14 June 2010

Menyusuri Sungai Bengawan Solo

Menyusuri Sungai/Kali Bengawan Solo kulakukan pada tanggal 6 Juni 2010 sekitar jam 10 pagi. Hal ini bersempena dengan acara SOLO (Sharing Online Lan Offline) yang ditaja oleh Komunitas Bengawan.org yang turut disponsori oleh Pemerintah Kota Surakarta dan PT XL Axiata Tbk (dahulu PT Excelcomindo Pratama Tbk), atau disingkat XL. Acara ini sebagai ajang pertemuan para Blogger Indonesia dan pengguna aktif internet dengan masyarakat luas untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan. Acara bermula dari tanggal 5 Juni dan berakhir di sore hari tanggal 6 Juni 2010. Ditampilkan juga peragaan busana/fashion Batik yang akan ditampilkan juga di acara SOLO BATIK CARNIVAL 3 tanggal 23 Juni 2010.

Untuk kunjungan ke lokasi-lokasi khusus acara pada tanggal 6 Juni 2010, terbagi atas Susur Bengawan Solo dan Kunjungan Batik Laweyan. Aku mengikuti kunjungan Susur Bengawan Solo berserta 20 orang Nara Blog yang dibantu oleh BASARNAS Semarang Jawa Tengah, dengan alasan khusus yaitu untuk lebih mengetahui keadaan sebenarnya Bengawan Solo yang selama ini hanya dilihat, didengar dan kubaca dari berbagai media massa. Terlebih lagi ulasan dari artikel di majalah National Geographic Indonesia edisi Juni 2009 hal 74 - 83 yang menceritakan keadaan Sungai Bengawan Solo yang sangat memprihatinkan. Artikel majalah tersebut mencerikan tentang aliran Sungai Bengawan Solo Purba dan Modern serta keadaan sekarang Sungai Bengawan Solo sekarang yang kondisi lingkungannya sangat memprihatinkan. Dalam kesempatan lain, telah ditulis ulang artikel tersebut dengan judul Bengawan Solo : Mengaliri Masa Menuju Muara dan juga artikel dengan judul Menyusuri Bengawan Solo Purba dan Modern.

MENYUSURI SUNGAI BENGAWAN SOLO PURBA

Gambaran wilayah Jogjakarta, Surakarta/Solo, Jawa Tengah, Jawa Timur.
Terlihat secara umum aliran Bengawan Solo Modern (warna merah jambu) dan
Bengawan Solo Purba (warna biru)


Gambar di atas memperlihatkan dengan jelas bekas aliran sungai yaitu
Bengawan Solo Purba yang bermuara di Pantai Sadeng,
Kabupaten Gunung Kidul.


MENYUSURI SUNGAI BENGAWAN SOLO SEKARANG

Suatu pengalaman menarik dan mengasyikkan ketika mengikuti acara Susur Bengawan Solo walau cuma berjarak 4,4 km dari Jembatan Mojo Solo sampai ke Jembatan Jurug Solo. Melihat langsung keadaan Sungai Bengawan Solo yang sebenar-benarnya yang ketika itu airnya berwarna coklat susu dengan sampah berserakan dimana-mana yang merupakan gambaran umum bagi sebagian sungai-sungai lain di Indonesia. Benar adanya bahwa National Geographic Indonesia turut prihatin akan kondisi sungai yang tidak sehat bagi lingkungan manusia maupun hewan yang hidup disekitarnya serta hewan yang hidup di sungai tersebut. Sampah dan pembuangan limbah cair pabrik-pabrik yang dibuang atau dialirkan ke Sungai Bengawan Solo menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan. Masyarakat sekitar masih bertahan dengan kondisi tersebut dan melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya. Sungai terpanjang di Pulau Jawa ini sekitar 540 km menjadi areal pembuangan raksasa.

Berbagai komunitas telah berusaha memperbaiki keadaan tersebut dan diharapkan ke depannya Sungai Bengawan Solo menjadi lebih hidup dengan berkurangnya sampah dan limbah cair dari pabrik-pabrik. Usaha-usaha sosialisasi perbaikan lingkungan terutama bagi masyarakat sekitarnya sangat diperlukan yang diiringi dengan usaha-usaha penetapan ketentuan yang lebih tegas bagi pembuangan limbah pabrik yang berada di sepanjang Sungai Bengawan Solo sehingga tidak merusak lingkungan. Hal ini dengan tidak melupakan penyediaan sarana pembuangan sampah dari masyarakat dan limbah dari pabrik.

Menyusuri Sungai Bengawan Solo sejauh 4,4 km
dari Jembatan Mojo sampai ke Jembatan Jurug Solo


Berikut ini beberapa gambar (dari total 143 gambar) yang disajikan apa adanya tanpa melakukan pengolahan gambar melalui aplikasi pengolah gambar, hanya dilakukan resizing dan penempatan watermark saja. Semua gambar diambil dengan menggunakan kamera NIKON D50.

Lokasi : Bengawan Solo dari Jembatan Mojo - Jembatan Jurug
Posisi Jembatan Mojo Solo : 7.35.21'99 Lintang Selatan 110.50.25'10 Bujur Timur
Posisi Jembatan Jurug Solo : 7.35.21'68 Lintang Selatan 110.51.39'25 Bujur Timur

KEHIDUPAN SOSIAL DI TEPI SUNGAI BENGAWAN SOLO


Gotong royong

Berperahu

Hewan peliharaan (kambing)

Bersantai di tepian sungai

Menangguk rejeki

Tersenyum diantara air keruh

Menyeberang

Mencuci tangan

Memancing dan nongkrong

Berpacaran, ceweknya sembunyi dibawah semak



PENGHASIL DAN PEMBUANGAN LIMBAH DI TEPI SUNGAI BENGAWAN SOLO









PINTU AIR DI SUNGAI BENGAWAN SOLO




SAMPAH DI SUNGAI BENGAWAN SOLO








Perahu Nara Blog yang menghindari
ranting sampah di tepi sungai

Keruhnya air

Sampah di belakang rumah masyarakat

Sampah tersangkut di pepohonan

Sampah tersangkut di kaki jembatan Rel Jurug

Tepi sungai yang bersampah



PEMANDANGAN MENYUSURI BENGAWAN SOLO

























Spesifikasi :
Kamera : NIKON D50
Lensa : Nikon AF-S DX NIKKOR ED 18-55 mm
f/number : 1/3,5-5,6 (5-32 automatic)
ISO : 200-1600 automatic
Kecepatan : manual antara 1/40 - 1/1600

Photo-photo ini dan photo lainnya akan diposting di :
http://photofotoimages.blogspot.com/


Tulisan ini diikutsertakan dalam "Lomba Blog #XLSOLO" dengan tema
Tema 1: Solo
Tulisan dan/atau foto mengenai Solo

50 comments:

  1. BENGAWAN SOLO akankah seperti dulu indahnya, seperti indahnya saat Gesang menciptakan lagu Bengawan solo

    ReplyDelete
  2. asyiknya bisa menulusuri tempat yang mengandung jejak sejarah

    ReplyDelete
  3. wah ini oleh-oleh yang bagus dari Solo bang

    ReplyDelete
  4. narablog mungkin harus bergerak ya bang untuk bereskan sungai masing-masing di sekitar narablog tinggal lewat program komunitas blogger yang terstruktur pusat-daerah, jadi gerakan yang massive terhadap lingkungan...

    ReplyDelete
  5. oleh-oleh jangan lupa. aer bengawan solo

    ReplyDelete
  6. keringetan..
    fotonya kok diupload semua... :))

    ReplyDelete
  7. air sungainya sama ma sungai disebelah rumahku dikampung bang, butek.. sampah dimana2..

    ReplyDelete
  8. Itu ya Sungai Bengawan Solo, Tak kalah cantik dengan Sungai Siak di Riau :D

    Oia Om, Jadi nyebur kmren ke sungainya? hahahaha

    ReplyDelete
  9. keren keren pengen deh liat langsung kesana, dari jakarta kesolo berapa lama bang ? hehe

    ReplyDelete
  10. dan kita tidak ketemu lagi bang :((
    dari hari pertama sy nyari2, dimana yaa????
    waktu pembukaan sempat noleh ke belakang waktu ditanyain dari daerah mana saja yg datang, trus waktu Riau disebutkan. Tetap ga nemu
    Emang siy, sore sampe malam sy sm beberapa teman yg lain kabur ke Jogja, soalnya sedikit kecewa waktu Om Nukman Lutfi ga jadi isi materi kerna ibunya meninggal, jadi ga ikut acara malamnya.
    Dan pas hari kedua sy ikut yg di rombongan Batik, karena peserta yg ke Bengawan Solo sudah dibatasi, dan daftarnya dari semalam (pas sy masih di Jogja) dan akhirnya bener2 ga ketemu bang Atta sampe acara berakhir, huff.... :(
    padahal sebenarnya pengen banget ikot yg susur bengawan, tp sama panitia ga boleh lagi T_T

    ReplyDelete
  11. oleh-oleh dari solonya bikin sedihh....

    ReplyDelete
  12. ternyata sungai bengawan solo sudah memprihatinkan ya mas....duuuh....

    ReplyDelete
  13. Bang, kok airnya keruh amat yah...???

    ReplyDelete
  14. sungainya dah dangakal ya mas...mmpir juga mas...

    ReplyDelete
  15. gokil.. ada berpacaran cewek bersembunyi di semak semak hehehe

    ReplyDelete
  16. sungainya coklat banget ya bang......?!?!?!? hehehehehe pengen jalan-jalan juga nih!!!!!

    ReplyDelete
  17. hahahahaha pacaran di pinggir sungai???
    si cewek sembunyi di balik semak??

    kasihan sekali..
    apa gak digigit semut atau serangga lainnya tuh?
    hahaha
    kasihan si cewek...

    ReplyDelete
  18. wew ada festival batikkkk?
    pengen datang!!!!!!

    ditunggu akomodasi dan tiket pesawatnya yah....yahhh....yahhhhh

    ReplyDelete
  19. Asyiknya menyusuri Sungai Bangawan Solo...
    BTW kesadaran masyarakan tentang kebersihan lingkungan dimana2 masih aja kurang!!

    ReplyDelete
  20. meski saya tinggal di madiun..... tapi loom pernah tahu bengawan solo,,, terima kasih untuk picnya,,, rasa penasaran saya jadi sedikit terobati

    ReplyDelete
  21. Berbicara tentang Bengawan solo... jadi ingat lagunya yang sangat legendaris

    ReplyDelete
  22. yep. hrs ada kesadaran jg dr masy sekitar, walaupun peran pemda tetap perlu jg. thanks

    ReplyDelete
  23. Jiiaaa pengen aku bang,,,
    Bengawan solo mulai tercemar dicemari oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang tidak peduli pada lingkungan dan ekosistem di sekitar sungai. Kasihan penduduk setempat yang harus menanggung imbasnya

    ReplyDelete
  24. Selama penulusuran apa yang terjadi...
    pasti seru...

    ReplyDelete
  25. jadi ingat waktu bengawan solo banjir,pada nganggkut barang menggunakan perahu karet.daratan yang tergenang air jadi seperti danau..

    ReplyDelete
  26. Bengawan solo begitu terkenalnya apalagi lagunya Alm Gesang.sayang aku ga pernah kesana...

    ReplyDelete
  27. Bang Attay msh inget aku ga?..hehehe lamo tak jumpo

    ReplyDelete
  28. wah, sekarang bengawan solo menjadi tempat pembuangan sampah :(

    ReplyDelete
  29. Ko ga ajak-ajak ya...kalo ada kegiatan kyk gini???mau c mendayung sepanjang sungai bengawan...

    ReplyDelete
  30. kok sungainya banyak sampah,,

    kalo surut nya begitu gimana kalo pasangnya

    ckckck...

    met sore,,,

    umy berkunjung

    ReplyDelete
  31. photo yg di SOLO ga di pasang bang?

    ReplyDelete
  32. ternyata masih banyak sampahnya, puas banget liat fotonya ^_^, selamat berlomba OM, sukses ya :)

    ReplyDelete
  33. Kunjungan perdana dan slm knl Mas,wach kelihatannya asyik nich acaranya bs kumpul2 para sahabat sambil menyaksikan Bengawan Solo dan kebetulan Tante saya jg tinggal disana hehehe...:D

    ReplyDelete
  34. Bang, maaf baru bisa mampir nih setelah 2 hari di Jombang.
    Ternyata bang Atta lebih tertarik menyusuri Bengawan Solo ya..? Kalau aku pasti milih kunjungan ke Batik Laweyan.. hehehe

    ReplyDelete
  35. Ternyata, Bengawan Solo udah kotor sekali ya..? Apalagi airnya... keruh banget..!

    ReplyDelete
  36. Duh sekarang memprihatinkan Ya..
    Oh moga beninglah kaliku

    ReplyDelete
  37. Mari jaga kebersihan lingkungan ita
    Ayooooooo..

    ReplyDelete
  38. ingen bengawan solo
    inget sang maestro
    alm. Gesang

    ReplyDelete
  39. oh ini yang bangawan solo itu :D heheheh. kirain airnya jernih ternyata kayak sungai siak juga ya >,< kok ga ada sungai yang bersih di indonesia sih bang?

    ReplyDelete
  40. jadi ingat agu bengawan solo....

    mantab ah

    ReplyDelete
  41. wahhhhh....sungai ternama di indonesia neee,,,,


    bengawan solo

    ReplyDelete
  42. mmmhh...miris..keindahan bengawan solo tak seindah langgamnya..

    ReplyDelete
  43. nyebur .........
    basahhhhhhhhhh

    ReplyDelete
  44. Seru, kameranya keren, dan... prihatin lihat keruhnya air juga sampah.

    ReplyDelete
  45. semoga bengawan menjadi lebih baik

    ReplyDelete

Copyright © 2013 attayaya: Menyusuri Sungai Bengawan Solo | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah