12 Juni 2010

Mengurangi karbon dioksida (CO2)

Cara yang paling mudah untuk mengurangi karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.


Gas karbon dioksida juga dapat dikurangi secara langsung. Caranya dengan menyuntikkan (menginjeksikan) gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi keluar ke permukaan. Injeksi juga bisa dilakukan untuk mengisolasi gas ini di bawah tanah seperti dalam sumur minyak, lapisan batubara atau aquifer. Hal ini telah dilakukan di salah satu anjungan pengeboran lepas pantai Norwegia, di mana karbon dioksida yang terbawa ke permukaan bersama gas alam ditangkap dan diinjeksikan kembali ke aquifer sehingga tidak dapat kembali ke permukaan.

Salah satu sumber penyumbang karbon dioksida adalah pembakaran bahan bakar fosil. Penggunaan bahan bakar fosil mulai meningkat pesat sejak revolusi industri pada abad ke-18. Pada saat itu, batubara menjadi sumber energi dominan untuk kemudian digantikan oleh minyak bumi pada pertengahan abad ke-19. Pada abad ke-20, energi gas mulai biasa digunakan di dunia sebagai sumber energi. Perubahan tren penggunaan bahan bakar fosil ini sebenarnya secara tidak langsung telah mengurangi jumlah karbon dioksida yang dilepas ke udara, karena gas melepaskan karbon dioksida lebih sedikit bila dibandingkan dengan minyak apalagi bila dibandingkan dengan batubara. Walaupun demikian, penggunaan energi terbaharui dan energi nuklir lebih mengurangi pelepasan karbon dioksida ke udara. Energi nuklir, walaupun kontroversial karena alasan keselamatan dan limbahnya yang berbahaya, bahkan tidak melepas karbon dioksida sama sekali.

Sumber : wikipedia

repost from date : 09/02/05




9 komentar:

  1. polusi sekarang ada dimana2... kalo gak dari diri kita sendiri susah untuk mengurangi polusi tsb

    Gerakan tanam 1000 pohon mungkin akan lebih efektif kalo masyarakat juga sadar pentingnya pohon..

    BalasHapus
  2. Hmm.. Sekarang memang Co2 lagi menyebar dimana2. Cara paling cepat memang menanam pohon yang banyak.

    BalasHapus
  3. hajar terus CO2nya.. Apalagi dibantu sama musim hujan..

    BalasHapus
  4. gimana cara menggunakan nuklir yang nggak beresiko yah...

    BalasHapus
  5. oke deh, saya tanam pohon tapi halamannya kecil nih.

    BalasHapus
  6. Co2 dua akan berkurang kalo bumi di ademin ama pohon

    BalasHapus
  7. weh perlu nih. arus dilakukan semua orang kalau mau bumi ini tetap sejuk dan nyaman untuk manusia. aku setuju gerakan hijaukan kembali hutan dan lahan kosong. ayo kita mulai dari lingkungan kita masing-masing. ayo bersatu bangkit..............

    BalasHapus
  8. Co2 itu apa yak.... hiks***
    kalo CO.cc ituapa yak... hiks****

    ada chat warna lain?????

    BalasHapus
  9. nuklir memang bahaya kalau salah guna...tapi kalo digunakan untuk sumber energi listrik wah itu luar biasa bersih ...tapi yah harus hati-hati juga....kalo ada kebocoran sedikit aja bisa apa kita?

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Mengurangi karbon dioksida (CO2) | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah