28 Agustus 2011

Ucapan Maaf Lebaran Hari Raya Idul Fitri

Ada seorang temen yang mengirim via SMS ucapan maaf hari raya idul fitri dengan bahasa Minang. SMS yang panjang sekali.....

Cando manyulam ateh kain
eloknyo bunga dalam jambangan
Walau sms nan ambo kirim
saraso kito bajabek tangan

Galang dipakai anak rajo
gadang karangannyo balapih intan
Sabantalai lebaran ka tibo
salah jo khilaf tolong dimaafkan

Kok mangarek talampau kapangka
marauik talampau aluih
talantuang dek kanaiak
tasingguang dek ka turun

Kok ado upek jo puji
kato nan tadorong
muluik nan talompek talongsong
disusun jari nan sapuluh
minta ampun kapado Allah
minta maaf kapado dunsanak kasadonyo
Salamaik Hari Rayi Idul Fitri
maaf lahia bathin

Ucapan Maaf Lebaran Hari Raya Idul Fitri


Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
mohon maaf lahir bathin
selengkapnya...

27 Agustus 2011

Indonesian Civet Coffee

First, I want to say that my english is not so good. Sempian Civet Coffee Arabica is a trademark of Arabica civet coffee produced by the Sempian Home Industry at Kedaburapat Village - Rangsang Barat - Meranti District of Riau Province - Indonesia. Civet Coffe is produced from animal called mongoose/civet (Paradoxurus hermaproditus) or Toddy Cat or a badger or weasel kept by residents who were given food such as Arabica coffee at the local people's plantations.

Coffee at the plantation was planted on the sidelines between betel palms and coconut trees are low growing so as to harvesting of the coffee fruit more easily. Land area is on Rangsang Island that have a very high nutrient because this land is a "delta land" that make up from the "delta" of the sludge sedimentation process of the rivers that flow into the coast of Sumatra, Riau Province in particular areas. Thus, the coffee plantations in this areas do not require fertilizer so much. This resulted in the flavor of Arabica coffee that has more flavor because it is very far from the influence of chemical fertilizers.

Indonesia Civet Coffee

Indonesian Sempian Arabica Civet Coffee is fermented by the civet and traditionally manufactured by the Household Industrial Company Insan Mandiri in the area of Sempian Kedaburapat Village in the District of Rangsang Barat - Meranti - Riau Province - Indonesia. There are 2 types of Sempian Civet Coffee Product such as Civet Coffee Bean or beans that are roasted, and Civet Coffee Powder as powder that ready to serve and brewed. This product is packed each in 5 sizes of 50gr, 100gr, 250gr, 500gr and 1kg sizes.

Two products of civet coffee that I bought is coffee civet powder in 50 grams and 100 grams packages which is price Rp.50,000.- and Rp.100,000.- (USD$5-10) after a discount from the seller. The civet coffee base price of sales by the seller of Sempian Civet Coffe at Fiesta Bokor Riviera events are :

The civet coffee Price


SIZE PACKAGING : PRICE
CIVET COFFEE POWDER . .
50 gram : Rp75,000.00
100 gram : Rp150,000.00
250 gram : Rp350,000.00
500 gram : Rp650,000.00
1 kilogram : Rp1,250,000.00
CIVET COFFEE BEANS . .
50 gram : Rp70,000.00
100 gram : Rp140,000.00
250 gram : Rp330,000.00
500 gram : Rp620,000.00
1 kilogram : Rp1,200,000.00








A cup of Civet Coffee is about 100 ml for Rp.27,000 - Rp.35.000 at "Cafe Kopi Luwak" or in some other cafes. Taste of Civet Coffee is so different from regular coffee taste. Civet coffee is produced from the faeces of civet or mongoose or weasel. Not faeces significantly, but the beans out with his faeces. It is just like "elephant durian", derived from the durian fruit eaten by elephants, and out intact with feces. There are no thorns on "elephant durian".

Coffee fruit is eaten by Civet/mongoose/weasel and out with feces in the form of coffee beans without the skin. The great thing is, civet eat only good quality coffee beans and has been riped optimally. If coffee fruit is not good, it will not be eaten by civet. Civet choose coffee fruit that has an optimum level of ripe or maturity based on taste and smell, and civet eat it by peeling the outer skin with his mouth, then swallow the mucus as well as beans.

The coffee beans mucus is sweet taste, swallowed by the civet and will have fermentation process in the civet's stomach. This coffee beans are fermented in a body temperature of 24-26 degrees Celsius aided by enzymes and bacteria in the civet's digestive stomach. This process takes approximately 10 hours resulting in low levels of protein in beans that cause reduced sense of "bitter" during the process of roasting. This causes a sense of high flavor of civet coffee that last long in the mouth with a slightly bitter taste. This is what makes this coffee called as "THE MOST EXPENSIVE COFFEE IN THE WORLD", and one of Indonesia's civet coffee product is Sempian Civet Coffee Arabica.

contact person to traveling around :
me myself
please note at comment box
selengkapnya...

26 Agustus 2011

Tanaman Penyerap Karbondioksida Terbaik | Tertinggi | Terbanyak

Di sekolah kita diajarkan bahwa semua tanaman merupakan penyerap karkarbondioksida (CO2) di udara. Tetapi setiap pohon dari jenis yang berbeda punya kadar penyerapan karbondioksida yang berbeda pula. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak global warming dengan melakukan program pengurangan Karbondioksida dengan melakukan penanaman, kita harus memilih pohon yang punya daya serap karbondioksida tinggi. tumbuhan melakukan fotosintesis untuk membentuk zat makanan atau energi yang dibutuhkan tanaman tersebut. Dalam fotosintesis tersebut tumbuhan menyerap karbondioksida (CO2) dan air yang kemudian diubah menjadi glukosa dan oksigen dengan bantuan sinar matahari.

Endes N Dahlan, seorang dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor pada tahun 2007-2008 telah melakukan penelitian tentang daya serap karbondioksida pada berbagai jenis pohon/tanaman. Endes menemukan bahwa pohon trembesi (Samanea saman) terbukti dapat menyerap paling banyak karbondioksida dibandingkan pohon lainnya. Dalam setahun, trembesi mampu menyerap 28.488,39 kilogram karbondioksida. Disusul kemudian oleh pohon cassia (Cassia sp) yang mampu menyerap 5.295,47 kilogram.


Banyak faktor yang memengaruhi tanaman memiliki daya serap karbondioksida sehingga menyebabkan perbedaan kemampuan tanaman sebagai tanaman/pohon penyerap karbondioksida akan. Di antaranya ditentukan oleh mutu klorofil. Mutu klorofil ditentukan berdasarkan banyak sedikitnya magnesium yang menjadi inti klorofil. Semakin besar tingkat magnesium, daun akan berwarna hijau gelap. Daya serap karbondioksida sebuah pohon juga ditentukan oleh luas keseluruhan daun, umur daun, dan fase pertumbuhan tanaman. Selain itu, Pohon-pohon yang berbunga dan berbuah memiliki kemampuan fotosintesis yang lebih tinggi sehingga mampu sebagai penyerap karbondioksida yang lebih tinggi yang tentunya akan lebih baik. Faktor lainnya yang ikut menentukan daya serap karbondioksida adalah suhu, dan sinar matahari, ketersediaan air.

10 Pohon Penyerap Karbondioksida Terbaik / Tertinggi / Terbanyak

Nomor Nama Pohon Nama Ilmiah Daya serap CO2
(Kg/pohon/tahun)
1 Trembesi /
Ki Hujan
Samanea saman 28.448,39
2 Cassia Cassia sp 5.295,47
3 Kenanga Canangium odoratum 756,59
4 Pingku Dysoxylum excelsum 720,49
5 Beringin Ficus benyamina 535,90
6 Kiara Payung/
Krey payung
Fellicium decipiens 404,83
7 Matoa Pornetia pinnata 329,76
8 Mahoni Swettiana mahagoni 295,73
9 Saga Adenanthera pavoniana 221,18
10 Bungkur Lagerstroema speciosa 160,14




Dengan menanam pohon trembesi merupakan suatu usaha untuk mengurangi karbondioksida sebagai usaha besar untuk mengurangi dampak global warming.

Pohon apapun yang anda tanam, akan membantu bumi menyeimbangkan alamnya.

Sumber tulisan dan gambar :
http://blogs.unpad.ac.id/boenga/2011/08/23/tanaman-penyerap-karbondioksida/
http://www.tropical-plants-flowers-and-decor.com/monkey-pod-tree.html
www.agroforestry.net/tti/Samanea-raintree.pdf
selengkapnya...

22 Agustus 2011

Puisi Cinta Indonesia | I Love The Blue of Indonesia

Puisi Cinta Indonesia - Siapa yang tak cinta Indonesia??? Kuyakin semua blogger cinta Indonesia. Nah ketika hari minggu (21/8/11) lalu aku BW keliling kampung nyambangi para blogger, aku sempet nulis komentar kalo ga salah di 6 blog dengan nada tulisan sama. Sebagian tulisan komentarku tertulis :
I love you all Indonesia
karena mengingat lirik lagu iklan jaman dahulu dari Sampoerna.
Kurang lebih aku nulis gitu di komentar tersebut. Hal ini malah membuatku penasaran, Apakah tulisan "I love you all Indonesia" dan "Sampoerna" tersebut benar ato tidak. Maka aku pun menyambangi mbah gugel untuk minta petunjuk. Dari 10 pencarian pertama aku ga menemukan wangsit apapun. Ubah-ubah kiwot (keyword) pada pencarian ke sekian menghasilkan "I love the blue of Indonesia" yang nangkring di youtube.

Baaaah ternyata inilah yang kucari.
Dan ternyata aku salah.
Seharusnya "I love the blue of Indonesia"
Bukan "I love you all Indonesia"
Seharusnya "Bentoel"
Bukan "Sampoerna"
Maklum.... nih lirik lagu iklan udah jadul banget.

I Love The Blue of Indonesia merupakan jingle film iklan Bentoel Biru tahun 90-an berdurasi 30 detik, jauh sebelum konsep iklan "Visit Indonesia" beredar. Terlepas dari iklan rokok karena iklan ini milik perusahaan rokok, iklan Bentoel sebenarnya mengetengahkan keindahan alam Indonesia bernuansa biru. Kalo dicocok-cocokin dengan paksa, blog attayaya ini sendiri pernah mengusung sub-title "Membirukan Langit Indonesia" yang kemudian dirubah menjadi "Clearing Indonesian Sky" dalam bidang alam dan lingkungan hidup. Yaaah cocok aja deh... Tuh tulisan "Clearing Indonesia Sky" masih nangkring di sidebar kanan paling atas.

Lirik lagu "I love the blue of Indonesia" bagaikan puisi cinta Indonesia dari sebuah perusahaan rokok Bentoel yang indah. Videonya yang bernuansa biru sangat apik, karena ini buatan tahun 90-an awal (seingatku). Sayangnya tidak mengetengahkan salah satu kekayaan alam Indonesia yang lain yaitu Kopi Luwak sebagai Kopi Termahal di Dunia. Mungkin karena Kopi Luwak berwarna hitam kali ya. Tidak diketahui siapa penulis lagu dan komposer musiknya. Inilah lirik puisi cinta Indonesia pada lagu "I love the blue of Indonesia". Cinta Indonesia.
I love the blue of Indonesia
It’s the flavour in the air
I love the blue of Indonesia
You can taste it everywhere …

I love the blue of Indonesia
It’s the kind of blue...

Watch this video
I love the blue of indonesia - Bentoel Biru



I Love The Blue of Indonesia
I Love You All Indonesia
selengkapnya...

20 Agustus 2011

Sempian Kopi Luwak Arabica Indonesia

Sempian Kopi Luwak Arabica merupakan merk dagang kopi luwak dari jenis Arabica yang diproduksi oleh Perusahaan Industri Rumah Tangga daerah Sempain di Desa Kedaburapat Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Meranti Propinsi Riau Indonesia. Kopi luwak ini dihasilkan dari hewan luwak (Paradoxorus hermaproditus) atau luak atau rase atau musang luwak yang dipelihara penduduk yang diberi makanan berupa buah kopi Arabica yang juga ditanam dalam perkebunan rakyat setempat.

Kopi di perkebunan rakyat ini, ditanam disela-sela antara pohon pinang dan pohon kelapa ini tumbuh rendah sehingga memudahkan pemanenan buah kopi. Tanah daerah Rangsang barat merupakan tanah yang memiliki unsur hara yang sangat tinggi karena merupakan tanah yang membentuk pulau "delta" dari proses sedimentasi lumpur dari sungai-sungai yang bermuara di pesisir pantai Sumatera, khususnya daerah Propinsi Riau. Dengan demikian, perkebunan kopi rakyat di daerah Rangsang tidak begitu membutuhkan pupuk. Hal ini mengakibatkan rasa kopi Arabika yang lebih memiliki citarasa karena sangat jauh dari pengaruh pupuk kimia.

Sempian Kopi Luwak Arabica

Kopi Luwak Arabika Sempian (Sempian Civet Coffee Arabica) merupakan kopi hasil fermentasi oleh luwak dan diproduksi secara tradisional oleh Perusahaan Industri Rumah Tangga Insan Mandiri di daerah Sempian Desa Kedaburapat di Kecamatan Rangsang Barat - Meranti Propinsi Riau. Produk Kopi Luwak Sempian ini ada 2 jenis yaitu Civet Coffee Bean atau biji kopi luwak yang sudah disangrai, dan Civet Coffee Powder atau Bubuk Kopi Luwak yang siap diseduh dan dihidangkan. Produk Kopi Luwak ini dikemas masing-masingnya dalam 5 ukuran yaitu 50gr, 100gr, 250gr, 500gr dan ukuran 1kg.

Informasi tentang Kopi Luwak produksi Propinsi Riau ini kudapat ketika aku melakukan perjalanan di Desa Bokor - Rangsang Barat (tetangga desa Kedaburapat) untuk meliput kegiatan Pesta Seni dan Budaya "Fiesta Bokor Riviera" tanggal 16-19 Juli 2011 lalu. Fiesta itu sendiri berjalan lancar dengan mengetengahkan kegiatan seni dan budaya rakyat Melayu pesisir dan sungai serta melihat kehidupan di perkebunan rakyat. Perkebunan rakyat yang dijadwalkan panitia adalah perkebunan Durian dan Manggis. Pada kesenggangan waktu lain, aku secara khusus diajak melihat perkebunan rakyat kopi Arabika ini.

Dua produk kopi luwak yang kubeli adalah produk bubuk kopi luwak dalam kemasan 50 gr dan 100 gram yang masing-masingnya berharga Rp.50.000,- dan Rp.100.000,- setelah mendapat diskon dari penjual. Harga dasar penjualan menurut penjual di acara Fiesta Bokor Riviera tersebut adalah :

UKURAN KEMASAN : HARGA
BUBUK KOPI LUWAK . .
50 gram : Rp75,000.00
100 gram : Rp150,000.00
250 gram : Rp350,000.00
500 gram : Rp650,000.00
1 kilogram : Rp1,250,000.00
BIJI KOPI LUWAK . .
50 gram : Rp70,000.00
100 gram : Rp140,000.00
250 gram : Rp330,000.00
500 gram : Rp620,000.00
1 kilogram : Rp1,200,000.00










Secangkir kopi luwak kira-kira 100 ml seharga Rp.27.000,- s/d 35.000,- di Cafe Kopi Luwak maupun di beberapa kafe lainnya. Rasa Kopi luwak sangat berbeda dengan rasa kopi biasa. Kopi luwak dihasilkan dari "tahi" atau tinja (feses) luwak atau musang. Bukan tinja secara nyata, tetapi biji kopi yang keluar bersama tinja luwak/musang. Hal ini sama seperti "durian gajah", buah durian didapat dari buah durian yang dimakan oleh gajah, lalu buah durian keluar secara utuh bersama tinja. Durian gajah ini sudah tidak ada durinya lagi.

Buah Kopi yang dimakan oleh luwak/musang/civet keluar bersama tinja dalam bentuk biji kopi tanpa kulit. Hal yang istimewa adalah, luwak hanya memakan biji kopi yang bermutu dan telah masak. Buah kopi yang tidak bagus, tidak akan dimakan oleh luwak. Luwak memilih buah kopi yang mempunyai tingkat kematangan yang optimum berdasarkan rasa dan aroma serta memakannya dengan mengupas kulit luarnya dengan mulut, lalu menelan lendir serta bijinya.

Buah kopi yang dimakan oleh luwak tersebut terutama kulit dan lendir yang menempel pada biji kopi. Lendir pada biji kopi itu berasa manis, setelah ditelan luwak maka biji kopi akan mengalami fermentasi di dalam perut luwak. Biji kopi inilah yang mengalami fermentasi dengan suhu tubuh 24-26 derajat celcius dibantu dengan enzim dan bakteri yang ada dalam pencernaan perut luwak. Proses ini berlangsung sekitar 10 jam yang mengakibatkan turunnya kadar protein pada biji kopi yang menyebabkan berkurangnya rasa "bitter" (pahit) pada saat proses roasting (sangrai). Hal ini yang menyebabkan rasa sedap pada kopi luwak. Aromanya kuat yang bertahan lama di mulut dengan rasa pahit yang sedikit. Inilah yang menjadikan kopi luwak ini bercitarasa khas serta menjadikannnya KOPI TERMAHAL DI DUNIA, salah satu merknya produksi Indonesia adalah Sempian Kopi Luwak Arabica.

Untuk pembelian dan traveling di perkebunan kopi luwak sempian tersebut dapat menghubungi :
attayaya@gmail.com

Tulisan ini diterbitkan atas bantuan beberapa pihak, untuk itu perlu disampaikan ucapan terima kasih dari attayaya kepada :
  • Viza Accord - yang telah membawaku keliling desa dan melihat perkebunan rakyat kopi arabika dengan menggunakan sepeda motor.
  • Sopandhi Bathin Galang - Ketua Sanggar Seni Bathin Galang Bokor
  • Prof. Dr. Yusmar Yusuf - Budayawan dan Sejarawan Melayu
  • Dedi Ariandi & keluarga
  • Seluruh rakyat Desa Bokor - Rangsang Barat - Meranti - Riau - Indonesia
selengkapnya...

19 Agustus 2011

Gajah Sumatera Elephas Maximus Sumatrensis

Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatrensis) adalah salah satu dari sub spesies gajah Asia yang memiliki habitat di Pulau Sumatera serta menjadi mamalia terbesar di Indonesia. Seluruh sub spesies gajah Asia merupakan Satwa Terancam Punah (Critically Endangered) sejak tahun 1986 yang tercatat dalam daftar merah Lembaga Konservasi Dunia (IUCN-RedList). Gajah Sumatera menghadapi ancaman serius berpa kegiatan deforestasi hutan, pembalakan liar, penyusutan dan fragmentasi habitat, perburuan gading gajah, maupun pembunuhan akibat konflik gajah-manusia. Percepatan konversi hutan menjadi perkebunan dan tanaman komersial mengancam kelangsungan hidup populasi gajah sumatra dalam jangka panjang. Saat ini populasi gajah sumatera berkisar antara 2.400 - 2.800 ekor yang tersebar di beberapa kantong populasi. Sama seperti Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang juga terancam punah, kedua sedang diupayakan konserasi alam habitat dan kelangsungan hidupnya di Taman Nasional Tesso Nilo Riau (TNTN-Riau).

Hewan yang berjenis jantan dapat mencapai tinggi 1,7-2,6 meter dengan berat 4-6 ton serta memiliki gading gajah sumatra jantan yang lebih pendek dari spesies gajah Asia lainnya terutama Gajah India yang memiliki postur tubuh yang besar. Sedangkan gajah Sumatra betina memiliki gading yang sangat pendek dan tersembungi di balik bibir atasnya. Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatrenus) biasa berjalan menjelajah sejauh 20 km per hari untuk mencari makan berupa daun-daun. Dalam sehari gajah butuh 150kg daun-daunan dan 180 liter air minum. Herbivora raksasa ini dapat berumur sampai 70 tahun di alam liar dan sangat cerdas karena memiliki otak yang lebih besar dibandingkan dengan mamalia darat lain. Telinga yang cukup besar membantu gajah mendengar dengan baik dan membantu mengurangi panas tubuh seperti darah panas dingin ketika mengalir di bawah permukaan telinga. Belalainya digunakan untuk mendapatkan makanan dan air, dan memiliki tambahan dapat memegang (menggenggam) di ujungnya yang digunakan seperti jari untuk meraup.




Mengenal Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrenus)

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Proboscidea
Famili : Elephantidae
Genus : Elephas
Spesies : E. maximus
Upaspesies : E. m. sumatranus
Nama trinomial : Elephas maximus sumatranus (Temminck, 1847)


I. Habitat Gajah Gajah Sumatera

Gajah banyak melakukan pergerakan dalam wilayah jelajah yang luas sehingga menggunakan lebih dari satu tipe habitat hutan.

a. Hutan rawa
Tipe hutan ini dapat berupa rawa padang rumput, hutan rawa primer, atau hutan rawa sekunder yang didominasi oleh Gluta renghas, Campenosperma auriculata, C. Macrophylla, Alstonia spp, dan Eugenia spp.(photo hutan rawa)

b. Hutan rawa gambut
Jenis-jenis vegetasi pada tipe hutan ini antara lain: Gonystilus bancanus, Dyera costulata, Licuala spinosa, Shorea spp., Alstonia spp., dan Eugenia spp.

c. Hutan dataran rendah
Yaitu tipe hutan yang berada pada ketinggian 0-750 m di atas permukaan air laut. Jenis-jenis vegetasi yang dominan adalah jenis-jenis dari famili Dipterocarpaceae. (photo hutan dataran rendah)

d. Hutan hujan pegunungan rendah
Yaitu tipe hutan yang berada pada ketinggian 750-1.500 m di atas permukaan air laut. Jenis-jenis vegetasi yang dominan adalah Altingia excelsa, Dipterocarpus spp., Shorea spp., Quercus spp., dan Castanopsis spp.


II. Persyaratan Hidup di Alam

a. Naungan
Gajah Sumatera termasuk binatang berdarah panas sehingga jika kondisi cuaca panas mereka akan bergerak mencari naungan (thermal cover) untuk menstabilkan suhu tubuhnya agar sesuai dengan lingkungannya. Tempat yang sering dipakai sebagai naungan dan istirahat pada siang hari adalah vegetasi hutan yang lebat . photo: gajah bernaung

b. Makanan
Gajah Sumatera termasuk satwa herbivora sehingga membutuhkan ketersediaan makanan hijauan yang cukup di habitatnya. Gajah juga membutuhkan habitat yang bervegetasi pohon untuk makanan pelengkap dalam memenuhi kebutuhan mineral kalsium guna memperkuat tulang, gigi, dan gading. Karena pencernaannya yang kurang sempurna, ia membutuhkan makanan yang sangat banyak, yaitu 200-300 kg biomassa per hari untuk setiap ekor gajah dewasa atau 5-10% dari berat badannya.

c. Air
Gajah termasuk satwa yang sangat bergantung pada air, sehingga pada sore hari biasanya mencari sumber air untuk minum, mandi dan berkubang. Seekor gajah Sumatera membutuhkan air minum sebanyak 20-50 liter/hari. Ketika sumber-sumber air mengalami kekeringan, gajah dapat melakukan penggalian air sedalam 50-100 cm di dasar-dasar sungai yang kering dengan menggunakan kaki depan dan belalainya.

d. Garam mineral
Gajah juga membutuhkan garam-garam mineral, antara lain : calcium, magnesium, dan kalium. Garam-garam ini diperoleh dengan cara memakan gumpalan tanah yang mengandung garam, menggemburkan tanah tebing yang keras dengan kaki depan dan gadingnya, dan makan pada saat hari hujan atau setelah hujan.

e. Ruang atau wilayah jelajah (home range)
Gajah merupakan mamalia darat paling besar yang hidup pada zaman ini, sehingga membutuhkan wilayah jelajah yang sangat luas.Ukuran wilayah jelajah gajah Asia bervariasi antara 32,4 - 166,9 km2. Wilayah jelajah unit-unit kelompok gajah di hutan-hutan primer mempunyai ukuran dua kali lebih besar dibanding dengan wilayah jelajah di hutan-hutan sekunder.

f. Keamanan dan kenyamanan
Gajah juga membutuhkan suasana yang aman dan nyaman agar perilaku kawin (breeding) tidak terganggu dan proses reproduksinya dapat berjalan dengan baik. Gajah termasuk satwa yang sangat peka terhadap bunyi-bunyian. Oleh karena itu, penebangan hutan yang dilakukan oleh perusahaan HPHA diperkirakan telah mengganggu keamanan dan kenyamanan gajah karena aktivitas pengusahaan dengan intensitas yang tinggi dan penggunaan alat-alat berat di dalamnya.


III. Perilaku Gajah Sumatra
A. Perilaku sosial

1. Hidup berkelompok
Di habitat alamnya, gajah hidup berkelompok (gregarius). Perilaku berkelompok ini merupakan perilaku sosial yang sangat penting peranannya dalam melindungi anggota kelompoknya. Besarnya anggota setiap kelompok sangat bervariasi tergantung pada musim dan kondisi sumber daya habitatnya terutama makanan dan luas wilayah jelajah yang tersedia. Jumlah anggota satu kelompok gajah Sumatera berkisar 20-35 ekor, atau berkisar 3-23 ekor.

Setiap kelompok gajah Sumatera dipimpin oleh induk betina yang paling besar, sementara yang jantan dewasa hanya tinggal pada periode tertentu untuk kawin dengan beberapa betina pada kelompok tersebut. Gajah yang sudah tua akan hidup menyendiri karena tidak mampu lagi mengikuti kelompoknya. Gajah jantan muda dan sudah beranjak dewasa dipaksa meninggalkan kelompoknya atau pergi dengan suka rela untuk bergabung dengan kelompok jantan lain. Sementara itu, gajah betina muda tetap menjadi anggota kelompok dan bertindak sebagai bibi pengasuh pada kelompok "taman kanak-kanak" atau kindergartens.

2. Menjelajah
Secara alami gajah sumatera melakukan penjelajahan dengan berkelompok mengikuti jalur tertentu yang tetap dalam satu tahun penjelajahan. Jarak jelajah gajah bisa mencapai 7 km dalam satu malam, bahkan pada musim kering atau musim buah-buahan di hutan mampu mencapai 15 km per hari. Kecepatan gajah berjalan dan berlari di hutan (untuk jarak pendek) dan di rawa melebihi kecepatan manusia di medan yang sama. Gajah juga mampu berenang menyeberangi sungai yang dalam dengan menggunakan belalainya sebagai "snorkel" atau pipa pernapasan.

Selama menjelajah, kawanan gajah melakukan komunikasi untuk menjaga keutuhan kelompoknya. Gajah berkomunikasi dengan menggunakan soft sound yang dihasilkan dari getaran pangkal belalainya. Dewasa ini ditemukan bahwa gajah juga berkomunikasi melalui suara subsonik yang bisa mencapai jarak sekitar 5 km. Penemuan ini telah memecahkan misteri koordinasi pada kawanan gajah yang sedang mencari makanan dalam jarak jauh dan saling tidak melihat satu sama lain.

3. Kawin
Gajah tidak mempunyai musim kawin yang tetap dan bisa melakukan kawin sepanjang tahun, namun biasanya frekwensinya mencapai puncak bersamaan dengan masa puncak musim hujan di daerah tersebut. Gajah sumatera jantan sering berperilaku mengamuk atau kegilaan yang sering disebut "musht" dengan tanda adanya sekresi kelenjar temporal yang meleleh di pipi, antara mata dan telinga, dengan warna hitam dan berbau merangsang. Perilaku ini terjadi 3-5 bulan sekali selama 1-4 minggu. Perilaku ini sering dihubungkan dengan musim birahi, walaupun belum ada bukti penunjang yang kuat.


B. Perilaku individu Gajah Sumatra

1. Makan
Gajah merupakan mamalia terrestrial yang aktif baik di siang maupun malam hari. Namun, sebagian besar dari mereka aktif dari 2 jam sebelum petang sampai 2 jam setelah fajar untuk mencari makan. Hal ini sependapat bahwa, gajah sering mencari makan sambil berjalan di malam hari selama 16-18 jam setiap hari. la bukan satwa yang hemat terhadap pakan sehingga cenderung meninggalkan banyak sisa makanan bila masih terdapat makanan yang lebih baik.

2. Minum
Pada waktu berendam di sungai, gajah minum dengan mulutnya. Sementara, pada waktu di sungai yang dangkal atau di rawa gajah menghisap dengan belalainya. Gajah mampu menghisap mencapai 9 liter air dalam satu kali isap.

3. Berkubang
Gajah sering berkubang di lumpur pada waktu siang atau sore hari di saat sambil mencari minum. Perilaku berkubang juga penting untuk melindungi kulit gajah dari gigitan serangga ektoparasit, selain untuk mendinginkan tubuhnya.

4. Menggaram (salt lick)
Gajah mencari garam dengan menjilat-jilat benda dan apapun yang mengandung garam dengan belalainya. Gajah juga sering melukai bagian tubuhnya agar dapat menyikat darahnya yang mengandung garam.

5. Beristirahat
Gajah tidur dua kali sehari, yaitu pada tengah malam dan siang hari. Pada malam hari, gajah sering tidur dengan merebahkan diri kesamping tubuhnya, memakai "bantal" terbuat dari tumpukan rumput dan kalau sudah sangat lelah terdengar pula bunyi dengkur yang keras. Sementara itu, pada siang hari gajah tidur sambil berdiri di bawah pohon yang rindang. Perbedaan perilaku ini, mungkin berkaitan dengan kondisi keamanan lingkungan. Apabila kondisinya kurang aman maka gajah akan memilih tidur sambil berdiri, untuk menyiapkan diri jika terjadi gangguan.


IV. Reproduksi Gajah Sumatra
Di dalam pemeliharaan, gajah dapat mencapai umur 70 tahun , dan selama hidupnya gajah jantan tidak terikat pada satu ekor betina pasangannya. Gajah betina siap bereproduksi setelah berumur 8-10 tahun, sementara gajah jantan setelah berumur 12-15 tahun. Gajah betina mempunyai masa reproduksi 4 tahun sekali, lama kehamilan 19-21 bulan dan hanya melahirkan 1 ekor anak dengan berat badan lebih kurang 90 kg. Seekor anak gajah sumatra akan menyusu selama 2 tahun dan hidup dalam pengasuhan selama 3 tahun.


Sumber tulisan dan gambar :
http://www.savesumatra.org/index.php/newspublications/factsheet/3.0
http://www.wwf.or.id
http://en.wikipedia.org/wiki/Sumatran_Elephant
selengkapnya...

15 Agustus 2011

Puisi Cinta

Cinta, cinta, cinta Indonesia
negeri bagaikan permata
persada bermandi cahaya (gemilang)
Oh tanah air beta
nan elok rupawan
inilah senandung pujaan

Cinta, cinta, cinta Indonesia
laut nan membiru terbentang
di langit bertaburan bintang (benderang)
Oh ibu pertiwiku
nan elok rupawan
inilah lagu persembahan

Ya Tuhan kudengar bisikmu
di kesyahduan suara seruling
kala malam yang hening
Menggugah jiwaku
menyadarkanku
senantiasa
setia mengabdi
berbakti
dan aku pun berseru

Cinta, cinta, cinta Indonesia
padamu beta t'lah menyatu
padamu beta kan setia (membela)
Oh tanah tumpah darah
nan suci mulia
inilah janjiku padamu


jiahahahahahahaaaaaa..........
Waaaah ini seeeh lirik lagu Cinta Indonesia
oleh: Guruh Sukarno Putra


Ternyata bukan Puisi Cinta
hehehe salah posting
lagian aku khan ga bisa ngebuat puisi cinta romantis gaya kahlil gibran yang udah kesohor itu.
selengkapnya...

14 Agustus 2011

Program Wilayah Konservasi Tesso Nilo

Berbagai upaya hukum sedang dilaksanakan atas keselamatan Taman Nasional Tesso Nilo secara keseluruhan seperti penetapan batas wilayah, perambahan hutan Tesso Nilo, pencaplokan lahan oleh masyarakat dan oknum, perburuan binatang dan tumbuhan, dan hal lainnya. Terbukanya jalan di areal Taman Nasional Tesso Nilo akibat bekas jalan perusahaan HPH membuat dampak buruk bagi keselamatan kawasan ini. Jalan tersebut mempermudah siapa saja untuk melakukan kerusakan kawasan. Penguatan pengetahuan masyarakat sekitar akan pentingnya hutan perlu dilaksanakan serta pengetahuan tapal batas kawasan kepada perangkat desa juga harus digencarkan. Banyak program-program penyelamatan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dilakukan, salah satunya dijelaskan di bawah ini.

Program Wilayah Konservasi Tesso Nilo (Tesso Nilo Conservation Landscape Program), dimana di dalamnya termasuk 7 modul: Kejahatan Hutan (Forest Crime), Perlindungan Harimau (Tiger Protection), Pengelolaan Taman (Park Management), Konflik Manusia - Gajah (Human - Elephant Conflict), Hubungan Bisnis (Corporate Relations), Hubungan Komunitas (Community Relations), dan Pengelolaan Proyek (Project Management). Untuk modul Perlindungan Harimau, yang secara umum mengarah pada penggalakan pemberlakuan hukum bagi perburuan harimau, mengumpulkan informasi mengenai penyebaran harimau, dan mengkampanyekan perlindungan habitat harimau ke pemerintah daerah di wilayah provinsi Riau.

Lansekap Konservasi Tesso Nilo meliputi Taman Nasional Bukit Tigapuluh (BTPNP - Bukit Tiga Puluh National Park), Hutan Lindung Bukit Batabuh (Bukit Batabuh Protection Forest), Kawasan Suaka Margasatwa Rimbang Baling (Rimbang Baling Game Reserve), Kawasan Hutan Tesso Nilo (Tesso Nilo Forest Complex), dan Kawasan Suaka Margasatwa Kerumutan (Kerumutan Game Reserve). Kelima kawasan lindung ini luas areanya lebih dari 6000 km2, terdiri dari daerah-daerah hutan dataran rendah di Sumatra. Wilayah ini memiliki keanekaragaman tanaman tertinggi diantara hutan dataran rendah tropis dimanapun yang pernah dikenal. Wilayah yang dilindungi ini meliputi rawa gambut, hutan dataran rendah, dan hutan pegunungan di Sumatra. Koridor-koridor berupa hutan yang sudah dirambah yang menghubungkan kawasan-kawasan lindung tersebut keadaannya sangat terancam oleh masalah penambangan kayu ilegal serta masalah hutan yang dikonversikan menjadi perkebunan kelapa sawit dan akasia.

Konservasi Harimau Sumatera
Saat ini sedang diusahakan pendanaan yang dimaksudkan untuk mendanai jaringan informan perburuan harimau yang sudah terbina selama ini, membiayai proses penuntutan dan pengadilan pemburu-pemburu tersebut menurut hukum Indonesia yang berlaku melalui penyadaran lewat media dan konsultasi pemerintah, dan pendidikan mengenai hukum-hukum konservasi bagi institusi pemerintah lokal.

Populasi harimau di area ini kelihatannya berada dibawah tekanan yang sangat berat dari pemburu-pemburu. Jaringan informan WWF dan pengawasan perdagangan menunjukkan bahwa 68 ekor harimau Sumatera kemungkinan sudah dibunuh di kawasan ini pada periode antara tahun 1998 dan 2001. Saat ini, satu-satunya proyek perlindungan satwa harimau pada kawasan ini terdapat di Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Di tahun 2000, WWF membantu pengelolaan taman tersebut dengan membentuk 3 unit anti-perburuan, dan saat ini mengkoordinasikan Aliansi LSM Indonesia untuk menyuarakan penuntutan proses peradilan bagi para pemburu-pemburu tersebut (bekerja sama dengan WCS, WARSI, dan lain-lain). Keberhasilan awal dari proyek ini dapat dilihat dari penangkapan seorang pemburu oleh salah satu unit anti-perburuan yang bekerja sama dengan satuan polisi setempat pada bulan Oktober 2001. Pemburu yang tertangkap ini digiring ke pengadilan pada bulan Maret 2002 meskipun ada ancaman-ancaman terhadap keluarga petugas dan organisasi local untuk segera menghentikan proses peradilan kasus tersebut. Pemburu liar tersebut dijatuhi hukuman oleh pengadilan di bulan Mei 2002 berkat bantuan media dan Aliansi LSM. Mencegah perburuan dengan jalan menerapkan hukum di pengadilan secara tegas adalah tujuan utama proyek ini. Tujuan selanjutnya adalah mengulangi kisah sukses awal tersebut dengan membuat panduan strategi kerja supaya dapat membantu tercapainya putusan pengadilan begitu pemburu liar tertangkap.

Tujuan spesifik proyek Konservasi Harimau Sumatera tersebut meliputi:
  1. Mengurangi jumlah perburuan harimau melalui operasi 5 unit anti-perburuan di Taman Nasional Bukit tigapuluh (Pendanaan dari WWF US).
  2. Memelihara jaringan informan yang sudah ada untuk mengenali dan mengkap pemburu-pemburu dan pedagang-pedagang bagian tubuh harimau.
  3. Memperbaiki tingkat pemutusan hukum bagi pemburu-pemburu dan pedagang-pedagang bagian tubuh harimau yang sudah tertangkap bekerja sama dengan Aliansi LSM, dengan cara merancang dan memperbaiki strategi yang digunakan.
  4. Mengembangkan sebuah strategi supaya tim penyelidikan penebangan ilegal yang bekerja di bawah modul Kejahatan Hutan dapat mengintegrasikan informasi mengenai perburuan harimau.
  5. Mendukung dibangunnya kesadaran untuk melestarikan satwa harimau diantara komunitas local dan menyuarakan pentingnya pelestarian dan pemeliharaan hutan.

Potensi Alam Hayati Taman Nasional Tesso Nilo
Kawasan Hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) memiliki keanekaragaman hayati tinggi serta merupakan habitat potensial untuk keberlangsungan jangka panjang bagi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus dan Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di Riau. Terjadinya perambahan di lokasi hutan TNTN sangat berdampak terhadap terganggunya satwa dilindungi dan ekosistem sekitarnya.

Hutan Tesso Nilo merupakan hutan hujan dataran rendah yang tersisa di Sumatera saat ini. Hutan ini juga merupakan Sub Daerah Aliran Sungai Tesso dan Sungai Nilo yang merupakan Daerah Aliran Sungai Kampar serta merupakan perwakilan ekosistem transisi dataran tinggi dan rendah yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi.

Dari hasil penelitian Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Taman Nasional Tesso Nilo ini tahun 2003 ditemukan 215 jenis pohon dari 48 family dan 305 jenis anak pohon dari 56 family. Juga ditemukan 82 jenis tumbuh-tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat-obatan dan 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan. Jenis tumbuhan dan racun tersebut terdiri dari 84 jenis dan 78 marga yang termasuk ke dalam 46 famili. Tumbuhan ini dapat mengobati sekitar 38 jenis penyakit.

Dari data BP DAS Indragiri-Rokan, di kawasan Taman Nasional ini ditemukan juga 23 jenis mamalia dan dicatat sebanyak 34 jenis. Dari jumlah tersebut 18 jenis diantaranya berstatus dilindungi dan 16 jenis termasuk rawan punah berdasarkan kriteria IUCN. Diantaranya adalah Rusa Sambar (Cervus Unicolor), Kijang Muncak (Muntiacus Muntjak), Tapir Cipan (Tapirus Indicu), Beruang Madu (Helarctos Malayanus), Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus), maupun Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Selamatkan Hutan Tesso Nilo, SEKARANG!!!

Tulisan digubah dari http://www.wwf.or.id
serta dari Riau Pos, Ahad 24 Juli 2011, Halaman 35
selengkapnya...

11 Agustus 2011

Tips Mudik Berkendaraan Roda Dua Aman dan Nyaman

Tips Mudik Berkendaraan Roda Dua Aman dan Nyaman diperuntukkan kepada para pengendara sepeda motor roda 2 yang akan melakukan mudik, baik mudik jarak dekat maupun mudik jarak jauh. Jarak 60-240 km terhitung jarak dekat karena hanya memakan waktu 1 jam sampai denan 5 jam. Jika mudik dengan jarak lebih dari itu dan dengan memakan waktu tempuh perjalanan lebih dari 5 jam, tentunya perlu kesiapan yang matang.

Dahulu, ketika masa SMA, aku sering berkendara suka-suka naik "motor" (sebutan untuk semua merek kendaraan sepeda motor roda 2 bagi anak Riau, sedangkan anak Medan menyebutnya "kereta"). Berkendara naik motor ini dilakukan hanya sekedar iseng-iseng, sebagian untuk unjuk kebolehan. Jarak tempuhnya biasanya dari Pekanbaru ke Padang sekitar 360 km. Keisengan ini atau unjuk kebolehan ini ditemui ketika memasuki daerah Rantau Berangin. Daerah ini memiliki kelokan yang sangat menantang bagi kami pengendara motor. Dahulu masih ada 1 buah terowongan yang menembus bukit serta kelokan tajam dan "kelokan manis", tapi sekarang jalan menuju Padang dari Pekanbaru udah banyak jalan yang lurus. Kelokan tajam dan "kelokan manis" udah tak ada lagi, sehingga kalo berkendara ke Padang ga terasa menantang lagi. "Kelokan manis" tuh kelokan yang tidak begitu tajam, hanya dengan memiringkan badan sedikit aja, motor udah belok. Dahulu umumnya kami tidak melakukan persiapan matang untuk melakukan perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 6 jam tersebut.

Tips Mudik Berkendaraan Roda Dua Aman dan Nyaman

Jadi... kalo udah ada yang ngajak "naik" (istilah jalan dari Pekanbaru ke Padang yang emang banyak tanjakan dan naik gunung), haaaa langsung tancap aja berangkat. Apalagi kalo ada yang nantang dengan ucapan "naik yok mati lampu"... nah itu berarti berkendara motor dari Pekanbaru ke Padang waktu malam hari dengan mematikan lampu depan motor. Hanya motor terdepan saja yang boleh hidup lampu. Yang parah adalah "naik yok mati belakang" yang berarti mirip seperti kejadian diatas, tetapi ditambah dengan mematikan lampu rem. Kondisi yang dipikir-pikir sekarang ini sangatlah berbahaya.

Kalo udah konvoi.... bisa mpe 200 motor sekali waktu berkendara ke Padang.

Tapi ya sutralaaah... itu kisah jaman dulu.

Sekarang adalah bagaimana kita berkendara dengan baik dan benar ketika melakukan mudik dengan aman dan nyaman serta selamat sampai tujuan tanpa kurang suatu apapun.

Banyak tips mudik lebaran dengan berkendara motor roda 2 yang aman dan nyaman. Demikian juga halnya denganku. Aku akan memberikan tips mudik berkendaraan roda dua aman dan nyaman ketika mudik lebaran berdasarkan pengalamanku berkendara motor jaman dahulu :

  • Pastikan kendaraan sepeda motor anda dalam kondisi prima, sebaiknya bisa dicek dan diservis ke bengkel terlebih dahulu. Yang paling penting di cek adalah hak kepemilikannya. Gunakan motor sendiri atau pun pinjaman ataupun sewaan, dan JANGAN GUNAKAN MOTOR curian. Ntar kalo ketahuan polisi khaaan bisa ditangkap kayak GAyus maupun NAzaruddin.
  • Gunakan helm standar SNI untuk menjaga benturan kepala. Yang paling penting adalah JANGAN MENGGUNAKAN HELM yang udah bau apek, ntar penumpang dibelakang bisa pingsan bahkan semaput dan harus dibawa ke bidan terdekat (eeeh rumah sakit).
  • Sarung Tangan, Celana Panjang, Jaket yang dipakai hendaknya bukan dari hasil ngembat jemuran tetangga. JANGAN LAKUKAN ITU.
  • JANGAN MEMBONCENGI PENUMPANG, terutama memboncengi istri orang, pacar temen, janda kembang, kembang perawan, mak lampir, kakek lampir.

Jika ternyata tips ini merepotkan, silahkan beli mobil.

selengkapnya...

08 Agustus 2011

Taman Nasional Tesso Nilo di Ambang Kehancuran

Tetap Semangat di Ambang Kehancuran

Laporan Mashuri Kurniawan Pelalawan
mashurikurniawan@riaupos.co.id

Degradasi mengancam Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Kekayaan alam hayati yang terkandung di dalam TNTN satu persatu habis dirambah pembalakan liar. Dengan leluasa perambahan hutan hingga kini masih berlangsung di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Riau yang mengancam keberadaan hutan konservasi itu.

Pemandangan pohon tumbang, pembakaran lahan, kayu ilog tersusun rapi bisa dilihat di kawasan tersebut sebagai akibat kegiatan deforestasi hutan. Berbagai jenis kayu seperti Gaharu (Aquilaria malaccensis), Ramin (Gonystylus bancanus), Keranji (Diallium), Meranti (Shorea), Keruing (Dipterocarpus), kondisinya sangat miris karena ditebang pelaku pembalakan liar. Bentangan hijau tanaman sawit dan raungan bunyi chinsaw juga bisa didengar keras. Pembalak liar dengan mudah masuk ke dalam kawasan TNTN karena akses ke dalam hutan yang sudah cukup lancar. Ratusan kepala keluarga juga berada dalam kawasan TNTN. Bahkan pekerjaan mereka juga ada yang sebagai pembersih lahan. Jalan tanah kuning dengan lebar enam meter menjadi koridor-koridor pembalak liar masuk ke dalam hutan. Jalan ini merupakan eks yang dibangun perusahaan eks HPH dan perusahaan besar. Pelaku umumnya adalah masyarakat setempat yang kondisi ekonominya terbatas serta memerlukan lahan untuk memperluas kebun dalam menggantungkan hidupnya. Namun dijumpai juga adanya masyarakat luar yang ikut melakukan pelanggaran ini.

Padahal sudah jelas dasar penunjukan dijadikannya kawasan hutan tersebut sebagai Taman Nasional Teso Nilo (TNTN) yakni SK Menteri Kehutanan No. 255/Menhut-II/2004 tanggal 19 Juli 2004 merubah fungsi sebagian kawasan HPT di Kelompok Kawasan Hutan Produksi Terbatas Tesso Nilo seluas lebih kurang 38.576 hektar di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu, Provinsi Riau sebagai Kawasan Pelestarian Alam dengan fungsi Taman Nasional.

Dasar ini diperkuat lagi SK Menteri Kehutanan Nomor SK.663/Menhut-II/2009 tanggal 15 Oktober 2009 tentang Perluasan Taman Nasional Tesso Nilo menjadi lebih kurang 83.068 hektar (penambahan luas lebih kurang 44.492 hektar berasal dari HPH PT Nanjak Makmur). Namun tetap saja, ada oknum tidak bertanggungjawab melakukan pembalakan liar. Apakah karena pengawasan yang lemah dari instansi pemerintah di bidang ini? Sehingga pembalakan liar dapat berlangsung dengan leluasa. Begitu juga dengan penjarahan dan klaim lahan yang banyak dijumpai di kawasan hutan Tesso Nilo.

Beberapa masyarakat yang ditemui Riau Pos akhir pekan lalu di lokasi TNTN, menyebutkan, mereka melakukan ini karena kondisi ekonomi keluarga. Termasuk permintaan kayu dari oknum pengusaha yang tinggi. Ditambah lagi, lahan disekitar lokasi akses menuju TNTN sangat mudah dilakukan.

Seperti yang diutarakan ZK (35), tuntunan memenuhi kebutuhan keluarga seharian membuat dirinya memberanikan diri diberi pekerjaan oleh oknum orang berduit untuk melakukan pembersihan hutan. Pembersihan hutan dengan cara dibakar dan melakukan penebangan pohon dilakoninya dengan upah sebesar Rp600.000.

"Uang yang saya terima dari kerja untuk membuka lahan perkebunan Rp600.000. Itu uangnya untuk membeli boreh (beras - red), minyak, dan memenuhi kebutuhan keluarga," ungkapnya. Segala pekerjaan pembersihan lahan dan kebutuhan yang diinginkan dilakoninya.

Walaupun diakuinya, pekerjaan ini sangat berbahaya karena bertaruh nyawa, ZK tetap melakukan. ZK bekerja tidak sendiri bersama dengan empat orang teman seprofesinya membantu melakukan pembersihan lahan. Pria itu mengaku bernama Idham. Bersama dengan ZK, Idham rela berpanasan dan menanggung akibatnya, termasuk dikejar Polisi Kehutanan. Kedua orang ini saling membantu dalam menjalankan pekerjaannya.

Bagi Idham, kalau bekerja sendiri tidak akan bisa melakukan pembersihan lahan dan penebangan pohon. Biasanya kata dia, pekerjaan itu dilakukan berkelompok. Dengan begitu akan mempemudah pekerjaan tersebut. "Bapak mau cari lahan," kata Idham menawarkan kepada Riau Pos. "Mau keliling saja pak," jawab Riau Pos.

Harga lahan dilokasi TNTN dari penuturan Idham, dua hektar hanya dijual Rp10 juta sampai dengan Rp15 juta. Lahan dengan harga seluas itu, masih berbentuk semak belukar dan pepohonan. Banyak orang berduit yang membeli lahan di lokasi TNTN untuk membuka perkebunan sawit.

28.000 Hektar Lahan TNTN Rusak Dirambah
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan juga mengakui, perambahan hutan hingga sekarang masih berlangsung di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Riau yang mengancam keberadaan hutan konservasi di provinsi itu. Dari data yang diperolehnya, sambung Zulkifli, 30 persen atau seluas 28.000 hektar lebih dari luas total 83.000 hektar kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo berada dalam kondisi yang rusak akibat dirambah.

“Saya sangat berharap penegak hukum di Riau dan seluruh instansi terkait dilapangan bisa melakukan pengawasan secara intensif. Bila ditemukan kelompok masyarakat yang melakukan pembakaran lahan dan pembalakan liar hendakanya bisa diberikan hukum setimpal, sesuai ketentuan berlaku," kata Zulkifli kepada wartawan belum lama ini, di Pekanbaru. Orang nomor satu di Kementrian Kehutanan RI ini juga berharap Tesso Nilo dikembalikan menjadi taman nasional. Karena bagi dia, peranan hutan ini bisa menjaga keseimbangan ekosistem pada komponen-kompenen yang berhubungan secara langsung pada kehidupan manusia sehari-hari.

Keseimbangan tersebut menurutnya, bisa mencegah banjir serta kekeringan. Tingginya tingkat pengrusakan hutan dan konflik antara manusia dengan gajah di Riau, menjadikan kawasan TNTN menjadi sangat istimewa dan perlu mendapat prioritas tinggi dalam hal pelestarian keanekaragaman hayati yang masih tersisa. Sehingga kawasan ini dapat berfungsi sebagai daerah alternatif untuk translokasi gajah yang berkonflik dengan manusia di Riau.

Kepala Sie Pengelolaan Taman nasional wilayah I, BP DAS Indragiri Rokan, Suhana mengatakan, permasalahan di TNTN dipicu oleh kondisi ekonomi masyarakat di sekitar hutan serta kebutuhan akan kayu yang demikian tinggi. Kemudian, lemahnya Komitmen Perusahaan HPH dan HTI dalam Perlindungan Hutan dan Koridor. Begitu juga dengan banyaknya akses jalan-koridor HPH dan HTI di sekitar kawasan.

Dari segi pengawasan, tegas Suhana, pihaknya bersama dengan Polisi Kehutanan sudah melakukan pengawasan secara ketat. Hanya saja diakuinya, keterbatasan anggota dilapangan dengan luas area yang ada di Kawasan TNTN tidak terjangkau. Namun demikian, ada beberapa pelaku yang sudah pernah diamankan. Kebanyakan pelaku perambahan, menurut dia, berasal dari luar daerah atau pendatang. Perambahan yang dilakukan menggunakan alat tradisional seperti parang. Tapi, ada juga yang mempergunakan cinsaw sebagai alat menebang kayu. Dilokasi juga ada hasil kayu hutan diolah menjadi papan ditemukan.

"Petugas dilapangan pernah menemukan pembalakan liar. Mereka ini sistimnya berkelompok. Jumlahnya empat sampai lima orang yang berkeja melakukan penebangan pohon. Hasil kayu yang sudah diolah dihanyutkan melalui Sungai Nilo. Kami tetap semangat mengatasi masalah ini," ungkapnya. Sedangkan untuk pengembangan perkebunan sawit, dari penuturan Suhana, kebanyakan masyarakat menggunakan sistim KKPA bekerjasama dengan pengusaha. Sementara para perambah yang tidak memiliki kelompok, berupaya mengembangkan perkebunan sawit di lahan-lahan yang masih murah di kawasan hutan yang sulit dijangkau.

Untuk mengatasi masalah ini, Suhana bersama tim dilapangan sudah melaukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan perambahan hutan. Kemudian, pemasangan plang pembatas dilokasi kawasan TNTN. Secara terus menerus, petugas terangnya, mengawasi kawasan hutan TNTN ini. Dengan harapan tidak dirambah oleh oknum masyarakat maupun pengusaha.

Menurut dia, permasalahan yang terjadi di TNTN merupakan tanggungjawab bersama. Seluruh elemen masyarakat diharapkan bisa bersama dan sadar untuk tidak melakukan penebangan hutan secara liar dikawasan ini.

Keanekaragaman Hayati Terganggu
Kawasan hutan TNTN memiliki keanekaragaman hayati tinggi serta merupakan habitat potensial untuk keberlangsungan jangka panjang bagi gajah Sumatera di Riau. Terjadinya perambahan dilokasi hutan TNTN sangat berdampak satwa dilindungi dan ekosistim sekiar terganggu. Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Indragiri Rokan, Agus mengatakan, hutan Tesso Nilo merupakan hutan hujan dataran rendah yang tersisa di Sumatera saat ini. Hutan ini juga merupakan Sub Daerah Aliran Sungai Tesso dan Nilo yang merupakan Daerah Aliran Sungai Kampar serta merupakan perwakilan ekosistem transisi dataran tinggi dan rendah yang memiliki potensi keanekaragaman hayati tinggi.

Dari hasil penelitian Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) tahun 2003 ditemukan pohon 215 jenis dari 48 family dan anak pohon 305 jenis dari 56 family. Juga ditemukan 82 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan obat dan 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan. Jenis tumbuhan dan racun tersebut terdiri dari 86 jenis dan 78 marga yang termasuk 46 famili untuk mengobati sekitar 38 macam penyakit.

Dari data BP DAS Indragiri-Rokan, dikawasan ini ditemukan juga 23 jenis mamalia dan dicatat sebanyak 34 jenis. Dari jumlah tersebut 18 jenis diantaranya berstatus dilindungi dan 16 jenis termasuk rawan punah berdasarakan kriteria IUCN. Diantaranya adalah Rusa Sambar (Cervus unicolor), Kijang Muncak (Muntiacus muntjak), Tapir Cipan (Tapirus indicu), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Gajah (Elephas maximus sumatranus), Harimau (Panthera tigris sumatrae).

Sedangkan dari hasil penelitian Puslit Biologi LIPI juga tercatat 107 jenis burung dari 28 famili, salah satu yang tercatat adalah jenis burung beo sumatera (Gracula religiosa) yang hampir punah. Total jenis burung yang ditemukan tersebut merupakan 29 persen dari total jenis burung di pulau Sumatera yaitu 397 jenis diantaranya, Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Sempidan Sumatera (Lophura ignita),Serindit (Loriculus galgalus) dan Kuau (Argusianus argus) serta sebanyak 50 jenis ikan yang mewakili 31 genera, 16 familia dan 4 ordo.

Didalam hutan Tesso Nilo, ujar Agus terdapat beberapa anak sungai dan sungai besar yang bermuara ke Sungai Kampar. Sungai yang ada itu, sambungnya, airnya berwarna kecoklatan (karena lahan gambut - red). Sungai-sungai itu diantaranya Sungai Segati, Sungai Nilo, Sungai Tesso, Sungai Toro, Sungai Mamahan, Sungai Air Sawan dan Sungai Medang.

TNI Manunggal Masuk Hutan
Bersama dengan TNI AD, BP DAS Indragiri Rokan membuat kesepakatan menjaga kawasan TNTN dari perambah. Kesepakatan ini tertuang dalam Memorandum of Understanding antara Korem 031/Wirabima dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP-DAS) Indragiri Rokan, di aula Makorem, akhir pekan lalu.

Komandan Komando Resort Militer (Danrem) 031/Wirabima, Kolonel Infantri Zaedun menegaskan, rehabilitasi kawasan hutan dan pengawasan merupakan tindaklanjut dari kesepakatan Panglima TNI dan Menhut RI, untuk menjaga lingkungan. Maraknya kerusakan hutan yang terjadi di Riau, khususnya dikawasan TNTN menjadi prioritas TNI sekarang ini. Menjadikan program rehabilitasi kawasan hutan sebagai prioritas, sambungnya, bukan hanya sekadar kegiatan seremonial saja. Seluruh anggota TNI yang berada dibawah Korem 031/Wirabima, wajib mematuhi semua kesepakatan yang sudah dibuat bersama antara Korem dan BP DAS Indragiri Rokan.

Dari penuturannya, Korem 031/Wirabima tahun 2011 ini mendapat lahan yang akan ditanam seluas 4.250 hektare dari 88.000 hektare yang rusak, termasuk didalamnya 28.000 hektare yang dirambah masyarakat dan pengusaha. Nama program TNI ini TMMH (TNI Manunggal Masuk Hutan) untuk menanam kembali hutan.

"Seluruh TNI AD yang berada dibawah Korem 031/Wirabima siap menyingsingkan lengan baju bersama-sama dengan BP DAS dan Dinas Kehutanan untuk melakukan penanaman kembali hutan telah rusak di kawasan TNTN. Termasuk dalam menertibkan pelaku pembalakan liar yang masih terjadi,’’ ujarnya.

Termasuk anggota TNI yang menjadi "beking" (backing) pembalakan liar dilapangan, Zaedun menegaskan, bila masyarakat menemukan anggota TNI bermain dilapangan atau menjadi beking pembalakan liar langsung laporkan kepada dirinya. Tindakan tegas pasti dilakukan terhadap anggota yang menjadi baking pembalakan liar dilapangan.

"Saya tidak ingin ada anggota TNI menjadi baking pembalakan liar di Riau. Bila ada masyarakat menemukannya, langsung laporkan kepada saya. Tindakan tegas menunggu anggota yang bermain tersebut," ujarnya.

Kerusakan yang terjadi di lahan konservasi ini, terangnya, masih terus terjadi pada area lahan yang masih menjadi habitat Gajah Sumatra dan perlintasan Harimau Sumatra.

Taman Nasional Tesso Nilo merupakan salah satu kawasan blok hutan tropis dataran rendah yang masih tersisa di Pulau Sumatera, dan merupakan habitat bagi hewan-hewan langka yang dilindungi seperti gajah dan harimau.

Diharapkan, seluruh lapisan masyarakat bisa bekerjasama menjaga kelestarian alam di kawasan Hutan Taman Nasional Tesso Nilo TNTN ini. Zaedun menghimbau kepada masyarakat, tidak lagi merambah hutan. Karena bisa menggangu ekosistim sekitar dan merugikan masyarakat sekitar. Bencana alam banjir menurut dia, pasti terjadi, bila hutan gundul. ***

Sumber :
Riau Pos
Ahad
24 Juli 2011
Halaman 33-34
selengkapnya...

07 Agustus 2011

Bebual IT bersama Onno W Purbo

Bebual IT bersama Onno W Purbo merupakan acara yang dilangsungkan oleh Blogger Bertuah Pekanbaru pada hari Jum'at tanggal 5 Agustus 2011 dari jam 15.00 sampai dengan 19.00 dengan tema : "KOMUNITAS, MEDIA, TEKNOLOGI". Acara ini juga sekalian diikuti dengan acara berbuka bersama seluruh undangan dan simpatisan.

Bebual-IT diambil dari bahasa Melayu dalam pengertian ngobrol-ngobrol tentang IT, bukan hendak bercakap besar ataupun bersombong hati. Hanya sekedar ngobrol untuk memberikan dan membagi ilmu kepada semuanya. Acara yang menghadirkan pakar IT Indonesia yaitu pak Onno W. Purbo ini merupakan rangkaian acara NGABUBUR-IT dari ICTWatch ke 8 kota besar di Indonesia. Pekanbaru menjadi rangkaian acara pertama dari seluruh rangkaian acara Ngabubur-IT.

Didukung oleh :
Mitra Sponsor : Telkom Riau Daratan, Cipta Media Bersama, APJII
Mitra Konten : WikiMedia/Wikipedia, Cipta Media Bersama, ICTWatch, FordFoundation.org
Mitra Komunitas : Blogger Bertuah Pekanbaru, Detik.com, ICTWatch

Dalam hal ini Cipta Media Bersama yang mewakili pihak Wikimedia (induk Wikipedia) menyampaikan beberapa hal tentang hibah dana sosial dari Fordfoundation.org untuk komunitas, perorangan, maupun kelompok. Dana tersebut diperuntukkan bagi meretas batas atau memberikan informasi ke suluruh dunia tentang sesuatu hal, baik konten lokal maupun informasi lain.

Pekanbaru dipilih kemungkinan besar karena kegiatan di Blogger Bertuah Pekanbaru khususnya program Mading Online (Majalah Dinding Online) yang telah mulai bergerak dengan konten lokal khususnya konten sekolah. Target utamanya adalah Jaringan Mading Online seluruh sekolah di Indonesia.

Tamu yang hadir :
  • Kaskuser Regional Riau
  • Komunitas Skycraper City
  • Komunitas Fotografi Pekanbaru
  • Komunitas Sulap Pekanbaru
  • Komunitas Nongkrong Bareng Arsitek
  • Komunitas Museum Virtual Kuantan Sengingi
  • Guru IT dan Pengawas Mading Online Sekolah
  • Siswa Mading Online
  • Administrator Mading Online Kabupaten Kuantan Sengingi
  • Blogger SIV UIN Suska Riau
  • Pengusaha Warnet
  • Relawan TIK Menkominfo
  • Dinas Komunikasi dan Informatika Propinsi Riau
  • Komunitas Linux Indonesia Pekanbaru
  • Media riaupos.com
  • Media tribunnews.com
  • Media riauterkini.com
  • Media Metro Riau
  • Media Riau Televisi

udah dulu aaah ceritanyaaa....
nih lanjut dengan photo narsis ajaaa....

















selengkapnya...

03 Agustus 2011

Perkara yang Membatalkan Puasa

Perkara yang Membatalkan Puasa sangat perlu diketahui oleh semua umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan adalah wadah bagi semua kaum Muslimin untuk mendapatkan pahala serta keridhoan dari Allah SWT. Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu...

Puasa dilakukan setiap hari dari imsyak sampai waktu berbuka selama 1 bulan Ramadhan penuh sampai akhir bulan tersebut. Esok harinya tepat pada tanggal 1 Syawal, seluruh umat muslim melaksanakan shalat Ied (Idul Fitri, Aidil Fitri, Iedul Fitri ataupun Ied al-Fitri). Kebahagiaan menyambut hari kemenangan atas bagi orang-orang umat muslim yang telah dapat menjalankan Ramadhan dengan melaksanakan kewajiban puasa serta mengisi dengan ibadah-ibadah lainnya.

Dalam hal ini, setiap umat muslim akan selalu menghindari hal-hal atau perkara atau persoalan atau faktor-faktor yang membatalkan puasa, karena berharap mendapatkan pahala yang sebesar-besarnya serta merasakan hari kemenangan yang gilang gemilang. Untuk itu para ustad maupun ustadzah telah menyampaikan hal-hal yang membatalkan puasa tersebut dengan berbagai cara penyampaian.

Inilah hal-hal yang membatalkan puasa.

Ngabuburit atau jalan-jalan sore
Ngabuburit sebagai suatu kegiatan mengisi waktu di sore hari menunggu waktu berbuka dengan melakukan jalan-jalan di keramaian dapat membatalkan puasa jika ketika melakukan ngabuburit sambil makan es cendol, ngisep rokok, memelototin cewek cantik.

Olahraga
Ternyata semua jenis olahraga yang dilakukan di siang hari bulan Ramadhan dapat membatalkan puasa jika dilakukan sambil menyeruput sebotol minuman penyegar lalu ketika selesai olahraga dilanjutkan dengan sengaja "menghajar" sepiring mie goreng.

Duduk
Duduk di waktu kapanpun di siang hari di bulan Ramadhan akan membatalkan puasa jika sambil duduk diselingi dengan sengaja makan rujak dan minum es jeruk.

Diam
Diam itu emas kata pepatah. Tetapi berdiam diri di siang hari di bulan Ramadhan akan membatalkan puasa jika dibarengi dengan sengaja memakan makanan sisa sahur dan teh manis panas.

Main Game
Main game di siang hari bulan puasa seperti main game online pointblank tersebut dapat membatalkan puasa jika diiringi dengan menghirup minuman pelepas dahaga ataupun minuman yang ngejos meupun ngejus.

Kirim SMS Ucapan Pantun Menyambut Hari Raya Idul Fitri
JANGAN MENGIRIM SMS DI SIANG HARI DI BULAN RAMADHAN
jika diiringi ngemil kerupuk atau makanan ringan lain, lalu ketika haus langsung "ngembat" segelas jus jeruk atau jus stroberi.


Intinya jangan makan ataupun minum selama menjalankan puasa, karena dua perkara tersebut merupakan bagian dari hal-hal yang membatalkan puasa.

Hal perkara yang membatalkan puasa :
(berbeda mazhab akan berbeda perkaranya)
  1. Makan dan minum dengan sengaja.
  2. Jima’ (bersenggama).
  3. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa.
  4. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja.
  5. Keluarnya darah haid dan nifas.
  6. Sengaja memuntahkan isi perut.



MOHON MAAF LAHIR BATHIN
SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA

LEBIH ENAK MENUNGGU BERBUKA PUASA ITU SAMBIL MAKAN NASI GORENG DAN MINUM ES CAMPUR.
#ajaransesat

selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: Agustus 2011 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah