04 November 2008

Prosedur Sweeping Windows Bajakan

Prosedur Sweeping Windows Bajakan
Written by WanXp
Wednesday, 22 August 2007

 Pihak POLRI TIDAK BERHAK Untuk mengambil komputer dari TKP kecuali TERBUKTI TERLIBAT dalam tindakan kriminal (praduga Tidak Bersalah) Misalnya dipergunakan untuk membuat CD/DVD bajakan itu sendiri, menjual software bajakan, mempublikasikan secara umum (bersifat komersial) seperti isilagu/ringtone MP3, toko menjual barang ilegal (hardware curian), credit card fraud, dll.

Proses PEMBUKTIAN KETERLIBATAN seseorang dalam tindakan kriminal yang menggunakan komputer membutuhkan waktu yang lama, termasuk melakukan pengintaian. Jadi, apabila ada POLISI yang berani masuk ke dalam warnet dan menyatakan harus menyita semua komputer yang ada berarti mereka adalah OKNUM yang tidak bertanggungjawab.

Semua ada proses/prosedurnya


Mengenai pemakaian windows original, pernyataan di bawah ini diperoleh langsung dari pihak Microsoft Indonesia dan juga melalui perwakilannya, yaitu Magenta sebagai tempat pendaftaran MSRA.

Pertama

Akan ada perwakilan dari pihak yang merasa berkepentingan (misalnya Microsoft) yang lebih dikenal dengan sebutan SURVEYOR datang melakukan SURVEY, BUKAN RAZIA/PENYITAAN!!!. Mereka wajib Menunjukkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang berisikan detail apa saja yang harus mereka kerjakan. User BERHAK melakukan konfirmasi dengan cara menelphone pihak microsoft Indonesia atau Magenta tentang keberadaan surveyor di lapangan tersebut.

Kedua

Apabila surveyor mendapatkan penggunaan software bajakan, maka surveyor tersebut BERHAK meminta surat pernyataan dari user yang WAJIB diisi data sesuai dengan keadaan dilapangan oleh user.

Ketiga

Pihak Microsoft/ Magenta akan mengirim surat penawaran untuk menyelesaikan tindakan pelanggaran oleh user. Setelah user mengkonfirmasi tindakan yang telah diambil apakah memutuskan untuk menggunakan Windows Original atau beralih ke solusi freeware seperti LINUX, pihak Microsoft/Magenta akan mengirimkan kembali seorang surveyor memastikan kebenaran di lapangan.

Keempat

Apabila user tidak merespon penawaran dan atau setelah surveyor mendatangi kembali masih mendapatkan pelanggaran, maka pihak microsoft/Magenta akan mengirimkan surat peringatan.

Kelima

Apabila user tidak merespone surat peringatan, maka piak microsoft / magenta akan memeperkarakan secara hukum dan menyerahkannya ke pihak POLRI. Selanjutnya seperti proses hukum yang berlaku, POLRI akan mengirimkan surat panggilan pertama, kedua, ketiga dan apabila tidak direspon baru akan dilakukan penyitaan dan penyegelan tempat usaha.

Catatan

Diluar proses/prosedur di atas, User BERHAK mempertahankan kepemilikannya atas harta benda yang dibeli secara legal dan sebagai pembeli dapat memposisikan dirinya sebagai KORBAN. Tidak bisa suatu merek memerkarakan merek lain, misalnya microsoft memerkarakan Biling Explorer bajakan. hal tersebut merupakan etika merek dagang terdaftar (registered trade mark) internasional.

Informasi ini dapat diperoleh melalui webside Microsoft atau apabila kita mencoba mengaktifasi/ update windows bajakan.

Source : microsoft


6 komentar:

  1. kalo mereka main sita, mau mepertahankannya gimana? mereka aparat..
    kasihan pemilik warnet, mereka tidak berdaya.

    BalasHapus
  2. to chodirin :
    jika pihak polisi menyita dan memang telah salah prosedur, kita dapat mengadukan pihak polisi tersebut ke PROPAM Polda setempat.
    Jika tidak ditanggapi, kita bisa melapor ke PROPAM MABES POLRI Jalan Trunojoyo jakarta. Bisa melalui surat, bisa datang langsung.

    Saya sudah mencoba dan mendapat tanggapan positif, cuma kasusnya adalah kasus tanah.

    BalasHapus
  3. serem juga ya...

    iy ksihan, ya paling tidak diberi toleransi atau denda gt. byr mereka jera...

    btul ga??^_^

    BalasHapus
  4. kasi toleransi dong

    BalasHapus
  5. Jangan2 yg suka nyita komputer diluar prosedur itu maling yg pura2 jadi polisi. Hati2 loh.

    BalasHapus
  6. ya mesti hati-hati ya semuanya.
    jangan mau kena gertak ma oknum

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Prosedur Sweeping Windows Bajakan | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah