27 Februari 2011

BERTUAH

BERTUAH sebagai slogan Kota Pekanbaru merupakan kependekan dari BERSIH, TERTIB, USAHA BERSAMA, AMAN dan HARMONIS. Dengan semangat yang terkandung didalam slogan itu menjadikan Kota Pekanbaru mendapatkan berbagai penghargaan mulai dari Kota Terbersih, Pengelolaan Transportasi, dan lainnya. Slogan itu pula yang juga menjadi salah satu dasar penamaan KOMUNITAS BLOGGER BERTUAH PEKANBARU menurut para pendirinya, kebetulan aku bukan salah satu pendirinya. Mereka terdiri dari 11 orang Blogger Pekanbaru yang melakukan KOPDAR pertama di teras Gedung Harian Riau Pos di daerah Panam pada tanggal 28 Februari 2009.

Ke sebelas pendiri Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru itu adalah :
  1. Dian Aismana
  2. Prima Wahyudi
  3. Hendrawan Kariman
  4. Maryo Sanjaya Adi Putra
  5. Taufik Asmara
  6. Tri Suprihatin
  7. Regie Honesty Hamdani
  8. Raden Mas Fauzi
  9. Tengku Khairil Ahsyar
  10. Putra
  11. Rizmi
Ini bukan merupakan kesebelasan pemain sepakbola, walaupun jika dipaksa main bola mereka mau juga siiih, dengan napas ngos-ngosan. Walaupun bukan kesebelasan sepak bola, tetapi tujuan mereka sama yaitu "MENCIPTAKAN GOL".

Gol yang diinginkan oleh kesebelas pendiri tersebut adalah memajukan dan mengembangkan wawsan, kreatifitas dan apresiasi di bidang internet, website dan blog di Kota Pekanbaru khususnya, dan Riau pada umumnya tanpa melupakan daerah dan negara lainnya.

Seiring berjalannya waktu, kesebelas pendiri itu pun berkembang dengan bertambahnya anggota yang secara kuantitas dan kualitas sangat positif. Hal ini pun diikuti dengan berbagai kegiatan yang diadakan maupun diikuti oleh komunitas ini. Mulai dari Pesta Blogger 2009, Amprokan Blogger Bekasi, SOLO Sharing Online lan Ofline, pelatihan, seminar, kerjasama, dan dalam waktu dekat ini akan merambah ke dunia OFFLINE dengan memasukkan beberapa tulisan anggota Komunitas Blogger Bertuah Kota Pekanbaru ke media Harian Tribun Pekanbaru dibawah Grup KOMPAS GRAMEDIA.

Suatu komunitas tak akan berarti apa-apa tanpa adanya anggota. Anggota Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru khususnya adalah blogger Pekanbaru yang berdomisili di Kota Pekanbaru dan sekitarnya yang sangat didukung oleh blogger lain yang tidak berdomisili di Kota Pekanbaru. Semuanya adalah anggota Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru.

PANTUN BERTUAH :
Anak shaleh menjaga petuah,
disayang-sayang ayah ibu.
Selamat ulang tahun Blogger Bertuah,
semakin benderang semakin maju

Kekayaan bumi melayu melimpah ruah,
Mensejahterakan rakyat sekitar.
Selamat ulang tahun Blogger Bertuah,
cahayanya semakin berbinar.

Berbudaya dalam Tamadun melayu,
adat istiadat dijunjung tinggi.
Bikin negeri semakin maju,
Takkan hilang BERTUAH di bumi.



SELAMAT ULANGTAHUN KE 2
KOMUNITAS BLOGGER BERTUAH PEKANBARU


Bang Ais : www.duosmith.com
Ijal : www.djemari.org


Eri-Communicator : www.riaudailyphoto.com
Kiran : www.manajemenemosi.blogspot.com


Fizan : www.terubuk.com
Kurnia : www.catatan-kurnia.tk


Bang Ais : www.duosmith.com
Embun : www.laksamanaembun.blogspot.com


Tengku Khairil Ahsyar : http://www.tengkukhairil.com/
Boejang Senang : www.antarberita.com


Embun : www.laksamanaembun.blogspot.com
Nanlimo : www.sungaikuantan.com
Ijal : www.djemari.org


Zidan, Hesti, Leni dan Neyna

Eri-Communicator : www.riaudailyphoto.com

Nanlimo : www.sungaikuantan.com
Fizan : www.terubuk.com


Wenny, Neyna, embun, Ayel .....

Bang Ais dan Pak Oki

Menanti pemotongan kue Ultah

Memfoto foto

Tengku Khairil Ahsyar
salah seorang pendiri Bertuah


Ajang Narsis di Mall Pekanbaru

Ajang Narsis di Mall Pekanbaru

Blogger Pemain Game Seal Online

Alaaaaah mak jang
mak mak bergaya (walau bukan emak-emak)


Penyerahan kue ultah untuk Bertuah
dari Pemimpin Redaksi Harian Tribun Pekanbaru


Bahkan.........
sempet-sempetnya melakukan
Pre Wedding Photo
Pak Oki dan Calon yang bakal kena Smekdon


selengkapnya...

26 Februari 2011

Logo Wonderful Indonesia

Logo Wonderful Indonesia

download logo wonderful Indonesia - Black font (EPS format)
http://cdn.indonesia.travel/download/PromotionalMaterial/images/WonderfulIndonesiaLogoBlack.eps

download logo wonderful Indonesia - White font (EPS format)
http://cdn.indonesia.travel/download/PromotionalMaterial/images/WonderfulIndonesiaLogoWhite.eps

download logo wonderful Indonesia - Black and white font (CDR format)
http://cdn.indonesia.travel/download/PromotionalMaterial/images/WonderfulIndonesiaLogoBlackAndWhite.cdr

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Ir. Jero Wacik, SE menegaskan, branding baru pariwisata Wonderful Indonesia mengacu pada lima kreteria yakni; nature, culture, people, food, and money. "Kelima kreteria ini kita jadikan sebagai wonderful of nature, wonderful of culture, wonderful of people, wonderful of food, dan wonderful value of money. Kelima keteria ini membuat pariwisata kita unggul," kata Menbudpar Jero Wacik saat memberi pengarahan dalam acara Sosialisasi Rentra Kemenbudpar 2010-2014 di Balirung Gedung Sapta Pesona Jakarta, Selasa (11/1).




Menbudpar Jero Wacik mengatakan, kelima kreteria tersebut sengaja diangkat berdasarkan pengalaman ketika menerima penghargaan The Best Destination Island in the World oleh Travel and Leisure Magazine di New York, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Majalah pariwisata terbesar itu melakukan vote kepada wisatawan dunia tentang, manakah tempat pariwisata terbaik di dunia? Menurut wisatawan dunia adalah Bali The Best Island in the World.

"Saya tanyakan kepada mereka, kreteria yang digunakan untuk menetentukan sebagai The Best Island in the World tersebut adalah lima kreteria itu; nature, culture, people, food, and money," kata Menbudpar Jero Wacik.

Kelima kreteria tersebut, menurut Menbudpar Jero Wacik , dimiliki Indonesia sehingga branding Wonderful Indonesia dinilai sangat cocok. "Presiden RI juga telah menyetujui branding baru pariwisata tersebut, "katanya seraya menguraikan, alam (nature) kita paling indah di dunia. Ada laut, pantai, gunung, hutan, safana, serta beranekaragam flora dan fauna.

Wonderful of culture, budaya Indonesia beraneka ragam dari Sabang hingga Merauke sehingga menjadi aset dalam mengembangkan pariwisata. Begitu pula wonderful of pople, masyarakat Indonesia di kenal dunia ramah tamah, "Masyarakat kita 99% senyum," katanya.

Begitu pula untuk wonderful of food, makanan atau kuliner Indonesia terkenal di dunia. Kuliner ini menjadi daya tarik pariwisata, sedangkan wonderful value of money menjadikan pariwisata Indonesia memiliki daya saing tinggi. Tarif dan pelayanan hotel di Indonesia jauh lebih menarik dibandingkan negara lain. Begitu juga untuk makanan, minuman, dan cinderemata di Indonesia lebih kompetitif.

Acara sosialisasi Rencana Strategis (Rentra) Kemenbudpar 2010-2014 diikuti seluruh pejabat Eselon Satu, Dua, Tiga, dan Empat di lingkungan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. (Pusformas)


Sumber :
http://www.budpar.go.id/page.php?ic=511&id=5813
selengkapnya...

25 Februari 2011

Komodo National Park

Komodo National Park consists of three large islands of Komodo, Padar and Rinca islands as well as 26 large islands / other small group of islands which is a Volcanic. There are 11 mountains / hills in the Park, in which the highest peak is Mount Satalibo (± 735 meters above sea level). The total area of Komodo National Park is about 1817 km2 consisting of 603 km2 and 1214 km2 land area. There are 277 species of animal that is a mix of animals coming from Asia and Australia, which consists of 37 species of reptiles, 32 species of mammals and 128 species of birds. There are also coral reefs in this area, about 253 species of reef-building corals, and about 1,000 species of fish. The beauty of this reef attracts foreign tourists to swim or dive in these waters. Group of islands in commodity Park area is inhabited by about 4000 residents. As the name given by the Dutch when they found this region, there is a largest lizard in the world that are considered as the ancient creatures of today; it is KOMODO.

The natural state of this region is dry and arid makes this place unique and distinctive. The existence of vast savannas, water resources are limited and temperatures hot enough, it turns out to be the habitat favored by many kind of ancient animals, like Komodo dragon (Varanus komodoensis).

Komodo, or a full-called "Komodo dragons" (Varanus komodoensis), is the world's largest lizard species that live on the island of Komodo, Rinca, Flores, Gili Motang, and Gili Dasami in Nusa Tenggara. This iguana is also called the local name "ora" by the natives of Komodo island. Komodo dragons are found by Dutch researchers in 1910, is a member of the family of lizards Varanidae, and Toxicofera klad, komodos are the largest lizards in the world, with the average length of 2-3 m. Its Large size is associated with symptoms of island gigantism, the tendency for the giant body of certain animals that live in small island linked to the absence of mammalian carnivores on the island where dragons live, and the rate of metabolism of small dragons. Because of its giant body, these lizards occupy the position of a top predator that dominates its place of living ecosystems. Its giant body and its scary reputation make them this animal really popular in the zoo.

The Habitat of komodos in the wild on the volcanic islands have been shrinking due to human activities and therefore the IUCN include dragons as a vulnerable specias to be extincted. These large lizards are protected under Indonesian law in Komodo National Park.

Most of the Komodo National Park is a savanna area with palm trees (Borassus flabellifer), which is the most dominant and distinctive plants. Some plants that exist in the Park, such as rattan (Calamus sp.), Bamboo (Bambusa sp.), Acid (Tamarindus indica), bulging (Sterculia foetida), lote (Ziziphus jujuba), and mangrove (Rhizophora sp.)

In Komodo National Park, besides the unique komodo, there are also deer (Cervus timorensis floresiensis), wild boar (Sus scrofa), ajag (Cuon alpinus javanicus), wild horse (Equus qaballus), wild buffalo (Bubalus bubalis), 2 species of sea turtles , 10 species of dolphins, 6 species of whales and dugongs are often seen in marine waters of Komodo National Park. Meanwhile, in the sea national park, in which becomes the potential of marine life, there were 253 types of coral and 1,000 species of fish such as barracuda, marlin, yellow tail, red snapper, baronang, and others.

Komodo National Park is a national asset which belongs to the Indonesian people who had the support of technical assistance to its management internationally, and has been designated as World Natural Heritage Site and Biosphere Reserve by UNESCO.

Savanna as Komodo’s Habitat

Many tourists come to visit the Komodo National Park. Most of the Tourists who visit the Komodo National Park are foreign tourists, where they know this national park with their own term "own world". As far as the eye could see there are field of savanna with a few tall palm trees that towered into the sky background of a series of hills and mountains, arid and barren impression on savanna, but crowd by some of the sound of birds and wild horses, and of course the Giant Lizard Reptile. Swimming and bathing under the hot sun and blue sea of Flores, is a world unto itself and the most unforgettable experience by the tourists.

Komodo National Park is finally selected as one of 28 finalists in a vote the Seven Wonders of Nature (New 7 Wonders of Nature) New7Wonders organization held on July 21, 2009. The other finalists are the natural attractions that have already been famous, like the Grand Canyon, Great Barrier Reef, and Amazon rain forest. In addition, there are also some objects that may not have heard before, such as Azerbaijan and Jeita Mud Mountain Grotto in Lebanon.

With the passage of the Komodo National Park, it means that only one more a final phase before the conservation area for the largest reptile in the world will become one of the New 7 Wonders of Nature. A panel of experts chose the 28 finalists from 77 nominees, which were selected in the first round of voting. Panel chaired by Federico Mayor, former Chairman of the Organization of Education, Culture, and Sciences of the United Nations (UNESCO), chose the finalists based on geographical balance, diversity, and its value for human life.

In an effort to win for "Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World". You can vote KOMODO Island as one of the New Seven Wonder of the World on Nature Category. Voting end at 11.11.11

Some intersting locations / attractions to be visited:
Loh Liang: The main entrance to the wildlife observation activities on monsoon forest, in which bordered by white sand beaches and cultural tourism.

Pulau Lasa, Red Beach, Loh Bo and Sebita: Diving and snorkeling with dive shop facilities and glass bottom boat.

Banu Nggulung: wildlife observation.

The best visiting season: March to June and October to December each year.

How to reach the location:
Denpasar-Mataram-Bima-Sape (travel overland and ferry) for two days. From Sape national park by ferry.
Denpasar-Labuan Bajo by plane in twice a week, and by ferry or speedboat from Labuan Bajo to the Park.

Office: Jl. Kasimo, Labuan Bajo
86 554 West Flores, East Nusa Tenggara
Indonesia
Tel. (0385) 41004, 41005
Fax. (0385) 41006
E-mail: tnkomodo@indosat.net.id


Issued: Minister of Forestry, 1990
Designated: Minister of Forestry Decree No. 306/Kpts-II/95
Area: 173,300 hectares
Defined ---
Location: Manggarai regency, East Nusa Tenggara Province
Indonesia

Temperature 17 ° - 43 ° C
Rainfall: 800-1000 mm / year
Altitude: 0-735 m asl
Geographical Location: 8 ° 23 '- 8 ° 50' S, 119 ° 22 '- 119 ° 49' east longitude


Source :
http://www.komodonationalpark.org
selengkapnya...

24 Februari 2011

Komodo Island is the New 7 Wonders of the World

For your information, "Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World" is a SEO contest using that title as the keyword ("Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World"). You can see the rule at http://contest.komodo.me/

NEW 7 Wonders of the World (N7W)


N7W is a program conducted by NewOpenWorld Corporation (NOWC) with New7Wonders trademark logo and all who are being subject unto the provisions of the Canton of Zurich / Switzerland law. NEW 7 Wonders updated the list of the 7 Wonders of the World with more recent concept by doing some kind of Polling / Voting (election). This kind of polling was popularized by a Canadian-Swiss, Bernard Weber, and organized and controlled by the New7Wonders Foundation which was founded in 2001 in Switzerland.

7 Wonders of the World refers to guidebook that are very popular in the Hellenistic era (Hellenistic period) which is around Alexander the Great era, around the 1st and 2nd BC. The book contains an explanation of a very charming and nice building. One of the guidebook is Antipater of Sidon and an observer book titled Philon of Byzantine that tells 7 Wonders of the World Around Mediterranean hemisphere. From the list of the book, only Gyza Pyramids (Great Pyramid of Giza) left.

The conquest of the Greece Kingdom to the various other hemisphere causing an easy access of journey to various regions such as the local colony of Egyptians, Persians, and Babylonians. This is led to the great knowledge of people to some great many buildings in the conquered areas which is then recorded in a summary book (Compendium). The book summary then is entitled "theamata" which means "things that must be seen" or "Things to be seen" or "must-sees." From the original Greek word "Efta thaumata kosmou tou" which means "Seven Wonders of the World" or "Seven Miracles of the world". This book is a summary guide (Guidebook) to have some kind of journey at that time. Every adventurer / explorer at that time has itheor own version of book, but one of the most popular enough is a summary of the book which is written in the form of poetry, is "Antipater of Sidon," which was made around year 140 BC (BCE).
I have gazed on the walls of impregnable Babylon along which chariots may race, and on the Zeus by the banks of the Alpheus, I have seen the hanging gardens, and the Colossus of the Helios, the great man-made mountains of the lofty pyramids, and the gigantic tomb of Mausolus; but when I saw the sacred house of Artemis that towers to the clouds, the others were placed in the shade, for the sun himself has never looked upon its equal outside Olympus.
- Antipater, Greek Anthology IX.58

There are so many versions of the book about the 7 Wonders of the World appears based on the explorers’ experiences and explorations. One other guidebook that is similar to the book of Antipater of Sidon, is Philon of Byzantium, which also mentions "The Seven Sights of the World". Even later, the Eighth Wonder of the World (8 Wonders of the World) also appears, though not so popular.

In the latest program of the New 7 Wonders of the World (N7W), voting / polling is made to choose the New7Wonders of Nature (7 Wonders of the World Category Nature. The campaign program itself will be begun at 2007 and will be ended on November 11, 2011 (11:11:11)



One of the finalists is from Indonesia, KOMODO ISLAND PARK which is inhabited by KOMODO as one of the ancient animals left and the largest lizard.

How to Select (vote) KOMODO as New 7 Wonder (7 New World Wonders of Nature category)

  1. Go to the url address of this new7wonder website (copy-paste this address):
    http://www.new7wonders.com/community/en/new7wonders/new7wonders_of_nature/voting
  2. select the seven natural sites/location, and choose KOMODO
  3. Click "continue to step 2"
  4. Fill your data including your email
  5. Click accept "terms and conditions"
  6. Enter the verification code as an image that appears on the screen.
  7. Click "register"
  8. Open your email
  9. Open the confirmation email from New7Wonder
  10. Click on the link provided in the email.
  11. Done.
Learn how to choose KOMODO as the New 7 Wonder



KOMODO NEEDS YOU!

As of this posting was made (draft), on February 16th, 2011, Lates Ranking Finalist (Finalist 7 Wonders of the World / new seven wonders), it can be seen that KOMODO is not included in 7 of the voting.

7 Finalists of 7 Wonders of the World :
  1. Kilimanjaro: 99.96%
  2. Mud Volcanoes: 99.84%
  3. Milfourd Sound: 99.78%
  4. Maldives: 99.66%
  5. Galapagos: 99.59%
  6. Black Forest: 99.58%
  7. Vesuvius: 99.53%
7 Latest Ranking of 7 Wonder of Nature per Feb 23rd, 2011 07.56 PM (WIB)
  1. Jeju Islan (Jejudo Korea)
  2. Amazon
  3. Great Barrier Reef
  4. Sundarbans
  5. Dead Sea
  6. Iguazu Falls
  7. Maldives
KOMODO dragon is on 8 position.

Why we choose (vote) KOMODO ISLAND to become the New 7 Wonders of the World?

KOMODO Features :
Because the Komodo Island has a distinctive place to live for animal like a Komodo dragon (Varanus komodoensis), which is:
  1. The world's BIGGEST LIZARD
  2. Suspected to have venom (the study itself is not yet ended)
  3. Its saliva contains 28 Gram-negative and 29 Gram-positive bacteria that cause deadly infection of the bitten victim. One of the dangerous bacterium is Pasteurella multocida which is very deadly, so that the Komodo commodity has anti-bacterial against the deadly bacteria.
  4. Animals which are protected by the Dutch Colonial Government since 1915
  5. Animals and their habitats (Komodo Island) are protected by the Government of Indonesia which is popular of the Komodo National Park.
  6. Included in the World Heritage Site by UNESCO since 1986.

Komodo Island is the NEW 7 Wonders of The World
The New 7 Wonders of the World is The Komodo Island

KOMODO ISLAND IS ONLY IN INDONESIA
IT IS NOT OTHER COUNTRIES’S BELONGING!
So you must vote for Komodo, our animal, our site.

Save the earth
with our heart

Sumber :
http://www.komodonationalpark.org
en.wikipedia.org/wiki/Komodo_dragon
id.wikipedia.org/wiki/Biawak_komodo
http://www.facebook.com/pages/Taman-Nasional-Komodo/112023892147427
http://en.wikipedia.org/wiki/Hellenistic_period
http://id.wikipedia.org/wiki/Tujuh_Keajaiban_Dunia
http://en.wikipedia.org/wiki/New_Seven_Wonders_of_the_World
http://en.wikipedia.org/wiki/Seven_Wonders_of_the_Ancient_World
http://en.wikipedia.org/wiki/Eighth_Wonder_of_the_World
http://en.wikipedia.org/wiki/New7Wonders_of_Nature
http://www.new7wonders.com
http://www.new7wonders.com/community/en/new7wonders/new7wonders_of_nature/latest_ranking

Target pemenangan SEO Contest Komodo.me result di
Google.com (66.249.89.99)
http://contest.komodo.me
selengkapnya...

21 Februari 2011

Taman-taman Nasional dan Masyarakat Indijenus: Kerjasama atau Konflik?

Taman-taman Nasional dan Masyarakat Indijenus:
Kerjasama atau Konflik?
Dua Kasus dari Sulawesi



Dengan semakin luasnya sistem kawasan lindung di Indonesia selama beberapa dekade yang lalu, peruntukan suatu kawasan hutan sering bertentangan dengan klaim-klaim sebelumnya dan kebutuhan masyarakat indijenus sekarang yang tinggal di hutan untuk mendapatkan mata pencaharian. Dua kasus dari Sulawesi membandingkan betapa bedanya pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam menangani konflik ini.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai luasnya mencapai 105.000 ha dan berada di Propinsi Sulawesi Tenggara. Taman nasional ini secara resmi dikukuhkan pada tahun 1990. Penduduk Morenene telah mengolah lahan yang ada di dalam taman tersebut turun-temurun, tetapi keputusan untuk mendirikan taman ini diambil tanpa melakukan konsultasi dengan penduduk Moronene atau menyinggung tentang penempatan kawasan adat masyarakat yang telah berlangsung lama. Dari tahun 1997 sampai akhir tahun 2000, penduduk menjadi korban tindakan pengusiran secara paksa yang di perintahkan oleh gubernur demi konservasi alam. Pada tahun 1997, aparat keamanan membakar 175 rumah dan menghancurkan perkebunan masyarakat. Pada tahun 1998, 88 rumah di bakar lagi dan 12 penduduk di ganjar hukuman penjara selama setahun. Belakangan ini, pada bulan november 2000 atas instruksi Laode Kaimuddin, 100 rumah dihancurkan lagi di tiga desa di Moronene meskipun ada protes tersebar luas tidak hanya dari kalangan LSM tetapi juga dari para pejabat kehutanan dan lingkungan di pemerintah pusat.

Suatu solusi yang lebih baik telah berhasil disiapkan antara Taman Nasional Lore Lindu dan penduduk Katu di Sulawesi tengah. Taman Nasional Lore Lindu luasnya sekitar 568.000 ha dan memiliki ekosistem yang beragam, mulai dari hutan hujan pamah dan hutan pegunungan yang lebat sampai berbagai lembah dataran berumput dan berawa di dataran tinggi. Katu merupakan sebuah desa kecil yang dihuni oleh 227 penduduk dimana lahan-lahan adat mereka berada di dalam taman nasional, saat kawasan ini didirikan secara resmi pada pertengahan tahun 1990-an.

Katu telah beberapa kali dipindahkan oleh orang-orang luar selama abad yang lalu. Pada tahun 1918, pemerintah penjajah Belanda memaksa penduduk ini untuk pindah ke kota Bangkeluho untuk membantu pengumpulan pajak, namun penduduk pindah kembali ke Katu pada tahun 1925. Pada tahun 1949, mereka dipaksa lagi untuk menetap kembali di Bangkeluho, kali ini oleh pemerintah Indonesia yang baru merdeka. Ketika penyakit epidemik melanda Bangkeluho pada akhir tahun 1950-an, penduduk ini sekali lagi kembali ke tanah leluhur mereka di Katu. Kehidupan mereka tidak di ganggu lagi sampai tahun 1970-an, saat pemerintah mengumumkan lahan mereka sebagai “Kawasan Konservasi Pengelolanan Hidupan Liar Lore Kalamanta,” dan mulai menekan mereka lagi untuk meninggalkan lahannya. Tekanan bertambah banyak pada tahun 1985 saat berbagai rencana diumumkan untuk menggabungkan kawasan mereka ke dalam Taman Nasional Lore Lindu yang direncanakan, dan tekanan selanjutnya bertambah saat Proyek Konservasi dan Pembangunan Terpadu di Sulawesi Tengah diluncurkan oleh pemerintah pada pertengahan tahun 1990-an, didukung oleh dana dari Asian Development Bank.

Katu menolak berbagai tekanan yang terus menerpa mereka untuk pindah, dan dengan bantuan para LSM lingkungan pada tahun 1998, mereka mengadakan suatu survei inventarisasi sumber daya alam di kawasan mereka, dan mendokumentasikan berbagai kegiatan pengolahan sumber daya alam mereka. Survei ini mengungkapkan suatu sistem budidaya pertanian yang kompleks dengan menggunakan lusinan varietas tanaman lokal, dan berbagai sistem pemanenan hasil hutan secara lestari yang telah di terapkan selama berabad-abad tanpa merusak hutan.

Pada bulan April 1999, Katu akhirnya memenangkan perjuangan panjang mereka untuk mempertahankan lahan leluhur mereka di saat pihak taman nasional yang berwenang mengeluarkan suatu surat resmi memberikan hak kepada masyarakat Katu untuk menetap di lahan mereka (1.178 ha) dan mengelolanya dengan menggunakan berbagai sistem tradisional dan pengolahan sumberdaya nenek moyang mereka. Dua faktor yang akhirnya menghasilkan keputusan ini adalah bukti ilmiah empiris yang benar dan menunjukkan bahwa berbagai kegiatan pengolahan sumber daya oleh masyarakat katu itu bersahabat dengan lingkungan dan bersifat lestari, dan kenyataan bahwa Katu mampu menghasilkan peta-peta rinci yang mendokumentasikan berbagai klaim tanah adat mereka dan dokumen lengkap berbagai sistem, tata guna lahan mereka. ABRI secara resmi mengakui hak mereka, Katu menjadi lebih vokal dan agresif dalam menentang dan melaporkan pembalakan ilegal dan berbagai perambahan lainnya oleh orang-orang dari luar ke dalam wilayah Taman Nasional, suatu masalah semakin berkembang di Lore Lindu.

Sumber :
“Morenene people forced out of national park.” Down to earth. No 48, Februari 2001 http://www.gn.apc.org/dte/48Ind.htm
“The End Of a Dream, The Begining of Hope : After more than 70 years of resistance , finally the Katu people gain legal recognition of their rights to life and manage their Adat lands.” Biodiversity Support Program – Kemala, Jakarta, Indonesia.
http://www.bsp-kemala.or.id/stories /stories8.htm
"NGOs protest forest looting in Lore Lindu National Park.” Jakarta Post, 29 Juni, 2001.

Sumber Utama :
Prospek Reformasi Kebijakan Hutan

Sumber gambar :
http://lorelindu.info/
selengkapnya...

20 Februari 2011

Contoh Surat Lamaran Kerja Perusahaan Swasta dan CPNS

Contoh Surat Lamaran Kerja Perusahaan Swasta dan CPNS kuposting untuk mengingat masa-masa lalu ketika mencari kerja di perusahaan swasta dan sebagian temenku melamar kerja di pemerintah ketika ada lowongan kerja CPNS. Temen-temen kuliahku dulu udah tersebar kemana-mana. Beberapa yang kutahu lokasinya ada di Washington, Canada, Inggris, Hongkong, Malaysia, Jakarta, Bandung, Batam, Padang, Pekanbaru, Duri, Dumai, Bengkalis, Sei Pakning, dll. Tetapi tidak semua temenku berhasil mendapatkan pekerjaan mapan, sebagian masih tinggal di kampungnya, sebagian hijrah ke Jawa, sebagian masih menetap di kota Padang.

Dulu nulis surat lamarannya dengan meminjam contoh surat lamaran kerja temen lain yang udah jadi. Makanya, surat lamaran tuh jadi mirip semua. Lha nyontoh dari seorang ke orang lain, ga pake diubah-ubah. Yang diubah cuma data diri doang. Jiaahahahahahaa..... Misalnya contoh surat lamaran kerja CPNS untuk keponakanku seperti di bawah ini :


Pekanbaru, ....................2011
K e p a d a
Yth. Bapak Gubernur/Walikota/Bupati
………………………………….
cq. Badan Kepegawaian Daerah
di
………………………………….
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a: attayaya
Tempat/Tanggal Lahir: …………………………………. / ……………………………..
Laki-laki / Perempuan: Laki-laki
A g a m a: Islam
Pendidikan: …………………………….
Alamat: Jl. Blogger no. 1 Dunia Maya
Bersama ini saya mengajukan permohonan untuk dapat diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Daerah Tahun 2011 di Lingkungan Pemerintah Propinsi/Kota/Kabupaten ................................ Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini saya sertakan kelengkapan berkas sebagai berikut :
1. Foto copy Ijazah terakhir sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan (dilegalisir pejabat yang berwenang);
2. Pas foto hitam putih terbaru ukuran 3 x 4 sebanyak 3 lembar;
3. Foto copy Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) dilegalisir pejabat yang berwenang;
4. Foto copy Kartu Tanda Penduduk dilegalisir Camat setempat
Demikian permohonan ini saya buat, selanjutnya besar harapan saya untuk dapatnya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintah ………………………………....
Hormat Saya,
Materai 6000
……………………………


contoh surat lamaran kerja perusahaan swasta



Pekanbaru, ....................2011
K e p a d a
Yth. Bapak Pimpinan PT. Bank Permata
Cabang Pekanbaru
cq. Bagian Personalia
di
Pekanbaru
Dengan Hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
N a m a: attayaya
Tempat/Tanggal Lahir: …………………………………. / ……………………………..
Laki-laki / Perempuan: Laki-laki
A g a m a: Islam
Pendidikan : ……………………………..
Alamat: Jl. Blogger no. 1 Dunia Maya
Bersama ini saya mengajukan permohonan lamaran kerja di perusahaan yang Bapak pimpin sesuai iklan yang terdapat di Koran Harian Riau Pos tanggal ................................ Sehubungan dengan hal tersebut, bersama ini saya sertakan kelengkapan berkas sebagai berikut :
1. Foto copy Ijazah terakhir sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan (dilegalisir pejabat yang berwenang) ;
2. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4 x 6 sebanyak 3 lembar;
3. Foto copy Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) dilegalisir pejabat yang berwenang;
4. Foto copy Kartu Tanda Penduduk
5. Fotokopi Surat Keterangan Kelakuan Baik dari Kepolisian Negara Republik Indonesia
6. Fotokopi Sertifikat Pelatihan Komputer
7. Daftar Riwayat Hidup dan Pekerjaan (Curriculum Vitae)
Demikian permohonan ini saya buat, selanjutnya besar harapan saya diberi kesempatan wawancara, dan dapat menjelaskan lebih mendalam mengenai diri saya seperti yang tersirat di resume (riwayat hidup), saya mempunyai latar belakang pendidikan, pengalaman, potensi dan seorang pekerja keras.
Hormat Saya,
Materai 6000
……………………………


Demikianlah Contoh Surat Lamaran Kerja CPNS dan Perusahaan Swasta yang pernah kubuat untuk keponakan yang mirip dengan surat lamaran kerja yang kubuat dahulu.

selengkapnya...

19 Februari 2011

Memperlakukan Alam Bagai Manusia

Memperlakukan Alam Bagai Manusia
Laporan PURNIMASARI, Bokor
purnimasari@riaupos.com



Kearifan puak Melayu memelihara alam sehingga lingkungan hidup di Riau telah lestari dalam rentangan ratusan tahun, adalah suatu hal yang layak diketahui. Semua itu berpunca pada pemakaian alam yang sebatas keperluan pribadi dan persukuan, tidak diolah massal dan cepat. Hari ini, dengan alasan modern, manusia telah melakukan pencemaran dan merusak alam dalam tempo beberapa tahun saja. Gundulnya hutan belantara, perairan tercemar, punahnya flora dan fauna bisa berbalik memberi ancaman pada umat manusia.

Bagaimana tetua puak Melayu memberi kearifan pada anak cucu dan kemenakannya agar menjaga dan memelihara alam lingkungan telah terkumpul dalam bidal, gurindam, pantun, talibun, syair, petatah-petitih, koba dan cogan-cogan kebijaksanaan yang jadi peneraju hidup dan penuntun berperilaku dalam tata nilai bagi orang Melayu. Ia penyelamat hidup, sekaligus penyelamat lingkungan itu sendiri.

Seperti ditulis UU Hamidy dalam bukunya Kearifan Puak Melayu Riau Memelihara Lingkungan Hidup (UIR Press, Januari 2001), kemampuan masyarakat adat Melayu memelihara lingkungan hidupnya, tak hanya sebatas memberi kemakmuran pada anak negeri. Budaya memakai lingkungan yang terkendali oleh adat (sehingga tak melampaui batas) telah membuat mereka punya kekayaan hutan tanah dengan flora fauna yang tak tepermanai nilainya. Ketika sumber-sumber itu diolah puak Melayu dengan panduan adat atau undang-undang yang islami dari kerajaan (di zaman dahulu), sejarah telah membuktikan, betapa negeri-negeri Melayu telah jadi daerah yang makmur dengan alam yang indah.

Masyarakat adat dengan norma-norma di bawah naungan lembaga adat yang dikemudikan pemangku adat ternyata mampu mengurus diri sendiri. Kesatuan masyarakat adat Melayu dalam bentuk kepenghuluan, pebatinan dan kenegerian ternyata dapat hidup sejahtera dengan memanfaatkan lingkungan alamnya.

Tetua Melayu masa silam sebenarnya punya pandangan yang jauh ke depan. Dengan membuat lingkungan hidup terpelihara, mereka telah menyelamatkan generasi di belakang. Mereka bukan orang yang egois, yang hanya memandang kepentingan dan kesenangan diri mereka. Dalam hal hutan tanah, pemangku adat Melayu telah membuat semacam tata ruang yang paling kurang ada empat bagian: rimba simpanan (rimba larangan), tanah kebun dan peladangan, rimba kepungan sialang dan tanah pekarangan. Dalam pemeliharaannya dipandu dengan bidal "kayu ditebang diganti kayu, rimba ditebang diganti rimba". Inilah ikhtiar merawat lingkungan yang tiada tandingannya.

Semua makhluk hidup mendapat tempat untuk hidup secara wajar dalam tata ruang masyarakat adat Melayu. Inilah kedaan semula jadi yang benar-benar bisa membuat orang merasa damai dan tenteram sebab semuanya adalah pancaran kasih sayang Tuhan yang bisa menggugah hati untuk memelihara baik-baik serta membuka jalan untuk bersyukur dan mengabdi pada Sang Khalik.

Orang Melayu tradisional telah memperlakukan alam bagaikan manusia, sehingga ada sentuhan emosi dalam hubungan manusia dengan alam. Agama memberi panduan hidup dan mati, adat mengawal hidup mulia, sedangkan resam (tradisi) membuat hubungan harmonis dengan alam. Ketika manusia menanggalkan itu semua, maka akan datang bencana. Semula terhadap lingkungan hidup tapi kemudian kerusakan itu berbalik mengancam manusia sendiri. Islam, adat dan resam adalah bingkai yang paling mangkus dalam pelestarian lingkungan alam.

Kini, hutan belantara puak Melayu telah tercabik-cabik dilanyau Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Hutan, tanah dan sungai yang selama ini jadi ‘gudang’ bahan baku kebudayaan Melayu telah dieksploitasi hingga punah-ranah dan mendatangkan bencana ekologis. Ia berlindung dalam modus kebijakan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan telah menjadi ‘jalan pedang’ bagi perusahaan-perusahaan besar. Kesatuan masyarakat adat yang pernah otonom dan indah itu kini berkecai. Sementara warga masyarakat adat jatuh miskin jadi kuli, suatu lapangan pekerjaan yang paling hina dalam pandangan orang patut (ulama, pemangku adat dan tokoh tradisi) Melayu masa silam. Lembaga adat sudah lama disingkirkan dan pemangku adat sering diperalat untuk mengkhianati masyarakatnya sendiri.

Puak Melayu masa silam telah berbuat arif memelihara hutan tanah, daratan dan lautan. Jika kearifan itu tidak didedahkan, generasi budak-budak Melayu kini bisa salah paham, sehingga mereka beranggapan leluhur mereka adalah orang yang rakus dan ceroboh terhadap lingkungan, karena mereka lihat betapa rimba belantara dan lautan telah rusak binasa. Kearifan inilah yang seharusnya bisa jadi bahan bandingan, sumber gagasan dan bahan rencana bagi para pemimpin yang memang ingin meninggalkan jasa. Hanya dengan pemahaman yang memadai serupa itu, dapat dibuat perhitungan yang baik, sehingga masyarakat tidak makin tertindas.

Kita perlu pemimpin yang arif untuk menyelamatkan medan kehidupan dari bencana kerusakan lingkungan. Tanpa kearifan, manusia hanya dapat kesenangan semu. Pemimpin masyarakat adat puak Melayu masa silam telah memandang jabatan sebagai medan juang yang harus meninggalkan jasa untuk dikenang zuriat di kemudian hari. Sebagaimana kata Raja Ali Haji, pengarang Riau yang piawai itu dalam ikat gurindamnya, "hendaklah berjasa kepada yang sebangsa". Jika tidak, kearifan itu hanya akan hanyut dalam rangkaian pantun dan gurindam.

Kini, salah satu bukti kearifan lokal yang jenius itu masih bisa ditemukan di Bokor. Inilah saksi bagaimana Melayu membangun peradaban. Inilah spirit menjaga alam yang harus tetap digemuruhkan, jika Riau memang ditahbiskan sebagai salah satu paru-paru dunia. Inilah anugerah yang harus menjadi titik balik kita untuk kembali menghargai alam.

Menyelamatkan dunia dari Riau. Inilah obor dari Bokor. Suluh yang harus senantiasa dijaga apinya. Namun, jika para pemegang teraju kepemimpinan hanya berpikir sebatas kerongkongan, alamat padamlah ia. Maka, obor dari Bokor, jangan sampai teledor…***

Artikel lainnya :
Ekspedisi Hulu Sungai Bokor
Fiesta Bokor Riviera 2011
Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat
Herba Kembang Bokor
Peta Hutan Kabupaten Meranti Propinsi Riau
Tahun Baru Imlek di Selat Panjang
Bangunan Tua Kota Selatpanjang
Kearifan Lokal Memelihara Kampung di Pulau Ransang, Meranti : Obor dari Bokor
Unsur Mitos dalam Pelestarian Alam
Memperlakukan Alam Bagai Manusia

selengkapnya...

16 Februari 2011

Unsur Mitos dalam Pelestarian Alam

Unsur Mitos dalam Pelestarian Alam
Laporan PURNIMASARI, Bokor
purnimasari@riaupos.com


Riau Pos berkesempatan melihat ‘bela’ kampung pada Senin (3/1) lalu di Bokor. Menurut Penghulu Desa Bokor, Iriyanto Abdullah, ‘bela’ kampung ini dilakukan dua tahap. Pertama, buang ancak yang dilaksanakan pada Kamis (30/12/2010). Kemudian ratib saman tiga hari berturut-turut sejak Ahad (2/1) hingga Selasa (4/1) dengan rute yang berbeda. Hari pertama, ratib dari Dusun Cempedak ke Dusun Durian. Hari kedua, dari Dusun Kelapa ke Dusun Durian. Hari ketiga, sama seperti hari kedua tapi beda tempat.

Pada Kamis (30/12/2010) pukul 8.00 WIB, penduduk membuat ancak dan sesajian. Ancak adalah media sesajian yang terbuat dari pelepah rumbia dan daun kelapa. Ancak biasanya berisi beras putih, daging ayam bakar, serta penganan tradisional seperti lepat dan kue koci (kue yang terbuat dari tepung beras, berbentuk segitiga dan di dalamnya ada inti dari kelapa dan gula). Semuanya dalam kondisi separo masak. Pukul 15.00 WIB, sesajian diletakkan ke ancak dan dibawa ke tempat melepas ancak di dua lokasi. Ketika ancak dibacakan mantera oleh bomo, anak-anak kecil disuruh mencangkung di bawah ancak yang dipercaya untuk buang sial. Selepas itu penduduk menaburkan bertih (beras yang sudah digonseng) ke dalam ancak.

Jumat (31/12/2010) pagi, warga mengambil air penawar ‘bela’ kampung di rumah bomo. Air penawar itu diminum dan dicampur dengan air mandi. Setelah itu mereka melakukan pantang selama tiga hari hingga Ahad (2/1) pukul 13.00 WIB. Pantangan itu di antaranya: tak boleh memotong kayu, tak boleh memetik daun, tak boleh menangkap ikan, tak boleh mengambil daun pandan dan tak boleh mengambil air di sumur umum untuk dibawa pulang. Air sumur, selama masa pantang, hanya boleh dipakai mandi.

Saat ‘bela’ kampung di Bokor pada Senin (3/1) lalu, semua pesertanya, kurang lebih 90 orang, adalah lelaki. Mereka berkumpul di jalan di depan rumah penduduk yang paling ujung. Sebelum berbaris dan memulai ratib saman keliling kampung, mereka membagi-bagikan bertih. Nanti, bertih ini akan dimasukkan ke wadah-wadah air yang diletakkan penduduk di atas kursi atau bangku pas di jalan masuk ke halaman mereka. Tak jarang, bersama wadah air ini penduduk menyedekahkan makanan berupa biskuit.

Perempuan dan anak-anak tak boleh keluar rumah apalagi melintas sepanjang ratib. Masyarakat percaya akan ada bala menimpa untuk orang yang melanggarnya. Di setiap simpang, para peserta ratib berhenti dan pemimpin ratib akan mengumandangkan azan lewat pengeras suara. Karena hanya diikuti para lelaki, ritus tua itu kini seolah-seolah bergeser hanya jadi milik kaum maskulin. Sepintas, mirip tradisi tua di Jepang yang juga cenderung berpusat pada kaum Adam (patriarch centric). Begitu para peserta ratib melewati rumah, barulah kaum perempuan dan anak-anak berani keluar rumah dan mengambil air yang sudah diberi bertih tadi. Air itu bisa direnjis-renjiskan ke rumah, diminum, atau dijadikan campuran air untuk mandi.

Selain untuk merawat kampung, ‘bela’ kampung juga bertujuan menghalau bala. Karena itu, zaman dulu, ‘bela’ kampung juga kadang diadakan setelah suatu desa mengalami musibah. Pengalaman serupa itu masih membekas di ingatan salah seorang warga Bokor, Sopandi. Menurutnya, di awal tahun 1990-an, daun-daun durian di Bokor banyak dihinggapi ulat. Melihat kejadian itu, penduduk Bokor melakukan ‘bela’ kampung. "Alhamdulillah, hingga saat ini, insya Allah belum ada musibah yang melanda kampung kami," ujar Sopandi.

Jika kita perhatikan, masih ada beberapa mitos yang dibungkus lewat cerita rakyat (folklore) yang kemudian dijadikan panduan. Inilah dongeng di mana jembalang dan mambang menjadi cameo-nya. Semaju apapun bangsa, tetap punya mitos walau mengalami demitologisasi. Oleh kita yang hidup hari ini, mitos itu mungkin kebanyakan tak masuk akal. Padahal, itu adalah hasil pengalaman ratusan tahun. Namun, unsur mitos adalah suatu teknik pelestarian alam dalam minda orang Melayu. Sehingga tak ada orang yang berani ceroboh memperlakukan alam di luar ketentuan adat resam Melayu dan panduan Islam yang lurus. Jadi, mitos hanya bersifat sementara, sebelum orang punya pikiran logis terhadap kelestarian alam. Walaupun, untuk dukun-dukun yang mengambil jalan kidal kadang digunakan untuk kepentingan irasional yang sangat terbatas. Jadi, puak Melayu menyimpan logika dalam mitosnya.

Pembuatan ancak dan sesajian adalah peninggalan zaman animisme. Namun itu tidak disembah oleh orang Melayu. Bahkan, di beberapa tempat di Meranti, pembuatan ancak dan sesajian sudah tak ada lagi. Yang tinggal hanya memasukkan bertih ke air.

Menurut budayawan Yusmar Yusuf, memasukkan bertih ke air bermakna mengharapkan berkah, rezeki, sekaligus simbol kemakmuran. Semua itu merupakan bagian dari penyusunan tanda-tanda suci (hierofany) karena setiap ritus selalu diikuti tanda-tanda suci. Dalam ‘bela’ kampung dimensi air (sungai atau laut) adalah pengharapan akan ikan yang banyak. Itu bisa terlihat pada ‘bela’ (semah laut) untuk terubuk di Selat Bengkalis yang diterajui pawang. Juga di Selat Asam di Desa Baran Melintang di Pulau Merbau, Meranti. Selain di Bokor, ‘bela’ sungai dan kuala juga di Sungai Suir, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Meranti. Konon, menurut cerita, sang pawang keturunan batin Suir berdiri di atas tubuh ikan pari yang timbul di tengah-tengah Sungai Suir.

"Semuanya menjaga keseimbangan manusia dan alam. Dengan menuju puncak bijak (wise) dan bajik (virtue). Kaidah-kaidah lokal yang kompromi dengan logika alam. Malah di era krisis energi dan perubahan iklim yang ekstrim, ihwal ini menjadi ‘cultural exercise’ (latihan kebudayaan) yang menarik dan testable (bisa diuji) untuk kehidupan yang nyaman (liveable)," ujar Yusmar yang juga anak jati Teluk Belitung, Meranti ini.

nb :
DEMIKIANLAH MELAYU DALAM MENJAGA KESEIMBANGAN ALAM.
Menjaga Hutan
Melestarikan hutan
Semuanya hancur oleh orang luar dan kebijakan pemerintah pusat yang tidak berperilingkungan-hidup.

Artikel lainnya :
Ekspedisi Hulu Sungai Bokor
Fiesta Bokor Riviera 2011
Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat
Herba Kembang Bokor
Peta Hutan Kabupaten Meranti Propinsi Riau
Tahun Baru Imlek di Selat Panjang
Bangunan Tua Kota Selatpanjang
Kearifan Lokal Memelihara Kampung di Pulau Ransang, Meranti : Obor dari Bokor
Unsur Mitos dalam Pelestarian Alam
Memperlakukan Alam Bagai Manusia

selengkapnya...

15 Februari 2011

Kearifan Lokal Memelihara Kampung di Pulau Ransang, Meranti : Obor dari Bokor

Kearifan Lokal Memelihara Kampung
di Pulau Ransang, Meranti
Laporan PURNIMASARI, Bokor
purnimasari@riaupos.com


Adat orang hidup beriman
Tahu menjaga laut dan hutan
Tahu menjaga kayu dan kayan
Tahu menjaga binatang hutan
Tebasnya tidak menghabiskan
Tebangnya tidak memusnahkan
Bakarnya tidak membinasakan


Siang yang cukup terik, tengah hari, di awal Januari. Para penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Ransang dari Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, sibuk mencari posisi yang strategis dalam boat pancung. Yang paling nyaman adalah duduk di bangku belakang, karena percikan air akibat hempasan haluan boat pancung akan sedikit berkurang. Sekitar 15 menit, boat pancung singgah ke Pelabuhan Peranggas, Desa Lemang, Kecamatan Ransang Barat untuk menurunkan pesisir. Letak Peranggas berhadap-hadapan dengan Tanjung Harapan. Jurumudi kemudian menyusuri Selat Air Hitam hingga bertemu kuala Sungai Bokor. Seketika, kawanan bakau (mangrove) yang terpelihara pun menyambut. Dari Selatpanjang ke Pelabuhan Bokor kurang lebih memakan waktu sekitar 30 menit.

Untuk sampai ke Bokor sebenarnya ada banyak jalan. Bisa lewat Bantar (ibukota Kecamatan Ransang Barat), Sialang Pasung, Tanah Kuning dan pelabuhan Kampung Jepun. Tapi umumnya adalah lewat Peranggas atau menyusuri sungai hingga ke pelabuhan Bokor. Jarak antara Peranggas ke Bokor kurang lebih 8 Km dan bisa ditempuh dengan sepeda motor.

Tiba di Bokor, suasana teduh pun menyapa. Jalan-jalan di kampung dicor semen dan cukup lebar. Pohon buah-buahan begitu mudah dijumpai. Mulai dari yang biasa seperti cempedak, manggis, jambu, langsat dan duku, hingga buah-buahan rimba yang sudah mulai langka seperti tampui, buah kundang (mirip anggur), paye (seperti salak tapi lebih kecil), pulas, lekop, sentul, semprung (seperti duku tapi agak besar) dan lain sebagainya. Batang-batang durian raksasa tumbuh di mana-mana, tinggi menjulang, menjilat angkasa. Nuansa rimba kian terasa ketika kicau burung dan bunyi selenging (iy’ang-iy’ang) menyelinap, menggelitik telinga.

Jika kita berjalan ke kampung-kampung lainnya di sekitar Bokor, maka lintasan-lintasan pemandangan yang dijumpai sungguh menyentuh dawai perasaan atau hati. Ada kebun getah, kelapa, kopi, pinang, kakao, saka, hingga taman padi yang permai diselingi panggung-panggung kecil tempat beristirahat. Kebun-kebun ini silih berganti dan kadang menyatu dalam sebuah komposisi yang unik ibarat sebuah lukisan. Kelapa bisa bersanding dengan padi. Pinang bisa berkawan dengan kopi. Bahkan, teras-teras rumah adalah huma padi. Sungguh persulaman-persulaman yang menenteramkan hati. Mirip patchwork (jahitan kain perca) yang meski main tabrak, campur aduk, namun tetap jelita. Hanya tangan lasak nan piawai yang sanggup menaklukkannya.

Hebatnya, semua komoditas itu berukuran serba jumbo. Semua terasa sanggam karena tanah yang dikawal sungai dan selat ini sangat subur sebab bersemenda dengan air masin. Pendek kata: kemari jadi, apapun ditanam, hasilnya takkan risau hati. Inilah cuplikan-cuplikan pemandangan alam semula jadi yang sungguh membuat takzim.

Di sepanjang jalan di kampung-kampung, penduduk menjemur pinang dan kopra. Kalau banyak, ia disusun di para-para di pekarangan rumah. Namun tidak diserakkan begitu saja. Buah pinang yang telah dibelah disusun dalam shaf-shaf yang rapi, pertanda yang melakukannya memang bertolak dari pangkal hati. Para perempuan mengumpulkan daun pandan untuk dibuat tikar. Budak-budak tertawa gembira bermain air di parit-parit besar yang membelah kampung mereka.

‘Bela’ Kampung, Sebuah Ritus Tua


Uniknya, masyarakat Bokor masih menegakkan tradisi ‘bela’ kampung. Dalam helat itu, penduduk melakukan ratib saman (berzikir) sambil berjalan keliling kampung. Tradisi ‘bela’ kampung sebenarnya dikenal hampir di semua tempat di Riau. Dalam dialek puak Melayu di daratan biasanya diucapkan dengan kata bolo. Artinya merawat, memelihara. Bedanya, biasanya ratib saman hanya dilakukan dalam surau atau masjid. Biasanya, ratib saman ini dilakukan orang-orang tarikat dengan maksud tolak bala, menghindarkan malapetaka dari kampung. Karena itu ia disebut juga ratib berjalan atau ratib tolak bala. Ini adalah sebuah ritus tua, tradisi yang sudah sangat lama. Paling akhir diperkirakan hanya ada sekitar tahun 1940-an.

Menurut wakil ketua panitia ‘bela’ kampung, Khaidir, ritual ‘bela’ kampung di Bokor sebenarnya juga sudah lama tak dilaksanakan, lebih kurang ada 17 tahun.
Kini kita coba adakan lagi untuk memacu semangat generasi muda bahwa pentingnya pelestarian budaya serta agar jauh dari bala petaka. Karena insya Allah akan diadakan sebuah helat besar di Bokor pertengahan tahun ini, dari hasil rapat dengan penduduk, diputuskan kita harus ‘bela’ kampung dulu. ‘Bela’ kampung sebenarnya ada dua versi, yakni secara adat dan syarak. Secara adat dilakukan dengan membuat sesajian di ancak dan yang secara syarak dilakukan dengan ratib saman keliling kampung," ujar Khaidir yang juga wakil ketua Badan Pembangunan Desa itu.

Menurut salah seorang tetua masyarakat Bokor, Uzir (42), tradisi ‘bela’ kampung dengan ratib saman keliling kampung adalah sebuah tradisi tua dan dulu dilakukan hampir di seluruh daerah di Kepulauan Meranti. Namun seiring perkembangan zaman, hal itu sudah makin jarang dilakukan bahkan nyaris tak ada lagi.

Semasa ia kecil dulu, kenang Uzir, jumlah penduduk yang melakukan ‘bela’ kampung jauh lebih besar. Yang ikut tak hanya puak Melayu, tapi juga Jawa, Banjar dan Bugis. Ketika itu, ‘bela’ kampung tak cuma dilakukan di darat, tapi juga di sungai atau laut. Untuk ‘bela’ kampung di laut, mereka membuat gambar orang-orangan dari pelepah rumbia yang kemudian dihanyutkan ke sungai. "Kalau ‘bela’ kampung yang di laut, sampan-sampan diatur sedemikian rupa lalu diberi galang-galang dari papan sehingga antara sampan ke sampan saling berhubungan. Nanti, bomo (dukun) akan menari-nari di atas papan itu sampai ia serap (macam kerasukan, red). Kadang, ada juga yang sebelum ke sungai, bomo menari di atas dulang yang ada bara api," tutur Uzir.

Kini, lanjut Uzir, ‘bela’ kampung di laut tak lagi dilakukan karena bomo laut sudah tak ada. Meski anak sang bomo laut ramai, ternyata tak ada yang mewarisi ilmu sang ayah. Yang masih hidup hanyalah bomo darat yang akrab disapa Aki Jamil yang kini sudah berusia 80 tahunan. Meski umur sudah uzur, Aki Jamil hingga kini masih jadi bomo. Dengan kondisi tubuhnya yang sudah bungkuk, ia masih bisa membaca mantera-mantera. Dalam aturan mainnya, bomo darat tak bisa melakukan ‘bela’ kampung di laut, begitu pula sebaliknya. "Dulu, ‘bela’ kampung juga diikuti perempuan. Yang paling berat adalah yang di laut. Karena penduduk akan berkumpul di kuala Sungai Bokor dan kemudian terjun ke laut. Mereka mengambil akar-akar kayu yang ada di kuala sungai lalu dibawa pulang untuk dijadikan obat," ungkap Uzir.

Dikatakan Uzir, sebenarnya, semua penduduk boleh ikut ‘bela’ kampung. Syaratnya, sudah akil baligh, berwudhu dan bersih dari hadas kecil dan hadas besar. Di hulu Sungai Bokor yang merupakan kampung tua dekat Sarang Burung dan Sengelir, penduduknya melakukan ‘bela’ kampung ketika buah-buahan sudah mulai masak. Hanya, mereka tak membuat ancak dan ratib saman cukup dilaksanakan di surau. Itu masih dilakukan hingga kini. Uniknya, meski sudah masak, buah-buahan yang ada di sana tak boleh dihabiskan semuanya oleh manusia, tapi harus disisihkan beberapa agar bisa dimakan hewan.

"‘Bela’ kampung dilakukan untuk menghindari gangguan makhluk halus dan syetan. Dengan adanya ‘bela’ kampung, diharapkan semua jenis tanaman terhindar dari penyakit. Karena itu ‘bela’ kampung ini boleh diteruskan. Sebab kalau dari sekarang kita sudah mengembangkan tradisi, anak-anak kita di kemudian hari insya Allah takkan lupa. Mungkin bisa saja dilakukan sekali setahun saat tahun baru Islam," tutur Uzir.

Warga Bokor lainnya, Om Bay (40) juga menilai bagus diadakannya kembali ‘bela’ kampung. "Ini sebenarnya sudah tradisi desa kami puluhan tahun lalu untuk menghindari bala. Masa saya kecil dulu, waktu orang sedang berzikir tu, kita tak boleh terserempak (berhadapan), juga tak boleh keluar rumah karena dianggap tak baik," kenang Om Bay.


Artikel lainnya :
Ekspedisi Hulu Sungai Bokor
Fiesta Bokor Riviera 2011
Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat
Herba Kembang Bokor
Peta Hutan Kabupaten Meranti Propinsi Riau
Tahun Baru Imlek di Selat Panjang
Bangunan Tua Kota Selatpanjang
Kearifan Lokal Memelihara Kampung di Pulau Ransang, Meranti : Obor dari Bokor
Unsur Mitos dalam Pelestarian Alam
Memperlakukan Alam Bagai Manusia






selengkapnya...

14 Februari 2011

Lestari Alamku

Lestari Alamku

Lestari Alamku Lestari Desaku
Dimana Tuhanku Menitipkan Aku
Nyanyi Bocah-bocah Di Kala Purnama
Nyanyikan Pujaan Untuk Nusa

Damai Saudaraku Suburlah Bumiku
Kuingat Ibuku Dongengkan Cerita
Kisah Tentang Jaya Nusantara Lama
Tentram Kartaraharja Di Sana

Reff:
Mengapa Tanahku Rawan Ini
Bukit Bukit Telanjang Berdiri
Pohon Dan Rumput Enggan Bersemi Kembali
Burung-burung Pun Malu Bernyanyi

Kuingin Bukitku Hijau Kembali
Semenung Pun Tak Sabar Menanti
Doa Kan Kuucapkan Hari Demi Hari
Kapankah Hati Ini Kapan Lagi

Lagu Lirik Lestari Alamku : Gombloh




Animasi Video oleh
Faisal Azmi Ardhika
SMK 2 Wonosobo
Trampil Production

selengkapnya...

12 Februari 2011

Kumpulan peribahasa Indonesia

Kumpulan peribahasa Indonesia kuposting hanya untuk mengingat pelajaran bahasa Indonesia waktu SD, SMP dan SMA. Halaaaah kok aku malah ingat ma guru bahasa Indonesia-ku waktu SD dulu aja ya? Guru yang di SMP dan SMA kok malah aku lupa. wadoooowwww.... maaf daku guruku yang baik. Sebelumnya aku juga pernah memosting tentang PALINDROME yaitu tentang kalimat yang dbaca bolak-balik sama aja.

Wikipedia menjelaskan :
Peribahasa (bahasa Inggris: proverb) adalah ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, pepatah. Beberapa peribahasa merupakan perumpamaan yaitu perbandingan makna yang sangat jelas karena didahului oleh perkataan seolah-olah, ibarat, bak, seperti, laksana, macam, bagai, dan umpama.

A proverb (from Latin: proverbium) is a simple and concrete saying popularly known and repeated, which expresses a truth, based on common sense or the practical experience of humanity. They are often metaphorical. A proverb that describes a basic rule of conduct may also be known as a maxim. If a proverb is distinguished by particularly good phrasing, it may be known as an aphorism.

Sedangkan, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pribahasa adalah :
pe·ri·ba·ha·sa n 1 kelompok kata atau kalimat yg tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dl peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan); 2 ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku

Contoh Peribahasa dalam bahasa Inggris

Haste makes waste
Birds of a feather flock together.
A stitch in time saves nine.
Ignorance is bliss
Musn't cry over spilt milk.
You can catch more flies with honey than you can with vinegar.
You can lead a horse to water, but can't make him drink.
Those who live in glass houses shouldn't throw stones.
A Bird in a hand is worth two in a bush.
What's begun is half done.
dari : wikipedia

contoh pribahasa Indonesia

"Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh"
"Air beriak tanda tak dalam"
"Angan-angan mengikat tubuh"
"Apa yang ditabur itulah yang tuai'"
"Apa yang ditanam itulah yang tumbuh"
"Api kecil baik padam"
"Api padam puntung hanyut"
"Api padam puntung berasap"
"Ayam bertelur di atas padi mati kelaparan"
"Ayam hitam terbang malam"
"Ayam menang kampung tergadai"
"Ayam ditambat disambar elang"
"Ayam putih terbang siang"
"Bagai inai dengan kuku"
"Bagai kacang lupa akan kulitnya"
"Bagai jampuk kesiangan"
"Bagai kambing dihela ke air"
"Bagai kambing harga dua kupang"
"Bagai keluang bebar petang"
"Bagai katak dalam tempurung"
"Cacing menjadi ular naga"
"Condong yang akan menimpa"
"Digantung tak bertali"
"Disisih sebagai antah"
"Di atas langit masih ada langit"
"Enau sebatang dua sigainya"
"Embacang buruk kulit"
"Geleng serupa cupak hanyut"
"Getikkan puru dibibir"
"Harimau mengaum takkan menangkap"
"Hati bagai baling-baling"
"Hulu malang pangkal celaka"
"Itik diajar berenang"
"Ikan terkilat jala tiba"
"Jadilah orang pandai bagai padi yang merunduk"
"Jawi hitam banyak tingkah"
"Jatuh ke tilam empuk"
"Jerat halus kelindan sutera"
"Jung pecah hiu kenyang"
"Jung satu nakhoda dua"
"Jual emas beli intan"
"Kaki naik kepala turun"
"Kalau mandi biarlah basah"
"Kapal besar ditunda jongkong"
"Karena mulut badan binasa"
"Karam sambal oleh belacan"
"Laksana garam dengan asam"
"Lonjak seperti labu dibenam"
"Lidah bercabang bagai biawak"
"Lubuk akal tepian ilmu"
"Lubuk alam tepian bumi"
"Malu berdayung hanyut serantau"
"Mati rusa karena tanduknya"
"Mandi dengan air secupak"
"Mulut manis mematahkan tulang"
"Nibung bangsai bertaruk muda"
"Nasi sudah menjadi bubur"
"Nyamuk mati gatal tak lepas"
"Ombak yang kecil jangan diabaikan"
"Orang yang runcing tanduk"
"Padi ditanam tumbuh lalang"
"Pekak-pekak badak"
"Pelanduk ditengah cerang"
"Racun diminum haram tak mabuk"
"Rumah besar perabung perak"
"Rebung tiada jauh dari rumpunnya"
"Seayun bagai berbuai"
"Sebab buah dikenal pohonnya"
"Sebagai abu di atas tanggul"
"Sebagai anjing terpanggang ekor"
"Sudah makan baru bismillah"
"Sudah masuk kedalam mulut harimau"
"Sudah seayun bagai berbuai"
"Tak berorang diair"
"Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit"
"Tuah tidak dapat direjan-rejan"
"Udang hendak mengatai ikan"
"Udang tak tahu dibungkuknya"
"Ujung jari sambungan lidah"
"Walau kecil tampak kalau besar tak tampak"
"Yang secupak takkan jadi segantang"


Sangat banyak peribahasa Indonesia, karena Indonesia kaya dengan suku dan juga bahsanya. Sehingga ada peribahasa Melayu, peribahsa Minang, peribahasa Jawa, peribahasa Sunda, peribahsa Batak, peribahasa Bugis, Peribahasa Ambon, peribahasa Banjar, dan lain sebagainya. Semuanya menjadikan bangsa Indonesia yang sangat kaya ragam bahasa. Jika semuanya dikumpulkan, bisa menjadi suatu Kumpulan peribahasa Indonesia. Perlu pemberian contoh yang lebih banyak agar murid SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa tentang pribahasa Indonesia sehingga pembicaraan mereka tidak nglantur kemana-mana dengan bahasa gaul yang ga jelas. Selain itu juga pelajaran puisi sebagai pelajaran lainnya agar menambah "rasa" pada hati mereka serta kreatifitas dan daya pikirnya semisal Puisi Cinta Anak Mahasiswa Akuntansi dan SMA.



selengkapnya...

11 Februari 2011

BLOGGER BERTUAH PEKANBARU SUMBANGKAN BUKU KE MASYARAKAT TANJUNG SAMAK

HIBAH SEJUTA BUKU ALA BLOGGER
BLOGGER BERTUAH PEKANBARU SUMBANGKAN
BUKU KE MASYARAKAT TANJUNG SAMAK


Empat orang anggota Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru mengadakan perjalanan ke Tanjung Samak, Kab. Kepulauan Meranti, Propinsi Riau untuk mengantarkan buku-buku sumbangan dalam kegiatan Hibah Sejuta Buku ala Blogger. Keempat anggota yang terdiri dari Dian Aismana, Prima Wahyudi, Ridho Faldana dan M Rizqi Khaizir ini berangkat sore tadi (10/12) dengan menggunakan KM Jelatik dari Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru.

Program hibah sejuta buku ini telah berlangsung sejak setahun lalu. Dan baru saat ini mendapat kesempatan untuk menyalurkan buku-buku tersebut. Kami mendapat sumbangan ratusan buku dari anggota komunitas, masyarakat, dan teman-teman Blogger dari seluruh Indonesia. Buku-buku yang disumbangkan sebagian besar berupa buku-buku pengetahuan umum dan agama. Selain itu juga ada buku-buku cerita anak, komik dan beberapa majalah.

Pemilihan Tanjung Samak sebagai tempat yang menerima bantuan buku-buku tersebut adalah karena pertimbangan bahwa masyarakat di sana sangat kesulitan mendapatkan informasi melalui bahan-bahan bacaan seperti buku. Informasi ini didapat saat Prima Wahyudi yang menjadi penggagas program ini mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) disana. Saat itu dia melihat bahwa ternyata masyarakat di sana sangat kekurangan bahan-bahan bacaan. Karena itu dia berinisiatif untuk mengajak teman-teman khususnya blogger untuk menyumbang buku kepada masayarakat di sana.

Kami dari komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru menyadari bahwa masih banyak daerah-daerah di Riau ini yang kesulitan mendapat bahan bacaan. Karena itu kami berharap bisa melanjutkan kembali program ini, dengan sasaran daerah lainnya.

Program ini merupakan bentuk kepedulian komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru terhadap penyebaran informasi kepada masyarakat-masayarakat di daerah-daerah terpencil. Kami hanya menggagas, selanjutnya berhasil atau tidaknya program ini tentunya tergantung kepada peran serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam program ini.

Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi mendukung program ini. Semoga buku-buku yang disumbangkan menjadi berkah dan manfaat bagi masyarakat di sana.

Salam,
Komunitas Blogger Bertuah
Pekanbaru



Taufik Asmara
Ketua


HIBAH SEJUTA BUKU ALA BLOGGER

Itulah release berita untuk RiauPos Onlilne, Tribun Pekanbaru, Berita Terkini Asia, atas pelaksanaan HIBAH SEJUTA BUKU ALA BLOGGER. Walaupun agak terlambat dari jadwal pertama yang telah ditetapkan karena berbagai kendala dana transportasi dan waktu, akhirnya Blogger Bertuah dapat melaksanakan sumbangan buku ini. Pelaksanaan pemberangkatan buku hibah hari ini (Kamis 10 Feb 2011) pun hampir batal karena salah satu Tim Eksekutor mendapat kemalangan. Beitu banyak sumbangan buku yang diterima dari blogger-blogger lain, mulai dari Irian bahkan dari Malaysia.

Dua orang penyumbang yang kuketahui adalah Anazkia (anazkia.blogspot.com) dan Elpa Aura (elpa-aura.blogspot.com), 2 blogger Malaysia yang aseli Indonesia. Penyumbang lainnya (termasuk F2 Fanny dan Fanda) aku lupa karena data lengkapnya ada pada Datuk Bertuah.

HIBAH SEJUTA BUKU ALA BLOGGER
oleh blogger
dari blogger
untuk Indonesia







Perencana awal :
Prima Wahyudi

Tim Eksekutor :
Dian Aismana = www.duosmith.com
Prima Wahyudi = www.sungaikuantan.com
Ridho Faldana = www.yourgadgets.net
M Rizqi Khaizir = www.wakrizki.net

Batal berangkat :
Boejang Senang = www.antarberita.com
(karena pagi tadi abangnya meninggal dunia di Bengkalis, Innalillahi wainna ilaihi rojiun, semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Komunitas Blogger Bertuah turut berduka cita)

Tukang antar ke pelabuhan :
attayaya = www.attayaya.net
fahrizal = www.djemari.org
Bang fiko = www.pojokphoto.com
maryo = www.pirawa.web.id

Pendukung :
Seluruh anggota Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru
Seluruh Blogger yang telah berpartisipasi

UCAPAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA BAGI SELURUH BLOGGER YANG TELAH BERPARTISIPASI MENYUMBANG DAN MENDUKUNG KEGIATAN INI

SALAM BLOGGER INDONESIA



LAPORAN TERBARU VIA FACEBOOK :
dari user : 'Bang Ais
foto depan KM Jelatik menuju Selat Panjang
fotonya ngambil sore hari neh, uploadnya jam 7 malam
pemeran : Datuk dan Embun





selengkapnya...

10 Februari 2011

Puisi Cinta Anak Mahasiswa Akuntansi dan SMA

Puisi Cinta Anak Mahasiswa Akuntansi merupakan postingan lama yang telah dipublish di blog ini pada tanggal 07 Mei 2009 dengan judul "Accounting Love Problems" beralamat http://www.attayaya.net/2008/06/accounting-love-problems.html.
Mengingat : Telah melakukan publish untuk Puisi Cinta Kahlil Gibran.
Menimbang : Mengingat kembali postingan lama
Memutuskan : Memposting ulang artikel tersebut bersempena Puisi Cinta Romantis Sejati.

I LUV U
Aku akan meng-CREDIT cintaku padamu,
bila kamu men-DEBIT untukku cintamu.
Aku akan mencatat TRANSAKSI asmara kita dalam sebuah JOURNAL,
dan mem-POSTING-nya ke dalam NERACA hatiku.

Aku akan menyesuaikan sebuah ACCOUNT cintamu berdasarkan DOUBLE ENTRY.
Dengan cara ini kamu akan tahu BALANCE CREDIT atau DEBIT serta AMOUNT dari cintaku padamu.
Kemesraan kita tercatat dalam WORKSHEET.
Kadang perlu kita lakukan ADJUSTING ENTRIES untuk menjaga cinta kita tetap kokoh.

TRIAL BALANCE memperlihatkan bahwa kita serius satu sama lain,
sebab TOTAL dari cinta kita ternyata satu dan sama.
Maka kita lakukan CLOSING ENTRIES saat kita setuju untuk menikah.
Kita sama-sama berjanji untuk tidak melakukan PRIVE dan WITHDRAW tanpa persetujuan masing-masing pihak.
Kita juga akan selalu SAVING seluruh MODAL.

PROFIT dan LOSS STATEMENT menyatakan apa yang telah terjadi kemudian,
mari bersama-sama kita lihat BALANCE SHEET kita,
apa saja ASSETS dan LIABILITIES kita.
Yaaaaa ampun….. ternyata sudah selusin anak kita. Ternyata juga bahwa saat kita membuat anak menggunakan gaya model STRAIGHT-TABLE dan bukan T-TABLE.

Habis lagian lupa di-AUDIT sih…..
Walaupun AKTIVA kita sama dengan PASSIVA.

Hasilnya bisa berkonsultasi dengan anak mahasiswa Kedokteran dengan menggunakan USG ultasonografi pada kehamilan.



PUISI CINTA ANAK SMA JURUSAN KIMIA DAN FISIKA

Archimedes dan Newton tak akan mengerti
Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc^2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku...

Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro...

Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto
saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular
yang tak terbatas...

Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat
menandingi hukum kekekalan di antara kita

Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita...

Saat aku bertemu dengan eksponen jiwamu,
sinus kosinus hatiku bergetar
Membelah rasa

Diagonal-diagonal ruang hatimu
bersentuhan dengan diagonal-diagonal bidang hatiku

Jika aku adalah akar-akar persamaan
x1 dan x2
maka engkaulah persamaan dengan akar-akar
2x1 dan 2x2

Aku ini binatang jalang
Dari himpunan yang kosong
Kaulah integrasi belahan jiwaku
Kaulah kodomain dari fungsi hatiku

Kemana harus kucari modulus vektor hatimu?
Dengan besaran apakah harus kunyatakan cintaku?

kulihat variabel dimatamu
Matamu bagaikan 2 elipsoid
hidungmu bagaikan asimptot-asimptot hiperbola
kulihat grafik cosinus dimulutmu

modus ponen.... podue tollens....
entah dengan modus apa kusingkap
logika hatimu.....
Beribu-ribu matriks ordo 2x2 kutempuh
Bagaimana kuungkap adjoinku padamu

kujalani tiap barisan geometri yang tak hingga jumlahnya
tiap barisan aritmatika yang tak terhitung...

Akhirnya kutemui determinan matriks hatimu
Tepat saat jarum panjang dan pendek
berimpit pada nilai "phi"

dari http://archive.kaskus.us/thread/4793025


Sumber Accounting Love Problems :
http://www.attayaya.net/2008/06/accounting-love-problems.html
Sumber utamanya tidak jelas dari majalah mana
selengkapnya...

09 Februari 2011

Puisi Cinta Romantis Sejati

Banyak orang mengetahui bahwa Puisi Cinta banyak dihasilkan oleh para Pujangga dan Penyair, salah satunya adalah Kahlil Gibran (Khalil Gibran atau Gibran Khalil Gibran جبران خليل جبران atau جبران خليل جبران بن ميخائيل بن سعد Gubran Khalil Gubran bin Mikhā'īl bin Sa'ad). Seniman, Penyair dan Penulis ini meninggal di New York 10 April 1931. Terlahir di Basyari, Libanon (dahulu masuk Propinsi Suriah Khalifah Turki Utsmani) pada tanggal 6 Januari 1883 dan menghabiskan masa hidupnya dengan berkarya di Amerika Serikat. Keluarga Gibran menganut agama katholik-maronit. Bersama ibu dan dua adik perempuannya, pindah ke Boston Massachussets Amerika Serikat pada umur 10 tahun (1893). Gibran kembali ke Beirut tahun 1898 dan bersekolah di Madarasah Al-Hikmah sampai dengan 1901. Lalu berpindah-pindah antara Paris dan Boston. Karya pertamanya "Spirits Rebellious" ditulis di Boston yang berisi 4 cerita sindiran keras terhadap pejabat korup. Akibatnya ia diasingkan dari Gereja Manorit, tetapi oleh Kaum Asia Barat yang tertindas, tulisannya dianggap sebagai suatu pencerahan, harapan baru dan suara pembebasan.

Postingan ini dibuat mengingat temenku saat Kuliah Kerja Nyata dulu sangat menyukai Puisi Cinta Khalil Gibran versi Indonesia. Temenku juga sangat menyukai kata-kata romantis Gibran. Katanya, inilah kata-kata dari pria sejati. Ntahlah.... Sangat banyak karya Kahlil Gibran baik dalam bahasa Arab maupun Inggris. Gibran juga seorang pelukis. Pernah melukis Abu Nawas (Abu Nuwas) di bulan Juni 1916.

Kahlil Gibran on Love... (tentang Cinta)
Then said Almitra, "Speak to us of Love."
And he raised his head and looked upon the people, and there fell a stillness upon them. And with a great voice he said:
When love beckons to you follow him,
Though his ways are hard and steep.
And when his wings enfold you yield to him,
Though the sword hidden among his pinions may wound you.
And when he speaks to you believe in him,
Though his voice may shatter your dreams as the north wind lays waste the garden.
For even as love crowns you so shall he crucify you. Even as he is for your growth so is he for your pruning.
Even as he ascends to your height and caresses your tenderest branches that quiver in the sun,
So shall he descend to your roots and shake them in their clinging to the earth.
Like sheaves of corn he gathers you unto himself.
He threshes you to make you naked.
He sifts you to free you from your husks.
He grinds you to whiteness.
He kneads you until you are pliant;
And then he assigns you to his sacred fire, that you may become sacred bread for God's sacred feast.
All these things shall love do unto you that you may know the secrets of your heart, and in that knowledge become a fragment of Life's heart.
But if in your fear you would seek only love's peace and love's pleasure,
Then it is better for you that you cover your nakedness and pass out of love's threshing-floor,
Into the seasonless world where you shall laugh, but not all of your laughter, and weep, but not all of your tears.
Love gives naught but itself and takes naught but from itself.
Love possesses not nor would it be possessed;
For love is sufficient unto love.
When you love you should not say, "God is in my heart," but rather, I am in the heart of God."
And think not you can direct the course of love, if it finds you worthy, directs your course.
Love has no other desire but to fulfil itself.
But if you love and must needs have desires, let these be your desires:
To melt and be like a running brook that sings its melody to the night.
To know the pain of too much tenderness.
To be wounded by your own understanding of love;
And to bleed willingly and joyfully.
To wake at dawn with a winged heart and give thanks for another day of loving;
To rest at the noon hour and meditate love's ecstasy;
To return home at eventide with gratitude;
And then to sleep with a prayer for the beloved in your heart and a song of praise upon your lips.


Kahlil Gibran on Friendship... (tentang persahabatan)
And a youth said, "Speak to us of Friendship."
Your friend is your needs answered.
He is your field which you sow with love and reap with thanksgiving.
And he is your board and your fireside.
For you come to him with your hunger, and you seek him for peace.
When your friend speaks his mind you fear not the "nay" in your own mind, nor do you withhold the "ay."
And when he is silent your heart ceases not to listen to his heart;
For without words, in friendship, all thoughts, all desires, all expectations are born and shared, with joy that is unacclaimed.
When you part from your friend, you grieve not;
For that which you love most in him may be clearer in his absence, as the mountain to the climber is clearer from the plain.
And let there be no purpose in friendship save the deepening of the spirit.
For love that seeks aught but the disclosure of its own mystery is not love but a net cast forth: and only the unprofitable is caught.
And let your best be for your friend.
If he must know the ebb of your tide, let him know its flood also.
For what is your friend that you should seek him with hours to kill?
Seek him always with hours to live.
For it is his to fill your need, but not your emptiness.
And in the sweetness of friendship let there be laughter, and sharing of pleasures.
For in the dew of little things the heart finds its morning and is refreshed.


Kahlil Gibran on Beauty.... (tentang kecantikan)
And a poet said, "Speak to us of Beauty."
Where shall you seek beauty, and how shall you find her unless she herself be your way and your guide?
And how shall you speak of her except she be the weaver of your speech?
The aggrieved and the injured say, "Beauty is kind and gentle.
Like a young mother half-shy of her own glory she walks among us."
And the passionate say, "Nay, beauty is a thing of might and dread.
Like the tempest she shakes the earth beneath us and the sky above us."
The tired and the weary say, "beauty is of soft whisperings. She speaks in our spirit.
Her voice yields to our silences like a faint light that quivers in fear of the shadow."
But the restless say, "We have heard her shouting among the mountains,
And with her cries came the sound of hoofs, and the beating of wings and the roaring of lions."
At night the watchmen of the city say, "Beauty shall rise with the dawn from the east."
And at noontide the toilers and the wayfarers say, "we have seen her leaning over the earth from the windows of the sunset."
In winter say the snow-bound, "She shall come with the spring leaping upon the hills."
And in the summer heat the reapers say, "We have seen her dancing with the autumn leaves, and we saw a drift of snow in her hair."
All these things have you said of beauty.
Yet in truth you spoke not of her but of needs unsatisfied,
And beauty is not a need but an ecstasy.
It is not a mouth thirsting nor an empty hand stretched forth,
But rather a heart enflamed and a soul enchanted.
It is not the image you would see nor the song you would hear,
ut rather an image you see though you close your eyes and a song you hear though you shut your ears.
It is not the sap within the furrowed bark, nor a wing attached to a claw,
But rather a garden forever in bloom and a flock of angels for ever in flight.
People of Orphalese, beauty is life when life unveils her holy face.
But you are life and you are the veil.
Beauty is eternity gazing at itself in a mirror.
But you are eternity and you are the mirror.

Artikel berikutnya :
Puisi Cinta Anak Mahasiswa Akuntansi dan SMA

Source :
http://www.gibran-academy.com/
http://tyros.leb.net/gibran/
http://www.leb.net/gibran/
http://en.wikipedia.org/wiki/Khalil_Gibran
http://id.wikipedia.org/wiki/Kahlil_Gibran
selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: Februari 2011 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah