Find out how to reduce your carbon footprint
attayaya support to : The Banyumas Residence

2009-05-26

SELAMAT MENIKMATI

AL- JENAZAH AIRLINES


Setiap orang,bila ditanya apakah ingin masuk surga akan menjawab, ya. Bila ditanya lagi apakah mau mati sekarang setiap orang akan menjawab, tidak. Lho bagaimana mau masuk surga kalau ogah mati. Syaratnya bisa masuk surga itu, ya mati dulu. Sebagian kita akan bilang belum siap, sebagian lain belum bertaubat, sisanya mengatakan belum cukup beramal. Kapan siapnya? Padahal kedatangan Malaikat Maut mandekati kita tidak akan didahului dengan pemberitahuan. Tidak bisa dimundurkan, tidak bisa di majukan. Datangnya bisa saat ini, nanti sore, besok pagi atau lusa, tahun depan, dua tahun lagi atau sepuluh tahun lagi, tak ada diantara kita yang tahu. Yang akan dipanggil duluan belum tentu kita yang sudah tua. Bisa yang masih bayi, keponakan, sahabat, tetangga kita siapa saja dipanggil setiap saat.

Mungkin sudah waktunya sekarang kita tidak bermain-main dengan ibadah kita kepada ALLAH Ta’ala, dan kepada ketaatan kita kepada-Nya sehari-hari. Mungkin detik inilah saat terbaik kita melalui menyerahkan diri kepada tuntunan Allah dengan mengikuti satu demi satu teladan Rasul-Nya Muhammad Shallallaahu’alayhi wa sallam. Soalnya kita tidak akan tahu kapan Malaikat Maut itu akan mendekati kita, Menjemput kita. Bukankah dengan cara itu hidup kita yang sebentar ini bisa dipertanggungjawabkan, bukan? Apakah terpikir oleh kita cara yang lebih baik dari itu? Melaksanakan perintah dan menghindari diri dari larangan Allah. Itu saja. Dimulai dari mempelajari AL-Quran dan Hadist-hadist dan tidak pernah berhenti.

Perjalanan hidup ini terlalu singkat untuk dipakai bersia-sia atau menganggur jika dibandingkan dengan panjangnya yang kita hadapi sesudah kita mati. Bila kita akan ”berangkat” dari alam ini ia ibarat penerbangan ke seluruh Negara.
Dimana informasi tentangnya terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Quran dan Al-Hadst. Dimana penerbangannya bukan dengan Garuda Indonesia Airways atau Singapore Airlines tetapi Al-Jenazah Airlines.

Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 25 kg, tapi amalan ikhlas yang tak lebih dan tak kurang.

Dimana pakaian kita bukan lagi Pierre Cardin, Polo, Versace atau D & G akan tetapi dua lembar kain kafan.

Dimana parfum yang kita semprotkan ke tubuh kita bukan Chanel atau Kenzo, tetapi air bersih yang suci dari hadist dan najis.

Dimana pasport kita tidak lagi di keluarkan oleh kantor imigrasi Indonesia, Inggris atau belanda, tetapi Al-Islam.

Dimana visa yang akan di akan diberikan kepada kita bukan lagi sekedar tiga bulan, enam bulan atau satu tahun tetapi “Sampai datang hari Kiamat”.

Dimana On-air service yang akan dipersembahkan kepada kita tidak lagi tergantung Business atau Economy, atau Gold Class, melainkan berbahan dasar timbunan tanah, pengap, penuh dengan cacing.

Dimana ukurannya hanya 2x1 meter dan gelap gulita.

Hanya keikhlasan amal kita dan kemampuan kita menjawab pertanyaan-pertanyaan para petugas imigrasi benama Munkar da Nakir yang akan menentukan apakah tempat dudduk kita akan nyaman hampir seperti Surga (amiiiin. . . . . . . ), atau penuh dengan kesengsaraan sebagai “down payment” Neraka (na’uzubillahi min Dzaalik).
Tujuan mendarat kita bukan Soekarno-Hatta di Jakarta, maupun Heathrow Airport di London atau Jeddah Internatinal Airport di Jeddah tetapi Hari Pengadilan dimana akan berkumpul milliaran atau triliunan manusia sejak zaman Adam’alayhisalam hingga manusia terakhir di hari kiamat, yang akan antri di loket pengadilan allah.

Tidak ada petugas keamanan dan alat detektor logam.

Tidak ada hiburan selama penerbangan, kecuali untuk mereka yang ridha menghambakan diri kepada Allah dan sebaliknya Allah ridha kepada dirinya.

Tidak ada penumpang lain di kanan kiri atau depan belakang Anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan di pesawat Al-Jenazah Airlines ini.

Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk penerbangan. Apakah anda memulainya dengan berdoa ”Bismillaahi tawakaltu ’ala Allah ”atau tidak, tidak akan ada apa-apa.

Kata Rasulullah Sallallaahu ’alayhi wa sallam, orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian, karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya .

Astaghfirullah, ampuni aku ya Allah.

Astaghfirullah, ampuni aku ya Allah.

Astaghfirullah, ampuni aku ya Allah.


dari :
Majalah ALIA Tafakur Juli 2008







Related Post


41 komentar:

Dinoe said...

pagi ini mendapat pencerahan di blog bang atta...thanks ya bang..

Dinoe said...

memang kita harus ingat akan mati..agar tidak lupa daratan dalam menjalani hidup..

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Subhanallah,.....
Pecinta lingkunga yang memberikan pencerahan.
Nice post bro,..

mocca_chi said...

melewatkan identitas agama, bagiku kematian itu masih misteri, ntahlah, aku lupa waktu mati di kehidupan lalu. hiii

Dunia Polar said...

mendapat pencerahan lagi nihh, ampuni aku ya Allah...

Ivan@mobii said...

Wiehh,pagi ku buka blog and membaca postingan yg keren bgt. Berasa semangat lg buat menjadikan hdup ku lebih bermanfaat.

sukarnosuryatmojo said...

wah... naik pesawat jauh lebih cepat daripada naik heaven-express train nih...

Xpresi Blogger said...

Hikss.. gwa jadi takut...

chrysanti said...

Kayaknya kalo penerbangan ini ga bakal nolak penumpang dari Uk, USA, HK, Mexico ya.. tapi semuanya diangkut.. duh.. jadi inget mati.

fastman said...

ingat mati penting, tapi jangan karena ingat mati terus, lalu malas kerja

Linda Belle said...

yang penting kita bersyukur setiap hari atas berkat yang diberi Tuhan

casual cutie said...

manusia pasti akan meninggal, sehingga yang ada cuma sebuah daftar nama yang panjang

mel said...

kalau mau dilihat dr positive way , kecelakaan pesawat hercules kemaren mengingatkan kita bahwa kita hanyalah makhluk-Nya yang tak berdaya , kalau Dia bilang suruh mati sekarang , ya skrg juga kita mati...ga peduli mau naik pesawat , naik bajaj sekalipun, ya bisa aja....bener kan???

Itik Bali said...

Kuliah pagi ya bang..
makasih ya atas sharingnya

ajeng said...

Merinding mas bacanya. Laa haulawala quata 'illabillah..

terima kasih sudah diingatkan mas..

bunga raya said...

hmm sebuah penjernihan hati sebuah nasehat yang kadang di anggap sepintas lalu,, tapi buat saya ini merupakan bacaan yang harus di kenang dan di jalankan selagi kita masih bernafas.
memang benar om kadang2 kita lupa akan kematian sehingga kita berbuat semau udele dewe...
padahal mati itu selalu mendampingi kita kurang dari sedetik tetapi ko masih bnyak di antara kita yang cuek aja ya...?ya termasuk aku
padahal setelah mati kita ga bisa apa2 lagi kecuali yang menolong amal dan perbuatan yang baik aja.
aku ju2r aja om merinding baca ini.

anna fardiana said...

thanks postingan yang bagus ini mas atta..
jadi mengingatkan gitu...

astaghfirullah...

JengSri said...

selagi hidup banyakin amal,amal,amal,amal,amal!!!!

Natazya said...

just unstoppably speechless

chikal said...

maut tuh bukan hal yang menakutkan ya ga om?
tapi yang perlu kita takutin tuh kita punya utang ga sebagai hamba Allah??

Sashaa (: said...

WOW. mantabb bang perenungannya! bener" di berkati. makasiih bang atta :)

new post! comment nya ya baaang!

cempaka said...

selamat sore om dah saya pasang linknya
pasang juga ya om pnya saya

Ravatar said...

Renungan yang dalem mas.
Moga-moga semua yg disini diampuni dosanya dan berkumpul di surga...:D

buwel said...

allohu akbar, astaghfirullohal 'adhziima wa atuubu ilaiiik

ajie said...

innalilai wainnailahi rojion

bunga raya said...

aku datang om suka bngt aku kesini

attayaya said...

cuma mengingatkan

Dinoe said...

Kunjungan malam bang..sambil baca2 postingan bang atta..

reni said...

Makasih udah mengingatkan aku...
Nice posting !!

buwel said...

allohu akbar....top bang postingan nya...

dwina said...

Ampuni aku ya Alloh...
makasih bang sharingnya
gak bisa komen banyak2
apa lagi menyangkut kematian
yang bisa dilakukan adalah
tetap berusaha berbuat amal baik
selagi masih di kasih kesempatan
Amin

lintang said...

terima kasih bang hari ini ada pencerahan di tengah kepenatan mengingatkan kita pada tempat kita berpulang. salam kenal.

BlaGaBLoGer said...

iya,, kita gak akan tahu kapan kita di panggil yang kuasa,,,,
terimakasih, jadi bisa merenung sejenak...

J O N K said...

adoh berat inih, saya harus ingat sama kematian nih, biar gak gila-gilaan terus ...

RanggaGoBlog said...

nice post....

yang pasti janganlah beramal karena hanya ingin masuk surga.. beramal dengan ikhlas, akan membuat diri kita lebih tenang daripada beramal hanya untuk mengejar surga,,

bunga raya2 said...

salam kenal om dari blogger yang baru lahirr datang ya

edylaw said...

Serem kali judulnya mas :D

annosmile said...

hmm..
semoga kita dapat menjaga iman kita

suwung said...

dah beli tiket belum ya diriku?

bang FIKO said...

Wahh.. tiba-tiba dapat pencerahan dari Bang Atan..
Speechless

attayaya said...

ingatkan aku kalo lupa