04 Mei 2011

Chernobyl Effects, Jangan Ada PLTN di Indonesia

Chernobyl berada di Ukraina. Sebuah kota kecil dengan sedikit penghuni, tepatnya di Oblast Kiev dekat dengan perbatasan Belarusia dengan koordinat 51°38′ LU 30°11′ BT. Kota ini ditinggalkan penghuninya di tahun 1986 karena terpaksa mengungsi dan tak kembali karena bencana ledakan pada salah satu reaktor nuklir di Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chernobyl yang berjarak 14,5 km tepatnya di Chernobyl Raion, tepatnya berada di kota Pripyat, Ukraine. Bencana Ledakan PLTN ini dampaknya sangat mengerikan dengan menyebarnya radiasi nuklir ke sekitarnya yang menyebabkan kondisi tidak aman bagi makhluk hidup. Daerah Chernobyl sendiri sampai sekarang masih memiliki radiasi berbahaya sekitar 5,6 roentgen per second (R/s) (0.056 Grays per second, atau Gy/s).

Chernobyl nuclear reactor disaster, atau Chernobyl Disaster or Chernobyl Catastrophe begitulah orang menyebut Bencana Reaktor Nuklir Chernobyl yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 26 April 1986 jam 1:23AM ketika semua penduduk masih terlelap dalam tidur tengah malamnya. Ledakan pada Reaktor 4 inilah yang menyebabkan mimpi buruk tengah malam penduduk Chernobyl dengan 2 petugas meninggal di tempat. Semua penduduk diperintahkan untuk mengungsi 40 jam setelah ledakan.



Postingan ini hanya untuk memberitahukan kepada komentator tanpa nama (anonymous) bahwa Nuklir itu lebih berbahaya daripada Pembangkit Listrik Tenaga Angin, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Pembangkit Listrik Tenaga Matahari/Surya.

Inilah komen yg masuk terakhir ke postingan Renewable Energy : Sumber Daya Energi Terbarukan
sebaiknya anda jangan berpikiran sempit dalam memandang teknologi nuklir,,
teknologi nuklir sangat besar manfaatnya,,nyatanya banyak negara2 maju malah menggunakan nuklir sebagai sumber energi utamanya contohnya AS,perancis, jerman, juga Jepang...
kini nuklir sudah dapan dikendalikan dengan baik dan keAMANannya dapat dijaga...
jika kita mempunyai pengetahuan yang CUKUP tentang teknologi nuklir,,kita pasti akan mendukung nuklir sebagai sumber energi yang handal...
mari kita cari tahu lebih banyak,,dan jika sudah tahu lebih banyak mari kita bagikan pengetahuan kita pada masyarakat yang belum tahu...
terima kasih
April 25, 2011 6:35 PM
Aku tahu bahwa Nuklir merupakan sumber tenaga yang efisien dan efektif serta cepat untuk menghasilkan tenaga listrik. Yang kita pertaruhkan sekarang adalah KESELAMATAN ANAK CUCU KITA DI KEMUDIAN HARI.

Jika ada lembaga yg mengatakan bahwa Biaya PLTN lebih rendah dari pada PLTAir, PLTAngin, PLTMatahari/Surya, Aku sangat meragukan analisis biaya yang dilakukannya. Aku menantang perusahaan AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) untuk berlaku JUJUR!!! Termasuk pertimbangan analisis sosial budaya dan kemasyarakatan.

Maaf bro anonymous (whatever your name), aku tetap pada pendirian dan keyakinanku bahwa PLTN lebih berbahaya dari pada Sumber tenaga listrik lainnya. Dan aku tetap mengatakan :
JANGAN ADA PLTN DI INDONESIA!!!
SAY NO NUKE IN INDONESIA.

NUCLEAR???
NO CLEAR

nuclear no clear

Gunakan nuklir hanya untuk penelitian saja.

Aku juga ga mau melihat temen-temen blogger dari Jateng, Jatim dan Bali mati terkapar konyol karena PLTN Muria meledak. You know why.

25 TAHUN CHERNOBYL TIDAK BISA DITEMPATI.
APAKAH SEMARANG DAN SEKITARNYA AKAN BERLAKU HAL YANG SEDEMIKIAN RUPA?

GA KEBAYANG KALO LOKASI WARGA TANJUNG MURIA, DESA BALONG, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH DIKOSONGKAN UNTUK WAKTU LEBIH DARI 25 TAHUN KALO PLTN MURIA MELEDAK.

MENYELESAIKAN PERMASALAHAN LUMPUR LAPINDO AJA GA BISA.
RAKYAT LAGI YANG KORBAN.

AKU MENDUKUNG WARGA BALONG MENOLAK PLTN MURIA!!!
AKU MENDUKUNG PENOLAKAN PLTN DI INDONESIA.

ANDA MAU APA???



Annya's story - a Chernobyl legacy


Chernobyl Effects After 25 Year


Chernobyl Effects After 20 Year


Fallout - Chernobyl 25 years later - Photoessay by Robert Knoth



24 komentar:

  1. no nuke in Indonesia, please

    BalasHapus
  2. Saya setuju bahwa PLTN akan sangat berbahaya bagi manusia dan lingkungan disekitarnya apabila tidak dikelola secara baik dan benar.
    Kalau belum bisa disiplin sangat tinggi untuk membangun dan memelihara PLTN secara baik dan benar, jangan coba2.
    Indonesia saat ini sangat sulit disebut telah memenuhi syarat2 tsb.

    NB: Reaktor Nuklir serbaguna BATAN di Serpong-Banten, berkapasitas 30 MW (juta watt) secara logika bisa memberi listrik untuk +/- 15.000 rumah masing2 2.000 Watt.
    Mudah2an Batan bisa memeliharanya secara aman.

    BalasHapus
  3. Kalau begitu PLTKA aja om. Pembangkit Listrik Tenanga Korek Api.

    BalasHapus
  4. hahaha saya setuju sm komen diats si RIAU,
    tapi kalo boleh jujur sih mending cari pembangkit yg aman2 aja dah...contohx tenaga air

    BalasHapus
  5. yaps ommm saya jadi keinget buku angel and demon
    ada satu zat yang kalau dipakai bisa menyalakan listrik satu kota selama beberapa waktu (lupa) padahal hanya dalam tabung kecil saja jumlahnya tapi kalau meledak.. mati manusia satu kota...

    wah soal adsense nanti kalau om atta ketemu bang maryo aja deh hehe

    BalasHapus
  6. No Nuclear...
    saya juga sependapat bos.. nuklir adalah simbol kebablasan manusia yang mengimplementasikan ilmu bersama nafsu secara sekaligus..

    BalasHapus
  7. Ikut mendukung no Nuke in Indonesia... mendingan pake energi angin atau matahari,, jika bisa dikembangkan lagi pastinya akan bisa lebih murah dan efisien....

    BalasHapus
  8. banyak yang menolak dan rasanya saya setuju, konon yang membuat kita tidak harus membuat PLTN adalah karena kita negara kepulauan dan rawan gempa.

    BalasHapus
  9. Indonesia masih belum bisa displin., di korupsi dikit biaya aoperasional ntar., Kedejuaarrr !!!

    habes lah anak cucu!

    BalasHapus
  10. setuju No nuklir sangat mengerikan dampaknya , semoga bisa dicari energi alternatif lain

    BalasHapus
  11. jepang menggunakan nuklir karena miskin sumber daya alam, lha kalo negeri kita make ..wah yo kebablasan.. wong bio energy juga melimpah.. minyak juga banyak - termasuk banyak yang ditelep- he he
    say no to nuklir :)

    BalasHapus
  12. jalan2 malam ke blog abang, tak ade niat nak nyepam, kalau say hello... ade lah.. he..he..hee...

    BalasHapus
  13. Waiiii... Mimpi buruk kalau sampe ada PLTN di Indonesia. Mungkin secara teknologi resiko terjadi ledakan bisa diminimalisir, tapi kalau sudah berkaitan dengan kehendak alam tidak ada teknologi canggih apapun yang mampu membendung itu. Lihat saja contoh di Jepang, sebuah negara yang memiliki teknologi luar biasa menurutku. Tapi oleh sapuan tsunami semuanya tidak terlihat apa-apa, hancur dan rata dengan bumi. Allah punya kuasa, kunfayakun...

    BalasHapus
  14. nicepost... keep support...
    NUCLEAR???
    NO CLEAR!!!!

    BalasHapus
  15. Keselamatan? maaf, tapi seharusnya anda mencari tahu dulu sebelum menulis. Anda harusnya tahu energi nuklir jauh lebih aman dibanding minyak dan batu bara. ini link nya (maaf saya beri link) http://www.good.is/post/nuclear-accidents-and-all-coal-is-by-far-the-deadliest-energy-source/

    BalasHapus
  16. to anonymous :
    laaah anda ga liat kehancuran yg terjadi.
    data yg diberikan pada link tersebut, sangat tidak relevan dengan kejadian kehancuran alam lainnya.

    BalasHapus
  17. Thanks sudah bikin blog ini....
    Aku juga kurang setuju dgn rencana PLTN di Indonesia. Secanggih apapun tingkat keamanannya, kalau sudah kena gempa mau apa lagi. Lihat saja di Jepang. Apalagi Indonesia (terutama Jawa dan Sumatara) termasuk sangat rawan gempa. Apakah bencana Chernobyl dan Gempa/tsunami di Jepang masih belum menyadarkan kita? Tuhan memang yang mengatur segalanya, tapi manusia wajib berusaha dan waspada. Pilihlah yang lebih aman.

    BalasHapus
  18. Perlu gerakan yang kuat untuk menolak PLTN, karena yang punya kepentingan dengan PLTN tentu akan berupaya sedemikian rupa untuk mewujudkannya dengan kampanye bahwa PLTN aman, murah, teknologi tinggi, dan sebagainya. Yang kita takutkan pihak pengambil keputusan terpengaruh terhadap kepentingan sesaat. Tentu saja yang punya kepentingan adalah termasuk pihak yang memproduksi peralatan/teknologi tersebut.

    BalasHapus
  19. Saya setuju Bang Atta... Nuklir lebih banyak membawa masalah bagi umat manusia. ^_^. Ada budaya meremehkan prosedur serta yang lebih parah ada kultur pejabat kita yang hobinya cuci tangan, cari kambing congek membuat nuklir identik dengan pembunuhan massal di masa depan. Ambil contoh Lapindo yang lebih sederhana bahkan gak selesai sampai detik ini.

    BalasHapus
  20. Saya sebenarnya yakin nuklir bisa saja dipakai untuk tenaga kelistrikan dan saat ini mungkin lebih terjaga keamanannya dibandingkan saat terjadi bencana di chernobyl, namun jika alternatif nuklir yang dipakai untuk kelistrikan walaupun mungkin sekarang keamanannya lebih terjaga namun resikonya terlalu besar dan tidak main-main jika terjadi kecelakaan, mungkin lebih baik kita harus berpikir ulang dan kita harusnya menimbang-nimbang, ingatlah pepatah yang mengatakan mencegah lebih baik daripada mengobati

    BalasHapus
  21. pejabat2 itu terlalu silau dengan cahaya uang dari PLTN

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Chernobyl Effects, Jangan Ada PLTN di Indonesia | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah