15 Februari 2010

Tembok

Tembok disamping rumah ini tingginya 2 meteran. Kadang sering manggil tetangga sebelah via tembok ini aja plus dengan sedikit tereakan menggema dengan suara fales bin gedombrangan. Kadang ngobrol ma tetangga di tembok ini juga. Di dekat tembok ini ada kursi yang sering juga kupakai duduk-duduk sore sambil menyeruput teh panas legi kenthel alias nasgitel kata orang Jogja. Tapi jarang juga seeeeeh duduk-duduk sore, karena pulang kantornya kadang udah lepas maghrib baru nyampe rumah. Tetangga pun kadang melakukan hal yang sama karena mereka juga meletakkan kursi dekat sebalik tembok untuk duduk-duduk sore. Mereka adalah sepasang suami isteri, dan sepertinya sang istri sedang dalam keadaan hamil. Abisaaaan sering terdengar dia kek mau muntah hueeeek...hueeekkkk... gitu deh. Mereka baru menikah 3 bulan.

Seperti sore ini ketika aku sedang duduk sambil menikmati secangkir teh nasgitel plus menghisap sebatang rokok kretek, terdengar suara dua orang ngobrol di sebelah. Mereka suami isteri tetangga sebelah. Suami adalah seorang Pegawai Negeri bernama Harry dan isterinya bernama Ayu adalah ibu rumah tangga, kedua-duanya pindahan dari Jogjakarta. Mereka pindah karena Harry dipindah-tugaskan ke Pekanbaru. Aku lagi malas menyapa karena masih ingin menikmati kenikmatan teh nasgitel dan sebatang rokok kretek yang mungkin tidak bisa kurasakan lagi jika aku mati. Husssh... kok malah jadi kepikiran mati. Lha iyalaaaah... siap ga siap aku harus mati memenuhi panggilan-Nya.

Masih kudengar mereka mengobrol, dari soal mencari nama calon bayi, biaya melahirkan, dan hal lain. tetapi telingaku langsung tegak ketika namaku disebut-sebut dengan lantangnya. Cieeee... kek upacara 17-an yang mana komandannya memberikan komando dengan lantang.

Ayu
:
Bang Atta tuh apa ga kena marah ma yang punya tanah di depan?
Harry
:
Emangnya kenapa?
Ayu
:
Bang Atta nanam pohon di tanah kosong depan itu lho, apa ga kena marah ma yang punya tanah?
Harry
:
Kenapa harus dimarahi, kan dia ga nyaplok tanah orang, cuma memanfaatin tanah kosong untuk nanam beberapa bibit pohon. Pohon itu, kata bang Atta, untuk penghijauan aja.
Ayu
:
O.. baguslah daripada nyaplok tanah orang kek perusahaan-perusahaan perkebunan dan perusahaan pengusahaan hutan. Padahal itu tanah masyarakat desa. Apa namanya mas... tanah ulat apa gitu?
Harry
:
Tanah Ulayat kaleee...
Ayu
:
Haaa... itu lah Tanah Ulayat khan milik masyarakat desa. Kok bisa-bisanya dicaplok oleh perusahaan perkebunan dan itu tuh... perusahaan pengusahaan hutan apalah namanya.. lupa.
Harry
:
Ya mereka mencaplok melalui surat izin yang turunnya dari langit.
Ayu
:
Kok dari langit? Ujaaaan kaleee...
Harry
:
Maksudnya surat izin mengelola lahan yang diturunkan dari pejabat menteri lah, gubernur laah, bupati laah. Lha wong pejabat itu ga tau padahal lahan itu adalah Tanah Ulayat milik masyarakat.
Ayu
:
Pejabatnya disogok pake duit kali ya Mas?
Harry
:
Disiram air eeeh disinyalir begitulah.
Ayu
:
Kok mau seeeh pejabat itu nerima duit lalu akibatnya menyengsarakan masyarakat?
Harry
:
Hmmmm....

Sepertinya obrolan ini menjadi memanas mungkin bentar lagi mendidih bagaikan air dijerang di atas kompor gas 3 kilogram yang suka meledak meletup.
Ayu
:
Hmmmm... apaan bang?
Harry
:
Hmmm... tadi manggilnya mas, sekarang bang, ntar apa lagi?
Ayu
:
Yeeee.... mas dari jawa, abang dari pekanbaru sinilah, uda ato ajo dari sumatera barat. Hehehehe... ga apalah bang. Namanya juga menyesuaikan diri dengan kehidupan Melayu sini. Ya ... udah jawab dong pertanyaan tadi.
Harry
:
Mereka pejabat-pejabat itu butuh duit.

diam..............
Ayu
:
Duit? Untuk apa kenapa bagaimana? Mereka khan kaya
Harry
:
Mereka masih butuh duit untuk mengganti rugi seluruh biaya ketika mereka berusaha menjadi pejabat. Mereka duduk di jabatan tinggi itu baik melalui pilkada maupun di jabatan struktural itu membutuhkan duit untuk menyogok pejabat di atasnya lagi, atau juga untuk menyogok masyarakat agar memilih mereka ketika pilkada.
Ayu
:
Terus...?
Harry
:
Biaya tersebut besar sehingga bisa-bisa menguras harta bendanya. Tentu saja mereka harus mengembalikan harta bendanya kalo bisa berlebih. Ataupun jika melalui partai, tentu saja mereka harus membayar biaya yang telah dikeluarkan partai dan sekali lagi.... kalo bisa berlebih.
Ayu
:
Kenapa harus berlebih?
Harry
:
Nah ini dia sifat dasar manusia yaitu.... tidak pernah merasa cukup, tidak pernah merasa puas, tidak mengingat bahwa mengambil keuntungan berlebih-lebih itu adalah dosa. Menerima sogokan itu aja dah dosa ditambah dengan niatnya untuk mengembalikan seluruh harta benda yang dikeluarkan untuk biaya tadi telah berlebih-lebihan. Itu namanya DOSA GANDA CAMPURAN.
Ayu
:
Halaaaah.. kek maen bulutangkis aja. Terus kok ga ketahuan?
Harry
:
Hmmmm.... sogok menyogok itu perlu kelihaian bak detektif. Menyogok itu adalah pekerjaan penjahit eeeeh... penjahat. Dan biasanya penjahat lebih maju selangkah dalam menyembunyikan kejahatan. Sehingga tidak ato susah nangkepinnya.
Ayu
:
Tukang tangkapnya juga kena sogok...
Harry
:
Hehehehe... begitulah. Tukang tangkap yang nangkepin tukang sogok itu juga kena sogok. Tukang tangkap itu banyak lho misalnya Tim Tas Belanja eeeh... Tim Tas Tipikor, Komisi Pemberantasan Korupsi, Kepolisian, Kejaksaan, BPK/BPKP, Inspektorat Pengawasan di masing2 instansi dan pemerintah pusat serta daerah.

hening.................
Ayu
:
Kok gitu ya?
Harry
:
Yaaa begitulah... Kadang rakyat juga cuek ato tidak tertarik atao mungkin mudah dibohongi. Kadang juga kontrol dari tukang tangkep yang tidak begitu menggigit dan juga kurangnya kontrol sosial masyarakat.
Ayu
:
Kok masyarakat diikut-ikutkan seeeh?
Harry
:
Isteriku sayaaaang... denger ya, korupsi berkembang secara sistemik. Bagi banyak orang korupsi bukan lagi merupakan suatu pelanggaran hukum, melainkan sekedar suatu kebiasaan.
Ayu
:
Sistemik...sistemik... kek kasus mba century aja.
Harry
:
Bank Century? kok mba?
Ayu
:
Ya ... bank century. Enak aja manggil mba karena penyelesaiannya begitu lambat, begitu meghal meghol seperti mba-mba yang sedang berjalan di sore hari. Nyante abiiiiissss deh penyelesaiannya. Ga mikir apa mereka itu ma duit nasabah yang hancur babak belur.
Harry
:
Nah... jika itu benar merupakan tindakan korupsi, berarti kontrol perusahaan mba century itu pun tidak jalan, kontrol Bank Indonesia tersendat-sendat. Ingat ya isteriku tersayaaaaaaaaang... korupsi itu terjadi karena ada dua pihak yang membutuhkan. Kata emak ... SUPLY AND DEMAND ON CORRUPTION gitu deh kalo ga salah. Maklum bahasa Inggris mas masih blepotan.
Ayu
:
Kok nyampur ke teori ekonomi pula neh bang.
Harry
:
Begini...
Ayu
:
Begitu juga boleh...

Aneh... mereka ini ngomong bercanda nyampur serius, kadang ngomong serius dicampur sari pake bercanda.
Aku pun masih nguping obrolan mereka.

Harry
:
Dalam ekonomi, suatu transaksi terjadi karena ada dua pihak yang saling membutuhkan. Jaman purba kita menyebutnya barteran. Jaman sekarang namanya jual beli. Satu pihak misalnya membutuhkan duit, pihak lain misalnya membutuhkan surat izin pengusahaan hutan demi lahan yang luas atau membutuhkan bagi terdakwa suatu kasus agar hukumannya hilang atau diminimalkan. Sebagian lain membutuhkan KTP nya cepet siap, padahal data diri pembuat KTP itu ga ada. Ada juga yang meminta ijin judi. Ada juga perusahaan yang mau atau minta dikurangi pajaknya. Aaaaah... banyak lah kebutuhan orang swasta
Ayu
:
Lalu...?
Harry
:
Dari sisi pejabat, mereka itu tadi yang membutuhkan duit atau apalah.

Hening lagi....
Jadi serius neh obrolannya

Ayu
:
Tapi itu khan menyengsarakan rakyat. Padahal mereka selalu bilang "ini rakyatku... rakyatku... rakyatku..."
Harry
:
Rakyat yang dibuat sengsara oleh pejabat. Mereka tega melakukan hal itu karena mereka tidak punya otak.
Ayu
:
Huuuusss... jangan kasar gitu dooong bang
Harry
:
Lho beneran ini. Mereka ga punya otak dan pikiran atau otak dan pikiran mereka ditinggalkan di sembarang tempat, sehingga tidak bisa berpikir dengan logika mana yang benar dan mana yang salah. Dan mereka juga tidak punya moral untuk memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan demikian maka mereka tidak melihat sesuatu itu TIDAK WAJAR, tetapi mereka melihat apa yang mereka lakukan dengan menyogok dan menerima sogokan itu adalah WAJAR. Lalu mereka menganggap bahwa tindakan sogok menyogok adalah BENAR karena melakukan keSALAHan secara berjamaah atau secara sistemik begitulah.

Baaaah... aku terpana bin terkejut binti terdiam...
Ya iyalah... aku harus diam. Kalo ribut-ribut ntar mereka tau kalo aku lagi nguping obrolan mereka
Hehehehehe....

Ayu
:
Astaga...
Harry
:
Namanya juga ga ada otak, pikiran, logika, moral dan hati plus muka tembok. Campur aduk deh.
Ayu
:
Lha terus... jalan keluarnya?

Harry diam
Ayu diam
Aku pun juga diam
tentu aja... aku tetap ga boleh ribut-ribut hhihihihi...

Harry
:
Ya berikanlah mereka pelajaran anak SD jaman mas dulu.
Ayu
:
Apaan tuh?
Harry
:
Karena mereka ga punya otak, pikiran, logika dan moral maka mereka perlu kembali belajar PMP alias Pendidikan Moral Pancasila, sekarang namanya PPKN alias Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pelajaran ini menjelaskan tentang moral manusia Indonesia sesuai Pancasila sebagai dasar negara, dasar hukum, sumber dari segala sumber hukum.
Ayu
:
Lalu...?
Harry
:
Mereka harus mendekatkan diri dengan Tuhan, memperkuat iman, memperbanyak ibadah, memperdalam kajian syurga dan neraka, mengembalikan mereka ke jalur agama masing-masing kira-kira begitulah. Dalam Pancasila terutama sila pertama disebutkan "Ketuhanan Yang Maha Esa" alias "Belief in the one and only God", begitu kata emak dalam bahasa Inggris. Nilai Ketuhanan mengandung arti pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta serta menyatakan bangsa indonesia merupakan bangsa yang religius bukan bangsa yang ateis.
Ayu
:
Hmmmm...
Harry
:
Dengan agama, dengan iman, dengan dekatnya Tuhan, dengan mengetahui syurga dan neraka, diharapkan mereka tidak mau melakukan kejahatan, salah satunya korupsi binti sogok menyogok.
Ayu
:
Mereka khan beragama...
Harry
:
Ya... mereka beragama tetapi tidak menjalankan agamanya dengan baik.


Aku pun bertereak dalam hati...
INGATKAN MEREKA TENTANG MORALITAS
INGATKAN MEREKA TENTANG TUHAN
INGATKAN MEREKA TENTANG NERAKA JAHANAM

Mari hancurkan TEMBOK penghalang untuk berbuat baik.
Tembok yang telah menghalangi mereka untuk berbuat kebaikan.
Tembok yang telah menghalangi mereka untuk meninggalkan tindak kejahatan.

Do'akan mereka agar bisa melompati ataupun menghancurkan TEMBOK yang telah melingkupi mereka sehingga mereka selalu berada di dalam lingkungan tindak korupsi, sogok menyogok dan seluruh kejahatan lainnya.

yuk... shalat yuk...
dah mau maghrib
psssst... Jangan bilang-bilang kalo aku nguping obrolan mereka ya
mohon maaf kepada Ayu dan Harry, karena aku telah ikut mendengar obrolan kalian. Tapi obrolan kalian asiiik banget deh.



===================================

Cerita Sejenis :
IMF dan Kehancuran Hutan Indonesia
KPK Menyadap Telepon

Dalam kumpulan cerita Menyadap Ayu dan Harry

Tulisan ini diikutsertakan dalam “Anti Korupsi Blogpost Competition“ dari www.ceritainspirasi.net






77 komentar:

  1. ulasannya bagus, emang negara kita tercinta ini lagi kena penyakit suap-menyuap, jilat atas pijak bawah semakin ego dan mentingin diri sendiri. gak tau sampai kapan semua akan berakhir. apa nunggu sampe bumi ini berhenti berputar.
    ah entahlah yang pasti berusaha untuk tidak terkena virus menakutkan ini kalo mau selamat di akhirat.


    semangat.... kalah menang gak jadi soal yang penting traktirannya hehhehehe

    BalasHapus
  2. Bener tuh Bang, sebenarnya pejabat kita itu yang moralnya rusak alias MORU, jadi bener tuh kata Mbak Ayu, mereka harus belajar lg PMP (jadu inget jaman doeloe dech),

    Kalo artikel ini buat kontest, kyknya bisa tuh, bisa diperhitungkan cos cara penyajiannya yang unik. Salut Bang....

    (yg koment hxxx:ancispengelana.blogspot.com, temennya Kang Dwie)

    BalasHapus
  3. hajar aja bang....... sapa tau bisa menang tar.... siap grak wes

    BalasHapus
  4. komen dulu baru baca,,
    mesti seksama ne bacanya, koz panjang abizz.. hehehe...

    BalasHapus
  5. setuju bang. gaya ceritanya lain daripada yang lain soalnya ^^

    BalasHapus
  6. O..o...bang Atta ketahuan nguping! tapi nguping kok lengkap banget ya? hehehe..
    bukan ga punya otak, pikiran, logika dan moral, tapi barangkali lebih sering meninggalkannya di tempat sembarangan.

    BalasHapus
  7. Mantabs bener postingan kali ini... panjang banget... hahaha...

    BalasHapus
  8. yups kita do'akan mereka cpt nyadar klo yg mereka buat itu udah menyimpang.
    moga menang deh kontes nya...

    BalasHapus
  9. heheheh, Om atta nguping ampe lama banget, diem lagi, ampe tehnya adem kayak es, hehehe...

    betul betul sebuah pelajaran, aku ngga peduli soal politiknya, yang aku peduli "Mari hancurkan TEMBOK penghalang untuk berbuat baik"
    mendekatkan diri dengan Tuhan, memperkuat iman, memperbanyak ibadah, memperdalam kajian syurga dan neraka, mengembalikan mereka ke jalur agama masing-masing

    ini pelajaran buat aku ":D

    makasih Om, dan semoga para koruptor cepet sadar !!

    BalasHapus
  10. ati" loh kalo nguping ntr kupingnya panjang?

    heheheh...

    tapi bener juga ya dari obrolan itu, munkin karena modal jadi pejabat besar makanya mereka mau cash back gitu dengan korupsi XD

    btw aku suka istilah mba centurynya :P

    BalasHapus
  11. Yakin aja mas.. Pokoknya semangat terus untuk anti korupsi..

    BalasHapus
  12. Cerita dari hasil nguping orang lain yah Bang...
    Kayaknya bang Atta emang suka nguping deh....
    Tapi sentilannya mantap loh Bang.
    Moga bisa menang.

    BalasHapus
  13. Koment saya tadi masuk nggak bang?
    Sory banget, koneksi saya lelet abis.

    BalasHapus
  14. secara keseluruhan sih oke ya. tapi perhatikan syarat ini :

    •Karena akan dicetak dalam buku berketebalan lebih dari 100 halaman, Jika artikel berwujud karangan maka panjang artikel minimum 1000 kata (bisa dihitung dengan Ms Word : kurang lebih setara dengan 3 halaman A4, Font Times New Roman ukuran 12, spasi 1,5).

    BalasHapus
  15. tema udah sesuai. ada solusinya. cukup menarik krn gak terlallu serius. hitung dulu ada berapa kata. apakah sudah sesuai dg syarat lomba.

    BalasHapus
  16. salam sejahtera
    cocok banget buruan di daftarin
    lagi pula tulisannya bagus

    BalasHapus
  17. tanya sama ahlinya bang aku nggak tahu, berkunjung ke blog itupun belum pernah

    BalasHapus
  18. baru di pos ya om? iya sih mau magrib.. bentar lagi buka nih. asiiikkk!!! hehe

    BalasHapus
  19. Mantap artikelnya bang.....langsung di submit aja bang ke tempat bang joddie.....sukses ya bang.....

    BalasHapus
  20. wah pas ini... skenarionya bisa di jadiin sinetron biar pada sadar tentang moralitas..
    coba lihat sinetron indonesia sekarang.. bisa ngrusak moral...ya nggak

    BalasHapus
  21. Dari segi penyajian Skor 100
    dari segi bahasa skor 100
    dari segi isi 200
    dari segi syarat untuk ukut kontes masih 80
    dari segi apa lagi ya?.....


    Btw ane suport abis dah, coz apa yang disajikan oleh bang attay memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh orang laen.
    Nah ini yang patut mendapat skor 1000.
    Nah trus batasan skornya koq jadi kacau?..
    Jiahhhhh

    dah deh jika di prosentase dah masuk 95%, tinggal poles dikit jadi maknyus
    Keep spirit brother

    BalasHapus
  22. posting yang menarik :D
    mentality pejabat kita yang harus diperbaiki :D

    BalasHapus
  23. sukses buat kontesnyaa...bang atttaa..
    mantap deh artikelnya..
    xixixi...

    BalasHapus
  24. Aku ingin membangun moral negeri ini agar menjadi indah! (semangat bergelora)
    Semoga harapan banyak rakyat Indonesia untuk mendapatkan pemimpin yang amanah dan bermoral baik dapat dikabulkan Ilahi Robbi, amin.

    BalasHapus
  25. Aku dukung 100% mas Atta. Tulisan yg mendidik tapi dgn gaya santai bin kocak. Ikutin kontes aja!

    Aku setuju bahwa meningkatkan iman dan moral itu langkah awal memberantas korupsi. Mari kita generasi muda ini yg mulai dari semua segi. Maksudnya dari yg menceburkan diri ke dunia bisnis (agar besok kalo jd perusahaan kelas wahid ga serakah, ingin mencaplok wilayah sana-sini dgn cara menyogok), dari yg memilih di jalur pendidikan dan agama agar konsisten utk menanamkan moral dan budi pekerti yg baik pd anak didiknya, dari yang ingin mengabdi negara dan menjadi pejabat, agar benar2 konsekuen pada sumpahnya utk bekerja demi rakyat dan negara, bukan demi memperkaya diri sendiri.

    Loh...kok aku jadi ikutan nulis di sini sih...
    Pokoknya aku dukung mas Atta buat ikut kontes deh! Semangat yaa!!!

    BalasHapus
  26. Maunya sih nggak bilang bang, tapi ada kemungkinan mereka justru membaca postingan ini. Jadi kalaupun mereka tahu yang pasti bukan saya yang memberi tahu.

    BalasHapus
  27. Panjang bener ceritanya.... Tapi tetap aja asyik utk disimak.
    Yang disampaikan pun mengena. Jadi.. buat apa ragu=2 utk ikutan Bang.?
    Seperti kata mbak Fanny, jika ternyata persyaratan lomba sudah terpenuhi (jumlah kata dll), langsung aja didaftarkan.
    Semangat ya...!

    BalasHapus
  28. wow,nggak kalah sengitnya dengan di parlamen sekarang bro.salam buat Sist Ayu ya..

    BalasHapus
  29. yuk ah di mulai diri sendiri dulu....

    BalasHapus
  30. sebuah cerita sederhana tapi penuh makna, semoga mereka diatas sana tergugah hatinya mendengar celotehan rakyat dibawah kakinya ..

    sukses untuk kontesnya ..
    eh, lupa salam hangat dari Tangerang

    BalasHapus
  31. wooooowwww, iya bang ikutin ajah, salute ama 'tetangganya' bang attan.. ayu dan harry ya, hebat banget ya ulasannya... :-)

    BalasHapus
  32. ringan, asyiiik, nylentik, TOP bang.... moga menang, dan saya menjagokan artikel ini setelah saya menjagokan juga arikelnya mbak annie... heheheeh

    BalasHapus
  33. mantap.....bror, kayaknya harus di ikutin deh...awas klo nggak di ikutin. tak sumpahi nggak bakalan menang haha....

    BalasHapus
  34. mAmpir nI sOb.,
    sekalian baca-baca, sebelum tidur.,.,,

    BalasHapus
  35. mantap bang cerpennya .. ringan tapi berbobot, plus banyak pesan untuk semua pihak .. walopun panjang, saya baca dengan senang, malahan sambil ketawa-ketiwi

    mohon maap baru skrg kunjungan .. minggu kemarin dipake liburan xD

    BalasHapus
  36. Ih, sebelum dikasih tahu aye dah tahu dulua bang, kalau ini pasti untuk ikutan cerita inspirasi khan..??? Hapunteun pisan kang, hari ini teh, abdi sibuk pisan :( jadi, baru bisa komen *sundanan naonnya eta...???* haks.. haks.. haks...*

    Bang, betulkah ini sebuah rumpian tetangga. I don't believe it" :D Ini mah kebanyakan kalimat bang Atta. hehehe..

    Semua, kembali kepada diri sendiri. Duh, ko saya belum ikutan lomba ini yah...??? *nelongso...*

    BalasHapus
  37. Sogokan emang senjata paling hebat saat ini....
    Pejabat bisa ngeluarin Surat untuk nyolong tanah ulayat karena sogokan
    Aparat penegak hukum melempem karena sogokan
    Naek jadi pejabat jangan2 juga karena sogokan
    ck..ck..ck...

    Tambah satu lagi Oom...
    Hueks..hueksnya si Mbak juga karena sogokan.....wkwkwkkk

    BalasHapus
  38. hehee... buagus bngt Bang ceritanya kali ini. Btw, si Bintang rajin bngt ya komen disini akhir2 ini...

    BalasHapus
  39. bang atta nguping dapat pencerahan soal korupsi, ulasan yang bikin betah baca. sukses ya

    BalasHapus
  40. ini adalah sebuah motivasi,makna dan sebuah nasihat agar kita selau ingat pada sang pencipta,kalau kita ingat maka kita,,
    INGAT TENTANG MORALITAS
    INGAT TENTANG TUHAN
    INGAT TENTANG NERAKA JAHANAM
    terima kasih sangat bermanfaat,,numpang baca-baca artikel lainnya

    BalasHapus
  41. suka nguping sambil nyruput teh manis ya bang..?hueheuheuheu.. postingannya ikyutin lomba oke juga bang..

    BalasHapus
  42. sorry bang Atta mampir lagi, ternyata memang anda pencinta lingkungan dalam tulisan anti korupsipun , ada ide tentang tanam pohon, go green

    BalasHapus
  43. wkwkwkwkwkw.............judulnya keren "TEMBOK" ternyata tembok memang punya kuping ya......yg ini kupingnya bang atta hehehehehe

    saya pikir tadinya maksud tembok itu kepada muka para pejabat kita yang memang muka tembok!!!!!

    BalasHapus
  44. Pagi bang ....met beraktifitas...moga sukses selalu...

    BalasHapus
  45. wah.. mantab nih critanya. Ikutin aja kompetisi menulis sob. Bagus kok... Saya mendukungmu :D

    BalasHapus
  46. emang anu kita itu pada anu kok sam...mendingan kita anu ajah biar gak anu...nanti kalo dipikir anu kita bisa anu sendiri...uah biar anu yang akan menganunya...anu gak...?

    BalasHapus
  47. wah ceritanya menarik sekali mas. layak dapat juara dikompetisi itu.

    BalasHapus
  48. Rakyat yang dibuat sengsara oleh pejabat. Mereka tega melakukan hal itu karena mereka tidak punya otak dan hati.

    BalasHapus
  49. didaftarkan hari Selasa tangggal 16 Februari 2010 jam 16:24

    BalasHapus
  50. hehe.. salam buat ayu' dan harry.. ^^ sip, bang.. Korupsi sebagai sebuah kebiasaan / kesalahan sistemik.. hmmm... *merenung*
    btw, makasih atas partisipasinya yaa.. ^^

    BalasHapus
  51. Postingan luar biasa, bang. Mantap pokoknya.

    BalasHapus
  52. bagus bagus bagus.....
    mantab abiiiisss

    BalasHapus
  53. siiiiiiiiip....
    mantab abis tulisannya kali ini

    BalasHapus
  54. moga2 syaratnya terpenuhi
    yo wessss hajaaaaar laaah

    BalasHapus
  55. Bang... betah be=anget nguping pembicaraan orang ya... hehehehehe... moga menang ya, Bang... Aku belum posting nih...

    BalasHapus
  56. kuping mpe puuuuaaaannnnnaaassss neeeeh
    jiahahahaha....

    BalasHapus
  57. ikut mendoakan semoga artikel yang sudah menjadi contoh penulisan ini menjadi sukses mas termasuk sukses dalam memberi pesan untuk ikut memberantas korupsi.
    Salam sukses selalu :)

    BalasHapus
  58. semoga dibaca para koruptor

    BalasHapus
  59. Korupsi
    sebuah seni mencuri :)

    BalasHapus
  60. salam kenal ajah mas bro dari bri :)

    BalasHapus
  61. Salam silaturahmi ... ulasan korupsinya jeli, mas.
    Bila berkenan, mampir yuk di tempatku

    BalasHapus
  62. Korupsi terjadi karena hancurnya tatanan moral pelakunya yang telah kehilangan martabat kemanusiaannya.
    Artikel enak dibaca dan padat makna.
    Selamat bang Attayaya. Salam kenal

    BalasHapus
  63. moral menjadi hal utama yg harus diperbaiki

    BalasHapus
  64. kakag...
    emang mantab deh...
    saluuut atas karya2nya :D

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Tembok | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah