13 Juli 2010

LPG elpiji | Program Konversi | Bom Rumah

Tabung Gas LPG elpiji sekarang dianggap menjadi BOM RUMAH. Menghadirkan teror yang semakin menakutkan daripada teror-teror dari para teroris. Teror tabung gas mungkin tidak akan bisa ditangani oleh DENSUS 88, densus 89, 90, 91 dst. Mungkin Den Susastra (nama pak lek Den SUS) yang bisa menanganinya. Silahkan membaca kopian tulisan di bawah ini. Aku lagi males nulis.



PUISI BOM RUMAH
ada tabung gas tak bagus
ada selang tak bagus
ada regulator tak bagus
ada senyawa mengawang
ada percikan api
ada ledakan
ada letupan
ada korban
harta
nyawa
tubuh
penguasa saling tuding
ini yang bertanggung jawab
itu yang bertanggung jawab
lempar batu sembunyi tangan

penguasa berubah menjadi teroris
lebih kejam dari teroris asli

dulu berucap
rakyatku rakyatku rakyatku
sekarang berucap
uangku uangku uangku
duitku duitku duitku
hartaku hartaku hartaku


Program Konversi Minyak Tanah ke LPG

Setiap tahunnya pemerintah menganggarkan dana +Rp 50 Trilyun untuk mensubsidi BBM: minyak tanah, premium dan solar. Dari ketiga jenis bahan bakar ini, minyak tanah adalah jenis bahan bakar yang mendapat subsidi terbesar (lebih dari 50% anggaran subsidi BBM digunakan untuk subsidi minyak tanah). Dari tahun ke tahun anggaran ini semakin tinggi, karena trend harga minyak dunia yang cenderung meningkat.

Secara teori, pemakaian 1 liter minyak tanah setara dengan pemakaian 0.57 kg LPG. Dengan menghitung berdasarkan harga keekonomian minyak tanah dan LPG, subsidi yang diberikan untuk pemakaian 0.57 kg LPG akan lebih kecil daripada subsidi untuk 1 liter minyak tanah.

Secara nasional, jika program Konversi Minyak Tanah ke LPG berhasil, maka pemerintah akan dapat menghemat 15-20 Trilyun subsidi BBM per tahun. Manfaat lain yang dapat diperoleh dari Konversi Minyak Tanah ke LPG adalah:Mengurangi kerawanan penyalahgunaan minyak tanah
  • Mengurangi polusi udara di rumah/dapur
  • Menghemat waktu memasak dan perawatan alat memasak
  • Dapat mengalokasikan minyak tanah untuk bahan bakar yang lebih komersil (misalnya bahan bakar pesawat/avtur)
  • Meningkatkan kualitas hidup masyarakat

Definisi LPG

LPG adalah kependekan dari Liquefied Petroleum Gas, merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak atau kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propane (C3H8) dan butane (C4H10) yang dicairkan. Pertamina memasarkan LPG sejak tahun 1969 dengan merk dagang ELPIJI.

Jenis LPG berdasarkan komposisi propane dan butane

Berdasarkan komposisi propane dan butane, LPG dapat dibedakan menjadi tiga macam:

  1. LPG propane, yang sebagian besar terdiri dari C3
  2. LPG butane, yang sebagian besar terdiri dari C4
  3. Mix LPG, yang merupakan campuran dari propane dan butane.

Kegunaan LPG

LPG butane dan LPG mix biasanya dipergunakan oleh masyarakat umum untuk bahan bakar memasak, sedangkan LPG propane biasanya dipergunakan di industri-industri sebagai pendingin, bahan bakar pemotong, untuk menyemprot cat dan lainnya.

LPG Pressurized dan Refrigerated

Pada suhu kamar, LPG akan berbentuk gas. Pengubahan bentuk LPG menjadi cair adalah untuk mempermudah pendistribusiannya. Berdasarkan cara pencairannya, LPG dibedakan menjadi dua, yaitu LPG Refrigerated dan LPG Pressurized.

LPG Pressurized adalah LPG yang dicairkan dengan cara ditekan (4-5 kg/cm2). LPG jenis ini disimpan dalam tabung atau tanki khusus bertekanan. LPG jenis inilah yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi di rumah tangga dan industri, karena penyimpanan dan penggunaannya tidak memerlukan handling khusus seperti LPG Refrigerated.

LPG Refrigerated adalah LPG yang dicairkan dengan cara didinginkan (titik cair Propane + -42°C, dan titik cair Butane + -0.5°C). LPG jenis ini umum digunakan untuk mengapalkan LPG dalam jumlah besar (misalnya, mengirim LPG dari negara Arab ke Indonesia). Dibutuhkan tanki penyimpanan khusus yang harus didinginkan agar LPG tetap dapat berbentuk cair serta dibutuhkan proses khusus untuk mengubah LPG Refrigerated menjadi LPG Pressurized.

ELPIJI yang dipasarkan PERTAMINA dalam kemasan tabung dan curah adalah LPG Pressurized.

Nilai Kalori + 21.000 BTU/lb

Jenis-jenis ELPIJI PERTAMINA

ELPIJI PERTAMINA yang dipasarkan dalam kemasan tabung (3 kg, 6 kg, 12 kg, 50 kg) dan curah merupakan LPG mix, dengan komposisi + 30% propane dan 70% butane. Varian lain adalah LPG odourless (tidak berbau).

Zat mercaptan biasanya ditambahkan kepada LPG untuk memberikan bau yang khas, sehingga kebocoran gas dapat dideteksi dengan cepat.


Sumber Gambar :
http://www.swaberita.com

Sumber Tulisan :
http://www.pertamina.com

31 komentar:

  1. pertamax...elpiji, banyak kasus bang sekarang katanya gampang meledak

    BalasHapus
  2. lihat berita banyak yang musibah dari elpiji

    BalasHapus
  3. MKsih Infonya Om, semoga bisa mengurangi kejadian2 yg terjadi selama ini di Indonesia...

    Informasi Teknologi Informatika Update...

    BalasHapus
  4. cek tabung sebelum memakainya...

    BalasHapus
  5. (maaf) izin mengamankan KELIMAAXXXZZZZ dulu. Boleh kan?!
    Di desa saya separo lebih, masih belum berani memakainya fdan tetap membiarkannya terbungkus rapi dalam kardusnya

    BalasHapus
  6. Tabung Gas = Teroris paling mematikan saat ini

    BalasHapus
  7. Wah kalo aku takut menggunakan elpiji tabung warna hijau itu gan

    BalasHapus
  8. wah, ngeri juga yah kalo kygitu
    jadi takut pake elpiji

    BalasHapus
  9. hahah bener, gara gara elpiji semua lenyap :D

    BalasHapus
  10. Mudah mudahan cepat ditangani oleh yg berwenang (dan serius) masalah tabung gas itu.
    Sudah banyak korbannya tuh dan rata rata parah..

    BalasHapus
  11. kenapa ya koq harus ada korban terus...hikkksss

    BalasHapus
  12. aku menyimpan bom dirumah dunk ya
    jujur mpe sekarang aku belum berani nyalain kompor gas, setiap mau masak minta bantuan sama mama hehe :P

    BalasHapus
  13. Benar bang, kejadian meledaknya elpiji dimana-mana, seolah jadi bom waktu utk masyarakat

    BalasHapus
  14. Benar bang, kejadian meledaknya elpiji dimana-mana, seolah jadi bom waktu utk masyarakat

    BalasHapus
  15. Wah ibuku aja sampe ngeri pake TAbung Elpiji Sob.... kayanya tabung2 yg ga layak mesti ditarik lagi tuh sama pemerintah.....apalagi pengusaha2 licik yang bikin gas kentut dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg mesti ditindak tuh....

    BalasHapus
  16. menangis, kapankah bangsa ini berubah...

    BalasHapus
  17. met siang dulu..bbtw, iya gak tau tuh bluebird ngawur bgt kemarin

    BalasHapus
  18. Bener2 prihatin deh Bang setiap hari ada ajah kasus meledaknya gas elpiji. Mana sekarang bukan cuma yang 3 kg, tapi tabung 12 kg juga udah sering meledak.

    Btw maap baru mampir lagi Bang. Baru online neh setelah sekian lama ga menggauli internet :-)

    BalasHapus
  19. kunjungan balik nie
    yang bisa nangani cuma Den Sastro kayaknya gan :D

    BalasHapus
  20. ndak kenak-kenak keywordnya nih, bang... wakakakakaka... #comment ndak nyambung

    BalasHapus
  21. senjata pembunuh masal baru ini, moga2 cepet di benerin kualitasnya biar ga bikin onar terus

    BalasHapus
  22. saat ini memang sedang menjadi TT, sungguh sangat meresahkan para pengguna tabung gas

    BalasHapus
  23. tabung gas ini telah menjadi hal yang serius

    BalasHapus
  24. Kayaknya pihak elpiji kurang sosialisasi ke masyarakat awam.

    Trus katanya ada terobosan baru kan?

    Salam Human. hahaha

    BalasHapus
  25. aku sama bang munir masih gunakan kayu bakar di rumah he he jadi jauh dengan teroris

    BalasHapus
  26. jadi takut pake elpiji hii ngeri banget kalau meledak

    BalasHapus
  27. harus diambil langkah cepat

    BalasHapus
  28. @dija : itu lho yg utk ngidupin kompor tante elsa

    BalasHapus
  29. iya ya.. kenapa kok sering sekali muncul kasus bom meledak.. :(

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: LPG elpiji | Program Konversi | Bom Rumah | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah