya hanya di Pekanbaru saja, tetapi kemudian tak dapat disangkal lagi sekarang bahwa anggotanya tersebar di beberapa daerah lain, negara tetangga, propinsi lain maupun beberapa berada di pulau-pulau lainnya. Baik akibat kepindahan maupun karena kemauan blogger tersebut untuk bergabung menjadi anggota Bertuah.

Secara aku pun heran, karena Bertuah bukanlah sebuah komunitas blogger yang begitu istimewa. Masih banyak komunitas blogger lain yang sangat begitu hebat. Bertuah hanya komunitas blogger yang berusaha memberikan yang terbaik dengan segala kekurangan yang ada. Perkembangan anggotanya ini entah karena kemudahan untuk menjadi anggota, atau entah karena kekurangan komunitas ini sendiri yang. entahlah.

Dengan syarat menjadi anggota yang mudah, kemudian dengan menganut prinsip biaya terendah jika mungkin gratis karena pada dasarnya blog itu sendiri pun gratis, maka sampai saat ini tidak ada sepeserpun dana yang perlu ditarik secara tetap dari setiap anggotanya. Jika membutuhkan dana untuk suatu kegiatan, biasanya memohon kepada beberapa blogger yang telah berpenghasilan dari dunia internet untuk memberikan sumbangsih kepada komunitas. Cukup tak cukup harus dicukupkan dengan cara terbaik.

Berawal dari Bang Hendra dan Emo/nanlimo/datuk-bertuah, setahuku, mereka berdua mulai bergerilya mencari blogger-blogger yang berdomisili di Pekanbaru atau yang memasang domisili Pekanbaru di dashboard bloggernya. Pencarian mereka dari pertengahan 2008 menghasilkan pertemuan pertama 11 (sebelas) blogger Pekanbaru di tanggal 28 Februari 2009 di halaman luar (tepi jalan) Gedung Riau Pos Jl. HR. Soebrantas (Jl. Raya Pekanbaru - Bangkinang). Walaupun akhirnya mereka berphoto di teras Gedung Riau Pos dengan seizin dari satpam gedung tersebut.

Sebelas orang tersebutlah yang akhirnya sepakat membentuk sebuah komunitas blogger di Pekanbaru dengan nama "Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru". Mereka adalah :
  1. Bang Ais / Menyanyah / Penyamun
  2. Idu Yhaw Amir P / Emo / Nanlimo / Datuk Bertuah
  3. Bang Fiko / Taufik Asmara
  4. Ayel / Tengku Khairil Ahsyar
  5. Ijo Punk Jutee / Prof Ijo
  6. Black ID
  7. Regie Honesty Hamdani / Parikek Nangguak
  8. Hendrawan Kariman
  9. Maryo Sanjaya AP
  10. Putra
  11. Rizmi

Mereka, kesebelas orang hebat itu adalah para pendiri Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru.

Ini bukan merupakan kesebelasan pemain sepakbola, walaupun jika dipaksa main bola mereka mau juga siiih, dengan napas ngos-ngosan. Walaupun bukan kesebelasan sepak bola, tetapi tujuan mereka sama yaitu "MENCIPTAKAN GOL".

Gol yang diinginkan oleh kesebelas pendiri tersebut adalah memajukan dan mengembangkan wawasan, kreatifitas dan apresiasi di bidang internet, website dan blog di Kota Pekanbaru khususnya, dan Riau pada umumnya tanpa melupakan daerah dan negara lainnya.

Dimana attayaya?
Tidak ada. Attayaya tidak ada apa-apanya dalam pendirian Bertuah dibandingkan ke-sebelas orang hebat yang tersebut di atas. Mereka orang-orang hebat yang mau bersama-sama untuk kebersamaan.

Attayaya saat itu malah menghindar dari undangan oleh Bang Ais yang disampaikan melalui Shoutbox karena pada saat itu attayaya belum percaya diri untuk menjadi blogger. Dengan cara membuat blog yang didapat secara gugling, dengan penulisan artikel yang acakadut (sampai sekarang), kedua hal tersebut membuat seorang attayaya tak cukup tangguh saat itu untuk berhadapan bertemu muka dengan blogger macam Bang Hendra atau Bang Ais ataupun Emo. Sampai sekarang pun tetap begitu. Mereka berkemampuan untuk mengolah blog dan konten menjadi sesuatu hal yang sangat luar biasa. Sedangkan attayaya tidak memiliki kemampuan lebih daripada mereka.

Begitulah awalnya. Dari sebelas orang kemudian berkembang menjadi sekitar 21 blogger (seingatku) pada pertemuan atau kopdar ketiga yang kuhadiri di teras Mesjid Agung Annur Pekanbaru. Pada undangan ketiga tersebutlah aku mulai berani tampil dan ikut bersama yang lain dalam komunitas. Dari pertemuan ketiga tersebut atau pertemuan pertama bagiku yang akhirnya membuat aku jatuh cinta pada komunitas ini.

Dari situlah aku baru tahu bahwa mereka-mereka itu dari berbagai latar belakang yang berbeda seperti guru, bankir, mahasiswa, wartawan, peg. humas, siswa, wiraswasta, dll. Dan mereka pun dengan berbagai kemampuan di bidang blog maupun dunia internet secara umum.

Dengan latar belakang yang berbeda-beda serta berkemampuan yang juga berbeda, sekali lagi mereka berkumpul bersama-sama untuk kebersamaan. Dan mereka tetap berkumpul dalam Komunitas Blogger Bertuah sampai sekarang.

Saat ini, dengan semakin banyaknya jumlah anggota Bertuah maka semakin beragamlah latar belakang setiap blogger yang bergabung dalam komunitas ini. Semakin berkemampuanlah mereka dalam mengembangkan blog, mulai dari yang berkemampuan standar minimal (semacam attayaya) bahkan yang sudah sangat canggih dalam mengelola dan mengembangkan blog. Bahkan dari yang bersifat ugal-ugalan atau kemrungsung (jawa) atau degil (melayu) sampai kepada yang pendiam, tidak sombong dan suka menabung... eiiitss jadi ngawur.

Dari yang suka bilang "meleset", "cacad", "CCD", "BLGCCD" sampai yang suka bilang "bagus", mantap" dan sebagainya. Dari yang suka bilang "cek mbah gugel" sampai "liat di tutorial bertuah".

Kebiasaan yang berbeda (mungkin aneh), latar belakang kehidupan dan kemampuan blog yang berbeda tidak menyebabkan mereka menjadi berbeda. Justru perbedaan itulah yang semakin menyatukan Bertuah.

Bersatu dalam perbedaan.
Penuh warna kehidupan.
Itu yang membuatku suka dan bangga akan Bertuah.
Begitulah adanya.
Tidak diada-adakan.
Hanya seadanya dengan segala kekurangan yang membuat bersatu.

Secara khusus aku, attayaya, mengucapkan terima kasih kepada sebelas orang pendiri Bertuah, khususnya kepada Bang Hendra, Emo, Bang Ais, Bang Fiko dan lain-lain yang telah memulai mencari dan mengumpulkan blogger-blogger Pekanbaru saat itu. Emo, Hendra dan bersama 9 orang lainnya tersebut adalah orang-orang hebat.

Terimakasih untuk semua anggota Bertuah dan seluruh pendukungnya.

Selamat ulang tahun yang ketiga untuk Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru.
Dalam kekurangan dan perbedaan kita harus tetap bersatu.
Bertuah Sememang Penuh Warna.



selengkapnya...

20 Februari 2012

Kayuh Ke Kantor K3

Kayuh Ke Kantor adalah kalimatku sendiri untuk mengganti istilah asing "Bike To Work" atau "B2W" atau "BTOW" maupun "Cycle to Work" atau "C2W" atau "CTOW". Terserahlah istilahnya apa. Hal ini karena aku orang Indonesia yang kali ini mencoba menggunakan istilah sendiri yang berbahasa Indonesia. Boleh sebut "Bersepeda ke Tempat Kerja" atau "Pekerja Bersepeda" atau terserahlah.

Kayuh Ke Kantor adalah kegiatanku untuk mengayuh sepeda ke kantor. Kayuh dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti dayung atau pedal. Kegiatannya adalah mengayuh sampan atau mengayuh sepeda. Kali ini digunakan untuk sepeda yang berarti kegiatan "mengayuh sepeda ke kantor". Walaupun sebenarnya tujuannya dapat kemana saja baik ke kantor, kedai, jemput anak, keliling rumah komplek atau apapun saja.

Secara pribadi, kegiatan Kayuh Ke Kantor (K3) ini awalnya ditargetkan dapat terlaksana dengan baik pada 1 Maret 2012 bertepatan dengan hari kamis yang merupakan hari senam setiap minggu di kantor. Targetnya awalnya pun hanya 1 minggu 1 kali saja.

Tetapi target tidak tercapai.......

Huaaaa...
Aku ternyata mendahului target 1 maret itu. Akhirnya aku melaksanakan kegiatan Kayuh Ke Kantor pada hari Kamis tanggal 2 Februari 2012.

Lha kecepatan dooong...
Lha ya biarin laaah khan ini target pribadi dan terlaksana lebih cepat.

Dari dulu sebenarnya ingin bersepeda, cuma baru tahun ini terlaksana secara aku ga punya sepeda kayuh. Biasanya aku ke kantor hanya menggunakan sepeda motor Honda Black Astrea tahun 1998. Yaaah cuma itu yang aku punya.

Sepedanya ku beli tanggal 17 Januari 2012 merk Polygon dari jenis Urbano 3.0 warna abu-abu yang merupakan klasifikasi sepeda urban yang bisa dilipat alias "Folding Bike". Jenis ini kubeli karena terjadi perubahan rencana ketika tiba di toko sepeda.

Awalnya aku mau beli dari jenis Mountain Bike (MTB). Tetapi setelah memikir akan kebutuhan Emak Azam yang mau sepeda juga tetapi dana tak cukup, akhirnya sepeda lipat dipilih sebagai sepeda keluarga.

Faktor yang kupertimbangkan :
Jika disetel, ukuran tinggi stang dan tempat duduk setara dengan tinggi sepeda MTB.
Khusus untuk tempat duduk dapat disetel lebih rendah menyerupai sepeda Sanki yang diinginkan oleh Emak Azam hanya beda dibentuk stangnya saja. Lagian ada boncengan dibelakang sesuai juga dengan keinginan Emak Azam yang akan membonceng Azam kelak.

Jadi 1 sepeda bisa dipake untuk berbagai kebutuhan.
  1. Jika tempat duduk disetel tinggi akan setara ketinggiannya dengan MTB.
  2. Jika tempat duduk disetel rendah akan setara dengan sepeda Sanki.

Kayuh Ke Kantor K3 B2w btow bike to work logo

Kayuh Ke Kantor

Logo Kayuh Ke Kantor ini kubuat sendiri berdasarkan gambar :
  1. Sepeda Folding Bike Polygon Urbano 3.0 yang dibuat siluet
  2. Karakter gubahan dari Jetster Art sama seperti logo karakter attayaya naik bendera di pojok kiri atas header blog ini
  3. Jenis huruf Maiandra GD warped text
  4. Kotak transform warp

Kayuh Ke Kantor
Apapun jenis sepedanya
Mari menyehatkan diri dan menyelamatkan lingkungan

Kayuh Ke Kantor (K3) ini kegiatan pribadi,
kalo ada yang mau ikut...
ayooooo ramaikan jalan dengan sepeda.

Bukan pelit...
cuma ingin menyehatkan diri, menghemat BBM dan menyelamatkan bumi dari kerusakan akibat pembakaran mesin kendaraan yang menghasilkan CO2 dan zat beracun lainnya.

Komunitas Folding Bike Pekanbaru alias Komunitas Sepeda Lipat Pekanbaru, ada ga ya?
selengkapnya...

16 Februari 2012

Gak Donor Darah Gak Keren

Gak Donor Darah Gak Keren, begitulah yang ditulis oleh @revaeva di reply twitter. Walaupun awalnya bukan ngomongin masalah donor darah, tapi kalimat yang ini aku suka alias kena bangets...

Haha, gak donor darah gak keren *kena banget :p RT @attayaya: ga kenal RevaEva Mana sih orang nya? #Rempong :p

tuh aslinya isi twitter tersebut.

gak donor darah gak keren *kena banget


Begitulah...
Rencananya Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru dalam rangka alias bersempena dengan perayaan ulangtahun komunitas tersebut yang ke-3, akan mengadakan kegiatan DONOR DARAH DAN CEK KESEHATAN GRATIS.

Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 19 Fberuari 2012 bertempat di halaman depan Gedong Olah Raga (GOR) Tribuana Pekanbaru jalan Diponegoro. Waktunya dari jam 7 mpe jam 10 pagi, pas Car Free Day. Acara ini didukung oleh PMI, BEM Fakultas Kedokteran Universitas Riau, dan sponsor lainnya.

Ayo ramaikan
Ayo donorkan darahmu
Gak Donor Darah Gak Keren
Gak Donor Darah Gak gAUL 94UL

9Ak doNoR D4r4h 94k k3r3n

donor darah yuk...


dONOR dARAH yUK...

Gak Donor Darah Gak Keren

Kalo belum bisa donor darah, ngumpul bareng ajalah kita di depan GOR Tribuana.

Thanks to : Reva Eva

selengkapnya...

04 Februari 2012

Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Ketiga

Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Ketiga tentunya berawal dari fase pertama maupun fase kedua. Awalnya tanpa ada rencana untuk berfase-fase ataupun bertahap-tahap dalam penyebutan. Tetapi karena jarak yang pertama dengan kedua cukup jauh, maka terucap begitu saja penyebutan Fase Kedua. Dan hal ini bukanlah suatu masalah. Karena yang diinginkan adalah meningkatnya rasa berbagi dan peduli dengan sesama, khususnya dalam pemberian buku yang berisi ilmu. Lebih luasnya adalah "membagi ilmu untuk semua".

Berawal dari Nanlimo a.k.a Datuk Bertuah a.k.a Prima Wahyudi yang sering dipanggil Emo, seorang blogger dari Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru yang melihat buku di tempat kos-kosannya yang banyak dan mencoba untuk memanfaatkannya kepada yang lain. Berdasarkan sebuah pituah (petuah) yang berbunyi "Pemberian yang paling berharga adalah memberikan benda yang paling disayangi atau dicintai", mulailah Emo menggalang usaha untuk mengumpulkan buku dalam rangka Hibah Sejuta Buku Ala Blogger. Target pengiriman pertama adalah sebuah desa di Kabupaten Meranti yang beribukota Selat Panjang, Propinsi Riau yang sekaligus merupakan desa dimana Emo mengabdi sebagai seorang mahasiswa yang ikut dalam program Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau. Kondisi anak-anak sekolah desa yang membutuhkan buku, bertemu dengan kondisi Emo yang bingung menghadapi buku di tempat kos-nya. Suatu kondisi yang cucok marcucok bowww... bagaikan pertemuan bunga dengan kumbangnya. Begitulah awalnya.

Artikel Emo dapat dibaca di :
http://www.sungaikuantan.com/2009/11/hibah-sejuta-buku-ala-blogger.html--> Hibah Sejuta Buku ala Blogger
13 November 2009
Saya yakin gerakan ini bak bola salju.
[Emo]

Usaha Emo ini tidak sia-sia, Hibah Sejuta Buku ala Blogger dilanjutkan oleh Anazkia (www.anazkia.com) pada artikel :
http://www.anazkia.com/2011/10/blogger-hibah-sejuta-buku-fase-kedua.html -->Blogger Hibah Sejuta Buku Fase Kedua
13 Oktober 2011
... buku adalah harta berharga buat kita, tapi ketika diberikan kepada yang membutuhkan semoga buku ini lebih bermanfaat.
[anazkia]

Dua tahun selisih waktu dari fase pertama ke fase kedua, ternyata tidak menyurutkan minat para blogger untuk tetap berbagi. Terbukti dengan terkumpulnya lebih dari seribu buku yang dikirimkan ke Papua sebagai target lokasi fase kedua, dan ini jumlah lebih banyak daripada fase pertama (walau tak sempat dihitung jumlah tepatnya).

Seperti yang kusarankan, sistem pengiriman buku fase kedua berbeda dengan fase pertama. Ketika fase pertama, semua buku dikirimkan ke Pekanbaru (rumah kos Emo dan Sekretariat Blogger Bertuah), maka pada fase kedua buku dikirim ke koordinator wilayah dengan maksud :
  1. agar ongkos kirim yang ditanggung oleh penyumbang buku lebih murah ke koordinatornya masing-masing.
  2. agar semua blogger daerah lain ikut serta berpartisipasi.
  3. agar semua blogger bergerak untuk kegiatan ini.
  4. agar kegiatan ini menjadi lebih tepat penamaannya yaitu Hibah Buku ala Blogger. Semua Blogger Bergerak [SBB]/[SeBloGer].

Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Ketiga


Untuk fase ketiga, sistem pengiriman seperti fase kedua diberlakukan kembali. Setiap penyumbang ataupun penghibah buku mengirimkan buku hibahnya ke alamat koordinator yang terdekat dan termurah. Siapapun yang bersedia menjadi koordinator yang berarti bersedia menerima pengiriman buku dari blogger sekitarnya, kemudian melanjutkan pengiriman ke Jakarta (direncanakan).

Target Lokasi Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Ketiga

SD YPPK Manusela Seram Utara - Maluku
Sekolah Dasar YPPK Manusela memiliki sekitar 60 murid dengan 6 ruang kelas. Di sekolah ini, hanya ada tiga guru. Namun, hanya seorang saja di tempat mengajar. Yaitu, Yuli Lilihata yang biasa dipanggil oleh anak-anak dengan sebutan Mama Yuli. Mama Yuli ini bukan PNS, beliau hanya guru honorer yang tak bergaji. Beliau selalu beranggapan, "kalau bukan kita, siapa lagi yang mau mengajar di SD terpencil seperti ini?"
http://www.facebook.com/groups/hibahbuku/doc/356979457663761/

Kondisi sekolah dapat juga dibaca di :
Sekolah Laskar Pelangi Di Kaki Gunung Binaya
http://arumbai.org/2011/12/31/sekolah-laskar-pelangi-di-kaki-gunung-binaya/

Tagline :
(Hasil kopas dari pembicaraan di grup)
"Satu Blogger Satu Buku"
"Satu Blogger Satu Buku, Untuk Maluku"
"sejuta buku,sejuta cinta untuk maluku"
"Satu Cinta untuk Maluku, Satu cinta untuk Indonesia"
"sejuta buku untuk maluku, sejuta cinta untuk indonesia"
ayo dipilih... dipilih... dipilih...
tagline ini bukan suatu keharusan, hanya sebagai penyemangat untuk berbagi.

Proses Hibah Sejuta Buku :
Blogger mengirim ke kordinator yang terdekat dan termurah. Untuk blogger yang dekat dengan target lokasi (wilayah Indonesia Timur), dapat mengumpulkannya ke koordinator Ambon. Intinya adalah "cari biaya termurah untuk menyalurkan buku hibah tersebut". Buku yang terkumpul di masing-masing koordinator akan disalurkan ke Jakarta (rencana ditempat ROE SALAMPESSY). Koordinator Indonesia Timur dapat menyalurkannya langsung ke koordinator Ambon. Intinya tetap sama "cari biaya kirim yang termurah". Jika bisa nitip, ya numpang nitip.

Jangka Waktu Penerimaan Hibah Buku :
1 Februari s/d 30 April 2012

Jenis Buku Hibah :
Sebenarnya semua buku itu bermanfaat, apapun buku yang dihibahkan tidak masalah asal tidak bersinggungan dengan SARA, kekerasan dan hal negatif lainnya. Buku Hibah ini akan disalurkan ke sebuah sekolah dasar, jadi kira-kira buku yang cocok untuk anak SD maupun setingkat SMP, maupun buku umum lainnya.

Alamat Koordinator Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Ketiga :

PEKANBARU - RIAU DAN SEKITARNYA
(saat artikel ini diposting, udah terkumpul sekitar 25 buku di sekre Bertuah)
DWINA
Sekretariat Blogger Bertuah
Jl. Sakinah I no. 2A
Tangkerang Utara
Pekanbaru - Riau
Hp. 0761-4880884

MARYO SANJAYA
Sekretariat Bappeda Kota Pekanbaru
Kantor Walikota Pekanbaru
Jl. Sudirman
Pekanbaru - Riau
Hp. 085271464472

BUKITTINGGI - SUMBAR DAN SEKITARNYA
JAZA AUFAYANI
Jl. Proma 1 no 03
Kelurahan Belakang Balok,
Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh,
Kota Bukittinggi 26136
Sumatera Barat
Hp.

BEKASI - JAWA BARAT DAN SEKITARNYA
HARIE SULISTYONO
SD-IT AL FIDAA
Jl. Damai no 8
Papan Mas blok F
Tambun Bekasi
Jawa Barat 17510
Hp.

JAKARTA DAN SEKITARNYA
ROE SALAMPESSY
Jl. Tebet Dalam 4 no. 31 A.
Kel. Tebet Barat RT.12/RW.01.
Jakarta Selatan-12810.
Hp. Roe Salampessy 085716061556
Hp. Almascatie 082197553554

AMBON DAN SEKITARNYA
AFRIANTI MAHULETTE
AKBAR MARASABESSY
(BLOGGER ARUMBAI)
Jln. Jenderal Sudirman,
Galunggung Samping SMA 11 Ambon,
Lorong SD 64. No. 6. RT 06/006
Ambon 97128
Hp.

SEMARANG - JAWA TENGAH DAN SEKITARNYA
SLAMET RIYADI
Jl. Pasarsari RT 3 RW 3
Gunungpati 50225
Semarang-Jateng
Hp.

BOGOR DAN SEKITARNYA
ERIKASMAN GAFAR
PT. Yudhistira Ghalia Indonesia
Jln. Rancamaya KM.1 No 47
Warung Nangka
Ciawi-Bogor 16720
Hp.

KEDIRI - JAWA TIMUR DAN SEKITARNYA
AGUSTIN WILUJENG
Jl. Letjen Suprapto No. 58
Kediri 64124
Jawa Timur
Hp. 08819252376

SULAWESI DAN SEKITARNYA
YUNIAR SAKINAH WALIULU (UNHY)
Kompleks Wesabbe Depan Pintu 2
Unhas Blok C No.49,
Makassar-90245.
Hp. 0852 4327 8256

JOGJAKARTA DAN SEKITARNYA
ANTOK SURYADEN
Jogloabang
Desa Gombang,
Tirtoadi, Mlati,
Sleman - Yogyakarta 55223
Hp. 081 227 320 63

KALIMANTAN DAN SEKITARNYA
SUROTO
SMAN 1 Bakumpai
Jl.Atak Iberansyah
Desa Lepasan - Kecamatan Bakumpai
Kabupaten Barito Kuala
Kalimantan Selatan 70512
hp. 0819 53560008.
Flexi:(0511)7437397

BANDUNG DAN SEKITARNYA
RIO PRATOMO
Masjid Syamsul 'Ulum IT Telkom
Jalan Telekomunikasi
Dayeuh Kolot-Bandung
Jabar 40257
HP. 085721434775


Bagi yang bersedia menyumbangkan dalam bentuk uang dapat disalurkan melalui :
BANK MANDIRI
cabang Bintaro
atas nama : Rachmawati
nomor rekening : 128-00-0578580-0

BCA
KCU Green Garden
atas nama : Helmi Budi Prasetyo
nomor rekening : 253 1201 606

CIMB Bank
Cabang Kajang
atas nama : Bahaudin
nomor rekening : 12190082793520


Untuk bertanya dan hal lainnya, silahkan bergabung dan berkomenar di facebook grup :
Blogger Hibah Sejuta Buku, atau di kotak komentar di bawah postingan ini dengan mencantumkan email atau user fb.

Dengan berbagi, kita akan mendapatkan ilmu lebih banyak.

Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Ketiga


Laporan Hibah Sejuta Buku ala Blogger :
Target lokasi Desa Tanjung Samak Kecamatan Rangsang Kabupaten Meranti Propinsi Riau.
BLOGGER BERTUAH PEKANBARU SUMBANGKAN BUKU KE MASYARAKAT TANJUNG SAMAK

Laporan Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Kedua :
Target Lokasi Fakfak Utara, Papua Barat.
http://www.anazkia.com/2012/02/laporan-akhir-blogger-hibah-sejuta-buku.html -->Laporan Akhir Blogger Hibah Sejuta Buku

Kami tidak saling kenal sebelumnya, kami tidak tahu pada awalnya, tapi dari program ini, sebagian dari kami (kita, saya dan Anda teman-teman blogger juga netter) bahu membahu mengumpulkan buku, mengirimkannya yang kelak nanti akan dikirim ke Papua. Ketika sejuta buku tak terkumpul, maka ada harapan berjuta yang tak akan tumpul. Insya Allah...
[Anazkia : Hibah Sejuta Buku ala Blogger Fase Ketiga]

Postingan ini dimunculkan lebih awal dari rencananya karena bertepatan dengan Ulang Tahun Dwina Sang Bintang Air, 4 Februari 2012.

selengkapnya...

30 Januari 2012

Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010

PENDAHULUAN
Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010

Komitmen Indonesia untuk mencapai MDGs mencerminkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan memberikan kontribusi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia. Karena itu, MDGs merupakan acuan penƟ ng dalam penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional. Pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan MDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005-2025), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2004-2009 dan 2010-2014), Rencana Kerja Program Tahunan (RKP), serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam lima tahun terakhir, di tengah kondisi negara yang belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi tahun 1997/1998, Indonesia menghadapi tantangan global yang tidak ringan. Gejolak harga minyak dan harga pangan serta perubahan iklim global serta terjadinya krisis keuangan global 2007/2008 mewarnai dinamika pembangunan Indonesia. Tingkat pertumbuhan ekonomi menurun menjadi sekitar 4-5 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan sebelum krisis yang sebesar 5-6 persen. Kenaikan harga pangan yang menjadi pengeluaran rumah tangga terbesar di kelompok masyarakat menengah bawah dan miskin semakin menimbulkan beban. Perubahan iklim yang ekstrem telah berdampak pada kegagalan pertanian dan kerusakan aset masyarakat serta terganggunya kesehatan masyarakat.

Dalam lingkungan global yang kurang menguntungkan tersebut Indonesia secara bertahap terus melakukan penataan dan pembangunan di segala bidang sebagai suatu wujud dari komitmen Indonesia untuk bersama-sama dengan masyarakat dunia mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Capaian Sasaran MDGs
Sampai dengan tahun 2010 ini, Indonesia telah mencapai berbagai sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu:
  1. sasaran yang telah dicapai;
  2. sasaran yang menunjukkan kemajuan signifi kan dan diharapkan dapat tercapai pada tahun 2105 (on-track); dan
  3. sasaran yang masih memerlukan upaya keras untuk pencapaiannya.

Sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang telah dicapai, mencakup:

MDG 1
- Proporsi penduduk yang hidup dengan pendapatan per kapita kurang dari USD 1 per hari telah menurun dari 20,6 persen pada tahun 1990 menjadi 5,9 persen pada tahun 2008.

MDG 3
- Kesetaraan gender dalam semua jenis dan jenjang pendidikan telah hampir tercapai yang ditunjukkan dengan rasio angka parƟ sipasi murni (APM) perempuan terhadap laki-laki di SD/MI/Paket A dan SMP/MTs/Paket B berturut-turut sebesar 99,73 dan 101,99, dan rasio angka melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok usia 15-24 tahun sebesar 99,85 pada tahun 2009.

MDG 6
- Prevalensi tuberkulosis menurun dari 443 kasus pada 1990 menjadi 244 kasus per 100.000 penduduk pada tahun tahun 2009.

Sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang telah menunjukkan kemajuan signifikan dan diharapkan dapat tercapai pada tahun 2015 (on-track) adalah:

MDG 1
- Prevalensi balita kekurangan gizi telah berkurang hampir setengahnya, dari 31 persen pada tahun 1989 menjadi 18,4 persen pada tahun 2007. Target 2015 sebesar 15,5 persen diperkirakan akan tercapai.

MDG 2
- Angka partisipasi murni untuk pendidikan dasar mendekati 100 persen dan tingkat melek huruf penduduk melebihi 99,47 persen pada 2009.

MDG 3
- Rasio APM perempuan terhadap laki-laki di SM/MA/Paket C dan pendidikan tinggi pada tahun 2009 berturut-turut 96,16 dan 102,95. Dengan demikian maka target 2015 sebesar 100 diperkirakan akan tercapai.

MDG 4
- Angka kematian balita telah menurun dari 97 per 1.000 kelahiran pada tahun 1991 menjadi 44 per 1.000 kelahiran pada tahun 2007 dan diperkirakan target 32 per 1.000 kelahiran pada tahun 2015 dapat tercapai.

MDG 8
- Indonesia telah berhasil mengembangkan perdagangan serta sistem keuangan yang terbuka, berdasarkan aturan, bisa diprediksi dan non-diskriminatif – ditunjukkan dengan adanya kecenderungan positif dalam indikator yang berhubungan dengan perdagangan dan sistem perbankan nasional. Pada saat yang sama, kemajuan signifikan telah dicapai dalam mengurangi rasio pinjaman luar negeri terhadap PDB dari 24,6 persen pada 1996 menjadi 10,9 persen pada 2009. Debt Service Ratio juga telah berkurang dari 51 persen pada tahun 1996 menjadi 22 persen pada tahun 2009.

Sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang telah menunjukkan kecenderungan kemajuan yang baik namun masih memerlukan kerja keras untuk mencapai sasaran yang ditetapkan pada tahun 2015, mencakup:

MDG 1
- Indonesia telah menaikkan ukuran untuk target pengurangan kemiskinan dan akan memberikan perhatian khusus untuk mengurangi tingkat kemiskinan yang diukur terhadap garis kemiskinan nasional dari 13,33 persen (2010) menjadi 8-10 persen pada tahun 2014.

MDG 5
- Angka kematian ibu menurun dari 390 pada tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Diperlukan upaya keras untuk mencapai target pada tahun 2015 sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup.

MDG 6
- Jumlah penderita HIV/AIDS meningkat, khususnya di antara kelompok risiko tinggi pengguna narkoba suntik dan pekerja mmmmm...

MDG 7
- Indonesia memiliki tingkat emisi gas rumah kaca yang tinggi, namun tetap berkomitmen untuk meningkatkan tutupan hutan, memberantas pembalakan liar dan mengimplementasikan kerangka kerja kebijakan untuk mengurangi emisi karbon dioksida paling sedikit 26 persen selama 20 tahun ke depan. Selain itu, saat ini hanya 47,73 persen rumah tangga yang memiliki akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan 51,19 persen yang memiliki akses sanitasi yang layak. Diperlukan perhatian khusus, untuk mencapai target MDG pada tahun 2015.

Keberhasilan pembangunan Indonesia, telah menuai berbagai prestasi dan penghargaan dalam skala global. Kemajuan pembangunan ekonomi dalam lima tahun terakhir, telah mengurangi ketertinggalan Indonesia dari negara-negara maju. Negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Organization of Economic and Cooperation Development) mengakui dan memberikan apresiasi kemajuan pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia bersama Cina, India, Brazil, dan Afrika Selatan diundang untuk masuk dalam kelompok ‘enhanced engagement countries’ atau negara yang makin ditingkatkan keterlibatannya dengan negara-negara maju. Indonesia sejak 2008 juga tergabung dalam kelompok Group-20 atau G-20, yaitu dua puluh negara yang menguasai 85 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia, yang memiliki peranan sangat penting dan menentukan dalam membentuk kebijakan ekonomi global.


Sumber :
Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia 2010
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
2010

laporan pencapaian tujuan pembangunan milenium indonesia 2010


selengkapnya...

28 Januari 2012

STOP ACTA

ACTA atau The Anti-Counterfeiting Trade Agreement adalah perjanjian plurilateral yang diusulkan untuk tujuan penetapkan standar internasional tentang penegakan hukum hak kekayaan intelektual. Setelah SOPA yang dibuat berdasarkan PIPA dibatalkan kemaren (lihat artikel STOP SOPA PIPA dan UU ITE Pasal 27 Ayat 3, sekarang dunia online dihebohkan dengan kemunculan ACTA.

ACTA merupakan perjanjian kesepakatan yang dibentuk oleh organisasi non-pemerintahan (ornop) yang diajukan pertama kali oleh Jepang di tahun 2006 sehubungan dengan Perdagangan BEBAS. Acta akan menimbulkan kerangka hukum internasional bagi negara-negara yang tergabung di dalamnya. Kerangka hukum ini sebenarnya bagus karena akan mengatur perlindungan tentang materi fisik seperti obat-obatan maupun makanan.

TETAPI.... ada bagian tertentu dari kesepakan itu yang akan mengganggu pengguna internet yaitu aturan mengenai "distribusi di internet dan teknologi informasi". Bahaya ACTA dapat dilihat pada video di bawah ini :

What Is ACTA ?
Apakah ACTA itu?


Say NO to ACTA



ACTA Threats to freedom and fundamental human rights


ACTA akan menyebabkan terbatasnya gerak penyebaran informasi di internet yang tentu saja membatasi hak warga negara dan kebebasan berekspresi serta HAK KOMUNIKASI PRIBADI. Hal ini tentu berpengaruh kepada blogger, pengguna media sosial dan pengguna internet pada umumnya, karena SEMUA INFORMASI apapun yang disebarkan harus melalui "saringan ACTA".

ACTA mewajibkan penyedia jasa Internet Service Provider (ISP) untuk menyaring semua informasi yang melalui jaringan mereka. Karena saringan ini akan membaca seluruh informasi yang disalurkan, tentu saja akan terbaca seluruh komunikasi, baik yang PRIBADI maupun umum.

ACTA itu sendiri merupakan perjanjian antar negara. Bagi AS, perjanjian ini dapat berlaku tanpa persetujuan Dewan Kongres dan Pemimpin Pemerintahan, menjadikan hal ini sangat berbahaya bagi pengguna informasi. Hal ini menyebabkan banyak yang menentang kesepakatan perjanjian ACTA ini termasuk Gedung Putih (Presiden Amerika Serikat) yang dipublish di website White House :
...It is potentially hazardous to the Internet we know and how it works.

We need to stop ACTA before it is finally approved by all countries involved. If you value your privacy and you don't want "Big Brother" watching over you, sign this petition and spread the word. Research ACTA and see just how dangerous it is to the Internet, our privacy, and our liberties.


https://wwws.whitehouse.gov/petitions#!/petition/end-acta-and-protect-our-right-privacy-internet/MwfSVNBK

STOP ACTA


Speak out against ACTA

Bagian-dari ACTA yang dapat menyebabkan penyebaran informasi di dunia online terancam :

Danger Parts of Finalized English text of the agreement ACTA participants finalized the English, French and Spanish versions of the ACTA text on April 15, 2011 :
http://www.international.gc.ca/trade-agreements-accords-commerciaux/assets/pdfs/acta-crc_apr15-2011_eng.pdf

ARTICLE 11: INFORMATION RELATED TO INFRINGEMENT
Without prejudice to its law governing privilege, the protection of confidentiality of information sources, or the processing of personal data, each Party shall provide that, in civil judicial proceedings concerning the enforcement of intellectual property rights, its judicial authorities have the authority, upon a justified request of the right holder, to order the infringer or, in the alternative, the alleged infringer, to provide to the right holder or to the judicial authorities, at least for the purpose of collecting evidence, relevant information as provided for in its applicable laws and regulations that the infringer or alleged infringer possesses or controls. Such information may include information regarding any person involved in any aspect of the infringement or alleged infringement and regarding the means of production or the channels of distribution of the infringing or allegedly infringing goods or services, including the identification of third persons alleged to be involved in the production and distribution of such goods or services and of their channels of distribution.


ARTICLE 23: CRIMINAL OFFENCES
Footer 9 :
A Party may comply with its obligation relating to importation and exportation of counterfeit trademark goods or pirated copyright goods by providing for distribution, sale or offer for sale of such goods on a commercial scale as unlawful activities subject to criminal penalties.


ARTICLE 27: ENFORCEMENT IN THE DIGITAL ENVIRONMENT
1. Each Party shall ensure that enforcement procedures, to the extent set forth in Sections 2 (Civil Enforcement) and 4 (Criminal Enforcement), are available under its law so as to permit effective action against an act of infringement of intellectual property rights which takes place in the digital environment, including expeditious remedies to prevent infringement and remedies which constitute a deterrent to further infringements.

2. Further to paragraph 1, each Party’s enforcement procedures shall apply to infringement of copyright or related rights over digital networks, which may include the unlawful use of means of widespread distribution for infringing purposes. These procedures shall be implemented in a manner that avoids the creation of barriers to legitimate activity, including electronic commerce, and, consistent with that Party’s law, preserves fundamental principles such as freedom of expression, fair process, and privacy.

.....

7. To protect electronic rights management information, each Party shall provide adequate legal protection and effective legal remedies against any person knowingly performing without authority any of the following acts knowing, or with respect to civil remedies, having reasonable grounds to know, that it will induce, enable, facilitate, or conceal an infringement of any copyright or related rights:
(a) to remove or alter any electronic rights management information;
(b) to distribute, import for distribution, broadcast, communicate, or make available to the public copies of works, performances, or phonograms, knowing that electronic rights management information has been removed or altered without authority.

Footer 14 :
Perhatikan yang digaris-bawahi.
Berhubungan dengan Article 27 Point 5.
For the purposes of this Article, technological measures means any technology, device, or component that, in the normal course of its operation, is designed to prevent or restrict acts, in respect of works, performances, or phonograms, which are not authorized by authors, performers or producers of phonograms, as provided for by a Party’s law. Without prejudice to the scope of copyright or related rights contained in a Party’s law, technological measures shall be deemed effective where the use of protected works, performances, or phonograms is controlled by authors, performers or producers of phonograms through the application of a relevant access control or protection process, such as encryption or scrambling, or a copy control mechanism, which achieves the objective of protection.


STOP ACTA


STOP ACTA say no to acta logo

Mirip dengan UU ITE Pasal 27 Ayat 3 neh.


selengkapnya...

25 Januari 2012

Sekolah Alam Bandar Bakau Dumai - SAVE OUR EARTH WITH OUR HEART

Tanggal 22 Januari 2012 kemaren, Aku, Bang Fiko (Blogger Bertuah / Riau Magazine), serta Dedi, Anne, Zahra, Salma dan Yahya (Oranye Design Group) datang ke Bandar Bakau Dumai untuk mengikuti acara "Mangrove Untuk Dumai" yang ditaja oleh Akademi Akuntansi Riau - Dumai yang diorganisir oleh Eagle Corp Organizer. Walaupun sebentar tapi sangat berkesan.

Untuk mengetahui tentang Bandar Bakau dan acara "Mangrove Untuk Dumai" dapat dibaca pada postingan sebelumnya :
Mangrove Untuk Dumai - Bandar Bakau Dumai.

*****

Satu Hal yang sangat menarik kami untuk ikut hadir adalah Penyelamatan Kawasan Bakau Kuala Sungai Dumai dan adanya Sekolah Alam Bandar Bakau. Tak banyak orang mengetahui tentang keberadaan sekolah ini. Sekolah yang mengajak anak didiknya untuk peduli terhadap lingkungan hidup serta sadar untuk melestarikan hutan mangrove Dumai maupun Riau secara keseluruhan. Selain itu, Sekolah Alam Bandar Bakau juga bermaksud mendidik agar anak didiknya lebih mandiri, terampil dan peduli akan kebersamaan.

Sekolah ini didirikan Darwis Mohammad Saleh berserta kawan-kawan yang tergabung dalam Pecinta Alam Bahari Dumai di bulan September 2010 lalu. Darwis dan kawan-kawan berharap anak didik mereka menjadi penerus kader-kader Konservasi Mangrove serta memiliki jiwa-jiwa kepedulian khususnya terhadap kelestarian alam khususnya wilayah pesisir.

Sekolah Alam Bandar Bakau berlokasi di Jl. Nelayan Laut Ujung - Dumai - Riau yang tepatnya berada di Kawasan Bandar Bakau Hutan Mangrove Kuala Sungai Dumai. Kawasan ini luasnya sekitar 31 hektar yang awalnya diperuntukkan bagi perluasan pelabuhan Pelindo Dumai. Darwis dan kawan-kawannya memperjuangkan agar kawasan ini tetap menjadi Hutan Mangrove Dumai dan berusaha menjadikan kawasan ini berstatus Hutan Kota Dumai.

Sekolah Alam Bandar Bakau Dumai
Asai Malay yang bernama asli Syaiful saat ini dipercayai untuk menjadi Kepala Sekolah Alam Bandar Bakau. Sehari-hari dia, Darwis dan temen-temen lain mengelola kawasan, karena Sekolah Alam Bandar Bakau hanya dibuka untuk hari minggu agar tidak mengganggu jam sekolah formal. Walaupun begitu, Asai Malay bersedia mendidik pengunjung yang kebetulan datang tidak pada hari minggu. Tidak ada biaya khusus untuk pendidikan di Sekolah Alam ini. Suatu usaha yang patut dibanggakan. SALAM LESTARI!!!


Sekolah Alam Bandar Bakau Dumai


LATAR BELAKANG

Sungai Dumai merupakan sungai yang membelah kota Dumai menjadi bagian Barat dan Timur. Disungai ini tempat terjadi legenda atau sejarah Putri Tujuh yang mengandung unsur buah bakau belukap dari kejadian masa lalu yang menjadi jati diri suatu peristiwa budaya di Dumai selama ini. Siapa yang tak pernah mendengar kisah Putri Tujuh, legenda turun menurun yang berada di Kota Dumai ? Saking kuatnya kisah itu dalam benak dan ingatan masyarakat Dumai, nama Putri Tujuh melekat abadi di Kilang Pertamina. Makam Putri Tujuh bermastautin di kilang tersebut. Kerisauan melihat makan Putri Tujuh hanya terbiar dan hilangnya hutan bakau yang melindungi bibir pantai Kota Dumai tempat makan Putri Tujuh, membuat anggota Pecinta Alam Bahari mulai berkonsentrasi menyelamatkan bakau yang masih tersisa, karena beradaan bakau di kawasan itu memiliki arti penting bagi kelestarian legenda Putri Tujuh.



Adalah Bakau Belukap (rhizophora mucronata) merupakan salah satu jenis bakau yang mengalami kepunahan di sungai Dumai. Kepunahan ini akibat ekploitasi sebagai bahan baku arang dulunya, dimana panglong (tempat produksi arang) terdapat di Pangkalan Bunting di muara sungai Dumai, ini salah satu contoh memperlakukan alam tanpa memikirkan generasi ke depan, tebang tanpa ada aksi penanaman kembali, akibatnya telah terjadi kepunahan jenis bakau ini di sungai Dumai bahkan generasi Dumai saat ini sudah tak mengenalinya lagi.

Pada Mei 1998 telah berdiri sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang concern terhadap pelestarian alam bahari khususnya penyelamatan Kawasan Hutan Mangrove Kuala Sungai Dumai. Bersama beberapa orang sahabat di Dumai, Bp.Darwis Mohd. Saleh mendirikan Komunitas Pecinta Alam Bahari. Misi utama PAB adalah penyelamatan hutan mangrove di lokasi Kuala Sungai Dumai yang semakin tergusur oleh pembangunan Pelabuhan dan Dermaga Dumai.


Alhamdulillah selama hampir 11 tahun, perlahan tapi pasti telah dicapai beberapa penghargaan dari perbaikan dan pembudidayaan hutan bakau, baik penghargaan yang diraih di daerah, propinsi dan nasional. Kini PAB mencoba memperkenalkan mangrove kepada usia dini dengan membuka kelas Sekolah Alam Bandar Bakau. Sekolah Alam ini bertujuan agar generasi – generasi muda kota Dumai mau memberikan andil serta peduli terhadap keberlangsungan hutan mangrove Sungai Dumai dan menjaga kelestarian situs dan sejarah kota Dumai. Angkatan I siswa/I Sekolah Alam telah dibentuk sebagai kerja nyata PAB, dan cukup mendapatkan respon yang sangat baik dari berbagai lapisan masyarakat.

Sekolah Alam Bandar Bakau didirikan pada bulan September 2010, atas inisiatif dan swadaya oleh Pecinta Alam Bahari sebagai langkah untuk memperkenalkan dunia mangrove kepada anak-anak mulai tingkatan SD s/d SMU sederajat yang berada di Kota Dumai. Diharapkan kelak merekalah yang akan menjadi penerus kader-kader Konservasi Mangrove serta memiliki jiwa-jiwa kepedulian khususnya terhadap kelestarian alam khususnya wilayah pesisir. SALAM BAHARI !

VISI dan MISI

Visi pembentukan Sekolah Alam
:
  1. Menjadikan area hutan Mangrove Sungai Dumai sebagai salahsatu situs Legenda Putri Tujuh dan sejarah berdirinya Kota Dumai.
  2. Melestarikan hutan pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya abrasi pantai, melindungi daerah dibelakangnya dari hempasan gelombang dan angin kencang, dan mencegah intrusi air garam (salt intrution) ke arah darat.
  3. Menjadikan Kawasan Konservasi Mangrove Sungai Dumai sebagai salahsatu tempat wisata alam Kota Dumai.
Misi pembentukan Sekolah Alam :
  1. Membentuk kader – kader konservasi mangrove kota Dumai.
  2. Agar para siswa/I memiliki jiwa kepedulian terhadap lingkungannya tempat mereka tinggal dan bekerja.
  3. Melatih siswa/I agar memiliki sifat mandiri, terampil dan kebersamaan kepada sesama.
Waktu & Tempat Kegiatan Sekolah Alam

Kegiatan Sekolah Alam dilaksanakan rutin setiap hari Minggu, mulai pukul 09.00 pagi – 16.30 sore. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi kegiatan ekstra kurikuler bagi para siswa sekolah, dan secara berkala juga dilakukan Ujian Kenaikan Tingkat maupun Studi Banding Mangrove.

Kegiatan belajar dan mengajar siswa/I Sekolah Alam Bandar Bakau dilaksanakan di Area Konservasi Mangrove, Komplek Bandar Bakau Jl. Nelayan (laut ujung) Kampung Tua Kedondong, Purnama Dumai Barat. Berada di lahan hutan bakau seluas + 11,5 hektar. Studi Ekskursi dan Studi Banding ke tempat lain juga kadang dilakukan, agar para siswa/I juga dapat mengenal populasi mangrove ditempat lain. Untuk pangalaman, Siswa/I Sekolah Alam pernah melakukan perjalanan ke Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, yang dijadikan sebagai lokasi Ujian Kenaikan Tingkat.

Siswa/I Sekolah Alam

Syarat untuk menjadi siswa/I Sekolah Alam terdiri dari berbagai usia mulai dari tingkatan Kelas V SD s/d Tingkat SMU atau sederajat. Keanggotaan mereka selama mnegikuti kegiatan Sekolah Alam adalah selama mereka bersekolah dan tinggal menetap di kota Dumai, kecuali apabila mereka ingin melanjutkan pendidikan atau karena sesuatu hal harus pindah keluar kota, maka Sertifikat Pendidikan akan dikeluarkan oleh pihak pengelola Sekolah Alam/ PAB.






Materi Sekolah & Pengajar

Dikarenakan para siswa/I Sekolah Alam terdiri dari anak – anak setingkat SD s/d SMA, maka materi pembelajaran dibagi menjadi dua metode, yaitu belajar dan bermain. Hal ini dibuat agar para siswa/I tidak merasa jenuh apalagi merasa menjadi beban disebabkan selama 6 hari mengikuti belajar di sekolahnya masing – masing.

Untuk para pengajar sendiri terdiri dari orang – orang yang berpengalaman di bidangnya, yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan mangrove dari propinsi maupun nasional. Selain itu pengelola Sekolah Alam juga melakukan kerjasama pemberian workshop dengan Instansi Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Peternakan Perikanan & Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan dan Beberapa Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam lainnya. Adapun materi yang di laksanakan adalah sebagai berikut :

A. Materi Khusus :
  1. Identifikasi Jenis Mangrove
  2. Pembudidayaan
  3. Teknik Rehabilitasi
  4. Etika Lingkungan
  5. Surviver
  6. Outbound

B. Materi Pelengkap :
  1. Keorganisasian
  2. Rohani
  3. Seni dan Ketrampilan

Pendanaan Siswa/ I Sekolah Alam

Sekolah Alam Bandar Bakau mengajarkan para siswa/I untuk belajar mandiri dan tidak menyusahkan orangtua dan wali murid, oleh karena itu salah satu kegiatan Menabung Lumpur diajarkan kepada para siswa/i. Menabung Lumpur adalah suatu kegiatan penanaman bibit mangrove, berupa kantung – kantung polybag sebagai tempatnya. Hasil pembibitan berumur tiga bulan tersebut akan dijual ke perusahaan – perusahaan maupun instansi yang membutuhkan, dalam dan luar kota Dumai. Dan akan diterima oleh para siswa/I Sekolah Alam pada saat kenaikan kelas di sekolah umum (SD, SMP dan SMU). Hal ini selain sebagai tambahan uang saku, alat tulis dan juga untuk kebutuhan para orangtua bagi anak anaknya yang naik kelas maupun naik tingkatan sekolah.


Lokasi Kawasan Bandar Bakau Hutan Mangrove Sungai Dumai dan Sekolah Alam Bandar Bakau
Bandar Bakau Jl. Nelayan Laut Dumai - Riau
1°41'14.64"N
101°25'56.24"E

sekolah alam bandar bakau dumai hutan mangrove sungai dumai

SAVE OUR EARTH
WITH OUR HEART
[attayaya]


Dengan adanya Sekolah Alam Bandar Bakau Hutan Mangrove Kuala Sungai Dumai ini. aku pribadi sangat menaruh harapan besar. Anak-anak didik yang dididik oleh Darwis dan kawan-kawan merupakan generasi penerus yang dapat menyelamatkan BUMI dari KEHANCURAN tangan-tangan PENGUASA dan PENGUSAHA yang tidak memikirkan keseimbangan alam.

selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: 2012 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah