24 November 2009

Perusak Lingkungan Hidup di Semenanjung Kampar

Membaca Tribun Pekanbaru 21 November 2009 lalu, termuat daftar perusahaan yang telah melakukan penanaman kelapa sawit dan hutan tanaman industri di Kawasan Semenanjung Kampar. Salah satunya adalah PT. RAPP dari grup perusahaan APRIL. Yang anehnya, pada tanggal 15 Oktober 2009 lalu, PT. RAPP malah mendapat PERINGKAT BIRU karena dinilai telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku. PERINGKAT BIRU ini diberikan sesuai program Penilai Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2009 dari Departemen Kehutanan. Peringkat predikat ini terbagi atas :
Peringkat Hitam
Peringkat Merah
Peringkat Biru
Peringkat Hijau
Peringkat Emas


Semenanjung Kampar adalah merupakan kawasan penyimpan karbon terbesar di Indonesia di dalam gambutnya yang setebal lebih dari 4 meter dengan kapasitas mencapai 1,1 juta metrik ton karbon. Karbon ini jangan sampai lepas ke udara bebas, karena akan meningkatkan suhu bumi dan tentu saja menambah parah pemanasan global (global warming). Gambut yang baik selain bisa menyimpan karbon, juga bisa menyerap karbon yang terdapat di udara bebas.

Semenanjung Kampar merupakan hamparan hutan dataran rendah terbesar yang masih tersisa di Sumatera yang bisa menjadi Cagar Alam dan Kawasan Konservasi berbagai satwa langka termasuk harimau Sumatera (panthera sumatrae tigris).


Gambar Main Kapling di Semenanjung Kampar
Tribun Pekanbaru
Sabtu, 21 November 2009


Dalam kurun waktu 10 tahun, Kawasan Semenanjung Kampar dikapling oleh puluhan perusahaan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Tercatat ada 12 perusahaan sawit dan 16 perusahaan HTI mengeksploitasi kawasan Semenanjung Kampar yang diklaim memiliki lahan gambut terdalam di dunia.

Perkebunan Kelapa sawit di Semenanjung Kampar :
  1. PT. Trisetya Usaha Mandiri (23.791,1 ha)
  2. PT. Uni Seraya (11.363,2 ha)
  3. PT. Dutaswakarsa Indah (10.279,7 ha)
  4. PT. Triomas FDI (10.232,7 ha)
  5. PT. Baskarasatriatama Riau (9.517,4 ha)
  6. PT. Sidomarga Perkasa (9.389,6 ha)
  7. PT. Langgam Inti Hibrindo (5.827,4 ha)
  8. Pusat Koperasi Polda (Puskopolda) Riau (4.989,4 ha)
  9. PT. Sabira Negeriutama (4.707,1 ha)
  10. PT. Sakti Sawit Jaya (2.672,9 ha)
  11. PT. Indo Inti Sawit Subur (2.365,8 ha)
  12. PT. Perkebunan V (PIR Buatan) (489 ha)
Coba perhatikan yang nomor 8 dan nomor 12. Keduanya merupakan badan hukum milik pemerintah yang seharusnya mengetahui tentang aturan tentang lahan gambut melebihi 3 meter.

Pengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kawasan Semenanjung Kampar :
GRUP APRIL (RAPP) :
  1. PT. RAPP (93.161,9 ha)
  2. PT. Madukoro (14.676,4 ha)
  3. PT. Selarasa Abadi Utama (12.498,9 ha)
  4. PT. Ekawana Lestari Dharma (10.032,3 ha)
  5. PT. Triomas FDI (9.693,8 ha)
  6. CV. Bhakti Praja Mulia (6.269,1 ha)
  7. CV. Alam Lestari (4.730,6 ha)
  8. CV. Tuah Negeri (1.648,7 ha)
  9. CV. Harapan Jaya (499,1 ha)

GRUP APP (Asian Pulp and Paper) :
  1. PT. Arara Abadi - Siak (46.334,6 ha)
  2. PT. Putra Riau Perkasa (16.441,0 ha)
  3. PT. Satria Perkasa Agung - Serapung (12.955,7 ha)
  4. PT. Mitra Hutani Jaya (8.294,1 ha)
  5. PT. Balai Kayang Mandiri (6.161,1 ha)

Perusahaan Lain :
  1. PT. Uni Seraya (34.906,4 ha)
  2. PT. National Timber and Forest Product (9.224,7 ha)


Apa yang telah dilakukan Gubernur ataupun Bupati yang bersangkutan???
hmmmmm.... kurasa setali tiga uang dengan Menteri Kehutanan
TIDAK MAU TAHU...

Mereka TIDAK TAHU atau lebih tepatnya TIDAK MAU TAHU bahwa di kawasan tersebut mempunyai kedalaman gambut lebih dari 4 meter, yang merupakan daerah terlarang untuk pengembangan perkebunan dan Hutan Tanaman Industri.

Bahhhhh........
Kemudian, anggota DPR/DPRD Propinsi/DPRD Kabupaten kok melempem tidak bersuara???

Aku mendukung Djemari Ijal (Kelompok Peduli Alam Djemari Pekanbaru - Riau) yang merupakan salah satu anggota Blogger Bertuah Pekanbaru menuju ke lokasi Semenanjung Kampar untuk bergabung dengan Greenpeace, warga Teluk Meranti dan Teluk Binjai




31 komentar:

  1. wow.. banyak banget ya Om????
    kok ga bsa dsentuh oleh negara ni ya???

    BalasHapus
  2. Salut deh dengan Bapak satu ini,komit banget dengan lingkungan dan perlindungannya. Saya dukung..!!

    BalasHapus
  3. ya ampuunn miris banget yaahh... kok orang2 pada melempem yah?! terkesan males buat ngurusinnya,, hikz... :(

    BalasHapus
  4. Kayaknya pemerintah riau kurang memperhatikan hal itu bang...atau juga benar yg di katakan bang atta...MEREKA TIDAK MAU TAU... Dampak yg bakal timbul di kemudian hari...

    BalasHapus
  5. alasan ya pasti ekonomi lah om

    BalasHapus
  6. mafia lahan juga uda di indo,ga hanya mafia hukum atau mafia pns.maklumlah...

    BalasHapus
  7. Lanjutkan perjuangan mu blogger pekanbaru untuk melestarikan daerah kita!!!

    BalasHapus
  8. Lha kl ini baru benar sob... hahaha.... Sippp...

    BalasHapus
  9. bikin ngelus dada ya... hhh global warming ngga selese deh kalo mereka2 yang diatas ngga juga mau nyadar. indonesia.. indonesia..

    BalasHapus
  10. tunggulah apa yang akan menimpa anak cucu kita bila hutan telah habis

    BalasHapus
  11. ak kecewa sama pemerintah yang menangkap dan men-deportasi aktivis greenpeace itu. kecewa bgt bang. ckck.

    BalasHapus
  12. yah ini salah satu bentuk salah kaprah aparat pemda, tentunya penertiban setelah sdh ada pemukiman akan jauh lbh sulit & komplex ya. tapi tetep aparat hrs menertibkan & memelihara kawasan ini.

    BalasHapus
  13. weeew... makin parah aja nih kekejaman negara ini terhadap alam.. perlu tindakan khusus tuuuh..!! atau setidaknya perlu ada sebuah gerakan nyata.. hmmm...

    BalasHapus
  14. Sudah bukan rahasia perusahaan komersial yang mengeksplorasi sumber daya alam selalu mendatangkan degradasi bagi lingkungan. It's all about capital and profit, regardless of nature's sustainability...

    BalasHapus
  15. mkn udah pd di sogok jadi gak mau tahu.....
    ku dukung perjuangan Djemari Ijaljuga blogger bertuah pekan baru...

    BalasHapus
  16. wah sudah parah nih ya..
    salam ijo...
    lanjutkan perjuangan mencintai bumi..

    Go Green.

    BalasHapus
  17. ini dia yang hanya mementingkan diri mereka sendiri tanpa menyadari akibat yang mereka timbulkan..hik.hik nasib.nasib selamat pagi sahabatku...sedikit esmosi nih tapi tetep senyum kok

    BalasHapus
  18. "Bahhhhh........
    Kemudian, anggota DPR/DPRD Propinsi/DPRD Kabupaten kok melempem tidak bersuara???"

    Mulutnya dah disumpel sampe keriting, gimana mau bersuara...???

    BalasHapus
  19. Wakil dari masyarakat harus ada yang bergerak, mengompori kursi2 para petinggi tersebut sehingga mereka nggak melempem aja, mereka bisa meneruskan/menyuarakan apa yang sekarang sedang terjadi, bang... ck ck ck :( sedih bacanya.

    Jangan salah kalo 2012 bisa terjadi major disaster di Indonesia... lha keadaan buruk gini dibiarkan aja? Yang nggak penting2; kayak nenek pencuri kokoa (kokoa kek, kakao kek) digembar-gmbor di tivi, diurusin. Yang penting2 dibiarin aja... Paraaaaaaaaah... :( hiks.

    BalasHapus
  20. Bang, kayaknya sudah terlalu banyak paradoks di negara kita...

    BalasHapus
  21. walaupun aku bukan siapa2 tapi masalah kayak gini ga bisa kita biarin.. Gmana jadi nya kampar kalau ga sekarang kita bertindakk...

    Oia om ada info bagus di laksamana embun.. sayang kalau di lewatkan..

    thanks

    BalasHapus
  22. ouuuuu begituuu yaaaa om attayayaa :) ehehehe. saya baru paham. dulu saya pernah tinggal di riau, daerah kerinci. karna ayah saya sedang bertugas di perusahaan pembuat kertas. RAPP tapi hanya 8 bulan, karna krismon kami pulang ke Jakarta. hihii. memang benar om, hawa dan cuacanya terasa beda saja. mungkin karna lahan yang digunakan bukan lahan semestinya. jadi mempengaruhi cuaca sekitar. sok tahuu ekekeke.

    BalasHapus
  23. Selamat hari raya idul adha bang....

    BalasHapus
  24. RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk

    MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  25. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank

    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  26. I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    BalasHapus
  27. SIIIIIIIIIIIP DUKUNG BAAAAAAAAANG..

    BalasHapus
  28. waduh cukup gila juga rupanya.. itu karbon kalo sampe kelepas ke udara apa jadinya........

    kalau saya rasa bukannnya tidak mau tahu... tapi kayaknya ga sadar........ ga sadar kalo itu lebih penting dari pada uang yang dihasilkan atas perkebunan sawit

    BalasHapus
  29. trus, what can we do then??

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Perusak Lingkungan Hidup di Semenanjung Kampar | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah