17 Agustus 2010

Pohon Penyerap Karbondioksida | Siklus Karbon Dioksida

Siklus Karbon Dioksida seperti yang diterangkan Wikipedia adalah merupakan siklus biogeokimia dimana karbon dipertukarkan antara biosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer Bumi (objek astronomis lainnya bisa jadi memiliki siklus karbon yang hampir sama meskipun hingga kini belum diketahui). Dalam siklus ini terdapat empat reservoir karbon utama yang dihubungkan oleh jalur pertukaran. Reservoir-reservoir tersebut adalah atmosfer, biosfer teresterial (biasanya termasuk pula freshwater system dan material non-hayati organik seperti karbon tanah (soil carbon)), lautan (termasuk karbon anorganik terlarut dan biota laut hayati dan non-hayati), dan sedimen (termasuk bahan bakar fosil). Pergerakan tahunan karbon, pertukaran karbon antar reservoir, terjadi karena proses-proses kimia, fisika, geologi, dan biologi yang bermacam-macam. Lautan mengandung kolam aktif karbon terbesar dekat permukaan Bumi, namun demikian laut dalam bagian dari kolam ini, mengalami pertukaran yang lambat dengan atmosfer.

Karbon dioksida sebagai salah satu gas rumah kaca yang memerangkap panas matahari dalam bentuk radiasi infra merah gelombang panjang yang seharusnya terpantul ke angkasa luar. Karbondioksida menahan panas tersebut di dalam atmosfer bumi sehingga menyebabkan bumi semakin hangat dan berubah menjadi lebih panas. Hal inilah salah satu penyebab Pemanasan Global atau Global Warming.

Pemanasan akibat terperangkapnya panas matahari oleh karbondioksida menyebabkan mencairnya es yang seharusnya memantulkan radiasi panas matahari ke luar angkasa. Hal ini juga mencairkan tanah beku (permafrost yang terdapat di daerah eropa dan kutub) sehingga tanah tersebut melepaskan karbondioksida lebih banyak, sehingga membuat jumlah karbondioksida di atmosfer menjadi lebih banyak lagi.

Semua ini menyebabkan munculnya Dampak Pemanasan Global :
  • Iklim tidak stabil
  • Peningkatan permukaan laut akibat volume air laut bertambah dari pencairan es kutub
  • Suhu global cenderung meningkat
  • Gangguan ekologis
  • Dampak ekonomi, sosial dan politik
  • Pergeseran ekosistem

Ada dua pendekatan utama untuk memperlambat pemanasan global :
  • Pertama, mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbon-nya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration (menghilangkan karbon).
  • Kedua, mengurangi produksi gas rumah kaca.

Cara yang paling mudah untuk mengurangi/menghilangkan karbon dioksida di udara adalah dengan memelihara pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi, bukan menebang atau bahkan melakukan deforestasi hutan. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan. Di banyak area, tanaman yang tumbuh kembali sedikit sekali karena tanah kehilangan kesuburannya ketika diubah untuk kegunaan yang lain, seperti untuk lahan pertanian atau pembangunan rumah tinggal. Langkah untuk mengatasi hal ini adalah dengan penghutanan kembali yang berperan dalam mengurangi semakin bertambahnya gas rumah kaca.

Untuk jangka pendek dapat ditanam pohon apa saja, tetapi untuk jangka yang lebih panjang, dapat ditanam pohon dengan usia yang panjang pula, seperti trembesi (Ki hujan, pohon hujan, Samanea Saman). Untuk tanaman dalam rumah, dapat ditanam tumbuhan bunga Lidah mertua (mother-in law tongue, Sansevieria cylindrica, dan Sansevieria kirkii). Pohon yang dapat menyerap karbondioksida dalam jumlah banyak seperti :

Pohon Penyerap Karbondioksida

No : Nama Lokal : Nama Ilmiah : Daya Serap CO2(Kg/pohon/thn)
1 : Trembesi : Samanea Saman : 28.488,39
2 : Cassia : Cassia sp : 5.295,47
3 : Kenanga : Canangium Adoratum : 756,59
4 : Pingku : Dysoxylum Excelcum : 720,49
5 : Beringin : Ficus Benyamina : 535,90
http://solusisaveourplanet.wordpress.com/2008/07/11/bumi-abadi/

MARI MENANAM POHON
WALAU 1 BATANG


MERDEKA BUNG!!!

17 AGUSTUS 2010


nb :
kiwot "smp" cek tanggal 16/8/10 jam 21.15 masih di halaman 3.

Perjuangan berat kawan.


Sumber :
http://solusisaveourplanet.wordpress.com/2008/07/11/bumi-abadi/
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
http://id.wikipedia.org/wiki/Siklus_karbon
http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_hujan




32 komentar:

  1. Ayo menanam pohon. Tapi bingung mau menanam dimana, halaman dah sempit. Tanam pohon pohon kecil dipot aj kali ya. He he he.. .

    MERDEKA.. JAYALAH INDONESIAKU !!

    BalasHapus
  2. Pohon memang bermanfaat buat kita.. Salam merdeka sob

    BalasHapus
  3. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?! semoga.

    selain itu tanaman kek Krey payung, Matoa, Mahoni, Saga juga punya kemampuan m,enyerap CO2 yang lumayan gedhe.

    Merdeka!!!

    BalasHapus
  4. Merdekan om...
    ayo sama2 kita lestarikan lingkungan kita jangan sampai gelar Indonesia sebagai Paru2 dunia tercoreng..Oleh penebang liar..

    BalasHapus
  5. Setuju Mari menanam pohon walau pun hanya satu pohon, itu sudah menyelamatkan beberapa jiwa dari kekurangan oksigen..

    BalasHapus
  6. semoga dengan kemerdekaan ini indonesia bisa bersolek untuk selalu menjaga hutannya.. Merdeka!!

    BalasHapus
  7. wah, bisa mencairkan tanah padat pula ya..ngeri deh..
    ya..udah nanam pohon beberapa, meski di tabulampot :d

    salam merdeka...!!!

    BalasHapus
  8. benar juga ya mas terimakasih mau mengingatkan

    BalasHapus
  9. met siang Bang.. met merayakan hari ultah kemerdekaan RI.. Di Riau rame gak perayaannya..?

    BalasHapus
  10. benar bang mari kita menanam pohon demi manfaat bersama...merdeka

    BalasHapus
  11. Merdeka!!..
    yep, artikel yang terintegrasi tentang global warming!. sangat mencerahkan pagi kemerdekaan ini, memulai semangat baru untuk mengurangi pemanasan global dari hal-hal yang paling sederhana yang bisa kita lakukan. SemangaaT!

    kunjungan balasan :)

    BalasHapus
  12. Merdeka bung!!!!!
    Mari kita menanam pohon....

    BalasHapus
  13. merdekaa....bawain bendera aja

    BalasHapus
  14. kalo pohon menyerap karbondioksida, maka Ramadhan menyerap dosa. Btul, btul, btul!!

    BalasHapus
  15. merdeka bang , jadi sedih melihat indonesia yang dulu paru-paru dunia sekarang hampir gundul dimana-mana, es abadi di jayawijaya pun sudah hampir habis, ayo menanam pohon

    BalasHapus
  16. Owh ternyata begitu toh Sob.....siklusnya.... wah tapi klo ga salah tahun lalu Indonesia masih jadi penjual Oksigen karena HUtan kita lumayan banyak dan negara penghasil emisi gas kaca mesti bayar tuh ke kita.....

    tau tahun ini gmn hhe...

    wah aku juga mau nulis keyword SMP deh klo gtu... tapi hari jum'at or kamis hhe....

    Semangat tersu Sob.. jgn kalah sama Situs Porno hhe...

    MERDEKA!!!

    BalasHapus
  17. Yups neh, bermanffat bener ya, mennanam pohon sebagai bentuk mengisi kemerdekaan ini...

    BalasHapus
  18. Salute Mas, thumbsup ama postingan2 Lingkungan hidupmnya...

    BalasHapus
  19. oke,,

    saya sudah menanam lebih dari satu pohon.

    kalau bisa satu orang menanam 5 pohon.

    BalasHapus
  20. hijaukan bumi kita............

    BalasHapus
  21. iya, hijaukan bumi lagi...

    dan satu lagi selain CO2 yang berperan dalam terjadi global warming, yang selama ini terlupakan yaitu ch4 alias methane yang banyak dihasilkan dari pembusukan sampah, lumernya kutub utara (karena banyak methane yang tersimpan didalamnya) dan peternakan
    dia bahkan bisa 30 kali lipat lebih parah dari co2
    begitu kawan..

    jayalah indonesiaku..
    Hijaulah Bumiku..
    ^__^

    BalasHapus
  22. pengen seh nanam pohon...pi..kl..cumo..ditanam...tak..dirawat...percumu..ajo..kesian..tengok...pohon..

    BalasHapus
  23. Mari kita gerakkan penanaman pohon kembali biar rimbun dan co2 bisa terkurangi kawand

    BalasHapus
  24. kyknya kalo satu org masing masing nanem satu pohon , mungkin dunia ini bakalan sejuk yah . .
    salam kenal.
    :D

    BalasHapus
  25. mungkin harus didoktrin seperti orang jadul. di kampungku dulu sejuk banget karena ga ada yang berani nebang pohon beringin dan trembesi. alasannya sih takut kesambet karena itu rumah setan.
    salam kenal ya...

    BalasHapus
  26. ayuk kita menanam pohon om :D
    MERDEKA juga om ! :)

    BalasHapus
  27. tinggal sekarang gimana melestarikanny? ada lagi satu pohon yang bisa menyerap karbon, tapi lupa namanya, hidup dipinggir jalan..kayak pedang..taneman hias

    BalasHapus
  28. iya, ayo nanam pohon
    kalo 1 orang 1 batang kan bisa jadi anyak tuh...

    BalasHapus
  29. Merdeka, merdeka, merdeka, banyak cara untuk meneruskan perjuangan para pahlawan kita...

    BalasHapus
  30. iya boss mulai dari diri kita nihh untuk menanam satu pohon . saya tanem pohon jambu aja dehh..bisa gak tuh menerap karbondioksida yahhh...!!

    BalasHapus
  31. @ lidah mertua tuh kalo tak salah

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Pohon Penyerap Karbondioksida | Siklus Karbon Dioksida | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah