Find out how to reduce your carbon footprint
attayaya support to : The Banyumas Residence

2009-04-15

What's the meaning of inspiring? Inspire sebagai kata dasar inspiring berasal dari bahasa Prancis kuno (enspirer) yang didapat dari dari bahasa latin (inspirare). Asal muasalnya dari bahasa Yunani kuno yang tertulis dalam bible yaitu "in" + "spirare" yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi "to breathe".

Inspire yang di Indonesia menjadi inspirasi diartikan oleh berbagai ahli seni sebagai pencerahan jiwa. Jiwa yang tercerahkan oleh sesuatu faktor baik manusianya, alamnya, dan lingkungan sekitarnya. Bagiku, inspirasi merupakan pencetus dari ide atau pikiran lebih lanjut.

Banyak para ahli yang telah berbicara bahwa sukses seseorang bukan diukur dari hasil yang dicapai tetapi dari proses pencapaiannya. Hal ini dimaksud bahwa tujuan bukanlah segala-galanya dalam suatu kesuksesan, yang sangat dan perlu diperhatikan adalah proses pencapaian tujuan itulah yang menjadi tolok ukur kesuksesan. Jika kita telah berhasil menjadi orang sukses dan kaya raya, tetapi dicapai dengan cara yang tidak benar (misalnya dengan melakukan korupsi), sebenar-benar hakikat adalah kita tidaklah mencapai kesuksesan yang dimaksud.

Sama seperti jika kita membicarakan Kartini, seorang perempuan yang banyak dijadikan sebagai inspirasi bagi perempuan lain bahkan juga lelaki. Pada saat ini kita mungkin tidak perlu belajar sejarah tentang Kartini, tetapi hanya untuk sekedar mengingat bahwa Kartini dianggap sukses telah membuka mata kita dan mata dunia bahwa perempuan bukanlah makhluk hina dina yang tidak boleh menjadi seorang makhluk yang maju dalam hal yang positif. Rasa yang dimiliki untuk selalu berpikir bahwa perempuan itu bukanlah harus dihambat oleh suatu kebudayaan. Tetapi perempuan juga bisa berperan dalam kebudayaan itu sendiri. Budaya Jawa yang kental akan tatakrama dengan kungkungan adat dirasakan Kartini tidak dapat memajukan perempuan. Kartini juga mempunyai pikiran bukan hanya tentang kemajuan perempuan, tetapi juga tentang kemajuan bangsa (nasionalisme) dan kemanusiaan (humanitarianisme). Proses kesuksesan Kartini itulah yang telah membuka mata banyak orang.

Hanya satu yang menjadi pikiran utamanya yaitu : keinginannya agar semua perempuan mempunyai kebebasan untuk menuntut ilmu dan belajar. Tindakannya dengan beradu argumen dengan orang tuanya (yang terkenal sangat feodal) membuatnya dapat meraih pendidikan. Pemikiran-pemikirannya dan tindakannya inilah yang kemudian mencetuskan pikiran atau gerakan lain sesudahnya.

Bisakah kita menjadi pencetus pikiran bagi orang lain?

(Dibuat berdasarkan : trimatra)





Related Post


42 komentar:

nietha said...

Proud to be a woman. Terima kasih ibu Kartini.

brown sugar said...

Seandainya anda berkomunikasi dengan saya, apakah dalam benak anda saya mampu menjadi pencetus ataupun menjadi trensetter bagi orang di sekeliling saya?
Jawabannya ada pada kunci jawaban hal 30 pelajaran IPA Kelas 3 Sekolah dasar atau MI.....

brown sugar said...

Eh salah mas... Pelajaran Sejarah bukan IPA.....jiaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

SENDAL JEPIT said...

duhhh brown sugar tu gimana si kok pelajaran sejarah yang benr pelajaran matematika

sungaikuantan.com said...

nanLimo..... bisa Om......
liat tuh.... dah pada banyak..... yang peduli ma peninggalan sejarah,budaya, dan wisata.....
hehehehe.....
macem iya aje........

aprillins said...

going to the TKP.. ehuheuehueheu..

Sudinotakim said...

segala tindakan..mengarahkan pencetusan ide dan membuatnya menjadi lebih optimal dan berguna,merupakan pemikiran generasi maju..
Salam dari dinoe(http://dinoe-dasbos.blogspot.com)

rudee said...

sekarang ini wanit sudah seperti layaknya pria.. dengan persamaan hak..

Henny Y.Caprestya said...

i'm proud to be woman..
ada pepatah : selalu ada wanita hebat di belakang lelaki hebat.

oh iya, aku ada posting terbaru, liat yah.

SEDONA said...

hi,was here,happy wednesday.

ajeng said...

Jawabnya bisa mas Attan.Karena saya percaya,sekecil apapun yg kita lakukan dg niat baik dan iklas pasti akan menjadi 'pencetus' pemikiran bagi org lain..Nice post

indra putu achyar said...

bisaaaaaaaaaaa kang/mas/om/kak/juragan/komandan attayaya... :D

mocca_chi said...

setiap ornag punya sisi menarik bagi ornag orang tertentu dan kyaaaaaa ga harus tgl 21 ya ini postingan :P

e-je said...

masih ada ga yah kartini zaman sekarang??

Dhe said...

@e-je.. ada ne (nunjuk diri sendiri)
kwkwkkwkw....
wanita is the best pokoknya :P

eri-communicator said...

Kartinikartii harus bermunculan, lanjutkan perjuangan RA kartini

Dhe said...

Cinta itu = dhe :P

bunga raya said...

mau ah belajar sejarah ma om, sp tau jadi sejarawan gokil hehehe

♥ Neng Aia ♥ said...

MAMA-ku adalah inspirasiku....

Etha said...

proud to be woman ...

inuel said...

kerennnnnn,,tugas dari trimatra udah di kerjain yah,,(bukan tugas dink,,melainkan kesadaran diri)
hmmmmm,wanita kunci segalanya,
dalam rumah tangga misalnya, bisa mengurus segala urusan keluarga yang jadi kewajiban sang ibu bisa di jalanin dengan baek,keluarga jadi harmonis (thu hanya contoh aja) hehehe sok tauuuuu Inuellll,,:P

IjoPunkJUtee said...

Kesuksesan adalah kenikmatan, yang didapat ketika proses berjalan.....

Hasil bukan segala2nya....
proses tak bisa digeser ke no.2

Women, inspiring women
Wanita tak bisa dirasa ketika hasil dah tiba,
lemes thok Oom....

tapi pas proses....weleh2...maknyus...!!!!


* Ciaaat.....!! KAbur dengan ilmu meringankan diri......(satu tahap lebih tinggi jurusku Oom..kekkkkk...kkkk.....

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, seriius nih isi artikelnya.

Linda Belle said...

klo gak salah kmrn komeng atta ttg kartini ato india ya di blogku??

ingetnya india doang hehe...jadi ntn slumdog dulu yak...kartininya menyusul *klo ada ide*

priandhani said...

tapi juga jangan lupa, di belakang lelaki hebat ada ibu/istri yang hebat.

seperti Khadijah dan Aisyah di belakang Rasulullah, Fatimah di belakang Ali bin Abi Thalib, di belakang nabi Isa ada Bunda Maryam, di belakang, etc.

taufikasmara said...

Bang... Hp gak idup? Urgent nih

JengSri said...

jengsri masuk kategori inspiring women ndak Ya? *mikir mode on*

attayaya said...

sori... hapeku lagi sangat ngawur

IjoPunkJUtee said...

Oom.....dateng ngapel lagi...kwakkk...kkk.....

Tukang komen said...

Wanita...... Selain Wani diTata juga harus wani nata.

yanuar catur rastafara said...

pencetus pemikiran?????

priandhani said...

hayuuuuu! diambil ewednya di tempat saya!

sibaho said...

minazh zhulumati ilan nuur :)

RCO said...

Waduh terlambat lagi sampai sini.

Sorry, Bang. Baru bisa mampir. Habis betulin CPU

Mulai kemarin gak bisa komen dimana-mana.

Ini sekalian ngetes

RCO said...

Nah sekarang dah bisa rupanya.

attayaya said...

perempuan = per-empu-an
yang empu (jempol)
yang bagus

dwinacute said...

bang si tukang komen tuh komennya singkat tepat padat terungkap. yups semestinya wanita jadi seperti yang di bilang ama dia. berani di tata dan menata. siiipp

attayaya said...

yup bener dwin

reni said...

Kartini memang berjasa. Berkat Kartini aku sekarang berpengetahuan dan berwawasan.

J O N K said...

prosesnya yang membuat bangga, tapi kalau hasilnya gak berhasil, jiahhhh, jadi eneg juga ...

Ibu Kartini memang jadi inspirasi bagi para wanita, semoga gak kebabalasan bebasnya hohoho ...

trimatra said...

sudah baca dari awal sampe akhir artikel plus komentarnya. Ga salah saya menilai creative blogging dan ispiratifnya. trimakasih atas sharingnya...putri sejati, putri indonesia harum namanyaaaaa

::x:: said...

Wahhh diingetin hari kartini ya... bentar lagi hari kartini neh....
berbahagialah para wanita... yang tidak dipingit... kwowkwowkwok