05 Mei 2012

Selamat datang kembali di Indonesia - Ekspedisi Rumah Besar Natuna

Catatan perjalanan attayaya ke Pulau Bunguran, Pulau Sedanau, dan Kawasan Pulau Tiga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Tanggal 29 April - 4 Mei 2012

*****
"Selamat datang kembali di Indonesia. Saat ini sisa pulsa anda ...."
Itulah pesan singkat yang masuk ke handphoneku ketika tiba di Bandara Hang Nadim Batam sebagai bandara transit penerbangan aku sebelumnya dari Bandara Ranai Kabupaten Natuna. Yaaa... ketika aku di Ranai, sinyal providerku agak susah. Malahan sinyal providerku yang lain malah tidak muncul sama sekali. Jam di handphoneku selalu berubah menyesuaikan dengan waktu negara tetangga, malahan kadang jadi ngaco. Begitulah ketika aku berada di salah satu ujung utara Indonesia. Tepatnya di Kota Ranai, Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Kabupaten Natuna beribukota Ranai sekarang terpisah dengan dengan Kabupaten Anambas yang beribukota Terempa (kota tempat attayaya dilahirkan). Dahulunya merupakan wilayah pemerintahan Provinsi Riau dan biasa disebut dengan Kawasan Pulau Tujuh. Setelah Riau dipisah menjadi 2 provinsi yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, maka kawasan Pulau Tujuh yang terdiri dari Kawasan Anambas dan Kawasan Natuna menjadi sebuah kabupaten tersendiri yaitu Kabupaten Natuna. Kemudian Kabupaten Natuna ini pun dipecah menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.

Peta Kabupaten Natuna dalam Wilayah Republik Indonesia
Lokasi yang dituju

Peta Pulau Bunguran di Kabupaten Natuna

Kabupaten Natuna terletak di ujung paling utara Provinsi Riau (dahulu) atau Provinsi Kepulauan Riau (sekarang). Dahulu, pada gambar peta provinsi Riau, kawasan ini menjadi "insert" yaitu gambar tambahan karena posisinya yang sangat jauh.

Kabupaten ini memiliki pulau terluar paling utara yang berhadapan langsung dengan negara Vietnam adalah Pulau Laut. Walaupun ada pulau terluar lagi, tetapi pulau tersebut sering hilang dari pandangan. Menurut orang-orang tua disana pulau itu disebut Pulau Lengit.

Perjalananku kali ini bermula dari Pekanbaru 29 Mei 2012 menuju Batam dan terpaksa bermalam disana karena penerbangan ke Bandara Ranai di Natuna hanya ada pagi hari sekitar jam 9. Penerbangan ke Ranai kami lakukan dengan pesawat dari Maskapai AviaStar dengan waktu tempuh 1 jam 10 menit.

Sampai di Ranai, aku melanjutkan perjalanan untuk mencari bangunan rumah tua terutama rumah-rumah milik Datuk Kaya yang semasa Kerajaan Riau-Lingga merupakan pimpinan-pimpinan wilayah di kawasan tersebut.

Di Kota Ranai aku temui 1 buah rumah Datuk Kaya dan 1 buah rumah tua. Aku lanjutkan lagi perjalanan ke Desa Tanjung dan Desa Ceruk. Di 2 desa ini aku tidak menemukan bangunan-bangunan tua, malahan aku mendapatkan suguhan pemandangan indah di Desa Tanjung yaitu Pantai Tanjung.

Esok harinya aku melakukan perjalanan ke Desa Kelarik (Kelarak) dan menemukan rumah tua milik seorang Datuk Kaya. Rumah ini tidak berpenghuni lagi dan terlihat rusak disana-sini. Tak jauh dari rumah itu, aku menemukan lagi sebuah rumah tua milik penduduk tempatan yang berada di dalam kebun kelapa. Tidak berpenghuni dengan kerusakan terutama di bagian belakang.

Siang itu juga aku menyeberang ke pulau Sedanau dengan menggunakan pompong sewaan. Di Sedanau aku menemukan 4 rumah tua dan 1 tapak rumah Datuk Kaya Suan.

Ini sebagian foto-foto rumah tua yang ada disana :

Rumah Tua di Sedanau

Rumah Tua di Sedanau
Rumah Datuk Kaya di Air Mali - Kelarik

Rumah Tua diAir Mali - Kelarik


Rumah Tua di Sedanau

Rumah Tua di Sedanau

Wah kalo foto-foto di bawah ini, aku no comment laaaaah...
Selamat menikmati...


Ga perlu diving alias menyelam untuk melihat
batu koral (coral stone) di Pelabuhan Natuna
Selat Lampa Natuna

Pemandangan mirip Bangka Belitong
sangat banyak di kawasan Natuna

Bukit Sindu Ranai - Natuna

Hasil alam Natuna
Cengkeh

Pantai Tanjung
Kecamatan Bunguran Timur - Natuna

Pelabuhan Pulau Batang
Desa Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga - Natuna

Batu karang/koral di halaman rumah di desa Pulau Tiga

Batu karang/koral (Coral Stone)
Pantai Desa Setumuk - Kecamatan Pulau Tiga - Natuna

Rumah penduduk tepi pantai di Desa Pulau Tiga

NO COMMENT!!!
IT'S SO AMAZING

Sunset dalam perjalanan pulang dari
Pulau Tiga ke Selat Lampa - Natuna

Batu di Pantai Desa Setumuk

Batu di Pantai Desa Setumuk

Desa Tanjung Pulau Tiga Natuna

Desa Tanjung Pulau Tiga - Natuna

Batu Tokong Rusia
Ranai - Bunguran Timur - Natuna



52 komentar:

  1. Hays Naidra5 Mei 2012 15.26

    Hm. . Amazing. . hanya bagi kita yang baru melangkahkan kaki pertama tapi bagi mereka itu biasa saja dan saking biasanya mereka tidak peduli dengan sarana prasarana serta upaya untuk mengembangkannya menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik. Apa karena otonomi daerah dgn DBH migas yg besar mnjadikan mereka tidak lagi mau menggaki potensi yang lain padahal keindahan alam mereka amat sangat mahal.

    BalasHapus
  2. Pemandangannya bagus-bagus. Pulau terluar Indonesia harus dijaga agar jangan sampe diambil negara lain.

    BalasHapus
  3. Setahu saya pulau terluar di Kepulauan Riau amat banyak. ASda yg dengan Vietnam, dan Malaysia.
    Tg dengan vietnam ada pulau Sebetul, Sekatung, dan Senua. Sedang pulau Laut, saya malah gak ngerti.

    BalasHapus
  4. bagus banget ya coral stonenya , ini cocok buat aku bang kalau harus diving takut :)

    BalasHapus
  5. habis keliling natuna asyik neh bang, potonya indah banged,
    apalagi yg sunset n batu tokong, keyen :)
    met malam mingguan

    BalasHapus
  6. logo K3 nya bagus om >,<
    itu sepeda lipat kan ya? pengen punya.. >,<
    eh, jadi om atta ke kantor naik sepeda sekarang? WOW HEBAT! *tepuk tangan* *standing applause*

    BalasHapus
  7. batu tokongnya keren bangeet...sip sip..itu rumah2 tua seharusnya direnovasi ya.

    BalasHapus
  8. Bagus sekali ulasannya. Menambah wawasan tentang wisata di kepulauan Riau. senang sekali punya kesempatan membaca disini.

    BalasHapus
  9. Wah admin blog ini banyak jalan2 nih jadi kepengen juga :D

    BalasHapus
  10. Aduh Natuna cantik sekali. Kalau di labeli surga boleh juga kali ya...

    BalasHapus
  11. speechless mas..
    kueeereeeennn buangeet..
    alam nya masih luar biasaaaa

    BalasHapus
  12. it's amazing!!!! jadi pengen ke sana! :D

    BalasHapus
  13. Sebaiknya ada usaha untuk melestraikan rumah tua ini, untuk menjaga kelestarian budaya arsitektur masa lalu

    BalasHapus
  14. wewwww alamnya endah bangetttt tapi yang penting sekarang beli pulsa duluuu akhhh wkwkwk

    BalasHapus
  15. super lengkap ulasannya bang, banyk yg aru ai ngerti tentang kepulauan riau dan natuna, lha saya lum pernah jelajah kesana :D

    BalasHapus
  16. asalamualaikum
    sip keren banget pulau Natuna
    rumah tua gitu ya seperti panggung
    batu karang/koralnya seperti dibatik.

    BalasHapus
  17. wah keren nih bang.. pulau natuna emang amazing.. pengen kesana..

    BalasHapus
  18. sungguh asri dan indah tempatnya, rumah-rumahnya masih bergaya oldies..wow jadi mengundang hasrat untuk berkunjung ke sana :)

    BalasHapus
  19. ada ketemua ama blogger natuna tak?

    BalasHapus
  20. amboi cantik-cantik nian, kalau sudah ketempat seperti ini rasanya tak ingin pulanglah kalau tak ada keluarga yang menunggu, bener-bener luar biasa bang bisa ketempat seindah itu

    BalasHapus
  21. Pengen juga menjelajah negeri..tp apa daya..sumber dana belum mencukupi ^_*

    Tapi dengan membaca artikel ini saja..bisa memperkaya wawasan negeri tercinta

    BalasHapus
  22. Ya Allah, amazing!
    jadi pengen ke sana XD

    BalasHapus
  23. Bicara soal pulau-pulau di Indonesia, saya rasa tersimpan banyak keindahan dan kekayaan yang ada di dalamnya. Sayangnya, sampai saat ini saya hanya tahu lewat tulisan atau gambar saja :)

    BalasHapus
  24. subhanallah... nikmat banget kayaknya ke pulau Natuna, nyuci mata...

    BalasHapus
  25. Subhanallaah... betapa indahnya ciptaan yang maha kuasa..

    BalasHapus
  26. Indah sekali photo2 nya sobat... ikut menyimak ya

    BalasHapus
  27. sungguh indah...maaf baru berkunjung

    BalasHapus
  28. keren banget.. sayang famili saia di tj balai karimun ama selat panjang

    BalasHapus
  29. Terkesima dengan batu batuannya....
    kok bisa warna warni gitu ya??
    subhanallaaaahhh

    BalasHapus
  30. lama gk update om?
    sibuk ya..?

    BalasHapus
  31. Artikelnya sangat menarik.. thank's ya informasinya..

    BalasHapus
  32. HUAAAAAAAAHHHHH,, bang Atta jalan2 ga ngajak2 ihhh >.<

    BalasHapus
  33. waduh trnyata bg attaya dr natuna toh? jauh jga merantaunya.

    Kok bsa berubah2 ya bg jam dsna?

    Sangat naturan indahnya tpi kok krang terkenal sbgai wisata indonesia ya bg?

    BalasHapus
  34. Natuna, bisa menjadi daerah kunjungan wisata jika dikelola maksimal

    BalasHapus
  35. enak pokoknya bisa jalan2 terus...kapan2 ngajak dloen donggg hahaha

    BalasHapus
  36. enak pokoknya bisa jalan2 terus...kapan2 ngajak dloen donggg hahaha

    BalasHapus
  37. alam yang indah dilihat dari gambar2 diatas. indah damai.

    BalasHapus
  38. waaaawww..
    rumahnya serem...
    tapi kerennnn...
    tapi subhanallah saya suka sama foto batunya...
    :)

    BalasHapus
  39. anjirrr.... keren banget Natuna bang T.T pengen banget kesana T.T nice shoot bang.. minta oleh-oleh batu karangnya dong bang XD

    BalasHapus
  40. Indah sekali tempatnya sob :)

    BalasHapus
  41. tempat yang indah..
    meskipun tinggal di riau belum pernah maen ke natuna hehe

    BalasHapus
  42. ah...natuna
    aku punya kawan di sana
    namanya febrian
    kerja di kppn juga sama kayak aku
    bahagia bener katanya hidupnya

    BalasHapus
  43. wih, pemandangannya sungguh menawan dan eksotis deh..

    BalasHapus
  44. Artikelnya bagus juga, komentar balik ya di blog saya www.ekstranews.blogspot.com

    BalasHapus
  45. wow mantap sekali Bang, sepertinya saya harus sungkem ke Bang Attaya nih tentang Natuna :)
    keren sekali :)

    BalasHapus
  46. Saya pernah ke natuna selama 1bln,di air lengit,seluan barat,dan sedanau saya di sana bekerja memasang sinyal proveder..memang tempatnya luar biasa indahnya kren deh pokonya...

    BalasHapus
  47. Luar biasa bang...pemandangannya indah banget...batu akiknya ada dibawa pulabg bang? Heheh

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Selamat datang kembali di Indonesia - Ekspedisi Rumah Besar Natuna | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah