18 April 2010

STOP PERAMPOKAN HUTAN : Penegakan Hukum Lingkungan Hidup

Makin ganasnya para pencuri kayu dan penebang liar yang merusak hutan tropis Indonesia kini rupanya mendapat perhatian serius pemerintah. Pemerintah kini telah menyiapkan Perpu Antipencurian Kayu yang bakalan membuat kapok para penjahat hutan. Betapa tidak! Dalam Perpu itu, para penjahat hutan bisa diganjar hukuman mati. Dalam Perpu itu, misalnya, pemerintah akan membentuk gugus tugas sebagai pelaksana pemberantasan illegal logging. Gugus tugas ini terdiri atas Departemen Kehutanan, TNI, Kepolisian, Kejaksaan, dan Hakim. Tak hanya itu. Gugus Tugas tadi punya wewenang ekstra. Mereka berwenang menetapkan penyidikan, memerintahkan operasi penangkapan, memerintahkan percepatan persidangan, dan melelang barang sitaan serta alat bukti pencurian. Lebih hebat lagi, jika tim yang diketuai Menhut itu memerintahkan penumpasan pencurian kayu, maksimal dalam tiga hari Panglima TNI dan Kapolri harus sudah menurunkan pasukannya. Luar biasa bukan?

Menurut Menteri Kehutanan (yang lalu) Dr. Ir. Muhammad Prakosa, pembentukan Perpu ini amat mendesak karena pencurian kayu sudah menjadi persoalan besar sehingga harus ditangani tim hebat. Maklumlah, kerusakan hutan di Indonesia yang amat parah karena pencurian kayu telah menimbulkan pelbagai bencana alam yang besar. Banjir pada tiap musim hujan dalam lima tahun terakhir. Misalnya, tak hanya telah menenggelamkan kota-kota di Pulau Jawa, tapi juga di Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau kecil lainnya. Tiap tahun, banjir dan longsor telah menyebabkan kematian ratusan, bahkan ribuan orang dan menimbulkan kerugian materil yang luar biasa besarnya. Itulah sebabnya kerusakan hutan yang disebabkan para perampok kayu, kata Direktur Pengembangan Inhutani III, Ir. Mustoha Iskandar, MDM, sudah masuk kategori extraordinary crime. Karena itu, pemerintah harus mengatasinya dengan perangkat keamanan dan hukum yang extraordinary juga. Dan kini, Menhut sudah menyiapkan Perpu (Peraturan Pengganti Undang-undang) “extra ordinary” untuk menghadapi para perusak hutan tersebut.

Iklan “Stop Perampokan Hutan” yang sering muncul di media masa yang disponsori Indonesia Forest and Media Campaign menyebutkan bahwa Indonesia setiap hari kecolongan Rp 83 milyar oleh persekongkolan tingkat tinggi yang merampok hutan. Ini berarti tiap tahun Indonesia kehilangan nilau kayu seharga Rp 29,9 triliyun. Sebuah jumlah yang sangat besar bila mengingat kondisi negeri kita yang masih babak belur dilanda krismon. Namun demikian, perampok tak hanya “mengambil harta” kekayaan alam yang amat besar, tapi juga mendatangkan berbagai bencana seperti longsor, banjir, dan kekeringan. Tiap tahun ratusan orang tewas, ribuan orang kehilangan tempat tinggal, dan jutaan orang menderita akibat bencana alam yang disebabkan kerusakan hutan tersebut.

Sebagai gambaran, kerugian materil akibat banjir di Jakarta 2001 diperkirakan mencapai Rp 15 triliyun, kebakaran hutan antara 1997-1998 sekitar Rp 9,5 triliyun (laporan WWF yang dirujuk Kantor Menteri Lingkungan Hidup dan UNDP), erosi di Jawa 240-400 juta dolar pertahun (Bank Dunia), dan pencemaran udara di Jakarta 220 juta dolar AS (Bank Dunia). Sedang kerusakan panen karena banjir dan kekeringan di Jawa saja mencapai ratusan milyar rupiah pertahun. Belum lagi jika dihitung dampak bencana banjir terhadap kesehatan, ekonomi, sosial, dan lain-lain, niscaya jumlahnya amat besar. Semua itu penyebabnya sama : kerusakan lingkungan, terutama hutan.

Sumber :
GLOBAL WARMING
Banjir dan Tragedi Pembalakan Hutan
Prof. Dr. Hadi Alikodra, et.al
Pengantar Prof. Dr. Emil Salim
Penerbit Nuansa
Cetakan I
Desember 2008



40 komentar:

  1. Semoga para penebang liar cepat bertobat...
    hahaha...

    BalasHapus
  2. Moga perampok2 itu nyadar...
    dan mari ngikutan nyetop perampokan hutan sebisanya...

    BalasHapus
  3. Mlm mas atta, ane s7 bgt mas, t4 ane hutany dh gundul habis. Tp susah jg mas ada oknum tertentu yg bermain dibelakang semua ini. Meski agak trlambat peraturan ini dibuat tp tdk apa2 . Dr pd tdk sama sekali..gimana mas? Hehe..

    BalasHapus
  4. semoga hasil hutan kita banyak yang bisa diselamatkan

    BalasHapus
  5. Semoga saja pelaksanaan di lapangan seperti yang tercantum dalam perpu tersebut. So hutan kita bisa terselamatkan :)

    BalasHapus
  6. Sudah saatnya menhentikan pembalakan hutan liar. Kalau perlu biarkan hutan kita gak 'terusik' selama beberapa puluh tahun...

    BalasHapus
  7. Jangankan pembalakan liar, yang resmi saja sering kali merambah hutan lindung....

    BalasHapus
  8. Baguslah bang kalo sudah dbentuk tim khusus untuk penanganan perampokan hutan ini.. semoga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik...

    BalasHapus
  9. wah hebat nih, sekarang sudah ada penegakan hukum tentang lingkungan hidup. coba saja ini dilakukan dari dulu pasti hutan-hutan di indonesia gak bakalan pada habis.
    tapi gak apa-apa lah, di dunia ini gak ada kata telat untuk memperbaiki suatu hal. semoga saja dengan adanya penegakan hukum ini, para penebang hutan liar tidak ada lagi dan juga hutan di indonesia menjadi aman serta bencana alam di indonesia tidak ada lagi. amien :)

    BalasHapus
  10. Benar bang, pembalakan liar di hutan harus segera di hapuskan agar tidak ada lagi bencana

    BalasHapus
  11. terjadi perampokan hutan pasti ada sebabnya... seperti permintaan produk kayu yang besar. so, menurut saya kudu dikurangi permintaan produk kayu dengan cara pengalihan bahan dasarnya ke bahan non kayu.
    *ngomong sih gampang :D*

    BalasHapus
  12. gimana kalau make jasa masyarakat karena untuk mengawasi hutan yang begitu luas biasanya polhut kewalahan

    BalasHapus
  13. Penebangan liar tak akan bisa diberangus selama masih banyak oknum yang jadi backing.

    BalasHapus
  14. Kunjugan sahabat blogger di pagi menjelang siang (minggu). Ditunggu kunjungan baliknya bang !

    BalasHapus
  15. rasanya bencana masih belum bisa menegur para perampok hutan, harus dengan cara apa mereka bisa sadar

    BalasHapus
  16. Perampok lebih lihai dr petugas,sebagai insan cuma bs mendo'akan moga dibuka hati nurani para perampok biar gak berbuat jahat lg,kasihan bumi kita,rusak karena ulah para perampok itu..bumi rusak imbas nya pada kehidupan makhluk hidup akan punah.jg akan terjadi bencana...

    BalasHapus
  17. seharusnya TIDAK ADA AMPUN untuk pembabat hutan, karena ulah mereka cepat atau lambat akan membinasakan kita semua !

    BalasHapus
  18. Perampokan hutan adalah kejahatan tidak kentara
    sayangnya pelakunya jarang bisa tertangkap..

    BalasHapus
  19. met siang aja..udah dikirim tuh reviewnya

    BalasHapus
  20. berantas mafia hutan !!!

    seperti koruptor mereka cuma dihukum ringan atau bebas :|

    GA ADIL !!

    BalasHapus
  21. Mudah-mudahan Perpu Antipencurian Kayu bisa membuat kapok para penjahat hutan, tapi sebenarnya saya masih ragu dengan Perpu Antipencurian Kayu ini,bisa maksimal ga fungsinya? Cos rata2 dari sekian kasus, setelah di telusuri ujung2nya yg nyuruh orang dalam juga yg mana pengusutannya banyak yg macet di tengah jalan, wkkkkk itulah kita, itulah Nusantara, itulah Indonesia....

    BalasHapus
  22. Astaga..., besar juga kerugian yang harus ditanggung ya...?

    BalasHapus
  23. mari hentikan perampokan hutan!

    BalasHapus
  24. ya sebaiknya ilegal logging tu dicegah spy hutan gak botak, membuat global warming, hewan kehilangan tempat tinggal dan tanah longsor... jd sapa yg rugi?? ya jelas mahluk hidpu yg tinggal di dunia ini. Tukeran link yuk?

    BalasHapus
  25. semoga peraturan yang buat gak cuma di buat tapi di laksanakan sebaik-baiknya
    gimana mas..
    setuju gak?

    BalasHapus
  26. awali pekan yg baru dgn suasana yg lbh enjoy...keep spirit

    pengrusakan hutan perlu dihentikan sjk sekarang
    mestinya pihak yg terkait dgn hutan...khususnya yg sering merusak itu...hrs mneyadari betapa terancamnya BUMI kita saat ini

    BalasHapus
  27. Kok ga jera ya mereka dan ga tau apa kalo dunia ini makin panes aja...susah dah...

    BalasHapus
  28. selamatkan hutan dari kehancuran tangan-tangan tak bertanggung jawab

    HIJAUKAN BUMI KITA

    BalasHapus
  29. aku dukung bang.. tapi kemarin baru nonton orang lagi ngerambah hutan dan nggak berani negur. jadi bingung :-(

    BalasHapus
  30. stop perampokan hutan!!!

    ga mau bayangin Indonesia yang ga hijau lagi, hanya karena banyak penebangan liar, akibatnya juga banyak banget :(

    BalasHapus
  31. wah...pas jamanya presidennya gusdur...banyak pohon-pohon di hutan pada ditebangi oleh masyarakat...buat sendiri bukan industri...

    BalasHapus
  32. Astagfirllah...kenapa apa ya, di Indonesia banyak pencurian?tentang apa saja,yang menyebabkan malapetaka.Apa karena kurangnya ketegasan hukum?

    BalasHapus
  33. wih banyak yah duitnya, mau dongggggg....bisa buat butik disetiap gang diseluruh indonesia tuh. qiqiqiqiqiii

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: STOP PERAMPOKAN HUTAN : Penegakan Hukum Lingkungan Hidup | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah