22 November 2009

Makassar Ujung Pandang : i am home

Seorang temen ngajak aku ke Sulawesi tepatnya ke Makassar (dahulu disebut Ujung Pandang). Hmmm...kesempatan emas untuk mengunjungi tanah atok nenek moyangku dari sebelah bapak. Walaupun atok nenek moyangku itu dari BONE, sekitar 5 jam dari Makassar, nyampe Makassar aja dah bagus (eh... ada yang bingung.. attayaya tuh orang Melayu ato orang Bugis seeeh????). Lagian ini berarti perjalanan terjauh ke arah timur Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebelumnya cuma mpe Lombok, Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air. (seperti yang kutulis dalam paragraf pertama postingan Hibah Sejuta Buku ala Blogger).

Wah postingan ini jadi panjaaaaaaaaangggg......
Jadi.... siapkan kopi, cemilan, bantal, plus Dji Sam Soe untuk membaca postingan ini
Jiahahahhahha.........

Dari Pekanbaru pake pesawat Garuda Indonesia Airways jam 9 pagi menuju Jakarta. Transit mpe jam 3 sore, lanjut lagi naik Garuda nyampe jam 6 sore. Perjalanan Jakarta-Makassar sih sebenarnya cuma 2 jam seehhh, tapi karena perbedaan waktu 1 jam antara WIB dengan WIT, maka nyampe di Makassar tuh jam 6 sore.

Baru nyampe hotel, langsung diajak makan malam di :
Rumah Makan SULAWESI BARU
Sea Food
Jl. Pattimura no. 2 Makassar

Ada ikan bakar. Waaah...keliatan enak neh. Cuma.....sambalnya ga ada yang cocok dilidahku dan temen-temen yang dah terbiasa makan makanan/masakan Melayu Riau pake sambal belacan. Sambal rica-ricanya pun ga cocok, seperti sambal goreng tomat gitu deh. Akhirnya kuminta cabe yg dipotong kecil-kecil, lalu kukasi kecap manis dan kugerus/ulek pake sendok. Jadi deh sambal kecap darurat ala attayaya. Makan ikan bakar pake sambal kecap darurat ala attayaya ini enak lhooo....

Abis makan ke Tanjung Bunga, terusan dari Pantai Losari. Di Tanjung Bunga terdapat Trans Studio yang menyediakan wahana permainan indoor terbesar di dunia (kata penduduk setempat). Kawasan Tanjung Bunga sampai Pantai Akkarena merupakan kawasan yang baru dikembangkan untuk kawasan bisnis. Sekarang sudah terdapat GTC Makassar Mall, ruko-ruko mewah, dll, serta Celebes Convention Center. Kawasan ini dibentuk dari reklamasi pantai rawa bekas pertambakan udang, mirip Muara Angke yang dahulunya Hutan Bakau. Kawasan Tanjung Bunga yang melalui Jalan Metro Tanjung Bunga yang lebar, dikelola oleh PT. Gowa Makassar Tourism Development Tbk.

Hotel Pantai Gapura Makassar Jalan Pasar Ikan Makassar merupakan tempat kami menginap. Rencana mo ambil villa yang di laut, kerennnnn.... Tapi dah penuh. Terpaksa ambil kamar biasa. Hotel bintang 4 ini tampak luar tidak meyakinkan, tetapi ternyata.... Bintang 4 nya baru terasa jika telah masuk ke arah bagian pantai. Hmmmmm...... Mantaplaaa.
Cuma...dikamar kami ini, sinyal ProXl tidak dapat sama sekali. Gaswaaaat neh, macaa ceehh ditengah kota gini gada cinyal ProXl.
Padahal hotel ini cuma 200 meter dari Pantai Losari ujung utara. Ternyata hanya kamarku di nomor 111 saja yang tak bisa terima sinyal ProXl, karena agak terpojok.

Jaaaahh....de nasiv deeehh...

Pantai Losari - Makassar
Dilihat dari Hotel Pantai Gapura - Makassar




Trans Studio - Makassar
Dilihat dari Hotel Pantai Gapura - Makassar



Pada saat kami datang, kebetulan hotel-hotel di Makassar lagi penuh. Hampir saja kami tidur di emperan toko jiahahahaha... Hal ini salah satu disebabkan karena kedatangan Perdana Menteri Malaysia yang ternyata merupakan anak keturunan dari Kerajaan Bugis Gowa Makassar. Perdana Menteri (PM) Malaysia Datuk Sri Mohd Najib Tun Abdul Razak masih memiliki darah keturunan Raja Gowa ke-19, dengan gelar I Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrobone Sultan Abdul Djalil Tumenanga ri Lakiung. Kedatangan beliau adalah untuk menghadiri Hari Jadi Gowa ke 689 yang jatuh tanggal 17 November 2009.

Malam pertama itu juga langsung duduk di restoran tepi pantainya, melewati restoran Kapal yang sebenar-benar kapal tua yang udah diganjal sehingga tidak bergerak-gerak lagi. Di restoran tepi pantai, di dekat villa tepi pantai, kami minum SARABA minuman khas Makassar yang mirip bandrek. Terbuat dari campuran jahe dan susu. Dipadu dengan makan Pisang EPE yaitu pisang bakar yang dijepit. Di tempat lain mungkin disebut Pisang Jepit, Pisang Keprek, atau sebutan lain.

Salah satu sudut villa di atas laut
Hotel Pantai Gapura - Makassar



Besok paginya kami ke Bantimurung. Keluar dari hotel mengarah ke Pelabuhan Makassar terus masuk jalan tol menuju Kabupaten Maros. Suatu yang bagus adalah kerapian jalan di sekitar pelabuhan. Biasanya, kawasan pelabuhan memiliki jalan yang semrawut, parkir tidak teratur, preman, dll.

Tebing Batu Kapur
di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Maros - Makassar



Gerbang Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Maros - Makassar



Bantimurung adalah sebuah Taman Nasional lengkapnya Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Masuk ke lokasi kita dihadapkan dengan gerbang kupu-kupu raksasa dan tebing batu kapur terjal. Tebing batu kapur terjal ini mirip dengan tebing batu terjal di Payakumbuh Kabupaten 50 Kota Propinsi Sumatera Barat. Luas kawasan Bantimurung sekitar 43.750 ha ditunjuk berdasarkan SK Menteri Kehutanan no. 398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004. Bantimurung juga merupakan Kerajaan Kupu-kupu (butterfly kingdom) dibawah pengawasan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan Dan Konservasi Alam - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan. Berbagai jenis kupu-kupu, yang cantik maupun biasa, mengerubuti satu jenis pohon (lupa namanya) yang buahnya mirip rambutan. Tapi tak kulihat 1 jenis kupu-kupu yang terkenal yaitu kupu-kupu malam. Jika terdapat kerajaan kupu-kupu, berarti ada kerajaan kepompong, dan juga berarti ada kerajaan ulat bulu.

Species/genus/Jenis kupu-kupu yang terdapat di TN Bantimurung :
Silla sp.
Guglea sp.
Danaus sp.
Nibomia sp.
G. Mageri sp.
Hercules sp.
Sazaspes sp.
Idhea sp.
Mosth sp.
P. Adamantius sp.
Papilio Blumei sp.
Polipontes sp.
Z. Helenc sp.
Z. Helipron sp.
V. Eraza sp.
Pamonca sp.
Besces sp.
(Maaf jika aku salah tulis)

Pohon tempat Kupu-kupu sering berkumpul
buahnya mirip dengan buah rambutan




Di lokasi Bantimurung juga terdapat air terjun yang sangat bagus, agak landai, sehingga bisa dijadikan arena seluncuran dengan menggunakan ban karet, mirip arena di WaterBoom Lippo Cikarang, Arena Ancol di Jakarta, maupun WaterBoom Labersa di Pekanbaru.

Air terjun
di Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Maros - Makassar






Makan siang pakai ikan bakar lagi lebih pas sambalnya daripada yang tadi malam. Kali ini di Rumah Makan Paotere jl. Sabutung di daerah Kawasan Pelabuhan Paotere Makassar. Abis tuh langsung lihat-lihat Kapal Phinisi, kapal asli Bugis dengan ujung lancip dan bertiang tinggi. Kapal ini bisa berlayar jauh bahkan sampai ke Madagaskar. Di Pelabuhan Sunda Kelapa banyak Kapal Phinisi yang bersandar membawa berbagai barang dagangan.

Siang ini aku sempet nelpon sahabat blogger keren dari Soppeng. Para blogger pasti mengenalnya. Bang Setiawan Dirg@nt@ra yang berkumis tebal dan ganteng. Guru yang yang bijaksana. Sebelum berangkat kemaren dah kirim imel ke bang Iwan. Siang tadi aku baca balasan. Langsung kutelpon. Senengnya dapat mendengar suara bang Iwan. Sayangnya bang Iwan baru saja kemaren ke Makassar, dan ga mungkin ke Makassar dalam waktu cepat, karena butuh perjalanan sekitar 6 jam lebih. Tak apa-apa bang Iwan. Mendengar suara bang Iwan dah membuatku senang. Hal ini berarti sama seperti Bang Munir Ardi yang sama tempatnya dengan Bang Iwan. Dan lebih payah lagi kalo mo kopdaran dengan Ranny yang ada diujung utara pulau Sulawesi alias Manado. Ntar kalo ada rejeki, aku akan datangi Bang Iwan, Bang Munir Ardi, dan Ranny, etc, dll.

Kapal Phinisi Makassar
Kapal Khas Bugis Makassar
Beberapa gambar ini mirip dengan keadaan di Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta









Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar
yang baru
Sultan Hasanuddin International Airport (SHIA)
Kode IATA : UPG
Kode ICAO : WAAA
Koordinat : 5° 3′ 42,67″ LS, 119° 33′ 14,39″ BT
Panjang Landasan : 2500 m diperpanjang menjadi 3100 m
Diresmikan tanggal 26 September 2008
Pengoperasian terminal baru dimulai pada 4 Agustus 2008










Makassar Ujung Pandang : i am home



29 komentar:

  1. wow........... seru banget ni Om... kapan kita backpakeran kesana..............

    BalasHapus
  2. atta...harusnya tulisan ini bisa terbagi jadi beberapa tulisan ta...
    biar gak kepanjangan gitu.. hehhe

    btw, ngiri aku ma kamu nyampe makasar :( secara adek aku kerja di sana dan aku belum sempat nengokin...duh ngiler liat losari...

    BalasHapus
  3. hi.. just dropping by here... have a nice day! http://kantahanan.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. Ternyata Makassar indahnya.. Oia Kapan2 ajak anak2 bertuah main ke rumah oom yang di makasar ya,, heheh

    BalasHapus
  5. Mantap bang ..lengkap info perjalanannya dan foto2 bagus sekali bang...btw oleh-oleh pasti banyak..bagi-bagi ya bang?..hi..hi

    BalasHapus
  6. wah kalau blue datang ke rumah puang di makasar blue selalu rindu masakan kapurung.........u suka juga kan sahabat
    salam hangat selalu

    BalasHapus
  7. Lokasi yang sangat menarik dikunjungi si om..

    tapi sayangnya cuma satu aja om...

    gak sama some one special sich... wkwkwkk

    gimana? ada yg setuju gak nih..!!!

    Kapan lagi om...!!!

    hehehhe...

    BalasHapus
  8. Aku dari tadi mengamati bang, mengikuti dan menyimak.
    hanya satu yang aku cari..
    fotonya bang atta mana?
    he..he

    BalasHapus
  9. Wah si Abang habis dari Lombok ya?
    aku juga pernah ke lombok bang..
    waktu ibuku tugas disana

    BalasHapus
  10. Ke Makassar beli coto
    Jangan lupa lupa oleh-olehnya Bro

    BalasHapus
  11. Mumpung bisa komen, sebanyak-banyaknya komen ya bang..
    gak dilarang kan?
    Aku suka tempat kupu-kupunya itu bang
    keren

    BalasHapus
  12. wew mantap2 om koleksi fotonya.. trus ngomong2 mana oleh olehnya...?

    BalasHapus
  13. bang Attayaya ngeduluain aku ke makassar siihh.. makassar sekarang keren ya bandaranya juga fully glass windows gitu. Berarti hampir semua udah dijelajahi wow.. asyik sekali

    BalasHapus
  14. ak bru tau klo makasar sama dengan ujung pandang *geografi berapa sih neng?"

    dan hmm.. iya, makasar gede kotanya,lebih gede dri denpasar ternyata, kekekeke

    BalasHapus
  15. Asyik banget perjalanannya bang.....jangan lupa oleh - olehnya.

    BalasHapus
  16. Sob, setiap ak mau ke blog km via TOP COMMENT di blogku koq url nya http://attayaya.bogspot.com/ (Kurang "L"). Apa TOP COMMENT di blogku bermasalah ya sob???
    Coba tolong di cek sob....
    Makasih sebelumnya...

    BalasHapus
  17. Wah! lengkap banget nih. Saya dari Makassar, salam...

    BalasHapus
  18. finally Attayaya back in home tapi belum sampai ke bone, ternyata Sulsel cantik juga yah maaf brother baru bisa berkunjung terimakasih sebesar-besarnya atas support dan doa anda pada keluarga kami

    BalasHapus
  19. JAdi pingin ke makasar, kapan ya bisa ke sana? Nunggu dapat perjalanan dinas aja deh.

    BalasHapus
  20. Aku baru nyusul Dik Munir nih... baru sempat jalan.

    Kunjungan singkat tapi postingannya lengkap banget Bang.....

    Tempat saya dengan Dik Munir agak berjauhan sekitar 125 km....

    Kapan2 kalau Bang Atta kesini lagi,... kirim kabar seminggu sebelumnya agar dipersiapkan upacara penyambutan.

    makasih banyak atas do'anya untuk Alm. Ibunda.

    BalasHapus
  21. wuiiiiiiih air terjunnya keren!!!

    airportnya juga keren. persis sama airport Svarnabhumi nya Thailand. hebat, bangga banget nih. meskipun bukan orang sulawesi, tapi ikutan bangga

    BalasHapus
  22. seru banget mesti ya liburannya....

    BalasHapus
  23. wahhh..tank's banget dah menampilkan gambar pelabuhan paotere dan fhinisi'na,..aduh jadi kangen dan pingin pulang rasanya..rumahku pas didepan pelabuhan paotere itu..kuangennnnnn..eh mampir ga makan di pelelangan ikan paotere..??ikan nya seger2 lo...aku asli org makassar dan sementara tinggal di pekanbaru..lain kali biar aku yg liput pekanbaru kota bertuah..hehehh..

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Makassar Ujung Pandang : i am home | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah