02 Juni 2009

Tantangan Karbon : Tahukah Kamu? - 3

Sampai ke Level 3 pada permainan Tantangan Karbon (http://tantangankarbon.com, memberikan pengetahuan singkat yang lebih, seperti di bawah ini :


Tantangan Karbon Level 3 : TAHUKAH KAMU?
Hutan hujan tropis menutupi 14% dari permukaan daratan bumi. Sekarang, jumlah ini menyusut hingga tinggal 6%, dan akan habis dalam 40 tahun bila kita terus mengkonsumsinya. Semakin sedikit karbon yang tertahan dalam tumbuhan, berarti semakin banyak karbon yang terlepas, baik ke udara atau ke bentuk lain seperti minyak bumi.

Ketika bahan kayu diubah menjadi perabotan atau bahan baku perumahan, kandungan karbon yang ada di dalamnya akan bertahan seumur hidup kayu tersebut, dan tidak akan terlepas ke udara. Bangunan dari bahan kayu bisa dengan mudah dirombak atau dikonversi menjadi produk lain. Bangunan berangka baja dan beton membutuhkan 16% dan 17 % energi lebih banyak untuk memproduksi dan perawatannya, daripada bangunan berangka kayu. Jejak karbon yang dihasilkan juga 26 % lebih banyak pada rangka baja, dan 31 % lebih banyak pada rangka beton, bila dibandingkan dari rangka kayu. Keuntungan bangunan kayu lainnya adalah sifat kayu yang 400 kali lebih buruk dalam menghantar panas dibandingkan baja, dan 8,5 kali lebih buruk dibandingkan dengan beton. Ini memudahkan untuk menjaga temperatur dalam ruangan. Bangunan kayu juga tidak bisa dibilang berumur pendek. Dalam survei yang dilakukan pada pembongkaran bangunan di Minneapolis, 63% dari bangunan kayu yang dibongkar berumur lebih dari 50 tahun. Kebanyakan dari itu bahkan berumur lebih dari 75 tahun.

Umumnya satu keluarga dalam setahun membuang sampah plastik sebanyak kurang lebih 40 kg. Sampah plastik umumnya membutuhkan waktu kurang lebih 500 tahun untuk dapat terurai.

Tetesan air dari keran yang bocor bisa melepaskan 75 liter air terbuang percuma selama sehari.

Sebuah bohlam pijar 100 watt yang menyala selama 10 jam, mengkontribusikan 1 kg karbon ke udara, dari energi listrik yang digunakannya. Sementara jumlah karbon yang sama dikontribusikan oleh lampu halogen dengan voltase rendah dengan menyala selama 15 jam. Sedangkan CFL harus menyala selama 50 jam untuk mengkontribusikan 1 kg karbon.

Lampu CFL bisa menghemat kebutuhan energi anda hingga 75 %. Lampu CFL 9 - 11 Watt memberikan terang yang setara dengan lampu bohlam 40 Watt. Walau sangat hemat energi, sebaiknya kita selalu mendaur ulang lampu CFL, karena lampu jenis ini mengandung 5 mg mekuri.

Tidak benar bahwa energi yang dibutuhkan untuk memproduksi sel surya, lebih besar daripada energi yang akan dihasilkan seumur hidupnya. Sel ini hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk membayar semua energi yang dibutuhkan utuk memproduksinya. Umumnya panel surya bisa berumur sampai 40 tahun.

Baterai mengandung logam berat seperti merkuri, timah, kadmium dan nikel, yang bisa mengkontaminasi lingkungan bila dibuang dengan sembarangan. Bila dibakar, beberapa logam berat seperti merkuri bisa menguap ke udara, timah dan kadmium bisa tertinggal di debunya. Aki juga termasuk keluarga baterai. Sebuah baterai aki mengandung 8,2 kg timah dan 454 gram asam sulfur.

Sebuah baterai isi ulang bisa digunakan hingga 1000 kali. Ini bisa menggantikan 300 buah baterai sekali pakai. Walau bisa mengurangi baterai sekali pakai, bukan berarti baterai isi ulang bisa dibuang sembarangan. 80% dari baterai isi ulang mengandung nikel kadmium, substansi yang terkenal sebagai karsinogen untuk manusia, maka itu sebaiknya dikumpulkan untuk didaur ulang.

Panas yang melewati sebuah jendela berukuran 1m2 di musim panas, sama besarnya dengan menyalakan satu pemanas radiator. Beberapa penelitian juga menemukan bahwa sinar matahari mempengaruhi kesehatan manusia. Seseorang yang tidak terkena cukup cahaya matahari bisa menderita sakit kepala, kelelahan, mata berkunang, dan bahkan bisa jatuh sakit. Bangunan yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai penerangan mampu menghemat energi mulai dari 15% hingga 40%. Dalam sebuah penelitian di sebuah toko yang menggunakan penerangan matahari di beberapa bagian juga ditemukan bahwa penjualan rata-rata di zona yang diterangi cahaya natural lebih tinggi dari yang tidak.

Membuat 1 unit perabotan baru, melepaskan karbon dioksida 112,6 ton lebih banyak daripada memugar 1 unit perabotan yang sudah lama. Jumlah karbon ini adalah 1000 kali lebih banyak daripada jumlah karbon yang dilepaskan ketika memugar perabotan lama.



26 komentar:

  1. kalau bikin artikel canggih-canggih, loh. Lengkap dengan data-data resmi. BW nya top abis, goglingnya apalagi, semua terangkum dengan apik, pantes jadi guruku, mau pak? hehe

    BalasHapus
  2. Makasih bang, saya udah dapat ilmu pengetahuan disini..Salam...

    BalasHapus
  3. emang harus sering2 kena panas ya.. tapi pake payung kali ya? biar ga item.. hihi

    BalasHapus
  4. artikel bang attayaya emang selalu top deh..

    BalasHapus
  5. Top bgt bang,.... lengkap sudah materi saya.

    tengkyu....

    BalasHapus
  6. mampir pagi Om....
    dosennya sakitt... ya BW deh... hehehe...

    wisata riau

    BalasHapus
  7. Ya banyak yang tak menyadari bahwa Hutan Hujan Tropis itu sangat besar manfaatnya Bagi kehidupan Makhluk di Bumi ini..Zaman skrg semua Lahan diperebutkan.Apalagi kawasan Hutan.Dibakar dan di tebang. Utk apa??Utk kematian yang lebih baik dan sangat dekat. Susah sekarang ini cari manusia yang ramah lingkungan...

    BalasHapus
  8. wadaw,,udah ke tiga nih dan aq masih lum tahu karbon
    hehehehehe
    maklum,, otak celeronku lagi berkembang biak nih
    hehehehehe

    BalasHapus
  9. wah aku malah ra mudeng iki pie....

    BalasHapus
  10. dari semua data yang dipaparkan, ada beberapa hal yg bikin aku bingung.

    pada bagian tetesan air itu, apa hubungannya dengan karbon ya?

    oh, ini tentang fakta2 ya, ga berhubungn secara langsung sama karbon, woalaa

    BalasHapus
  11. kirain tantangan ngebon alias ngutang gitu. he he he....

    BalasHapus
  12. Berat bner ne artikel... bloghop aja d -_-'

    BalasHapus
  13. Lagi-lagi sebuah sharing yang mencerahkan.
    Thanks untuk pemahaman yang diberikan.

    BalasHapus
  14. hutan hujan tropis tinggal 6% dan bakal abis?! kenyataan yang miris banget yah...

    BalasHapus
  15. ayo berhemat!!! kalo masih bisa digunakan jangan dibuang. semasih ada waktu, mari kita selamatkan hutan kita

    BalasHapus
  16. Makasih sdh berbagi ya, biarpun berat tapi manpaat, insya Allah...

    BalasHapus
  17. wah serasa membaca karya ilmiah; lengkap dan jelas informasinya beserta data data pendukungnya

    BalasHapus
  18. belajar go green dan global warming di sini

    malu saya hutan makin gundul...

    BalasHapus
  19. kita harus bisa pilih-pilih produk yang ramah sama lingkungan, kurangi pemakaian plastik, hemat dalam pemakaian air, lampu kalo tidak dipakai ya padamkan..sukses yah...nemu banyak ilmu di sini...

    BalasHapus
  20. ehhhmmm gitu ya... makasih infonya

    BalasHapus
  21. seperti biasa....attayaya buangets...keep posting like this bang......

    BalasHapus
  22. sungguh berat artikelnya mas.. hehehe... but, great...
    mampir ni, stelah vakum 1bulan!?

    BalasHapus
  23. ntar kupost yang ringan deh

    BalasHapus
  24. wuah, kalau hutan habis, kita nafas pake afa donk, aiiihhh mesti di jaga neh

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Tantangan Karbon : Tahukah Kamu? - 3 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah