30 Januari 2012

Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010

PENDAHULUAN
Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010

Komitmen Indonesia untuk mencapai MDGs mencerminkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dan memberikan kontribusi kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat dunia. Karena itu, MDGs merupakan acuan penƟ ng dalam penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional. Pemerintah Indonesia telah mengarusutamakan MDGs dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN 2005-2025), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN 2004-2009 dan 2010-2014), Rencana Kerja Program Tahunan (RKP), serta dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam lima tahun terakhir, di tengah kondisi negara yang belum sepenuhnya pulih dari krisis ekonomi tahun 1997/1998, Indonesia menghadapi tantangan global yang tidak ringan. Gejolak harga minyak dan harga pangan serta perubahan iklim global serta terjadinya krisis keuangan global 2007/2008 mewarnai dinamika pembangunan Indonesia. Tingkat pertumbuhan ekonomi menurun menjadi sekitar 4-5 persen, dibandingkan dengan pertumbuhan sebelum krisis yang sebesar 5-6 persen. Kenaikan harga pangan yang menjadi pengeluaran rumah tangga terbesar di kelompok masyarakat menengah bawah dan miskin semakin menimbulkan beban. Perubahan iklim yang ekstrem telah berdampak pada kegagalan pertanian dan kerusakan aset masyarakat serta terganggunya kesehatan masyarakat.

Dalam lingkungan global yang kurang menguntungkan tersebut Indonesia secara bertahap terus melakukan penataan dan pembangunan di segala bidang sebagai suatu wujud dari komitmen Indonesia untuk bersama-sama dengan masyarakat dunia mencapai Tujuan Pembangunan Milenium.

Capaian Sasaran MDGs
Sampai dengan tahun 2010 ini, Indonesia telah mencapai berbagai sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium yang dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu:
  1. sasaran yang telah dicapai;
  2. sasaran yang menunjukkan kemajuan signifi kan dan diharapkan dapat tercapai pada tahun 2105 (on-track); dan
  3. sasaran yang masih memerlukan upaya keras untuk pencapaiannya.

Sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang telah dicapai, mencakup:

MDG 1
- Proporsi penduduk yang hidup dengan pendapatan per kapita kurang dari USD 1 per hari telah menurun dari 20,6 persen pada tahun 1990 menjadi 5,9 persen pada tahun 2008.

MDG 3
- Kesetaraan gender dalam semua jenis dan jenjang pendidikan telah hampir tercapai yang ditunjukkan dengan rasio angka parƟ sipasi murni (APM) perempuan terhadap laki-laki di SD/MI/Paket A dan SMP/MTs/Paket B berturut-turut sebesar 99,73 dan 101,99, dan rasio angka melek huruf perempuan terhadap laki-laki pada kelompok usia 15-24 tahun sebesar 99,85 pada tahun 2009.

MDG 6
- Prevalensi tuberkulosis menurun dari 443 kasus pada 1990 menjadi 244 kasus per 100.000 penduduk pada tahun tahun 2009.

Sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang telah menunjukkan kemajuan signifikan dan diharapkan dapat tercapai pada tahun 2015 (on-track) adalah:

MDG 1
- Prevalensi balita kekurangan gizi telah berkurang hampir setengahnya, dari 31 persen pada tahun 1989 menjadi 18,4 persen pada tahun 2007. Target 2015 sebesar 15,5 persen diperkirakan akan tercapai.

MDG 2
- Angka partisipasi murni untuk pendidikan dasar mendekati 100 persen dan tingkat melek huruf penduduk melebihi 99,47 persen pada 2009.

MDG 3
- Rasio APM perempuan terhadap laki-laki di SM/MA/Paket C dan pendidikan tinggi pada tahun 2009 berturut-turut 96,16 dan 102,95. Dengan demikian maka target 2015 sebesar 100 diperkirakan akan tercapai.

MDG 4
- Angka kematian balita telah menurun dari 97 per 1.000 kelahiran pada tahun 1991 menjadi 44 per 1.000 kelahiran pada tahun 2007 dan diperkirakan target 32 per 1.000 kelahiran pada tahun 2015 dapat tercapai.

MDG 8
- Indonesia telah berhasil mengembangkan perdagangan serta sistem keuangan yang terbuka, berdasarkan aturan, bisa diprediksi dan non-diskriminatif – ditunjukkan dengan adanya kecenderungan positif dalam indikator yang berhubungan dengan perdagangan dan sistem perbankan nasional. Pada saat yang sama, kemajuan signifikan telah dicapai dalam mengurangi rasio pinjaman luar negeri terhadap PDB dari 24,6 persen pada 1996 menjadi 10,9 persen pada 2009. Debt Service Ratio juga telah berkurang dari 51 persen pada tahun 1996 menjadi 22 persen pada tahun 2009.

Sasaran dari Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) yang telah menunjukkan kecenderungan kemajuan yang baik namun masih memerlukan kerja keras untuk mencapai sasaran yang ditetapkan pada tahun 2015, mencakup:

MDG 1
- Indonesia telah menaikkan ukuran untuk target pengurangan kemiskinan dan akan memberikan perhatian khusus untuk mengurangi tingkat kemiskinan yang diukur terhadap garis kemiskinan nasional dari 13,33 persen (2010) menjadi 8-10 persen pada tahun 2014.

MDG 5
- Angka kematian ibu menurun dari 390 pada tahun 1991 menjadi 228 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2007. Diperlukan upaya keras untuk mencapai target pada tahun 2015 sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup.

MDG 6
- Jumlah penderita HIV/AIDS meningkat, khususnya di antara kelompok risiko tinggi pengguna narkoba suntik dan pekerja mmmmm...

MDG 7
- Indonesia memiliki tingkat emisi gas rumah kaca yang tinggi, namun tetap berkomitmen untuk meningkatkan tutupan hutan, memberantas pembalakan liar dan mengimplementasikan kerangka kerja kebijakan untuk mengurangi emisi karbon dioksida paling sedikit 26 persen selama 20 tahun ke depan. Selain itu, saat ini hanya 47,73 persen rumah tangga yang memiliki akses berkelanjutan terhadap air minum layak dan 51,19 persen yang memiliki akses sanitasi yang layak. Diperlukan perhatian khusus, untuk mencapai target MDG pada tahun 2015.

Keberhasilan pembangunan Indonesia, telah menuai berbagai prestasi dan penghargaan dalam skala global. Kemajuan pembangunan ekonomi dalam lima tahun terakhir, telah mengurangi ketertinggalan Indonesia dari negara-negara maju. Negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Organization of Economic and Cooperation Development) mengakui dan memberikan apresiasi kemajuan pembangunan Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia bersama Cina, India, Brazil, dan Afrika Selatan diundang untuk masuk dalam kelompok ‘enhanced engagement countries’ atau negara yang makin ditingkatkan keterlibatannya dengan negara-negara maju. Indonesia sejak 2008 juga tergabung dalam kelompok Group-20 atau G-20, yaitu dua puluh negara yang menguasai 85 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dunia, yang memiliki peranan sangat penting dan menentukan dalam membentuk kebijakan ekonomi global.


Sumber :
Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium di Indonesia 2010
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional /
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
2010

laporan pencapaian tujuan pembangunan milenium indonesia 2010


selengkapnya...

28 Januari 2012

STOP ACTA

ACTA atau The Anti-Counterfeiting Trade Agreement adalah perjanjian plurilateral yang diusulkan untuk tujuan penetapkan standar internasional tentang penegakan hukum hak kekayaan intelektual. Setelah SOPA yang dibuat berdasarkan PIPA dibatalkan kemaren (lihat artikel STOP SOPA PIPA dan UU ITE Pasal 27 Ayat 3, sekarang dunia online dihebohkan dengan kemunculan ACTA.

ACTA merupakan perjanjian kesepakatan yang dibentuk oleh organisasi non-pemerintahan (ornop) yang diajukan pertama kali oleh Jepang di tahun 2006 sehubungan dengan Perdagangan BEBAS. Acta akan menimbulkan kerangka hukum internasional bagi negara-negara yang tergabung di dalamnya. Kerangka hukum ini sebenarnya bagus karena akan mengatur perlindungan tentang materi fisik seperti obat-obatan maupun makanan.

TETAPI.... ada bagian tertentu dari kesepakan itu yang akan mengganggu pengguna internet yaitu aturan mengenai "distribusi di internet dan teknologi informasi". Bahaya ACTA dapat dilihat pada video di bawah ini :

What Is ACTA ?
Apakah ACTA itu?


Say NO to ACTA



ACTA Threats to freedom and fundamental human rights


ACTA akan menyebabkan terbatasnya gerak penyebaran informasi di internet yang tentu saja membatasi hak warga negara dan kebebasan berekspresi serta HAK KOMUNIKASI PRIBADI. Hal ini tentu berpengaruh kepada blogger, pengguna media sosial dan pengguna internet pada umumnya, karena SEMUA INFORMASI apapun yang disebarkan harus melalui "saringan ACTA".

ACTA mewajibkan penyedia jasa Internet Service Provider (ISP) untuk menyaring semua informasi yang melalui jaringan mereka. Karena saringan ini akan membaca seluruh informasi yang disalurkan, tentu saja akan terbaca seluruh komunikasi, baik yang PRIBADI maupun umum.

ACTA itu sendiri merupakan perjanjian antar negara. Bagi AS, perjanjian ini dapat berlaku tanpa persetujuan Dewan Kongres dan Pemimpin Pemerintahan, menjadikan hal ini sangat berbahaya bagi pengguna informasi. Hal ini menyebabkan banyak yang menentang kesepakatan perjanjian ACTA ini termasuk Gedung Putih (Presiden Amerika Serikat) yang dipublish di website White House :
...It is potentially hazardous to the Internet we know and how it works.

We need to stop ACTA before it is finally approved by all countries involved. If you value your privacy and you don't want "Big Brother" watching over you, sign this petition and spread the word. Research ACTA and see just how dangerous it is to the Internet, our privacy, and our liberties.


https://wwws.whitehouse.gov/petitions#!/petition/end-acta-and-protect-our-right-privacy-internet/MwfSVNBK

STOP ACTA


Speak out against ACTA

Bagian-dari ACTA yang dapat menyebabkan penyebaran informasi di dunia online terancam :

Danger Parts of Finalized English text of the agreement ACTA participants finalized the English, French and Spanish versions of the ACTA text on April 15, 2011 :
http://www.international.gc.ca/trade-agreements-accords-commerciaux/assets/pdfs/acta-crc_apr15-2011_eng.pdf

ARTICLE 11: INFORMATION RELATED TO INFRINGEMENT
Without prejudice to its law governing privilege, the protection of confidentiality of information sources, or the processing of personal data, each Party shall provide that, in civil judicial proceedings concerning the enforcement of intellectual property rights, its judicial authorities have the authority, upon a justified request of the right holder, to order the infringer or, in the alternative, the alleged infringer, to provide to the right holder or to the judicial authorities, at least for the purpose of collecting evidence, relevant information as provided for in its applicable laws and regulations that the infringer or alleged infringer possesses or controls. Such information may include information regarding any person involved in any aspect of the infringement or alleged infringement and regarding the means of production or the channels of distribution of the infringing or allegedly infringing goods or services, including the identification of third persons alleged to be involved in the production and distribution of such goods or services and of their channels of distribution.


ARTICLE 23: CRIMINAL OFFENCES
Footer 9 :
A Party may comply with its obligation relating to importation and exportation of counterfeit trademark goods or pirated copyright goods by providing for distribution, sale or offer for sale of such goods on a commercial scale as unlawful activities subject to criminal penalties.


ARTICLE 27: ENFORCEMENT IN THE DIGITAL ENVIRONMENT
1. Each Party shall ensure that enforcement procedures, to the extent set forth in Sections 2 (Civil Enforcement) and 4 (Criminal Enforcement), are available under its law so as to permit effective action against an act of infringement of intellectual property rights which takes place in the digital environment, including expeditious remedies to prevent infringement and remedies which constitute a deterrent to further infringements.

2. Further to paragraph 1, each Party’s enforcement procedures shall apply to infringement of copyright or related rights over digital networks, which may include the unlawful use of means of widespread distribution for infringing purposes. These procedures shall be implemented in a manner that avoids the creation of barriers to legitimate activity, including electronic commerce, and, consistent with that Party’s law, preserves fundamental principles such as freedom of expression, fair process, and privacy.

.....

7. To protect electronic rights management information, each Party shall provide adequate legal protection and effective legal remedies against any person knowingly performing without authority any of the following acts knowing, or with respect to civil remedies, having reasonable grounds to know, that it will induce, enable, facilitate, or conceal an infringement of any copyright or related rights:
(a) to remove or alter any electronic rights management information;
(b) to distribute, import for distribution, broadcast, communicate, or make available to the public copies of works, performances, or phonograms, knowing that electronic rights management information has been removed or altered without authority.

Footer 14 :
Perhatikan yang digaris-bawahi.
Berhubungan dengan Article 27 Point 5.
For the purposes of this Article, technological measures means any technology, device, or component that, in the normal course of its operation, is designed to prevent or restrict acts, in respect of works, performances, or phonograms, which are not authorized by authors, performers or producers of phonograms, as provided for by a Party’s law. Without prejudice to the scope of copyright or related rights contained in a Party’s law, technological measures shall be deemed effective where the use of protected works, performances, or phonograms is controlled by authors, performers or producers of phonograms through the application of a relevant access control or protection process, such as encryption or scrambling, or a copy control mechanism, which achieves the objective of protection.


STOP ACTA


STOP ACTA say no to acta logo

Mirip dengan UU ITE Pasal 27 Ayat 3 neh.


selengkapnya...

25 Januari 2012

Sekolah Alam Bandar Bakau Dumai - SAVE OUR EARTH WITH OUR HEART

Tanggal 22 Januari 2012 kemaren, Aku, Bang Fiko (Blogger Bertuah / Riau Magazine), serta Dedi, Anne, Zahra, Salma dan Yahya (Oranye Design Group) datang ke Bandar Bakau Dumai untuk mengikuti acara "Mangrove Untuk Dumai" yang ditaja oleh Akademi Akuntansi Riau - Dumai yang diorganisir oleh Eagle Corp Organizer. Walaupun sebentar tapi sangat berkesan.

Untuk mengetahui tentang Bandar Bakau dan acara "Mangrove Untuk Dumai" dapat dibaca pada postingan sebelumnya :
Mangrove Untuk Dumai - Bandar Bakau Dumai.

*****

Satu Hal yang sangat menarik kami untuk ikut hadir adalah Penyelamatan Kawasan Bakau Kuala Sungai Dumai dan adanya Sekolah Alam Bandar Bakau. Tak banyak orang mengetahui tentang keberadaan sekolah ini. Sekolah yang mengajak anak didiknya untuk peduli terhadap lingkungan hidup serta sadar untuk melestarikan hutan mangrove Dumai maupun Riau secara keseluruhan. Selain itu, Sekolah Alam Bandar Bakau juga bermaksud mendidik agar anak didiknya lebih mandiri, terampil dan peduli akan kebersamaan.

Sekolah ini didirikan Darwis Mohammad Saleh berserta kawan-kawan yang tergabung dalam Pecinta Alam Bahari Dumai di bulan September 2010 lalu. Darwis dan kawan-kawan berharap anak didik mereka menjadi penerus kader-kader Konservasi Mangrove serta memiliki jiwa-jiwa kepedulian khususnya terhadap kelestarian alam khususnya wilayah pesisir.

Sekolah Alam Bandar Bakau berlokasi di Jl. Nelayan Laut Ujung - Dumai - Riau yang tepatnya berada di Kawasan Bandar Bakau Hutan Mangrove Kuala Sungai Dumai. Kawasan ini luasnya sekitar 31 hektar yang awalnya diperuntukkan bagi perluasan pelabuhan Pelindo Dumai. Darwis dan kawan-kawannya memperjuangkan agar kawasan ini tetap menjadi Hutan Mangrove Dumai dan berusaha menjadikan kawasan ini berstatus Hutan Kota Dumai.

Sekolah Alam Bandar Bakau Dumai
Asai Malay yang bernama asli Syaiful saat ini dipercayai untuk menjadi Kepala Sekolah Alam Bandar Bakau. Sehari-hari dia, Darwis dan temen-temen lain mengelola kawasan, karena Sekolah Alam Bandar Bakau hanya dibuka untuk hari minggu agar tidak mengganggu jam sekolah formal. Walaupun begitu, Asai Malay bersedia mendidik pengunjung yang kebetulan datang tidak pada hari minggu. Tidak ada biaya khusus untuk pendidikan di Sekolah Alam ini. Suatu usaha yang patut dibanggakan. SALAM LESTARI!!!


Sekolah Alam Bandar Bakau Dumai


LATAR BELAKANG

Sungai Dumai merupakan sungai yang membelah kota Dumai menjadi bagian Barat dan Timur. Disungai ini tempat terjadi legenda atau sejarah Putri Tujuh yang mengandung unsur buah bakau belukap dari kejadian masa lalu yang menjadi jati diri suatu peristiwa budaya di Dumai selama ini. Siapa yang tak pernah mendengar kisah Putri Tujuh, legenda turun menurun yang berada di Kota Dumai ? Saking kuatnya kisah itu dalam benak dan ingatan masyarakat Dumai, nama Putri Tujuh melekat abadi di Kilang Pertamina. Makam Putri Tujuh bermastautin di kilang tersebut. Kerisauan melihat makan Putri Tujuh hanya terbiar dan hilangnya hutan bakau yang melindungi bibir pantai Kota Dumai tempat makan Putri Tujuh, membuat anggota Pecinta Alam Bahari mulai berkonsentrasi menyelamatkan bakau yang masih tersisa, karena beradaan bakau di kawasan itu memiliki arti penting bagi kelestarian legenda Putri Tujuh.



Adalah Bakau Belukap (rhizophora mucronata) merupakan salah satu jenis bakau yang mengalami kepunahan di sungai Dumai. Kepunahan ini akibat ekploitasi sebagai bahan baku arang dulunya, dimana panglong (tempat produksi arang) terdapat di Pangkalan Bunting di muara sungai Dumai, ini salah satu contoh memperlakukan alam tanpa memikirkan generasi ke depan, tebang tanpa ada aksi penanaman kembali, akibatnya telah terjadi kepunahan jenis bakau ini di sungai Dumai bahkan generasi Dumai saat ini sudah tak mengenalinya lagi.

Pada Mei 1998 telah berdiri sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang concern terhadap pelestarian alam bahari khususnya penyelamatan Kawasan Hutan Mangrove Kuala Sungai Dumai. Bersama beberapa orang sahabat di Dumai, Bp.Darwis Mohd. Saleh mendirikan Komunitas Pecinta Alam Bahari. Misi utama PAB adalah penyelamatan hutan mangrove di lokasi Kuala Sungai Dumai yang semakin tergusur oleh pembangunan Pelabuhan dan Dermaga Dumai.


Alhamdulillah selama hampir 11 tahun, perlahan tapi pasti telah dicapai beberapa penghargaan dari perbaikan dan pembudidayaan hutan bakau, baik penghargaan yang diraih di daerah, propinsi dan nasional. Kini PAB mencoba memperkenalkan mangrove kepada usia dini dengan membuka kelas Sekolah Alam Bandar Bakau. Sekolah Alam ini bertujuan agar generasi – generasi muda kota Dumai mau memberikan andil serta peduli terhadap keberlangsungan hutan mangrove Sungai Dumai dan menjaga kelestarian situs dan sejarah kota Dumai. Angkatan I siswa/I Sekolah Alam telah dibentuk sebagai kerja nyata PAB, dan cukup mendapatkan respon yang sangat baik dari berbagai lapisan masyarakat.

Sekolah Alam Bandar Bakau didirikan pada bulan September 2010, atas inisiatif dan swadaya oleh Pecinta Alam Bahari sebagai langkah untuk memperkenalkan dunia mangrove kepada anak-anak mulai tingkatan SD s/d SMU sederajat yang berada di Kota Dumai. Diharapkan kelak merekalah yang akan menjadi penerus kader-kader Konservasi Mangrove serta memiliki jiwa-jiwa kepedulian khususnya terhadap kelestarian alam khususnya wilayah pesisir. SALAM BAHARI !

VISI dan MISI

Visi pembentukan Sekolah Alam
:
  1. Menjadikan area hutan Mangrove Sungai Dumai sebagai salahsatu situs Legenda Putri Tujuh dan sejarah berdirinya Kota Dumai.
  2. Melestarikan hutan pantai agar tetap stabil, melindungi pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya abrasi pantai, melindungi daerah dibelakangnya dari hempasan gelombang dan angin kencang, dan mencegah intrusi air garam (salt intrution) ke arah darat.
  3. Menjadikan Kawasan Konservasi Mangrove Sungai Dumai sebagai salahsatu tempat wisata alam Kota Dumai.
Misi pembentukan Sekolah Alam :
  1. Membentuk kader – kader konservasi mangrove kota Dumai.
  2. Agar para siswa/I memiliki jiwa kepedulian terhadap lingkungannya tempat mereka tinggal dan bekerja.
  3. Melatih siswa/I agar memiliki sifat mandiri, terampil dan kebersamaan kepada sesama.
Waktu & Tempat Kegiatan Sekolah Alam

Kegiatan Sekolah Alam dilaksanakan rutin setiap hari Minggu, mulai pukul 09.00 pagi – 16.30 sore. Diharapkan kegiatan ini bisa menjadi kegiatan ekstra kurikuler bagi para siswa sekolah, dan secara berkala juga dilakukan Ujian Kenaikan Tingkat maupun Studi Banding Mangrove.

Kegiatan belajar dan mengajar siswa/I Sekolah Alam Bandar Bakau dilaksanakan di Area Konservasi Mangrove, Komplek Bandar Bakau Jl. Nelayan (laut ujung) Kampung Tua Kedondong, Purnama Dumai Barat. Berada di lahan hutan bakau seluas + 11,5 hektar. Studi Ekskursi dan Studi Banding ke tempat lain juga kadang dilakukan, agar para siswa/I juga dapat mengenal populasi mangrove ditempat lain. Untuk pangalaman, Siswa/I Sekolah Alam pernah melakukan perjalanan ke Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis, yang dijadikan sebagai lokasi Ujian Kenaikan Tingkat.

Siswa/I Sekolah Alam

Syarat untuk menjadi siswa/I Sekolah Alam terdiri dari berbagai usia mulai dari tingkatan Kelas V SD s/d Tingkat SMU atau sederajat. Keanggotaan mereka selama mnegikuti kegiatan Sekolah Alam adalah selama mereka bersekolah dan tinggal menetap di kota Dumai, kecuali apabila mereka ingin melanjutkan pendidikan atau karena sesuatu hal harus pindah keluar kota, maka Sertifikat Pendidikan akan dikeluarkan oleh pihak pengelola Sekolah Alam/ PAB.






Materi Sekolah & Pengajar

Dikarenakan para siswa/I Sekolah Alam terdiri dari anak – anak setingkat SD s/d SMA, maka materi pembelajaran dibagi menjadi dua metode, yaitu belajar dan bermain. Hal ini dibuat agar para siswa/I tidak merasa jenuh apalagi merasa menjadi beban disebabkan selama 6 hari mengikuti belajar di sekolahnya masing – masing.

Untuk para pengajar sendiri terdiri dari orang – orang yang berpengalaman di bidangnya, yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan mangrove dari propinsi maupun nasional. Selain itu pengelola Sekolah Alam juga melakukan kerjasama pemberian workshop dengan Instansi Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Peternakan Perikanan & Kelautan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan dan Beberapa Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam lainnya. Adapun materi yang di laksanakan adalah sebagai berikut :

A. Materi Khusus :
  1. Identifikasi Jenis Mangrove
  2. Pembudidayaan
  3. Teknik Rehabilitasi
  4. Etika Lingkungan
  5. Surviver
  6. Outbound

B. Materi Pelengkap :
  1. Keorganisasian
  2. Rohani
  3. Seni dan Ketrampilan

Pendanaan Siswa/ I Sekolah Alam

Sekolah Alam Bandar Bakau mengajarkan para siswa/I untuk belajar mandiri dan tidak menyusahkan orangtua dan wali murid, oleh karena itu salah satu kegiatan Menabung Lumpur diajarkan kepada para siswa/i. Menabung Lumpur adalah suatu kegiatan penanaman bibit mangrove, berupa kantung – kantung polybag sebagai tempatnya. Hasil pembibitan berumur tiga bulan tersebut akan dijual ke perusahaan – perusahaan maupun instansi yang membutuhkan, dalam dan luar kota Dumai. Dan akan diterima oleh para siswa/I Sekolah Alam pada saat kenaikan kelas di sekolah umum (SD, SMP dan SMU). Hal ini selain sebagai tambahan uang saku, alat tulis dan juga untuk kebutuhan para orangtua bagi anak anaknya yang naik kelas maupun naik tingkatan sekolah.


Lokasi Kawasan Bandar Bakau Hutan Mangrove Sungai Dumai dan Sekolah Alam Bandar Bakau
Bandar Bakau Jl. Nelayan Laut Dumai - Riau
1°41'14.64"N
101°25'56.24"E

sekolah alam bandar bakau dumai hutan mangrove sungai dumai

SAVE OUR EARTH
WITH OUR HEART
[attayaya]


Dengan adanya Sekolah Alam Bandar Bakau Hutan Mangrove Kuala Sungai Dumai ini. aku pribadi sangat menaruh harapan besar. Anak-anak didik yang dididik oleh Darwis dan kawan-kawan merupakan generasi penerus yang dapat menyelamatkan BUMI dari KEHANCURAN tangan-tangan PENGUASA dan PENGUSAHA yang tidak memikirkan keseimbangan alam.

selengkapnya...

23 Januari 2012

Mangrove Untuk Dumai - Bandar Bakau Dumai

Sekolah Alam Bandar Bakau Dumai lengkapnya adalah Sekolah Alam Bandar Bakau Hutan Mangrove Sungai Dumai - Dumai - Propinsi Riau, berlokasi tak jauh dari Sungai Dumai. Kawasan ini seluas 31 hektar yang terbelah menjadi 2 oleh Sungai Dumai yaitu Kawasan Timur seluas 20 hektar dan Kawasan Barat sekitar 11,5 hektar. Kawasan Hutan Mangrove Sungai Dumai dikelola oleh Darwis Mohammad Saleh, seorang masyarakat biasa yang memperjuangkan kawasan ini TETAP HIJAU dengan HUTAN BAKAU yang lestari. Disebut perjuangan karena, dia dan teman-teman lainnya berusaha mempertahankan kawasan tersebut tetap menjadi Hutan Mangrove dari pada dijadikan Areal Perluasan Pelabuhan PELINDO Dumai. Perjuangan ini sejak 1998-1999 dan masih dilakukannya sampai sekarang.

Melalui Lembaga Swadaya Masyarakat Pecinta Alam Bahari dan Sekolah Alam Bandar Bakau, kawasan ini diusahakan menjadi PUSAT INFORMASI MANGROVE Dumai - Propinsi Riau. Sekolah Alam ini didirikannya tahun 2010 lalu yang dikepalai oleh Syaiful (Asai Malay) dibantu dengan beberapa teman-teman lainnya. Tujuan besar dari semua usaha ini adalah adalah penyelamatan hutan mangrove di lokasi Kuala Sungai Dumai yang semakin tergusur oleh pembangunan Pelabuhan dan Dermaga Dumai (PELINDO).


Bukan hanya penyelamatan dari pembangunan perluasan Pelabuhan Pelindo, tapi juga akibat maraknya Pelabuhan Tikus di sekitar Sungai Dumai. Pelabuhan Tikus merupakan pelabuhan rakyat yang tak berijin dan dikelola oleh masyarakat tempatan. Akibat aktifitas pelabuhan tikus ini adalah abrasi yang hebat pada hutan mangrove. Dulu lebar Sungai Dumai hanya 10-15 meter karena lebatnya hutan mangrove, tetapi sekarang lebar Sungai Dumai berkisar 50-60 meter. Kapal-kapal yang beraktifitas di pelabuhan tikus ini mulai dari puluhan ton sampai dengan ratusan ton yang tentu saja membutuhkan area pemutaran haluan kapal yang luas, maka hutan mangrove pun akhirnya menjadi korban.

Usaha Darwis sungguhlah suatu perjuangan berat. Walau sekarang hanya mendapat ijin secara lisan dari pihak berwenang, Darwis membutuhkan syarat administrasi untuk lebih memastikan kawasan ini tetap menjadi kawasan Hutan Mangrove yang tidak diganggu gugat dan bisa menjadi HUTAN KOTA Dumai.

Kawasan inilah yang aku datangi tanggal 22 Januari 2012 kemaren bersempena dengan acara MANGROVE UNTUK DUMAI yang ditaja oleh Akademi Akuntansi Riau - Dumai yang dikelola oleh Eagle Corp Organizer. Aku datang bersama Bang Fiko (Blogger Bertuah / Riau Magazine), serta Dedi, Anne, Zahra, Salma dan Yahya (Oranye Design Group).

Acara ini adalah mengajak semua orang untuk peduli terhadap lingkungan dan pemanasan global dengan cara menanam bakau. Acara yang dilaksanakan di Bandar Bakau ini sangat berhubungan dengan penyelamatan kawasan bakau Kuala Sungai Dumai agar tetap lestari sekaligus untuk mengurangi terjadinya abrasi pantai Dumai.

Anak akuntansi aja memikirkan hutan mangrove, bagaimana dengan kita?

One Man One Mangrove
(OMOM)

Lokasi acara Mangrove Untuk Dumai
Bandar Bakau Jl. Nelayan Laut Dumai - Riau
1°41'19.23"N
101°25'58.66"E

Terimakasih buat semua yg sdh hadir di acara "MANGROVE UNTUK DUMAI-AKRI” 22 Januari 2012 di #BandarBakau :
Capella Dinamik Nusantara,
HTCD (Honda Tiger Club Dumai),
HTCI (Honda Tiger Club Indonesia),
PT. Asuransi Parolamas,
PT. Bintang Toedjoe,
AXIS,
Riau Pesisir,
KFD (Komunitas Fotografi Dumai)
Dumai Jazz Community,
Dumai Pos,
Riau TV,
Riau Magazine (@riaumagz),
Eagle’s Corporation,
Akun Twitter @seputardumai,
Komunitas Backpacker Pekanbaru,
Umah Melayu,
FIF (Federal International Finance),
Alumni SMANDA,
Wak Melo Creative Design,
Olive,
Ayub,
Arul,
Panti Asuhan Az-Zahra,
adik2 pelajar, dan
teman2 Mahasiswa se-kota Dumai,
serta semua pihak yg telah mendukung terselenggaranya acara ini.
Terimakasih :)

sekolah alam bandar bakau dumai hutan mangrove untuk  dumai

foto-foto akan diposting next-post
selengkapnya...

18 Januari 2012

STOP SOPA PIPA dan UU ITE Pasal 27 Ayat 3

Lamar Seeligson Smith telah mengguncang dunia silat internet. Perusahaan-perusahaan besar semacam Google dan Wikipedia mulai bergerak melawan kebijakan yang diusung oleh Lamar. Siapakah dia?

Lamar Seeligson Smith adalah Ketua Komite Kehakiman Dewan Perwakilan Amerika Serikat. Melalui Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat pada 26 Oktober 2011, dia mengemukakan rancangan undang-undang dengan nama Stop Online Piracy Act (SOPA) atau Undang-Undang Penghentian Pembajakan Daring. Rancangan undang-undang juga dikenal dengan nama House Bill 3261 (Rancangan Undang-Undang dari Majelis nomor 3261) atau H.R. 3261. Lamar tidak sendiri, dia didukung oleh kelompok bipartisan beranggotakan 12 sponsor awal.

SOPA dirancang berdasarkan Undang-undang PRO-IP (Pro-IP Act) yang dikeluarkan tahun 2008. Undang-undang ini sangat erat hubungannya dengan undang-undang yang dikeluarkan Senat Amerika yaitu PROTECT IP Act (PIPA) (Undang-Undang PROTECT IP).

Penerapan SOPA secara hukum intinya adalah memperluas kemampuan hukum Amerika dan pemegang hak cipta Amerika atas perdagangan kekayaan intelektual berhak cipta seta barang bajakan. SOPA akan melindungi hak cipta milik Amerika sesuai kutipan di bawah ini :
The Stop Online Piracy Act (SOPA), also known as House Bill 3261.
SOPA = "To promote prosperity, creativity, entrepreneurship, and innovation by combating the theft of U.S. property, and for other purposes." —H.R. 3261

Target dari SOPA/PIPA ini adalah situs luar Amerika yang menjual hak kekayaan intelektual milik Amerika. SOPA mendefinikan bukan hanya penjualan, tetapi "situs apapun yang melakukan atau memfasilitasi pelanggaran hak cipta". Hal ini sangat mirip dengan UU ITE Pasal 27 Ayat 3 tentang situs yang ikut menyebarkan informasi yang dianggap tidak benar menurut undang-undang.

Maka, jika sebuah situs dianggap salah menurut SOPA, maka situs itu akan diblokir, dihilangkan dari mesin pencari, pembekuan pembayaran lewat layanan berbasis AS (PayPal, WU dll), menghilangkan iklan yang berbasis AS (Google Ads, dll).

Masih sangat membingungkan atas "situs dianggap salah menurut SOPA". Tidak ada defenisi tetap atau ketentuan tetap atas kesalahan. Intinya adalah ada kesempatan Amerika untuk melakukan "sembartud" (SEMBARANG TUDUH) tanpa menunjukkan kesalahan fatal yang telah dibuat oleh pihak lain. Pembuktian atas kesalahan tidak membuat hal menjadi lebih baik. Tuduhan SOPA terhadap suatu pihak akan sangat merugikan baik nama maupun usaha.

Inilah yang menyebabkan Electronic Frontier Foundation (EFF) menolak SOPA dan PIPA. EFF menyebut bahwa RUU tersebut tidak melindungi tuduhan yang salah. Jika salah tuduh, tidak ada gunanya pembersihan nama. Blokir yang telah dilakukan akan sangat merugikan.

Google, Facebook, Twitter, Zynga, eBay, Mozilla, Yahoo, AOL, dan LinkedIn mengirim surat tanggal 15 November 2011 kepada Senat AS untuk membatalkan SOPA. Ditelisik bahwa ini adalah balas dendam "Hollywood" yang tidak sanggup melawan pembajakan. Padahal ada cara lebih baik untuk melawan pembajakan.

Dampak ke Indonesia akan dirasakan terutama oleh kalangan Blogger yang memasang iklan melalui broker berbasis AS (Google). Jika ada perusahaan pembajak yang membayar pemasangan iklan via Google, lalu iklan dipasang oleh blogger, maka blog milik blogger tersebut akan dituduh sebagai penyebar bajakan. Ujungnya adalah diblokir dan tindakan lainnya menurut SOPA. Hal yang sangat tidak relevan.

Walaupun hukum Indonesia dan AS berbeda, tetapi tentunya akan berdampak kepada pengguna internet karena internet itu tiada batasnya.

Bahkan penyedia jasa ilmu pengetahuan gratis dalam bentuk ensiklopedia yaitu WIKIPEDIA pun ikut menentang SOPA. Wikipedia telah melakukan "blackout" agar semua orang tidak bisa mengakses Wikipedia pada waktu tertentu. Tampilan Wikipedia akan menjadi berwarna dasar hitam tanpa menampilkan informasi yang kita cari. Walaupun blackout hanya berlaku di jam-jam tertentu dan hanya berlaku pada Wikipedia English, tapi telah berpengaruh besar kepada pengguna internet. Wikipedia Blackout pun hanya terjadi jika diakses dari luar AS, sedangkan akses dari AS masih tetap wajar. Hal ini baru pertama kali dilakukan Wikipedia agar masyarakat dunia tahu bahwa AS bukanlah negara yang bisa mengatur negara lain seenaknya saja.

Ini dunia internet bung...
bukan elu aja yang makai!!!

Hal ini juga mencerminkan kelemahan dan kegagalan UU ITE Pasal 27 Ayat 3.

Imagine a World Without Free Knowledge


STOP SOPA PIPA dan UU ITE Pasal 27 Ayat 3







selengkapnya...

16 Januari 2012

Situs Warisan Dunia Terbaru | World Heritage List

Daftar Situs Warisan Dunia Terbaru | World Heritage List ini merupakan daftar yang dikeluarkan Unesco untuk kategori Situs Budaya, Situs Alam, dan campuran dari keduanya. Hal ini berbeda dengan Intangible Heritage List (Daftar Warisan Tak Berwujud) seperti Batik, Keris dan lain-lain yang akan dimuat dalam postingan berbeda.

World Heritage List Category of site :
Cultural site
Natural site
Mixed site

Selection criteria :
  1. to represent a masterpiece of human creative genius;
  2. to exhibit an important interchange of human values, over a span of time or within a cultural area of the world, on developments in architecture or technology, monumental arts, town-planning or landscape design;
  3. to bear a unique or at least exceptional testimony to a cultural tradition or to a civilization which is living or which has disappeared;
  4. to be an outstanding example of a type of building, architectural or technological ensemble or landscape which illustrates (a) significant stage(s) in human history;
  5. to be an outstanding example of a traditional human settlement, land-use, or sea-use which is representative of a culture (or cultures), or human interaction with the environment especially when it has become vulnerable under the impact of irreversible change;
  6. to be directly or tangibly associated with events or living traditions, with ideas, or with beliefs, with artistic and literary works of outstanding universal significance. (The Committee considers that this criterion should preferably be used in conjunction with other criteria);
  7. to contain superlative natural phenomena or areas of exceptional natural beauty and aesthetic importance;
  8. to be outstanding examples representing major stages of earth's history, including the record of life, significant on-going geological processes in the development of landforms, or significant geomorphic or physiographic features;
    to be outstanding examples representing significant on-going ecological and biological processes in the evolution and development of terrestrial, fresh water, coastal and marine ecosystems and communities of plants and animals;
  9. to contain the most important and significant natural habitats for in-situ conservation of biological diversity, including those containing threatened species of outstanding universal value from the point of view of science or conservation.

Daftar Situs Warisan Dunia Terbaru | World Heritage List


  1. Afghanistan
    • Minaret and Archaeological Remains of Jam
    • Cultural Landscape and Archaeological Remains of the Bamiyan Valley
  2. Albania
    • Butrint
    • Historic Centres of Berat and Gjirokastra
  3. Algeria
    • Daftar Situs Warisan Dunia Terbaru | World Heritage List
      Al Qal'a of Beni Hammad
    • Djémila
    • M'Zab Valley
    • Tassili n'Ajjer #
    • Timgad
    • Tipasa
    • Kasbah of Algiers
  4. Andorra
    • Madriu-Perafita-Claror Valley
  5. Argentina
    • Los Glaciares #
    • Jesuit Missions of the Guaranis: San Ignacio Mini, Santa Ana, Nuestra Señora de Loreto and Santa Maria Mayor (Argentina), Ruins of Sao Miguel das Missoes (Brazil) *
    • Iguazu National Park
    • Cueva de las Manos, Río Pinturas
    • Península Valdés
    • Ischigualasto / Talampaya Natural Parks
    • Jesuit Block and Estancias of Córdoba
    • Quebrada de Humahuaca
  6. Armenia
    • Monasteries of Haghpat and Sanahin
    • Cathedral and Churches of Echmiatsin and the Archaeological Site of Zvartnots
    • Monastery of Geghard and the Upper Azat Valley
  7. Australia
    • Great Barrier Reef
    • Kakadu National Park
    • Willandra Lakes Region
    • Lord Howe Island Group
    • Tasmanian Wilderness
    • Gondwana Rainforests of Australia 1
    • Uluru-Kata Tjuta National Park 2
    • Wet Tropics of Queensland
    • Shark Bay, Western Australia
    • Fraser Island
    • Australian Fossil Mammal Sites (Riversleigh / Naracoorte)
    • Heard and McDonald Islands
    • Macquarie Island
    • Greater Blue Mountains Area
    • Purnululu National Park
    • Royal Exhibition Building and Carlton Gardens
    • Sydney Opera House
    • Australian Convict Sites
    • Ningaloo Coast
  8. Austria
    • Historic Centre of the City of Salzburg
    • Palace and Gardens of Schönbrunn
    • Hallstatt-Dachstein / Salzkammergut Cultural Landscape
    • Semmering Railway
    • City of Graz – Historic Centre and Schloss Eggenberg
    • Wachau Cultural Landscape
    • Fertö / Neusiedlersee Cultural Landscape *
    • Historic Centre of Vienna
    • Prehistoric Pile dwellings around the Alps *
  9. Azerbaijan
    • Walled City of Baku with the Shirvanshah's Palace and Maiden Tower
    • Gobustan Rock Art Cultural Landscape
  10. Bahrain
    • Qal’at al-Bahrain – Ancient Harbour and Capital of Dilmun
  11. Bangladesh
    • Historic Mosque City of Bagerhat
    • Ruins of the Buddhist Vihara at Paharpur
    • The Sundarbans
  12. Barbados
    • Historic Bridgetown and its Garrison
  13. Belarus
    • Belovezhskaya Pushcha / Białowieża Forest *
    • Mir Castle Complex
    • Architectural, Residential and Cultural Complex of the Radziwill Family at Nesvizh
    • Struve Geodetic Arc *
  14. Belgium
    • Flemish Béguinages
    • La Grand-Place, Brussels
    • The Four Lifts on the Canal du Centre and their Environs, La Louvière and Le Roeulx (Hainault)
    • Belfries of Belgium and France * 3
    • Historic Centre of Brugge
    • Major Town Houses of the Architect Victor Horta (Brussels)
    • Neolithic Flint Mines at Spiennes (Mons)
    • Notre-Dame Cathedral in Tournai
    • Plantin-Moretus House-Workshops-Museum Complex
    • Stoclet House
  15. Belize
    • Belize Barrier Reef Reserve System
  16. Benin
    • Royal Palaces of Abomey
  17. Bolivia (Plurinational State of)
    • City of Potosí
    • Jesuit Missions of the Chiquitos
    • Historic City of Sucre
    • Fuerte de Samaipata
    • Noel Kempff Mercado National Park
    • Tiwanaku: Spiritual and Political Centre of the Tiwanaku Culture
  18. Bosnia and Herzegovina
    • Old Bridge Area of the Old City of Mostar
    • Mehmed Paša Sokolović Bridge in Višegrad
  19. Botswana
    • Tsodilo
  20. Brazil
    • Historic Town of Ouro Preto
    • Historic Centre of the Town of Olinda
    • Jesuit Missions of the Guaranis: San Ignacio Mini, Santa Ana, Nuestra Señora de Loreto and Santa Maria Mayor (Argentina), Ruins of Sao Miguel das Missoes (Brazil) *
    • Historic Centre of Salvador de Bahia
    • Sanctuary of Bom Jesus do Congonhas
    • Iguaçu National Park
    • Brasilia
    • Serra da Capivara National Park
    • Historic Centre of São Luís
    • Atlantic Forest South-East Reserves
    • Discovery Coast Atlantic Forest Reserves
    • Historic Centre of the Town of Diamantina
    • Central Amazon Conservation Complex 4
    • Pantanal Conservation Area
    • Brazilian Atlantic Islands: Fernando de Noronha and Atol das Rocas Reserves
    • Cerrado Protected Areas: Chapada dos Veadeiros and Emas National Parks
    • Historic Centre of the Town of Goiás
    • São Francisco Square in the Town of São Cristóvão
  21. Bulgaria
    • Boyana Church
    • Madara Rider
    • Rock-Hewn Churches of Ivanovo
    • Thracian Tomb of Kazanlak
    • Ancient City of Nessebar
    • Pirin National Park
    • Rila Monastery
    • Srebarna Nature Reserve
    • Thracian Tomb of Sveshtari
  22. Burkina Faso
    • Ruins of Loropéni
  23. Cambodia
    • Angkor
    • Temple of Preah Vihear
  24. Cameroon
    • Dja Faunal Reserve
  25. Canada
    • L’Anse aux Meadows National Historic Site
    • Nahanni National Park #
    • Dinosaur Provincial Park
    • Kluane / Wrangell-St Elias / Glacier Bay / Tatshenshini-Alsek # * 5
    • Head-Smashed-In Buffalo Jump
    • SGang Gwaay
    • Wood Buffalo National Park
    • Canadian Rocky Mountain Parks # 6
    • Historic District of Old Québec
    • Gros Morne National Park
    • Old Town Lunenburg
    • Waterton Glacier International Peace Park *
    • Miguasha National Park
    • Rideau Canal
    • Joggins Fossil Cliffs
  26. Cape Verde
    • Cidade Velha, Historic Centre of Ribeira Grande
  27. Central African Republic
    • Manovo-Gounda St Floris National Park
  28. Chile
    • Rapa Nui National Park
    • Churches of Chiloé
    • Historic Quarter of the Seaport City of Valparaíso
    • Humberstone and Santa Laura Saltpeter Works
    • Sewell Mining Town
  29. China
    • Imperial Palaces of the Ming and Qing Dynasties in Beijing and Shenyang
    • Mausoleum of the First Qin Emperor
    • Mogao Caves
    • Mount Taishan
    • Peking Man Site at Zhoukoudian
    • The Great Wall
    • Mount Huangshan
    • Huanglong Scenic and Historic Interest Area
    • Jiuzhaigou Valley Scenic and Historic Interest Area
    • Wulingyuan Scenic and Historic Interest Area
    • Ancient Building Complex in the Wudang Mountains
    • Historic Ensemble of the Potala Palace, Lhasa 7
    • Mountain Resort and its Outlying Temples, Chengde
    • Temple and Cemetery of Confucius and the Kong Family Mansion in Qufu
    • Lushan National Park
    • Mount Emei Scenic Area, including Leshan Giant Buddha Scenic Area
    • Ancient City of Ping Yao
    • Classical Gardens of Suzhou
    • Old Town of Lijiang
    • Summer Palace, an Imperial Garden in Beijing
    • Temple of Heaven: an Imperial Sacrificial Altar in Beijing
    • Dazu Rock Carvings
    • Mount Wuyi
    • Ancient Villages in Southern Anhui – Xidi and Hongcun
    • Imperial Tombs of the Ming and Qing Dynasties
    • Longmen Grottoes
    • Mount Qingcheng and the Dujiangyan Irrigation System
    • Yungang Grottoes
    • Three Parallel Rivers of Yunnan Protected Areas
    • Capital Cities and Tombs of the Ancient Koguryo Kingdom
    • Historic Centre of Macao
    • Sichuan Giant Panda Sanctuaries - Wolong, Mt Siguniang and Jiajin Mountains
    • Yin Xu
    • Kaiping Diaolou and Villages
    • South China Karst
    • Fujian Tulou
    • Mount Sanqingshan National Park
    • Mount Wutai
    • China Danxia
    • Historic Monuments of Dengfeng in “The Centre of Heaven and Earth”
    • West Lake Cultural Landscape of Hangzhou
  30. Colombia
    • Port, Fortresses and Group of Monuments, Cartagena
    • Los Katíos National Park
    • Historic Centre of Santa Cruz de Mompox
    • National Archeological Park of Tierradentro
    • San Agustín Archaeological Park
    • Malpelo Fauna and Flora Sanctuary
    • Coffee Cultural Landscape of Colombia
  31. Costa Rica
    • Talamanca Range-La Amistad Reserves / La Amistad National Park *
    • Cocos Island National Park
    • Area de Conservación Guanacaste
  32. Côte d'Ivoire
    • Mount Nimba Strict Nature Reserve *
    • Taï National Park
    • Comoé National Park
  33. Croatia
    • Historical Complex of Split with the Palace of Diocletian
    • Old City of Dubrovnik
    • Plitvice Lakes National Park #
    • Episcopal Complex of the Euphrasian Basilica in the Historic Centre of Poreč
    • Historic City of Trogir
    • The Cathedral of St James in Šibenik
    • Stari Grad Plain
  34. Cuba
    • Old Havana and its Fortifications
    • Trinidad and the Valley de los Ingenios
    • San Pedro de la Roca Castle, Santiago de Cuba
    • Desembarco del Granma National Park
    • Viñales Valley
    • Archaeological Landscape of the First Coffee Plantations in the South-East of Cuba
    • Alejandro de Humboldt National Park
    • Urban Historic Centre of Cienfuegos
    • Historic Centre of Camagüey
  35. Cyprus
    • Paphos
    • Painted Churches in the Troodos Region
    • Choirokoitia
  36. Czech Republic
    • Historic Centre of Český Krumlov
    • Historic Centre of Prague
    • Historic Centre of Telč
    • Pilgrimage Church of St John of Nepomuk at Zelená Hora
    • Kutná Hora: Historical Town Centre with the Church of St Barbara and the Cathedral of Our Lady at Sedlec
    • Lednice-Valtice Cultural Landscape
    • Gardens and Castle at Kroměříž
    • Holašovice Historical Village Reservation
    • Litomyšl Castle
    • Holy Trinity Column in Olomouc
    • Tugendhat Villa in Brno
    • Jewish Quarter and St Procopius' Basilica in Třebíč
  37. Democratic Republic of the Congo
    • Virunga National Park #
    • Kahuzi-Biega National Park
    • Garamba National Park
    • Salonga National Park
    • Okapi Wildlife Reserve
  38. Denmark
    • Jelling Mounds, Runic Stones and Church
    • Roskilde Cathedral
    • Kronborg Castle
    • Ilulissat Icefjord
  39. Dominica
    • Morne Trois Pitons National Park
  40. Dominican Republic
    • Colonial City of Santo Domingo
  41. Ecuador
    • City of Quito
    • Galápagos Islands
    • Sangay National Park #
    • Historic Centre of Santa Ana de los Ríos de Cuenca
  42. Egypt
    • Abu Mena
    • Ancient Thebes with its Necropolis
    • Historic Cairo
    • Memphis and its Necropolis – the Pyramid Fields from Giza to Dahshur
    • Nubian Monuments from Abu Simbel to Philae
    • Saint Catherine Area
    • Wadi Al-Hitan (Whale Valley)
  43. El Salvador
    • Joya de Cerén Archaeological Site
  44. Estonia
    • Historic Centre (Old Town) of Tallinn
    • Struve Geodetic Arc *
  45. Ethiopia
    • Simien National Park
    • Rock-Hewn Churches, Lalibela
    • Fasil Ghebbi, Gondar Region
    • Aksum
    • Lower Valley of the Awash
    • Lower Valley of the Omo
    • Tiya
    • Harar Jugol, the Fortified Historic Town
    • Konso Cultural Landscape
  46. Finland
    • Fortress of Suomenlinna
    • Old Rauma
    • Petäjävesi Old Church
    • Verla Groundwood and Board Mill
    • Bronze Age Burial Site of Sammallahdenmäki
    • High Coast / Kvarken Archipelago *
    • Struve Geodetic Arc *
  47. France
    • Chartres Cathedral
    • Mont-Saint-Michel and its Bay
    • Palace and Park of Versailles
    • Prehistoric Sites and Decorated Caves of the Vézère Valley
    • Vézelay, Church and Hill
    • Amiens Cathedral
    • Arles, Roman and Romanesque Monuments
    • Cistercian Abbey of Fontenay
    • Palace and Park of Fontainebleau
    • Roman Theatre and its Surroundings and the "Triumphal Arch" of Orange
    • From the Great Saltworks of Salins-les-Bains to the Royal Saltworks of Arc-et-Senans, the Production of Open-pan Salt
    • Abbey Church of Saint-Savin sur Gartempe
    • Gulf of Porto: Calanche of Piana, Gulf of Girolata, Scandola Reserve #
    • Place Stanislas, Place de la Carrière and Place d'Alliance in Nancy
    • Pont du Gard (Roman Aqueduct)
    • Strasbourg – Grande île
    • Cathedral of Notre-Dame, Former Abbey of Saint-Rémi and Palace of Tau, Reims
    • Paris, Banks of the Seine
    • Bourges Cathedral
    • Historic Centre of Avignon: Papal Palace, Episcopal Ensemble and Avignon Bridge
    • Canal du Midi
    • Historic Fortified City of Carcassonne
    • Pyrénées - Mont Perdu *
    • Historic Site of Lyons
    • Routes of Santiago de Compostela in France
    • Belfries of Belgium and France * 8
    • Jurisdiction of Saint-Emilion
    • The Loire Valley between Sully-sur-Loire and Chalonnes 9
    • Provins, Town of Medieval Fairs
    • Le Havre, the City Rebuilt by Auguste Perret
    • Bordeaux, Port of the Moon
    • Fortifications of Vauban
    • Lagoons of New Caledonia: Reef Diversity and Associated Ecosystems
    • Episcopal City of Albi
    • Pitons, cirques and remparts of Reunion Island
    • Prehistoric Pile dwellings around the Alps *
    • The Causses and the Cévennes, Mediterranean agro-pastoral Cultural Landscape
  48. Gabon
    • Ecosystem and Relict Cultural Landscape of Lopé-Okanda
  49. Gambia
    • Kunta Kinteh Island and Related Sites
    • Stone Circles of Senegambia *
  50. Georgia
    • Bagrati Cathedral and Gelati Monastery
    • Historical Monuments of Mtskheta
    • Upper Svaneti
  51. Germany
    • Aachen Cathedral
    • Speyer Cathedral
    • Würzburg Residence with the Court Gardens and Residence Squar
    • Pilgrimage Church of Wies
    • Castles of Augustusburg and Falkenlust at Brühl
    • St Mary's Cathedral and St Michael's Church at Hildesheim
    • Roman Monuments, Cathedral of St Peter and Church of Our Lady in Trier
    • Frontiers of the Roman Empire * 10
    • Hanseatic City of Lübeck
    • Palaces and Parks of Potsdam and Berlin
    • Abbey and Altenmünster of Lorsch
    • Mines of Rammelsberg, Historic Town of Goslar and Upper Harz Water Management System #
    • Maulbronn Monastery Complex
    • Town of Bamberg
    • Collegiate Church, Castle and Old Town of Quedlinburg
    • Völklingen Ironworks
    • Messel Pit Fossil Site
    • Bauhaus and its Sites in Weimar and Dessau
    • Cologne Cathedral
    • Luther Memorials in Eisleben and Wittenberg
    • Classical Weimar
    • Museumsinsel (Museum Island), Berlin
    • Wartburg Castle
    • Garden Kingdom of Dessau-Wörlitz
    • Monastic Island of Reichenau
    • Zollverein Coal Mine Industrial Complex in Essen
    • Historic Centres of Stralsund and Wismar
    • Upper Middle Rhine Valley
    • Dresden Elbe Valley Delisted 2009
    • Muskauer Park / Park Mużakowski *
    • Town Hall and Roland on the Marketplace of Bremen
    • Old town of Regensburg with Stadtamhof
    • Primeval Beech Forests of the Carpathians and the Ancient Beech Forests of Germany *
    • Berlin Modernism Housing Estates
    • The Wadden Sea *
    • Fagus Factory in Alfeld
    • Prehistoric Pile dwellings around the Alps *
  52. Ghana
    • Forts and Castles, Volta, Greater Accra, Central and Western Regions
    • Asante Traditional Buildings
  53. Greece
    • Temple of Apollo Epicurius at Bassae
    • Acropolis, Athens
    • Archaeological Site of Delphi
    • Medieval City of Rhodes
    • Meteora
    • Mount Athos
    • Paleochristian and Byzantine Monuments of Thessalonika
    • Sanctuary of Asklepios at Epidaurus
    • Archaeological Site of Mystras
    • Archaeological Site of Olympia
    • Delos
    • Monasteries of Daphni, Hosios Loukas and Nea Moni of Chios
    • Pythagoreion and Heraion of Samos
    • Archaeological Site of Aigai (modern name Vergina)
    • Archaeological Sites of Mycenae and Tiryns
    • Historic Centre (Chorá) with the Monastery of Saint John
    • Old Town of Corfu
  54. Guatemala
    • Antigua Guatemala
    • Tikal National Park
    • Archaeological Park and Ruins of Quirigua
  55. Guinea
    • Mount Nimba Strict Nature Reserve *
  56. Haiti
    • National History Park – Citadel, Sans Souci, Ramiers
  57. Holy See
    • Historic Centre of Rome, the Properties of the Holy See in that City Enjoying Extraterritorial Rights and San Paolo Fuori le Mura * 11
    • Vatican City
  58. Honduras
    • Maya Site of Copan
    • Río Plátano Biosphere Reserve
  59. Hungary
    • Budapest, including the Banks of the Danube, the Buda Castle Quarter and Andrássy Avenue
    • Old Village of Hollókő and its Surroundings
    • Caves of Aggtelek Karst and Slovak Karst *
    • Millenary Benedictine Abbey of Pannonhalma and its Natural Environment
    • Hortobágy National Park - the Puszta
    • Early Christian Necropolis of Pécs (Sopianae)
    • Fertö / Neusiedlersee Cultural Landscape *
    • Tokaj Wine Region Historic Cultural Landscape
  60. Iceland
    • Þingvellir National Park
    • Surtsey
  61. India
    • Agra Fort
    • Ajanta Caves
    • Ellora Caves
    • Taj Mahal
    • Group of Monuments at Mahabalipuram
    • Sun Temple, Konârak
    • Kaziranga National Park
    • Keoladeo National Park
    • Manas Wildlife Sanctuary
    • Churches and Convents of Goa
    • Fatehpur Sikri
    • Group of Monuments at Hampi
    • Khajuraho Group of Monuments
    • Elephanta Caves
    • Great Living Chola Temples 12
    • Group of Monuments at Pattadakal
    • Sundarbans National Park
    • Nanda Devi and Valley of Flowers National Parks
    • Buddhist Monuments at Sanchi
    • Humayun's Tomb, Delhi
    • Qutb Minar and its Monuments, Delhi
    • Mountain Railways of India
    • Mahabodhi Temple Complex at Bodh Gaya
    • Rock Shelters of Bhimbetka
    • Champaner-Pavagadh Archaeological Park
    • Chhatrapati Shivaji Terminus (formerly Victoria Terminus)
    • Red Fort Complex
    • The Jantar Mantar, Jaipur
  62. Indonesia
    • Borobudur Temple Compounds 1991
    • Komodo National Park 1991
    • Prambanan Temple Compounds 1991
    • Ujung Kulon National Park 1991
    • Kampung Bena 1995
    • Sangiran Early Man Site 1996
    • Lorentz National Park 1999
    • Tropical Rainforest Heritage of Sumatra 2004
  63. Iran (Islamic Republic of)
    • Meidan Emam, Esfahan
    • Persepolis
    • Tchogha Zanbil
    • Takht-e Soleyman
    • Bam and its Cultural Landscape
    • Pasargadae
    • Soltaniyeh
    • Bisotun
    • Armenian Monastic Ensembles of Iran
    • Shushtar Historical Hydraulic System
    • Sheikh Safi al-din Khānegāh and Shrine Ensemble in Ardabil
    • Tabriz Historic Bazaar Complex
    • The Persian Garden
  64. Iraq
    • Hatra
    • Ashur (Qal'at Sherqat)
    • Samarra Archaeological City
  65. Ireland
    • Archaeological Ensemble of the Bend of the Boyne
    • Skellig Michael
  66. Israel
    • Masada
    • Old City of Acre
    • White City of Tel-Aviv -- the Modern Movement
    • Biblical Tels - Megiddo, Hazor, Beer Sheba
    • Incense Route - Desert Cities in the Negev
    • Bahá’i Holy Places in Haifa and the Western Galilee
  67. Italy
    • Rock Drawings in Valcamonica
    • Church and Dominican Convent of Santa Maria delle Grazie with
    • Historic Centre of Rome, the Properties of the Holy See in that City Enjoying Extraterritorial Rights and San Paolo Fuori le Mura * 13
    • Historic Centre of Florence
    • Piazza del Duomo, Pisa
    • Venice and its Lagoon
    • Historic Centre of San Gimignano
    • The Sassi and the Park of the Rupestrian Churches of Matera
    • City of Vicenza and the Palladian Villas of the Veneto
    • Crespi d'Adda
    • Ferrara, City of the Renaissance, and its Po Delta 14
    • Historic Centre of Naples
    • Historic Centre of Siena
    • Castel del Monte
    • Early Christian Monuments of Ravenna
    • Historic Centre of the City of Pienza
    • The Trulli of Alberobello
    • 18th-Century Royal Palace at Caserta with the Park, the Aqueduct of Vanvitelli, and the San Leucio Complex
    • Archaeological Area of Agrigento
    • Archaeological Areas of Pompei, Herculaneum and Torre Annunziata
    • Botanical Garden (Orto Botanico), Padua
    • Cathedral, Torre Civica and Piazza Grande, Modena
    • Costiera Amalfitana
    • Portovenere, Cinque Terre, and the Islands (Palmaria, Tino and Tinetto)
    • Residences of the Royal House of Savoy
    • Su Nuraxi di Barumini
    • Villa Romana del Casale
    • Archaeological Area and the Patriarchal Basilica of Aquileia
    • Cilento and Vallo di Diano National Park with the Archeological sites of Paestum and Velia, and the Certosa di Padula
    • Historic Centre of Urbino
    • Villa Adriana (Tivoli)
    • Assisi, the Basilica of San Francesco and Other Franciscan Sites
    • City of Verona
    • Isole Eolie (Aeolian Islands)
    • Villa d'Este, Tivoli
    • Late Baroque Towns of the Val di Noto (South-Eastern Sicily)
    • Sacri Monti of Piedmont and Lombardy
    • Monte San Giorgio *
    • Etruscan Necropolises of Cerveteri and Tarquinia
    • Val d'Orcia
    • Syracuse and the Rocky Necropolis of Pantalica
    • Genoa: Le Strade Nuove and the system of the Palazzi dei Rolli
    • Mantua and Sabbioneta
    • Rhaetian Railway in the Albula / Bernina Landscapes *
    • The Dolomites
    • Longobards in Italy. Places of the power (568-774 A.D.)
    • Prehistoric Pile dwellings around the Alps *
  68. Japan
    • Buddhist Monuments in the Horyu-ji Area
    • Himeji-jo
    • Shirakami-Sanchi
    • Yakushima
    • Historic Monuments of Ancient Kyoto (Kyoto, Uji and Otsu Cities)
    • Historic Villages of Shirakawa-go and Gokayama
    • Hiroshima Peace Memorial (Genbaku Dome)
    • Itsukushima Shinto Shrine
    • Historic Monuments of Ancient Nara
    • Shrines and Temples of Nikko
    • Gusuku Sites and Related Properties of the Kingdom of Ryukyu
    • Sacred Sites and Pilgrimage Routes in the Kii Mountain Range
    • Shiretoko
    • Iwami Ginzan Silver Mine and its Cultural Landscape
    • Hiraizumi – Temples, Gardens and Archaeological Sites Representing the Buddhist Pure Land
    • Ogasawara Islands
  69. Jerusalem (Site proposed by Jordan)
    • Old City of Jerusalem and its Walls
  70. Jordan
    • Petra
    • Quseir Amra
    • Um er-Rasas (Kastrom Mefa'a)
    • Wadi Rum Protected Area
  71. Kazakhstan
    • Mausoleum of Khoja Ahmed Yasawi
    • Petroglyphs within the Archaeological Landscape of Tamgaly
    • Saryarka – Steppe and Lakes of Northern Kazakhstan
  72. Kenya
    • Lake Turkana National Parks
    • Mount Kenya National Park/Natural Forest
    • Lamu Old Town
    • Sacred Mijikenda Kaya Forests
    • Fort Jesus, Mombasa
    • Kenya Lake System in the Great Rift Valley
  73. Kiribati
    • Phoenix Islands Protected Area
  74. Korea, Democratic People's Republic of
    • Complex of Koguryo Tombs
  75. Korea, Republic of
    • Haeinsa Temple Janggyeong Panjeon, the Depositories for the Tripitaka Koreana Woodblocks
    • Jongmyo Shrine
    • Seokguram Grotto and Bulguksa Temple
    • Changdeokgung Palace Complex
    • Hwaseong Fortress
    • Gochang, Hwasun and Ganghwa Dolmen Sites
    • Gyeongju Historic Areas
    • Jeju Volcanic Island and Lava Tubes
    • Royal Tombs of the Joseon Dynasty
    • Historic Villages of Korea: Hahoe and Yangdong
  76. Kyrgyzstan
    • Sulaiman-Too Sacred Mountain
    • Lao People's Democratic Republic
    • Town of Luang Prabang
    • Vat Phou and Associated Ancient Settlements within the Champasak Cultural Landscape
  77. Latvia
    • Historic Centre of Riga
    • Struve Geodetic Arc *
  78. Lebanon
    • Anjar
    • Baalbek
    • Byblos
    • Tyre
    • Ouadi Qadisha (the Holy Valley) and the Forest of the Cedars of God (Horsh Arz el-Rab)
  79. Libya
    • Archaeological Site of Cyrene
    • Archaeological Site of Leptis Magna
    • Archaeological Site of Sabratha
    • Rock-Art Sites of Tadrart Acacus
    • Old Town of Ghadamès
  80. Lithuania
    • Vilnius Historic Centre
    • Curonian Spit *
    • Kernavė Archaeological Site (Cultural Reserve of Kernavė)
    • Struve Geodetic Arc *
  81. Luxembourg
    • City of Luxembourg: its Old Quarters and Fortifications
  82. Madagascar
    • Tsingy de Bemaraha Strict Nature Reserve
    • Royal Hill of Ambohimanga
    • Rainforests of the Atsinanana
  83. Malawi
    • Lake Malawi National Park
    • Chongoni Rock-Art Area
  84. Malaysia
    • Gunung Mulu National Park
    • Kinabalu Park
    • Melaka and George Town, Historic Cities of the Straits of Malacca
  85. Mali
    • Old Towns of Djenné
    • Timbuktu
    • Cliff of Bandiagara (Land of the Dogons)
    • Tomb of Askia
  86. Malta
    • City of Valletta
    • Hal Saflieni Hypogeum
    • Megalithic Temples of Malta 15
  87. Marshall Islands 2010
    • Bikini Atoll Nuclear Test Site
  88. Mauritania
    • Banc d'Arguin National Park
    • Ancient Ksour of Ouadane, Chinguetti, Tichitt and Oualata
  89. Mauritius
    • Aapravasi Ghat
    • Le Morne Cultural Landscape
  90. Mexico
    • Historic Centre of Mexico City and Xochimilco
    • Historic Centre of Oaxaca and Archaeological Site of Monte Albán
    • Historic Centre of Puebla
    • Pre-Hispanic City and National Park of Palenque
    • Pre-Hispanic City of Teotihuacan
    • Sian Ka'an
    • Historic Town of Guanajuato and Adjacent Mines
    • Pre-Hispanic City of Chichen-Itza
    • Historic Centre of Morelia
    • El Tajin, Pre-Hispanic City
    • Historic Centre of Zacatecas
    • Rock Paintings of the Sierra de San Francisco
    • Whale Sanctuary of El Vizcaino
    • Earliest 16th-Century Monasteries on the Slopes of Popocatepetl
    • Historic Monuments Zone of Querétaro
    • Pre-Hispanic Town of Uxmal
    • Hospicio Cabañas, Guadalajara
    • Archaeological Zone of Paquimé, Casas Grandes
    • Historic Monuments Zone of Tlacotalpan
    • Archaeological Monuments Zone of Xochicalco
    • Historic Fortified Town of Campeche
    • Ancient Maya City of Calakmul, Campeche
    • Franciscan Missions in the Sierra Gorda of Querétaro
    • Luis Barragán House and Studio
    • Islands and Protected Areas of the Gulf of California
    • Agave Landscape and Ancient Industrial Facilities of Tequila
    • Central University City Campus of the Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM)
    • Monarch Butterfly Biosphere Reserve
    • Protective town of San Miguel and the Sanctuary of Jesús Nazareno de Atotonilco
    • Camino Real de Tierra Adentro
    • Prehistoric Caves of Yagul and Mitla in the Central Valley of Oaxaca
  91. Moldova, Republic of
    • Struve Geodetic Arc *
  92. Mongolia
    • Uvs Nuur Basin *
    • Orkhon Valley Cultural Landscape
    • Petroglyphic Complexes of the Mongolian Altai
  93. Montenegro
    • Natural and Culturo-Historical Region of Kotor
    • Durmitor National Park
  94. Morocco
    • Medina of Fez
    • Medina of Marrakesh
    • Ksar of Ait-Ben-Haddou
    • Historic City of Meknes
    • Archaeological Site of Volubilis
    • Medina of Tétouan (formerly known as Titawin)
    • Medina of Essaouira (formerly Mogador)
    • Portuguese City of Mazagan (El Jadida)
  95. Mozambique
    • Island of Mozambique
  96. Namibia
    • Twyfelfontein or /Ui-//aes
  97. Nepal
    • Kathmandu Valley
    • Sagarmatha National Park
    • Chitwan National Park
    • Lumbini, the Birthplace of the Lord Buddha
  98. Netherlands
    • Schokland and Surroundings
    • Defence Line of Amsterdam
    • Historic Area of Willemstad, Inner City and Harbour, Curaçao
    • Mill Network at Kinderdijk-Elshout
    • Ir.D.F. Woudagemaal (D.F. Wouda Steam Pumping Station)
    • Droogmakerij de Beemster (Beemster Polder)
    • Rietveld Schröderhuis (Rietveld Schröder House)
    • The Wadden Sea *
    • Seventeenth-century canal ring area of Amsterdam inside the Singelgracht
  99. New Zealand
    • Te Wahipounamu – South West New Zealand 16
    • Tongariro National Park #
    • New Zealand Sub-Antarctic Islands
  100. Nicaragua
    • Ruins of León Viejo
    • León Cathedral
  101. Niger
    • Air and Ténéré Natural Reserves
    • W National Park of Niger
  102. Nigeria
    • Sukur Cultural Landscape
    • Osun-Osogbo Sacred Grove
  103. Norway
    • Bryggen
    • Urnes Stave Church
    • Røros Mining Town and the Circumference
    • Rock Art of Alta
    • Vegaøyan -- The Vega Archipelago
    • Struve Geodetic Arc *
    • West Norwegian Fjords – Geirangerfjord and Nærøyfjord
  104. Oman
    • Bahla Fort
    • Archaeological Sites of Bat, Al-Khutm and Al-Ayn
    • Arabian Oryx Sanctuary Delisted 2007
    • Land of Frankincense
    • Aflaj Irrigation Systems of Oman
  105. Pakistan
    • Archaeological Ruins at Moenjodaro
    • Buddhist Ruins of Takht-i-Bahi and Neighbouring City Remains at Sahr-i-Bahlol
    • Taxila
    • Fort and Shalamar Gardens in Lahore
    • Historical Monuments at Makli, Thatta
    • Rohtas Fort
  106. Panama
    • Fortifications on the Caribbean Side of Panama: Portobelo-San Lorenzo
    • Darien National Park
    • Talamanca Range-La Amistad Reserves / La Amistad National Park *
    • Archaeological Site of Panamá Viejo and Historic District of Panamá
    • Coiba National Park and its Special Zone of Marine Protection
  107. Papua New Guinea
    • Kuk Early Agricultural Site
  108. Paraguay
    • Jesuit Missions of La Santísima Trinidad de Paraná and Jesús de Tavarangue
  109. Peru
    • City of Cuzco
    • Historic Sanctuary of Machu Picchu
    • Chavin (Archaeological Site)
    • Huascarán National Park #
    • Chan Chan Archaeological Zone
    • Manú National Park
    • Historic Centre of Lima 17
    • Río Abiseo National Park
    • Lines and Geoglyphs of Nasca and Pampas de Jumana
    • Historical Centre of the City of Arequipa
    • Sacred City of Caral-Supe
  110. Philippines
    • Baroque Churches of the Philippines
    • Tubbataha Reefs Natural Park
    • Rice Terraces of the Philippine Cordilleras
    • Historic Town of Vigan
    • Puerto-Princesa Subterranean River National Park
  111. Poland
    • Cracow's Historic Centre
    • Wieliczka Salt Mine
    • Auschwitz Birkenau
    • German Nazi Concentration and Extermination Camp (1940-1945)
    • Belovezhskaya Pushcha / Białowieża Forest *
    • Historic Centre of Warsaw
    • Old City of Zamość
    • Castle of the Teutonic Order in Malbork
    • Medieval Town of Toruń
    • Kalwaria Zebrzydowska: the Mannerist Architectural and Park Landscape Complex and Pilgrimage Park
    • Churches of Peace in Jawor and Świdnica
    • Wooden Churches of Southern Little Poland
    • Muskauer Park / Park Mużakowski *
    • Centennial Hall in Wrocław
  112. Portugal
    • Central Zone of the Town of Angra do Heroismo in the Azores
    • Convent of Christ in Tomar
    • Monastery of Batalha
    • Monastery of the Hieronymites and Tower of Belém in Lisbon
    • Historic Centre of Évora
    • Monastery of Alcobaça
    • Cultural Landscape of Sintra
    • Historic Centre of Oporto
    • Prehistoric Rock Art Sites in the Côa Valley and Siega Verde * 18
    • Laurisilva of Madeira
    • Alto Douro Wine Region
    • Historic Centre of Guimarães
    • Landscape of the Pico Island Vineyard Culture
  113. Romania
    • Danube Delta
    • Churches of Moldavia
    • Monastery of Horezu
    • Villages with Fortified Churches in Transylvania 19
    • Dacian Fortresses of the Orastie Mountains
    • Historic Centre of Sighişoara
    • Wooden Churches of Maramureş
  114. Russian Federation
    • Historic Centre of Saint Petersburg and Related Groups of Monuments
    • Kizhi Pogost
    • Kremlin and Red Square, Moscow
    • Cultural and Historic Ensemble of the Solovetsky Islands
    • Historic Monuments of Novgorod and Surroundings
    • White Monuments of Vladimir and Suzdal
    • Architectural Ensemble of the Trinity Sergius Lavra in Sergiev Posad
    • Church of the Ascension, Kolomenskoye
    • Virgin Komi Forests
    • Lake Baikal
    • Volcanoes of Kamchatka 20
    • Golden Mountains of Altai
    • Western Caucasus
    • Curonian Spit *
    • Ensemble of the Ferrapontov Monastery
    • Historic and Architectural Complex of the Kazan Kremlin
    • Central Sikhote-Alin
    • Citadel, Ancient City and Fortress Buildings of Derbent
    • Uvs Nuur Basin *
    • Ensemble of the Novodevichy Convent
    • Natural System of Wrangel Island Reserve
    • Historical Centre of the City of Yaroslavl
    • Struve Geodetic Arc *
    • Putorana Plateau
  115. Saint Kitts and Nevis
    • Brimstone Hill Fortress National Park
  116. Saint Lucia
    • Pitons Management Area
  117. San Marino
    • San Marino Historic Centre and Mount Titano
  118. Saudi Arabia
    • Al-Hijr Archaeological Site (Madâin Sâlih)
    • At-Turaif District in ad-Dir'iyah
  119. Senegal
    • Island of Gorée
    • Niokolo-Koba National Park
    • Djoudj National Bird Sanctuary
    • Island of Saint-Louis
    • Stone Circles of Senegambia *
    • Saloum Delta
  120. Serbia
    • Stari Ras and Sopoćani
    • Studenica Monastery
    • Medieval Monuments in Kosovo
    • Gamzigrad-Romuliana, Palace of Galerius
  121. Seychelles
    • Aldabra Atoll
    • Vallée de Mai Nature Reserve
  122. Slovakia
    • Historic Town of Banská Štiavnica and the Technical Monuments in its Vicinity
    • Levoča, Spišský Hrad and the Associated Cultural Monuments
    • Vlkolínec
    • Caves of Aggtelek Karst and Slovak Karst *
    • Bardejov Town Conservation Reserve
    • Primeval Beech Forests of the Carpathians and the Ancient Beech Forests of Germany *
    • Wooden Churches of the Slovak part of the Carpathian Mountain Area
  123. Slovenia
    • Škocjan Caves #
    • Prehistoric Pile dwellings around the Alps *
  124. Solomon Islands
    • East Rennell
  125. South Africa
    • Fossil Hominid Sites of Sterkfontein, Swartkrans, Kromdraai, and Environs
    • iSimangaliso Wetland Park
    • Robben Island
    • uKhahlamba / Drakensberg Park
    • Mapungubwe Cultural Landscape
    • Cape Floral Region Protected Areas
    • Vredefort Dome
    • Richtersveld Cultural and Botanical Landscape
  126. Spain
    • Alhambra, Generalife and Albayzín, Granada 21
    • Burgos Cathedral
    • Historic Centre of Cordoba 22
    • Monastery and Site of the Escurial, Madrid
    • Works of Antoni Gaudí 23
    • Cave of Altamira and Paleolithic Cave Art of Northern Spain
    • Monuments of Oviedo and the Kingdom of the Asturias 24
    • Old Town of Ávila with its Extra-Muros Churches
    • Old Town of Segovia and its Aqueduct
    • Santiago de Compostela (Old Town)
    • Garajonay National Park
    • Historic City of Toledo
    • Mudejar Architecture of Aragon 25
    • Old Town of Cáceres
    • Cathedral, Alcázar and Archivo de Indias in Seville
    • Old City of Salamanca
    • Poblet Monastery
    • Archaeological Ensemble of Mérida
    • Route of Santiago de Compostela
    • Royal Monastery of Santa María de Guadalupe
    • Doñana National Park
    • Historic Walled Town of Cuenca
    • La Lonja de la Seda de Valencia
    • Las Médulas
    • Palau de la Música Catalana and Hospital de Sant Pau, Barcelona
    • Pyrénées - Mont Perdu *
    • San Millán Yuso and Suso Monasteries
    • Prehistoric Rock Art Sites in the Côa Valley and Siega Verde * 26
    • Rock Art of the Mediterranean Basin on the Iberian Peninsula
    • University and Historic Precinct of Alcalá de Henares
    • Ibiza, Biodiversity and Culture
    • San Cristóbal de La Laguna
    • Archaeological Ensemble of Tárraco
    • Archaeological Site of Atapuerca
    • Catalan Romanesque Churches of the Vall de Boí
    • Palmeral of Elche
    • Roman Walls of Lugo
    • Aranjuez Cultural Landscape
    • Renaissance Monumental Ensembles of Úbeda and Baeza
    • Vizcaya Bridge
    • Teide National Park
    • Tower of Hercules
    • Cultural Landscape of the Serra de Tramuntana
  127. Sri Lanka
    • Ancient City of Polonnaruwa
    • Ancient City of Sigiriya
    • Sacred City of Anuradhapura
    • Old Town of Galle and its Fortifications
    • Sacred City of Kandy
    • Sinharaja Forest Reserve 27
    • Golden Temple of Dambulla
    • Central Highlands of Sri Lanka
  128. Sudan
    • Gebel Barkal and the Sites of the Napatan Region
    • Archaeological Sites of the Island of Meroe
  129. Suriname
    • Central Suriname Nature Reserve
    • Historic Inner City of Paramaribo
  130. Sweden
    • Royal Domain of Drottningholm
    • Birka and Hovgården
    • Engelsberg Ironworks
    • Rock Carvings in Tanum
    • Skogskyrkogården
    • Hanseatic Town of Visby
    • Church Village of Gammelstad, Luleå
    • Laponian Area
    • Naval Port of Karlskrona
    • Agricultural Landscape of Southern Öland
    • High Coast / Kvarken Archipelago *
    • Mining Area of the Great Copper Mountain in Falun
    • Varberg Radio Station
    • Struve Geodetic Arc *
  131. Switzerland
    • Benedictine Convent of St John at Müstair
    • Convent of St Gall
    • Old City of Berne
    • Three Castles, Defensive Wall and Ramparts of the Market-Town of Bellinzona
    • Swiss Alps Jungfrau-Aletsch
    • Monte San Giorgio *
    • Lavaux, Vineyard Terraces
    • Rhaetian Railway in the Albula / Bernina Landscapes *
    • Swiss Tectonic Arena Sardona
    • La Chaux-de-Fonds / Le Locle, Watchmaking Town Planning
    • Prehistoric Pile dwellings around the Alps *
  132. Syrian Arab Republic
    • Ancient City of Damascus
    • Ancient City of Bosra
    • Site of Palmyra
    • Ancient City of Aleppo
    • Crac des Chevaliers and Qal’at Salah El-Din
    • Ancient Villages of Northern Syria
  133. Tajikistan
    • Proto-urban site of Sarazm
  134. Tanzania, United Republic of
    • Ngorongoro Conservation Area 28
    • Ruins of Kilwa Kisiwani and Ruins of Songo Mnara
    • Serengeti National Park
    • Selous Game Reserve
    • Kilimanjaro National Park
    • Stone Town of Zanzibar
    • Kondoa Rock-Art Sites
  135. Thailand
    • Historic City of Ayutthaya
    • Historic Town of Sukhothai and Associated Historic Towns
    • Thungyai-Huai Kha Khaeng Wildlife Sanctuaries
    • Ban Chiang Archaeological Site
    • Dong Phayayen-Khao Yai Forest Complex
  136. The Former Yugoslav Republic of Macedonia
    • Natural and Cultural Heritage of the Ohrid region 29
  137. Togo
    • Koutammakou, the Land of the Batammariba
  138. Tunisia
    • Amphitheatre of El Jem
    • Archaeological Site of Carthage
    • Medina of Tunis
    • Ichkeul National Park
    • Punic Town of Kerkuane and its Necropolis
    • Kairouan
    • Medina of Sousse
    • Dougga / Thugga
  139. Turkey
    • Göreme National Park and the Rock Sites of Cappadocia
    • Great Mosque and Hospital of Divriği
    • Historic Areas of Istanbul
    • Hattusha: the Hittite Capital
    • Nemrut Dağ
    • Hierapolis-Pamukkale
    • Xanthos-Letoon
    • City of Safranbolu
    • Archaeological Site of Troy
    • Selimiye Mosque and its Social Complex
  140. Turkmenistan
    • State Historical and Cultural Park “Ancient Merv”
    • Kunya-Urgench
    • Parthian Fortresses of Nisa
  141. Uganda
    • Bwindi Impenetrable National Park
    • Rwenzori Mountains National Park
    • Tombs of Buganda Kings at Kasubi
  142. Ukraine
    • Kiev: Saint-Sophia Cathedral and Related Monastic Buildings, Kiev-Pechersk Lavra
    • L'viv – the Ensemble of the Historic Centre
    • Struve Geodetic Arc *
    • Primeval Beech Forests of the Carpathians and the Ancient Beech Forests of Germany *
    • Residence of Bukovinian and Dalmatian Metropolitans
  143. United Arab Emirates
    • Cultural Sites of Al Ain (Hafit, Hili, Bidaa Bint Saud and Oases Areas)
  144. United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland
    • Castles and Town Walls of King Edward in Gwynedd
    • Durham Castle and Cathedral
    • Giant's Causeway and Causeway Coast
    • Ironbridge Gorge
    • St Kilda
    • Stonehenge, Avebury and Associated Sites
    • Studley Royal Park including the Ruins of Fountains Abbey
    • Blenheim Palace
    • City of Bath
    • Frontiers of the Roman Empire * 30
    • Westminster Palace, Westminster Abbey and Saint Margaret's Church
    • Canterbury Cathedral, St Augustine's Abbey, and St Martin's Church 31
    • Henderson Island
    • Tower of London
    • Gough and Inaccessible Islands 32
    • Old and New Towns of Edinburgh
    • Maritime Greenwich
    • Heart of Neolithic Orkney
    • Blaenavon Industrial Landscape
    • Historic Town of St George and Related Fortifications, Bermuda
    • Derwent Valley Mills
    • Dorset and East Devon Coast
    • New Lanark
    • Saltaire
    • Royal Botanic Gardens, Kew
    • Liverpool – Maritime Mercantile City
    • Cornwall and West Devon Mining Landscape
    • Pontcysyllte Aqueduct and Canal
  145. United States of America
    • Mesa Verde National Park
    • Yellowstone National Park
    • Everglades National Park
    • Grand Canyon National Park
    • Independence Hall
    • Kluane / Wrangell-St Elias / Glacier Bay / Tatshenshini-Alsek # * 33
    • Redwood National and State Parks
    • Mammoth Cave National Park
    • Olympic National Park
    • Cahokia Mounds State Historic Site
    • Great Smoky Mountains National Park
    • La Fortaleza and San Juan National Historic Site in Puerto Rico
    • Statue of Liberty
    • Yosemite National Park #
    • Chaco Culture
    • Hawaii Volcanoes National Park #
    • Monticello and the University of Virginia in Charlottesville
    • Pueblo de Taos
    • Carlsbad Caverns National Park
    • Waterton Glacier International Peace Park *
    • Papahānaumokuākea
  146. Uruguay
    • Historic Quarter of the City of Colonia del Sacramento
  147. Uzbekistan
    • Itchan Kala
    • Historic Centre of Bukhara
    • Historic Centre of Shakhrisyabz
    • Samarkand – Crossroads of Cultures
  148. Vanuatu
    • Chief Roi Mata’s Domain
  149. Venezuela (Bolivarian Republic of)
    • Coro and its Port
    • Canaima National Park
    • Ciudad Universitaria de Caracas
  150. Viet Nam
    • Complex of Hué Monuments
    • Ha Long Bay
    • Hoi An Ancient Town
    • My Son Sanctuary
    • Phong Nha-Ke Bang National Park
    • Central Sector of the Imperial Citadel of Thang Long - Hanoi
    • Citadel of the Ho Dynasty
  151. Yemen
    • Old Walled City of Shibam
    • Old City of Sana'a
    • Historic Town of Zabid
    • Socotra Archipelago
  152. Zambia
    • Mosi-oa-Tunya / Victoria Falls # *
  153. Zimbabwe
    • Mana Pools National Park, Sapi and Chewore Safari Areas
    • Great Zimbabwe National Monument
    • Khami Ruins National Monument
    • Mosi-oa-Tunya / Victoria Falls # *
    • Matobo Hills

Daftar Situs Warisan Dunia
World Heritage List

KETERANGAN :
  1. Extension of the "Australian East Coast Temperate and Subtropical Rainforest Park".
  2. name changed 2007 from 'Central Eastern Rainforest Reserves (Australia)'
  3. Renomination of "Uluru-Kata Tjuta National Park" under cultural criteria.
  4. The “Belfries of Flanders and Wallonia” which were previously inscribed on the World Heritage List, are part of the transnational property “The Belfries of Belgium and France”.
  5. Extension of "Jaú National Park".
  6. Extension of the "Glacier Bay/Wrangell/St Elias/Kluane" property.
  7. The "Burgess Shale" property, which was previously inscribed on the World Heritage List, is part of the "Canadian Rocky Mountain Parks".
  8. Extension of "The Potala Palace and the Jokhang Temple Monastery, Lhasa" to include the Norbulingka area.
  9. The “Belfries of Flanders and Wallonia” which were previously inscribed on the World Heritage List, are part of the transnational property “The Belfries of Belgium and France”.
  10. The "Chateau and Estate of Chambord", which was previously inscribed on the World Heritage List, is part of the "Loire Valley between Sully-sur-Loire and Chalonnes".
  11. The “Hadrian’s Wall” which was previously inscribed on the World Heritage List, is part of the transnational property “Frontiers of the Roman Empire”.
  12. At the time the property was extended, cultural criterion (iv) was also found applicable.
  13. The "Brihadisvara Temple, Tanjavur", which was previously inscribed on the World Heritage List, is part of the "Great Living Chola Temples".
  14. At the time the property was extended, cultural criterion (iv) was also found applicable.
  15. At the time the property was extended, criteria (iii) and (v) were also found applicable.
  16. The Committee decided to extend the existing cultural property, the "Temple of Ggantija", to include the five prehistoric temples situated on the islands of Malta and Gozo and to rename the property as "The Megalithic Temples of Malta".
  17. The Westland and Mount Cook National Park and the Fiordland National Park, which were previously inscribed on the World Heritage List, are part of the "Te Wahipounamu - South West New Zealand".
  18. The "Convent Ensemble of San Francisco de Lima", which was previously inscribed on the World Heritage List, is part of the "Historic Centre of Lima".
  19. (extension de « Sites d'art rupestre préhistorique de la vallée de Côa », Portugal)
  20. Extension of "Biertan and its Fortified Church".
  21. At the time the property was extended, natural criterion (iv) was also found applicable.
  22. Extension of the "Alhambra and the Generalife, Granada", to include the Albayzin quarter.
  23. Extension of the "Mosque of Cordoba".
  24. The property “Parque Güell, Palacio Güell and Casa Mila in Barcelona”, previously inscribed on the World Heritage List, is part of the “Works of Antoni Gaudí”.
  25. Extension of the "Churches of the Kingdom of the Asturias", to include monuments in the city of Oviedo.
  26. Extension of the "Mudejar Architecture of Teruel".
  27. (extension de « Sites d'art rupestre préhistorique de la vallée de Côa », Portugal)
  28. The WH area is managed directly by the Divisional Forest Officer from the Forest Dept. A national steering Committee co-ordinates institutions for Sinharaja as a National Wilderness Area, Biosphere Reserve (1988), and WH site. There are two management plans, prepared in 1985/86 and 1992/94, which emphasise conservation, scientific research, buffer zone management, benefit-sharing, and community participation.
  29. (renomination under cultural criteria)
  30. In 1979, the Committee decided to inscribe the Ohrid Lake on the World Heritage List under natural criteria (iii). In 1980, this property was extended to include the cultural and historical area, and cultural criteria (i)(iii)(iv) were added.
  31. The “Hadrian’s Wall” which was previously inscribed on the World Heritage List, is part of the transnational property “Frontiers of the Roman Empire”.
  32. Extension of "Gough Island Wildlife Reserve".
  33. Extension of the "Glacier Bay/Wrangell/St Elias/Kluane" property.

* :
transboundary property

# :
As for 19 Natural and Mixed Properties inscribed for geological values before 1994, criteria numbering of this property has changed.


Sumber Gubahan :
http://unesco.org
selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: Januari 2012 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah