Find out how to reduce your carbon footprint
attayaya support to : The Banyumas Residence

2011-05-10

Isi Rimba Tak Ada Tempat Berpijak Lagi

Ketika buldozer merambah masuk ke jalan-jalan kampung menuju hutan rimba, para petinggi kehutanan di Jakarta tertawa renyah dengan bergepok uang di tangan. Para pengusaha hutan tertawa girang meraup uang dari jalaran akar, tegaknya pohon, lenturnya ranting, lambaian daun dan semilir angin sejuk dari hutan. Dengan alasan menumbuhkan ekonomi rakyat, mereka merajalela masuk hutan keluar hutan. Menghancurkan tetumbuhan, menghancurkan tanah, menghancurkan alam.

Kini hutan Indonesia terutama hutan Sumatera semakin menipis. Hutan rawa gambut terluaspun di Semenanjung Kampar telah punah ranah karena adanya SURAT SAKTI dari PARA BADUT-BADUT Pemerintah Pusat yang tidak mengetahui bahwa gambut tersebut memiliki kedalaman lebih dari 3 meter. Mereka menutup mata.

Para aktifis pelindung alam malah dianggap sebagai suatu momok yang mengganggu, bahkan dianggap sebagai kejahatan.
Ketika aksi dilakukan dengan sedikit keras, ditangkapi polisi.
Aku kecewa.

Kenapa ketika pengusaha HPH melanggar batas hutan tidak ditangkapi polisi?
APAKAH POLISI tersebut BODOH, dan mau kerja enak aja ga perlu susah-susah masuk hutan.
Aku kecewa.

Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut-badut serakah

Dengan HPH berbuat semaunya
Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu...
Oh mengapa.....

Oh...oh...ooooo......
Jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang
Banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia
Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu saja

Oh...oh...ooooo......

Jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang
Banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia


(Iwan Fals)







Related Post


20 komentar:

lidya said...

lama-laa hutan ga ada lagi ya

admin said...

Ya Allah Ya Rabbi..
Selamatkan KAMI
Perbaiki KAMI
Biar Dami nan Permai..

Sang Cerpenis bercerita said...

lagunya mantap. cocok utk para penebang pohon dan perusak lingkungan hidup.

Muhammad A Vip said...

negri ini sedang kiamat, agar tak terlalu sedih terima saja kenyataan dengan lapang dada

riau daily photo said...

Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut-badut serakah

Dengan HPH berbuat semaunya
Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu...
Oh mengapa.....

Oh...oh...ooooo......
Jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang
Banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia
Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu saja

Oh...oh...ooooo......

Jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang
Banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

(Iwan Fals)

Nyach MMS said...

semua berawal dari kepentingan sendiri dari petugas yang bersembunyi dibalik kepentingan rakyat kecil.

Hutan di desaku ludes , juga karena itu

Multibrand said...

Memang para pemimpin kita yang duduk di pemerintahan dan parlemen dipusat maupun provinsi hanya memikirkan diri sendiri maupun kelompok politiknya.
Pembalakan liar (illegal logging) prosesnya tidak bisa diam2 tanpa diketahui orang banyak, mulai dari penebangan, pengangkutan dan pemuatan keatas kapal laut. Tapi nyatanya setelah bertahun2 masih tetap ada.

Taman Sambas said...

Bukan hanya Hutan di Sumatra saja yang di babat oleh beberapa kelompok, di daerah2 lain juga mengalami hal yang sama..Kurang nya perhatian pemerintah terhadap kelestarian alam kita penyebab marak nya pengerusakan alam...Kita sebagai generasi penerus haruslah mengambil sikap yang bijak agar alam yg tersedia ini dapat di nikmati oleh generasi2 yang akan datang

IbuDini said...

Aku hanya berdoa semoga bertambah lagi orang2 yang peduli dan mengerti akan akibatnya jika kita melakukan sesuatu yang merugi bagi kita semua.

Bang Iwan said...

kalau Hutan sudah habis dibabat, Giliran kita yang dibabat binatang buas nantinya.

DewiFatma said...

Bakal makin panas aja nih dunia..
SEdih..

asuransioke said...

salam sahabat, baca posting dari awal saja sudah tahu saya Gan ini pasti lagunya bang IwalFals,,,,
bagaimana kabar bang Iwan ?,,,,, ini kenyataan bukan hanya lagu
hutan
harus dilestarikan, nice post dan kren Gan, tks

r10 said...

hutan gundul, pemerintah sekarang ga mau tahu, karena itu urusan pemerintah mendatang

#dasar politik :(

Blog Keluarga Keuangan said...

Sama seperti di Kaltim Bang.. tetap[i Alhamdulillah di Balikpapan Walikotanya peduli lingkungan... Semoga penerusnya juga sama...

Ilmuini said...

Tepatnya didaerah Kami,Riau Hbs Oleh RAPP

attayaya-mading said...

habis punah ranah

Anabele Octora said...

Isi tulisan yang sangat keren, cooooool mas atta...
badut2 tersebut hrs nya kerja di ancol aja bawa balon... coz keberadaan mereka yg seharusnya membuat ibu pertiwi lebih baik malah menjadi sebaliknya. Melenceng dr janji dan sumpah...

attayaya-mading said...

mari selamatkan hutan Indonesia

Zulfadhli's Family said...

Sebagai orang yang pernah kerja di forestry tapi bagian plantation (penanaman), gw jadi ngerasa ga ikutan dosa atas pekerjaan yang dilakukan oleh orang2 harvesting hihihi

attayaya said...

waaah???