30 Mei 2009

Tantangan Karbon : Tahukah Kamu? - 2

Melanjutkan postingan tentang permainan Tantangan Karbon Level 1, yuk kita kembali ke situs Tantangan Karbon (http://www.tantangankarbon.com/).

Game online Tantangan Karbon Level 2 : TAHUKAH KAMU?

Mencuci bahan sutera atau bahan wool tidak harus selalu meggunakan jasa dry cleaning. Kita bisa mencucinya sendiri dengan tangan. Caranya rendam bahan dalam air, aduk dengan lembut membentuk pusaran, namun jangan dikucek. Lalu gunakan deterjen atau material pembersih dengan PH di bawah 7, juga jangan dikucek. Setelah selesai, remas-remas dengan lembut, tapi jangan dipuntir atau dipaksa hingga air keluar semua. Ini bisa membuat bahan tersebut mengkerut. Setelah diremas-remas, baringkan bahan tersebut di atas handuk dan rentangkan secukupnya, sesuai dengan bentuk semulanya, lalu jemur. Jarum pentul atau jepitan mungkin bisa membantu menjaga rentangan tersebut. Untuk menghilangkan kerutan, cukup dengan menggantungnya saja setelah kering. Untuk membersihkan titik noda bisa dengan cuka atau jus limun, tetapi perhatikan dahulu apakah pewarnanya tidak mudah luntur.

Walau sampah biologis selalu bisa untuk dikompos, tetapi tidak semua disarankan. Sekam kayu yang merupakan sisa olahan kimiawi sebaiknya jangan dikompos, karena membawa materi berbahaya bagi mikroba. Begitu juga tanaman yang berpenyakit, kotoran manusia, kotoran hewan. Sampah-sampah ini bisa membawa organisme berbahaya yang membuat kita sakit parah. Sampah daging, tulang, dan lemak memang bisa diurai oleh mikroba pengurai, tetapi sampah seperti ini sangat menarik untuk organisme hama yang membawa penyakit seperti tikus. Harus berhati-hati untuk membuat kompos dari bahan tersebut.

Pengering pakaian bertenaga listrik mampu menarik daya hingga 6000 watt, sama seperti pemanas air bertenaga listrik. Pengering pakaian bertenaga gas jauh lebih efisien dari ini, tetapi tetap saja membutuhkan daya 720 watt. Sedangkan mengeringkan pakaian dengan tenaga matahari membutuhkan daya listrik sebesar 0 watt.

Emisi yang dilepaskan sebuah pakaian, 60% terkait dengan perihal mencuci dan mengeringkannya. Seumur hidupnya, sebuah T Shirt bisa menambahkan beban karbon sebesar 4 kg.

Untuk setiap ton gelas yang didaur ulang, kita menghemat 1,2 ton bahan mentahnya dan mencegah 317,5 kg karbon dioksida dilepaskan ke udara. Mendaur ulang 2 botol kaca menghemat energi, yang setimpal dengan kebutuhan energi dalam merebus air untuk 5 gelas teh.

Satu bohlam 60 watt yang dibiarkan menyala selama satu jam bisa mengemisi karbon dioksida sebanyak 9,525 kg.

Untuk memproduksi kertas daur ulang dibutuhkan 64 lebih sedikit energi daripada memproduksi kertas dari bubur kertas yang baru. Setiap ton kertas yang didaur ulang, menyelamatkan 17 batang pohon.

Perchloroethylene adalah substansi kimia yang biasa digunakan untuk proses dry-cleaning. Menghirup substansi ini bisa menyebabkan gangguan syaraf, liver, dan ginjal dalam jangka waktu pendek, dan gangguan pernafasan akut dalam jangka waktu panjang. Perchloroethylene diduga sebagai pengacau endokrin. Tubuh kita bisa keliru dan menganggapnya sebagai estrogen. Selain itu, substansi ini juga diduga bisa menyebabkan keguguran pada janin, namun penelitian dalam hal ini belum bisa sepenuhnya tervalidasi. Ditemukan juga, bahwa para pekerja dry cleaning ternyata mempunyai potensi lebih terkena berbagai jenis kanker.

Cuka dan jus limun bisa digunakan sebagai pembersih permukaan perabot yang sering kotor seperti wastafel, bak cucian piring, toilet, dan bak mandi. Cukup encerkan cuka atau jus limun, dan semprotkan dipermukaan yang akan dibersihkan. Diamkan selama kurang lebih 30 menit, lalu gosok. Dengan merendam kepala pancuran dalam cuka selama satu jam lalu membilasnya, kita bisa menghilangkan jamur-jamur yang melekat pada kepala pancuran tersebut.



Copyright © 2013 attayaya: Tantangan Karbon : Tahukah Kamu? - 2 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah