09 Maret 2011

Fenomena Pertumbuhan Daerah Perkotaan

Fenomena Pertumbuhan Daerah Perkotaan yang ditulis dalam buku Sekilas Trans Metro Pekanbaru yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan sememang hanya membahas masalah fenomena pertumbuhan daerah perkotaan yang lebih fokus pada masalah transportasi. Untuk masalah fenomena lainnya akan dibahas oleh kementerian lain yang kemudian dapat dirangkum oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

****

Kota, menurut definisi universal, adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukurannya, kepadatan penduduk, kepentingan, atau status hukum. Dalam konteks administrasi pemerintah di Indonesia, kota adalah pembagian wilayah administratif setelah provinsi yang dipimpin oleh seorang Walikota. Selain kota, pembagian wilayah administrative setelah provinsi adalah kabupaten. Secara umum, baik kabupaten dan kota memiliki wewenang yang sama. Kota-kota di Indonesia dapat diklasifikasikan atas dasar jumlah penduduk pendukung serta jenis sarana yang ada.

Masing-masing klasifikasi kota akan menyesuaikan kebijakan kepada kondisi khusus yang dimilkinya. Keserasian kebijakan khusus sebagian akan bergantung pada ukuran kota, tetapi juga pada kecepatan pertumbuhan kota, penyebaran populasi dan kegiatan ekonomi saat ini berada pada disain dan kondisi fisik rencana jalan kota, seperti: Laju Jumlah Penduduk, Kepadatan Penduduk, Panjang Jalan Menurut permukaan jalan, dan pertumbuhan kendaraan bermotor.

Fenomena Pertumbuhan daerah perkotaan sebagai berikut:
  • Peningkatan aktivitas ekonomi kurang terlayani angkutan umum yang memadai.
  • Meningkatnya daya beli dan tingkat privacy yang tidak bisa dilayani oleh angkutan umum.
  • Meningkatnya harga tanah di pusat kota.
  • Pembukaan jalan baru akan merangsang penggunaan kendaraan pribadi karena biasanya di jalan baru belum terdapat jaringan layanan angkutan umum.
  • Tidak tersedianya angkutan lingkungan atau angkutan pengumpan.
  • Ketidaknyamanan jika menggunakan angkutan umum dan waktu perjalanan semakin lama.


Sumber :
Sekilas Trans Metro Pekanbaru
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat
Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan
Jalan Merdeka Barat no. 8 Jakarta 10110 Indonesia
Telp/fax : (021) 3506143 - 3506143
Website : http://bstp.hubdat.web.id
email : bstp@hubdat.web.id


Nih tulisan pendek bisa menjadi bahan untuk mahasiswa transportasi, ekonomi pembangunan, mpkd, administrasi pemerintahan, tata ruang, dll

20 komentar:

  1. pertamax ada, premium habis
    #bensinlangka

    BalasHapus
  2. tuuing,,,,tuinggg bacanya, maklum mata tinggal 5 watt

    BalasHapus
  3. Benar banget. Di Kota Samarinda pun begitu juga. Pertambahan jumlah penduduk ternyata belum diimbangi dengan sarana publik yang memadai, diantara salah 1 nya pastilah angkutan umum. Sehingga wajar jika tiap penduduk itu mengusahakan sendiri alat transportasi pribadi seperti motor

    BalasHapus
  4. Didaerah Bintan khususnya juga banyak sekali jalan baru Bang...hampir dimana-mana ada..tinggal pilih mau jalan cepat atau lambat.

    BalasHapus
  5. Dalam pembangunan perkotaan perlu ada master plan dan pelaksaan pembangunan yang sejalan dengan plan tsb. tidak boleh ada penyimpangan.
    Kalau tidak maka akan seperti di Jakarta : amburadul.

    BalasHapus
  6. Ketidaknyamanan jika menggunakan angkutan umum dan waktu perjalanan semakin lama.
    #waduuuw kalau di kota semuanya memakai kendaraan pribadai alamatlah macet

    BalasHapus
  7. susah juga ya kalau mau mempelajari pertumbuhan perkotaan.
    terima kasih sudah berbagi

    BalasHapus
  8. yang paling utama seharusnya transportasi umum yg harus ditingkatkan

    BalasHapus
  9. pertumbuhana kota jika tidak dibarengi dengan kesadaran segenap warga untuk melestarikan lingkungan hidup hanya akan membuat kita semua tidak mendapatkan kenyamanan.

    BalasHapus
  10. Penduduk di kota lebih heterogen daripada di desa.

    BalasHapus
  11. sekarang makin banyak daerah yg berkembang menjadi kota ya Bang.

    BalasHapus
  12. Kalau shasa sih tinggalnya di kota, Om.

    BalasHapus
  13. Kalau Om tinggalnya di kota apa di kabupaten?

    BalasHapus
  14. kota dan desa selalu menyimpan fenomena tersendiri , berkunjung malam bang sekaligus nyikut sedikit

    BalasHapus
  15. Di Sarawak ini, walopun cuma kota Kecamatan tapi infrastrukturnya mantaf loh Bang. lah di Indo mah yang udah jelas2 kota gede ajah masih banyak yang ga keurus infrastrukturnya :-(

    BalasHapus
  16. nah itulah masalahnya.
    kenapa bisa begitu

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Fenomena Pertumbuhan Daerah Perkotaan | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah