28 Maret 2011

Seruan Dari Bali Soal Keanekaragaman Hayati

LEBIH DARI 900 ILMUWAN DARI ASOSIASI UNTUK KONSERVASI DAN BIOLOGI TROPIC (ATBC) Juli lalu (2010) berkumpul di Bali dan melahirkan Deklarasi Bali. Mereka mendorong Pemerintah Indonesia segera melaksanakan moratorium hutan seperti yang dijanjikannya. ATBC yang beranggotakan ratusan ilmuwan dari 70 negara memfokuskan pada upaya konservasi untuk menjaga keberlanjutan dari keanekaragaman hayati, terutama di dalam hutan.

Moraturium (penundaan) menjadi penting karena Indonesia begitu cepat kehilangan hutannya, yakni sekitar 1,5 juta ha per tahun ! “Ini masalah lingkungan yang paling serius yang kita hadapi di mana-mana,” kata Frans Bongers, presiden ATBC saat konferensi pers.

Pengereman penggundulan (deforestasi) hutan berarti berperang melawan pemanasan global. Menurut Mochamad Indrawan dari Universitas Indonesia, Indonesia sudah menetapkan untuk mengurangi efek rumah kaca sebesar 26 % mulai tahun 2020.

Efek rumah kaca salah satunya bersumber dari penggundulan dan pembakaran hutan, selain akan spesies tanaman dan binatang. Data International Union for Conservation of Natural Resources (IIUCN), lebih dari 100 jenis mamalia terancam atau hampir musnah seperti badak Jawa dan Sumatra, gajah Asia, harimau, dan orang utan.

Deklarasi Bali tersebut juga berisi sejumlah pernyataan positif terhadap upaya yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menurunkan pembalakan liar. Sejak tahun 2002 angka pembalakan liar turun antara 50 % sampai 75 %. Indonesia juga menandatangani peranjian dengan Norwegia berupa penandaan AS$ 1 miliar untuk konservasi hutan.

Pertemuan di Bali merupakan kegiatan paling besar sejauh ini dibidang biodiversity.

ATBC

The Association for Tropical Biology and Conservation is the world's largest professional society devoted to the furtherance of tropical biology and tropical conservation. It was founded in 1963 to promote research and to foster the exchange of ideas among biologists working in tropical environments. The ATBC published the journal Biotropica. ATBC has grown into a truly global organization with members from over 100 countries. In 2006, an Asia-Pacific Chapter was formed to further these objectives in this region, but the general annual meeting has not yet met in Southeast Asia.

ATBC 2010 in Indonesia

The biological nature of Indonesia is unmatched in the world. The range of ecosystems is astounding, from the world's most diverse coral reefs and most majestic tropical rain forests to tropical dry forest and alpine meadows. The archipelago has played a major role in the development of evolutionary and ecological theory, through A. R. Wallace's travels, and studies of the recolonization of Krakatau volcano. To experience this `biological paradise' is for many biologists a professional dream. We invite you to realize this dream, by attending the ATBC 2010 meeting, and then visiting some of Indonesia's biological and cultural wonders.

Within Indonesia there are many active biologists, in government institutions, universities, and NGOs, as befits the fourth most populous country in the world. By hosting an ATBC annual meeting in Indonesia, we hope to spread cutting edge research findings to local and regional biologists, and to the general public, as well as to facilitate new friendships and partnerships that will lead to increased research on Indonesia's amazing biodiversity and ecosystems. In turn, we hope that this increased activity will have a strong positive effect on education and conservation, helping Indonesia, and other tropical countries, face the imminent food, energy and climate crisis.
(http://atbc2010.org/)

Sumber :
Fotocopy sebuah majalah yang tak tertera namanya (maaf)

11 komentar:

  1. wah dah lama ya perusahaan ATBC berdiri.

    BalasHapus
  2. lah, mulainya tahun 2020 om?? masih lama sekali itu~

    BalasHapus
  3. maju terus organisasi atbc dan sejenisnya, moga makin hijau saja indonesia-ku

    BalasHapus
  4. Dapat Info lagi nich...salut sama bang Atta

    BalasHapus
  5. mestinya jangan di Bali tempatnya. emang di Bali ada pembalakan hutan. di Sumatra dong.

    BalasHapus
  6. tahun 2020 hutan indonesia udah keburu habis.kayaknya harus di majukan tuh pelaksanaannya

    BalasHapus
  7. Semoga lahir ATBC dan ATBC lain serta attayaya lain yang concern terhadap lingkungan.

    BalasHapus
  8. salam sob
    ikut mendukung pelestariannya sob

    BalasHapus
  9. Semoga hasil deklarasi di Bali itu mampu di laksanakan di negara kita ya bang...

    BalasHapus
  10. semogalingkungan menjadi lebih baik

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Seruan Dari Bali Soal Keanekaragaman Hayati | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah