12 Februari 2011

Kumpulan peribahasa Indonesia

Kumpulan peribahasa Indonesia kuposting hanya untuk mengingat pelajaran bahasa Indonesia waktu SD, SMP dan SMA. Halaaaah kok aku malah ingat ma guru bahasa Indonesia-ku waktu SD dulu aja ya? Guru yang di SMP dan SMA kok malah aku lupa. wadoooowwww.... maaf daku guruku yang baik. Sebelumnya aku juga pernah memosting tentang PALINDROME yaitu tentang kalimat yang dbaca bolak-balik sama aja.

Wikipedia menjelaskan :
Peribahasa (bahasa Inggris: proverb) adalah ayat atau kelompok kata yang mempunyai susunan yang tetap dan mengandung pengertian tertentu, bidal, pepatah. Beberapa peribahasa merupakan perumpamaan yaitu perbandingan makna yang sangat jelas karena didahului oleh perkataan seolah-olah, ibarat, bak, seperti, laksana, macam, bagai, dan umpama.

A proverb (from Latin: proverbium) is a simple and concrete saying popularly known and repeated, which expresses a truth, based on common sense or the practical experience of humanity. They are often metaphorical. A proverb that describes a basic rule of conduct may also be known as a maxim. If a proverb is distinguished by particularly good phrasing, it may be known as an aphorism.

Sedangkan, menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), pribahasa adalah :
pe·ri·ba·ha·sa n 1 kelompok kata atau kalimat yg tetap susunannya, biasanya mengiaskan maksud tertentu (dl peribahasa termasuk juga bidal, ungkapan, perumpamaan); 2 ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku

Contoh Peribahasa dalam bahasa Inggris

Haste makes waste
Birds of a feather flock together.
A stitch in time saves nine.
Ignorance is bliss
Musn't cry over spilt milk.
You can catch more flies with honey than you can with vinegar.
You can lead a horse to water, but can't make him drink.
Those who live in glass houses shouldn't throw stones.
A Bird in a hand is worth two in a bush.
What's begun is half done.
dari : wikipedia

contoh pribahasa Indonesia

"Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh"
"Air beriak tanda tak dalam"
"Angan-angan mengikat tubuh"
"Apa yang ditabur itulah yang tuai'"
"Apa yang ditanam itulah yang tumbuh"
"Api kecil baik padam"
"Api padam puntung hanyut"
"Api padam puntung berasap"
"Ayam bertelur di atas padi mati kelaparan"
"Ayam hitam terbang malam"
"Ayam menang kampung tergadai"
"Ayam ditambat disambar elang"
"Ayam putih terbang siang"
"Bagai inai dengan kuku"
"Bagai kacang lupa akan kulitnya"
"Bagai jampuk kesiangan"
"Bagai kambing dihela ke air"
"Bagai kambing harga dua kupang"
"Bagai keluang bebar petang"
"Bagai katak dalam tempurung"
"Cacing menjadi ular naga"
"Condong yang akan menimpa"
"Digantung tak bertali"
"Disisih sebagai antah"
"Di atas langit masih ada langit"
"Enau sebatang dua sigainya"
"Embacang buruk kulit"
"Geleng serupa cupak hanyut"
"Getikkan puru dibibir"
"Harimau mengaum takkan menangkap"
"Hati bagai baling-baling"
"Hulu malang pangkal celaka"
"Itik diajar berenang"
"Ikan terkilat jala tiba"
"Jadilah orang pandai bagai padi yang merunduk"
"Jawi hitam banyak tingkah"
"Jatuh ke tilam empuk"
"Jerat halus kelindan sutera"
"Jung pecah hiu kenyang"
"Jung satu nakhoda dua"
"Jual emas beli intan"
"Kaki naik kepala turun"
"Kalau mandi biarlah basah"
"Kapal besar ditunda jongkong"
"Karena mulut badan binasa"
"Karam sambal oleh belacan"
"Laksana garam dengan asam"
"Lonjak seperti labu dibenam"
"Lidah bercabang bagai biawak"
"Lubuk akal tepian ilmu"
"Lubuk alam tepian bumi"
"Malu berdayung hanyut serantau"
"Mati rusa karena tanduknya"
"Mandi dengan air secupak"
"Mulut manis mematahkan tulang"
"Nibung bangsai bertaruk muda"
"Nasi sudah menjadi bubur"
"Nyamuk mati gatal tak lepas"
"Ombak yang kecil jangan diabaikan"
"Orang yang runcing tanduk"
"Padi ditanam tumbuh lalang"
"Pekak-pekak badak"
"Pelanduk ditengah cerang"
"Racun diminum haram tak mabuk"
"Rumah besar perabung perak"
"Rebung tiada jauh dari rumpunnya"
"Seayun bagai berbuai"
"Sebab buah dikenal pohonnya"
"Sebagai abu di atas tanggul"
"Sebagai anjing terpanggang ekor"
"Sudah makan baru bismillah"
"Sudah masuk kedalam mulut harimau"
"Sudah seayun bagai berbuai"
"Tak berorang diair"
"Tak bisa menari dikatakan lantai yang berjungkit"
"Tuah tidak dapat direjan-rejan"
"Udang hendak mengatai ikan"
"Udang tak tahu dibungkuknya"
"Ujung jari sambungan lidah"
"Walau kecil tampak kalau besar tak tampak"
"Yang secupak takkan jadi segantang"


Sangat banyak peribahasa Indonesia, karena Indonesia kaya dengan suku dan juga bahsanya. Sehingga ada peribahasa Melayu, peribahsa Minang, peribahasa Jawa, peribahasa Sunda, peribahsa Batak, peribahasa Bugis, Peribahasa Ambon, peribahasa Banjar, dan lain sebagainya. Semuanya menjadikan bangsa Indonesia yang sangat kaya ragam bahasa. Jika semuanya dikumpulkan, bisa menjadi suatu Kumpulan peribahasa Indonesia. Perlu pemberian contoh yang lebih banyak agar murid SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa tentang pribahasa Indonesia sehingga pembicaraan mereka tidak nglantur kemana-mana dengan bahasa gaul yang ga jelas. Selain itu juga pelajaran puisi sebagai pelajaran lainnya agar menambah "rasa" pada hati mereka serta kreatifitas dan daya pikirnya semisal Puisi Cinta Anak Mahasiswa Akuntansi dan SMA.




Copyright © 2013 attayaya: Kumpulan peribahasa Indonesia | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah