01 Agustus 2010

Reformasi Kehutanan | Hancurnya Hutan Riau - Indonesia

Perlu adanya kajian agenda nasional pada saat ini dalam melakukan reformasi kebijakan kehutanan dan menilai berbagai prospek implementasinya. Dalam hal ini kajian bukanlah sekedar kajian tetapi harus ada tindak lanjut yang cepat dan tepat. Hal ini dipandang perlu mengingat kehancuran hutan Indonesia semakin parah. Jika kulihat dari atas pesawat, sudah tidak ada hutan yang berarti bagi Riau. Hutan Riau sudah berubah fungsi menjadi perkebunan yang berarti menjadi hutan homogen yang sangat tidak mendukung keadaan alam.

Yang kita perlukan sekarang adalah Good Forest Governance dengan maksud adanya Pemerintah yang bagus dalam pengelolaan hutan sehingga bisa menyelaraskan penggunaan hutan untuk peningkatan ekonomi dengan kestabilan lingkungan. Pemerintah Indonesia jelas belum sampai ke tahap ini. Untuk itu perlu di reformasi.

Apa yang terjadi dengan hutan Indonesia?

Menurut LAPORAN KEADAAN HUTAN INDONESIA dari Forest Watch Indonesia, disampaikan bahwa :
  • Indonesia sedang mengalami kehilangan hutan tropis yang tercepat di dunia.
  • Deforestasi di Indonesia sebagian besar merupakan akibat dari suatu sistem politik dan ekonomi yang korup, yang menganggap sumber daya alam, khususnya hutan, sebagai sumber pendapatan yang bisa dieksploitasi untuk kepentingan politik dan keuntungan pribadi.
  • Pembalakan ilegal sudah mencapai tingkat epidemik sebagai akibat ketimpangan struktural antara permintaan dan pasokan kayu legal yang telah lama terjadi di Indonesia.
  • Lebih dari 20 juta hektar hutan sudah ditebang habis sejak tahun 1985 tetapi sebagian besar dari lahan ini belum pernah diolah menjadi alternatif penggunaan lahan yang produktif.
  • Pemerintah Indonesia sekarang menghadapi banyak tekanan dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk segera mengambil tindakan, tetapi kemajuannya lambat dan tidak semua reformasi kebijakan yang terjadi merupakan kabar baik untuk memperbaiki kondisi hutan.

Permasalahan ini jika dirinci lebih jauh bisa menghasilkan seribu satu bahkan sejuta rincian masalah. Masalah-masalah ini entah sampai kapan bisa diselesaikan, sekurang-kurangnya meminimalisir jika dan hanya jika pemerintah Indonesia berani melakukan reformasi di bidang kehutanan.

Apa penyebab kehancuran hutan Indonesia?
  • Krisis ekonomi menyebabkan minat pengusaha mengalihkan modal usahanya ke sektor perkebunan yang tentu saja akan merubah fungsi hutan menjadi fungsi perkebunan.
  • Politik yang tidak stabil yang menyebabkan lemahnya proses berbagai usaha untuk mereformasi dan menerapkan berbagai kebijakan kehutanan.
  • Tuntutan desentralisasi daerah menjadi daerah otonom yang menyebabkan daerah berusaha mendapatkan Pendapatan Asli Daerah setinggi-tingginya, salah satunya dari sektor kehutanan. Hal ini tidak didukung dengan ketentuan penyelamatan hutan dan lingkungan hidup.
  • Hukum yang tidak jelas yang menyebabkan mudahnya oknum melakukan modus operandi pembalakan liar dan pembabatan hutan.
  • Konflik lahan dan sumber daya hutan terutama menyangkut hak adat atas hutan (tanah ulayat) dan pengelolaan oleh masyarakat tempatan yang sudah berumur ratusan tahun. Konflik ini umumnya terjadi antara pengusaha HPH dan masyarakat tempatan. Hal ini dikarenakan ketidaktahuan pemerintah dalam hal ini Departemen Kehutanan tentang keberadaan lokasi tanah ulayat, sehingga surat sakti Dept. Kehutanan atas HPH suatu perusahaan bertumpang tindih dengan tanah ulayat yang dikelola secara bijak oleh masyarakat lokal. Masyarakat lokal adalah bukan masyarakat migrasi dari daerah lain, hal yang banyak terjadi di Riau.
  • Perubahan areal konsesi perusahaan pertambangan minyak seperti Chevron (PT. CPI) yang sebaiknya dibiarkan tetap menjadi hutan alam, bukan dirubah menjadi areal perkebunan di areal konsesi pertambangan minyak.

Komitmen Pemerintah Indonesia yang TIDAK BERJALAN dengan baik :
  1. Mengajak kerja sama dan koordinasi berbagai Departemen lainnya untuk menjatuhkan tindakan keras terhadap para pembalak ilegal, khususnya mereka yang melakukan kegiatan penebangan di dalam taman-taman nasional, dan menutup berbagai usaha penggergajian ilegal.
  2. Memacu penilaian sumber daya hutan sebagai suatu basis untuk perumusan Program Kehutanan Nasional (PKN).
  3. Mengevaluasi kebijakan konversi hutan dan menunda semua konversi hutan alam sampai PKN disetujui.
  4. Mengurangi dan menyusun kembali industri berbasis kayu untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan bahan mentah dan untuk meningkatkan daya saingnya.
  5. Menutup berbagai industri kayu yang mempunyai banyak hutang di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dan hubungan penghapusan pinjaman yang diusulkan untuk pengurangan kapasitas.
  6. Mengaitkan program reboisasi dengan berbagai industri kehutanan yang ada atau yang sedang dalam proses dibangun.
  7. Menghitung ulang nilai kayu sesungguhnya.
  8. Menggunakan berbagai proses desentralisasi sebagai suatu perangkat untuk meningkatkan pengelolaan hutan lestari;
  9. Mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan.
  10. Perumusan Program Kehutanan Nasional.
  11. Pemecahan berbagai isu kepemilikan atas lahan-lahan hutan.
  12. Meningkatkan sistem pengelolaan hutan.

Apa yang harus dilakukan Pemerintah Indonesia?
BERANILAH UNTUK
MELAKUKAN REFORMASI KEHUTANAN
  • Pemerintah Indonesia HARUS BERANI menegakkan hukum di bidang kehutanan terutama atas pembalakan liar, pembabatan hutan terutama untuk lokasi yang sudah ditetapkan sebagai hutan alam yang dilindungi dalam Hutan Rakyat, Taman Nasional dan sejenisnya.
  • Penghentian perluasan perkebunan dengan mempertahankan hutan alam.
  • Pemerintah Indonesia harus mengetahui lokasi tanah ulayat masyarakat lokal sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan pengusaha HPH.
  • Pengambilalihan lahan untuk perluasan hutan alam.
  • Mempercepat keputusan atas penetapan lokasi-lokasi yang dilindungi semisal Taman Nasional, Cagar Biosfer dan sejenisnya.
  • dan masih banyak hal lain lagi.

BERHENTILAH SEJENAK
DENGAN POLITIK PRAKTIS
YANG CUMA MENGUNTUNGKAN PRIBADI DAN GOLONGAN.
MARILAH PARA POLITIKUS DAN PEJABAT
UNTUK MEMIKIRKAN HUTAN INDONESIA,
TITIPAN ANAK CUCU KITA.
JANGANLAH MEMIKIRKAN UANG KEMBALI
ATAS SELURUH BIAYA
KETIKA KALIAN IKUT PEMILU KEMAREN!!!



HANCURNYA HUTAN RIAU

Aku selalu sedih kalo naik pesawat, melihat hutan RIAU yang sudah tidak ada lagi.

Gambar diambil melalui pesawat Sriwijaya Air flight SJ-040
Rute Penerbangan Pekanbaru - Medan
Tanggal : 23 Juli 2010
Jam : sekitar 14.45 wib
Kamera : Nikon D50
oleh : attayaya

Wilayah hutan yang sudah dibagi-bagi menjadi areal perkebunan

Perluasan perkebunan yang mengambil lahan hutan

Lahan perkebunan yang belum dan baru ditanam

DAS (Daerah Aliran Sungai) pun dirambah menjadi lahan perkebunan

Lahan konsesi perusahaan pertambangan minyak
yang dijadikan areal perkebunan
(titik putih adalah areal spot sumur minyak)


*****

Postingan Kolaborasi
tema: "DIBAWAH BENDERA REFORMASI"
ditaja oleh : Trimatra
1 Agustus 2010



Sumber Gubahan :
LAPORAN KEADAAN HUTAN INDONESIA
Forest Watch Indonesia - Global Forest Watch
Washington DC
2001

26 komentar:

  1. Jiahahaha..,aku dah nebak sebelumnya, diblog ini pasti mengangkat isu hutan di indonesia. Tulisanya, ulasanya dan solusinya manteb bang buat mereformasi kebijakan negara yang keliru terhadap kedaulatan hutan...

    BalasHapus
  2. wew. DAS jadi lahan pertanian? parah ya bang

    BalasHapus
  3. bangsa ini memalukan, coba pikir, bila hutan gundul aka habis, darimana kita dapat bahan baku lagi? impor? cape deh

    BalasHapus
  4. nice article bos...memang hutan kita perlu di lestarikan jangan di jadikan lahan kebun semua sebab kita juga bakalnya yanag kena imbasnya...mohon kepada yang baca article (orang yang bersangkutan yang menjadikan hutan sebagai lahan kebun untuk kepentingan bisnis individu dan para pejabat yang memberikan ijin hutan untuk di jadikan perkebunan) dan bahkan pembalakan liar yang suah meraja lela segeralah sadar jangan hanya mementingkan keuntungan sementara saja, tapi harus melihat imbasnya kelak buat anak cucu kita. stop penebangan hutan secara berlebihan... kayanya perlu di jadikan keyword nih....perlu kita diskusikan bos...

    BalasHapus
  5. jalan2 pagi ke tempat bang attayaya...

    BalasHapus
  6. Bang, foto udaranya keren banget
    bagus banget...

    Kadang kita gak sadar
    kalo kitalah yang sebernarnya merusak ekosistem
    reformasi digaungkan
    tapi hanya sebatas gaung saja

    BalasHapus
  7. Mari kita lestarikan hutan kita....

    BalasHapus
  8. inilah Indonesia...
    harusnya guinnes book of records mecatat nama Indonesia yaaa...

    GreenPeace aja sudah sering "menyerang" pemerintah Indonesia..
    tapi kok pemerintahnya tenang tenang aja ya

    BalasHapus
  9. mmhh..itu baru hutan riau ya bang..bagaimana dengan hutan2 lainnya yg ada di indonesia...

    miris bacanya...hikkss

    BalasHapus
  10. mari kita peduli lingkungan. hehehe..
    masih mending itu gan!
    gimana nasib jakarta coba??? lebih parah.
    hiks.. hiks :(

    BalasHapus
  11. hmm.. indonesiaku... :(

    padahal hutan adalah salah satu asset bagi bangsa indonesia, mungkin kita harus belajar menghargai apa yang kita miliki, jangan sampai hutan indonesia bener-bener hilang :(

    BalasHapus
  12. jadi botak gitu yaa om hutannya. apalagi riau, setau aku kan ladang gambut :p #soktau

    BalasHapus
  13. kapan ya Indonsia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain ya? hemm

    BalasHapus
  14. Selamatkan Hutan Indonesia....!!

    BalasHapus
  15. Wah rusak banget.. Sedih ..

    BalasHapus
  16. Kemarin Hutan Tropis Sumatera diusulkan menjadi salah satu Warisan Dunia yang Terancam. Tapi entah kenapa keknya gak disetujui oleh UNESCO. Jadi statusnya tetap sebagai Warisan Dunia saja.

    BalasHapus
  17. ngeri juga kalo lihat gambar-gambarnya, bisa-bisa nggak akan ada lahan hijau di bumi pertiwi.

    Bisa-bisanya lagi puas bener orang-orang makan uang hasil jual kayu yang seharusny jadi tempat berteduh bagi umat manusia.

    BalasHapus
  18. hmm.. kayaknya hutan di Sumsel sama juga Bang bakal gundul juga..

    BalasHapus
  19. oh..... hutan kesayangan ku..., gara2 uang engkau di gundul habis...., ada ngak obat nya penumbuh hutan lebat.., kaya rambut kan ada neril..

    BalasHapus
  20. waaahhh... si abangnya lagi jalan-jalan naek pesawat... habis daa hutanku...?!?!? lohhh..?!?!?

    BalasHapus
  21. Hihihi, sebagai mantan orang yang pernah kerja di perusahaan kehutanan ekye no comment ajah deh. takut digebugin :-)

    BalasHapus
  22. Saya pun merasa heran dengan era saat ini para petinggi di pemda dan pempus bermain di daratan ini. padahal Riau sudah di ambang batas terutama di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan- Riau. masyarakatnya sekitarnyapun rata2 kaum Transmigran P.Jawa,Medan dan sekitarnya, saya mohon untuk dapat bergabung di Selamatkan Taman nasional Tesso Nilo di Facebook atau kalian bisa membantu dan bkerjasama dgn kami di Balai TN. Tesso Nilo, Jl. Langgam KM.4 Pangkalan Kerinci,Pelalawan Riau. mari dukung kami untuk menyelamatkan Hutan dan Pusat Rehabilitasi Gajah - Harimau di Taman Nasional Tesso Nilo Riau.
    Cp : 081387816133 .:ilham-Polhut:.

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Reformasi Kehutanan | Hancurnya Hutan Riau - Indonesia | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah