2009-10-27

Green marketing sebagai salah satu istilah dalam ilmu pemasaran sebenarnya telah lama muncul yaitu sekitar tahun 80-an akhir. Lompatan baru dunia marketing/pemasaran dikejutkan dengan buku John Grant yang berjudul "The Green Marketing Manifesto" membuat kepekaan dunia usaha makin tinggi terhadap lingkungan hidup. Pada saat-saat itulah berbagai merek mendapatkan milestone-nya seperti The Body Shop (TBS), Ecover, Naturals Range dan Down to Earth. Istilah Green Marketing juga mempunyai kesamaan dengan istilah Environmental Marketing and Ecological Marketing.

Ledakan dunia pemasaran selanjutnya adalah munculnya buku Green Consumer oleh Joel Makower yang fenomenal. Walaupun buku tersebut kebanyakan menceritakan kegagalan pemasaran berbagai produk yang ramah lingkungan. Produk ramah lingkungan hanya menjadi angan-angan dan idealisme semata, tidak ramah dalam penjualan dan pencapaian tujuan perusahaan.

Produk ramah lingkungan umumnya diidentikkan dengan produk yang mahal lalu keadaan konsumen yang tidak peduli lingkungan hidup. Walaupun penelitian AC Nielsen di Indonesia menyebutkan menunjukkan bahwa 66% responden penelitian sangat peduli akan lingkungan hidup, 69 % sangat peduli soal global warming, 72 % sangat peduli soal kelangkaan air, dan 80 % sangat peduli soal polusi air. Tapi itu hanya sebatas pertanyaan penelitian. Masih sangat diragukan pelaksanaannya. Maksudnya, dari responden yang meneliti harus ditanya lagi,
"Apa saja yang telah anda lakukan untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup?".

Perdebatan pun juga muncul antara pengusung Green Marketing beserta Penyelamat Lingkungan dengan kelompok yang pesimis dengan hal tersebut. Tetapi pada kenyataannya bahwa produk-produk ramah lingkungan meningkat dalam hal kuantitas dan kualitas (misalnya pada pelabelan Energy Star pada komputer, mesin pencuci baju, lampu hemat energi, dll yang terus meningkat tajam). Demikian juga dengan pelabelan "Eco Label". Bagi yang pesimis, tetap mempertanyakan standarisasi atas semua pelabelan tersebut, karena menurut mereka masih ada perusahaan yang tidak wajar memasang Eco Label (ekolabel).

Green marketing sebagai konsep strategi pemasaran produk oleh produsen bagi kebutuhan konsumen yang peduli lingkungan hidup. Dapat juga berarti konsep strategi pemasaran produk produsen yang peduli lingkungan hidup bagi konsumen. Hal ini juga bisa digabungkan antara keduanya, produsen yang peduli lingkungan hidup memasarkan produknya kepada konsumen yang peduli lingkungan hidup. Apapun itu, pada dasarnya kedua belah pihak diuntungkan dengan nilai tambah bahwa orang-orang disekitarnya pun mendapatkan keuntungan atas keadaan lingkungan yang makin membaik.

Green Marketing (Pemasaran Hijau) telah mulai banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia (hal ini akan diposting secara khusus). Baik Green Marketing yang mengedepankan Green-Input, Green-Process, maupun Green-Output serta segala hal yang berhubungan dengan penyelamatan lingkungan hidup yang dilakukan oleh perusahaan. Seperti yang diketahui, Proses produksi (barang-atau jasa) yang kemudian dijual kepada konsumen mempunyai 3 tahap secara garis besar : input - process - output. Marketing berusaha menjual produk perusahaan dengan berbagai strategi untuk mencapai tujuan perusahaan.

Gerakan Green Marketing, Green Consumer, Environmental Marketing and Ecological Marketing atau apapun istilahnya semoga dapat lebih menyelamatkan lingkungan hidup, dan sebagai pertanggungjawaban perusahaan terhadap kerusakan lingkungan (environment burden) secara langsung maupun tidak langsung.

Green Marketing for Sustainable Environment

Definisi :
Green Consumer adalah merupakan konsumen yang peduli lingkungan hidup. Para pembeli (konsumen) yang dipengaruhi kepedulian lingkungan hidup dalam pembelian suatu produk. Sebagai contoh : konsumen yang peduli akan lingkungan hidup akan lebih menyukai pembelian minyak yang bebas dari campuran timah. Tekanan-tekanan dari kelompok seperti Friends of the Earth atau Greenpeace telah mendorong perusahaan-perusahaan untuk melakukan metode produksi dan pembuangan limbah guna mengurangi tingkat pencemaran.

Green Product (produk yang berwawasan lingkungan) adalah merupakan suatu produk yang dirancang dan diproses dengan suatu cara untuk mengurangi efek-efek yang dapat mencemari lingkungan, baik dalam produksi, pendistribusian dan pengkonsumsiannya. Hal ini dapat dikaitkan dengan pemakaian bahan baku yang dapat didaur ulang.
(Kamus Lengkap Ekonomi Collins, Christopher Pass dan Bryan Lowes, hal 269-270)

Green marketing is the marketing of products that are presumed to be environmentally safe.
Other similar terms used are Environmental Marketing and Ecological Marketing.
(Wikipedia)

Marketing (pemasaran) adalah merupakan proses manajerial dalam mengindentifikasi kebutuhan pelanggan dan memuaskan mereka dengan cara memberikan produk-produk yang layak dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Pemasaran berurusan dengan hal-hal yang lebih luas daripada hanya sekedar menjual apa yang diproduksi oleh perusahaan, akan tetapi semua hal dimulai dari mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan utama konsumen melalui riset pasar (market survey/research); menghasilkan produk-produk yang memuaskan kebutuhan tersebut melalui pengembangan produk baru (new product development), mempromosikan produk-produk tersebut kepada para konsumen melalui beraneka ragam kebijakan campuran/bauran pemasaran (marketing mix = harga, iklan, promosi penjualan, dll), dan mendistribusikan produk-produk ke konsumen melalui saluran-saluran distribusi (distribution channel).
(Kamus Lengkap Ekonomi Collins, Christopher Pass dan Bryan Lowes, hal 397)



Sumber bacaan :
berbagai edisi majalah National Geographic
berbagai edisi majalah Intisari
berbagai edisi majalah Readers Digest
berbagai edisi majalah Marketing
Kamus Lengkap Ekonomi Collins, Christopher Pass dan Bryan Lowes
Wikipedia
Eco-Innovation J. Ottman Consulting

Avoiding Green Marketing Myiopia
Ways to Improve Consumer Appeal for Environmentally Preferable Products
by Jacquelyn A. Ottman,
Edwin R. Stafford,
and Cathy L. Hartman









Related Post


49 komentar:

Cah Ndueso said...

pertamanya,hehehehe......semoga tetep ijo...

ajeng said...

Xixixi..Semula aku sangka green marketing itu jualan tanaman mas ^_^

alamendah said...

(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Semakin hari kita musti sadar untuk mengutamakan produk2 yang ramah lingkungan.
Kita bukan hanya sadar akan pentingnya isu-isu lingkungan hidup tetapi harus mulai mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Meskipun itu hanya sebuah tindakan kecil dan sepele.
Semoga.

Dinoe said...

Benar bang..dah sepantasnya kita gunakan produk2 yg ramah lingkungan..agar bumi yg kita diami ini awet sampai kegenerasi2 selanjutnya..

secangkir teh dan sekerat roti said...

besok dah saya bikin jadi industri green marketing.. hehe

dari pada dibuat konvensional, modern dkit, biar anak muda juga suka, he

aldy said...

Grand Marketing memang akan semakin menjadi trend kedepan. cuma masalahnya Produk-produk yang ramah lingkungan umumnya harganya lebih mahal.

Indo Hijau said...

Grand Marketing maupun grand products sudah saatnya di implemetasikan. Dan sekarang IUPHHK di Indonesia juga diwajibkan untuk lulu sertifikasi ecolabelling, jika tidak maka produk kayu indonesia tidak akan bisa dijual di uni eropa dan amerika. Tapi pasar gelap justru lebih banyak menyerap produk kayu indonesia. Huuhhh, ampun dah bang.

Edwin's Personal Blog said...

Mari jadikan ekologi kita bermakna buat kita semua, jangan sampai dijadikan 'shadow ecology' oleh bangsa lain. Rugi kita...

sibaho way said...

kalo pabrik kita bekerja sekarang sedang gembar gembor green company. tapi setiap hari kerjanya bikin komponen otomotif :P

NanLimo said...

mantab om... stiuju buanget... mari kita implementasikan....

lina@happy family said...

Green marketing : harus didukung nih, demi anak cucu kita nanti...

Ocim said...

mudah2an tetep ijo selalu sob

Freya said...

so tough subject......

can i just fainted? argh.....

Laksamana Embun said...

Mari Kita Jaga Dunia ini untuk Anak Cucu kita nanti salah satu nya dgn Green Marketing.

reni said...

Memangnya smua komponen sudah tahu akan hal ini..?

Tisti Rabbani said...

pokoke serba green ya bang....

siiippp :)

MATA HATI said...

o iya tahu tuh body shop..tp mahal ya hehe.. nice blog.. met berjuang ya..

anindyarahadi said...

HIJAUKAAAN BUMIKU** akhirnya bisa mayyn kesini lagi ya

aprillins said...

itu jawabannya bu ajeng ngocol juga. .wowwowowwok..

yang saya lakukan untuk lingkungan??
melakukan buang sampah ga sembarangan
melakukan kampanye hidup peduli lingkungan ke pacar dan adik2 saya
melakukan isi ulang ke botol aqua 1500ml jadi ga usah beli botolnya lagi..

dasir said...

Hadir menyapa sahabat..bc sbntar pak ya..

KangBoed said...

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

KangBoed said...

Hidup Penghijauan,,..

KangBoed said...

Manstaaaaaaaaaaaaaaaaab bang.. lanjutkan terus..

KangBoed said...

pokoknya saya dukung ya bang

dasir said...

Aku dua tujuh..dg green marketing..dukung terus pak..salam

mocca_chi said...

begini bang, jika keadaan ekonomi kita baik, maka ga ada halangan ut belanja yg produk organik,cuman klo uang pas pas an, maka apa yg ada itu dimakan.

dan lebih bagus lagi klo kita nanem sendiri apa yg akan kita makan.istilahnya swalayan. mungkin kr itu kali ya, kematian anak muda di desaku rendah. makananya sehat, walau tiap hari mie instan wkwkwkwkwkw

marine said...

marii hijaukan bumi Indonesiaaa....

zujoe said...

hmmm... *manggut-manggut* bener bener tuh... kayaknya sekarang setiap perusahaan harus eco friendly deh... bumi ini makin panas makanya Riau sering mati lampu hahaha.... *gag nyambung*

lilliperry said...

tulisan yang inspiratif, semoga pelaksanaannya bisa menjadikan bumi ini lebih baik :D

bang FIKO said...

Mo komen apa ya?
Bang Attayaya emang benar-benar Hijau... Maksudnya memang setia banget menggalakkan Hijau di Indonesia ini.
Semangat bang!
Selamat hari Sumpah Bapak-bapak... Eh Sumpah Pemuda maksudnya.. hahaha

sewa mobil di surabaya said...

lapisan ozon akan rusak dan ini akan menambah suhu menjadi panas jika tidak segera green.

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Postingan yang sesuai dengan bang Atta banget..
Go Green...
sukses selalu...

-3- said...

waahhh...artikelnya keren bang ...

keep green !

buwel said...

mogsa makin hijaulah indonesia ku...

a-chen said...

Mantab dah.....IJOROYOROYO lah negeriku....

ranny said...

dollar dah brapa neh???
tar traktir sayah haagen dasz yah..pokoknya haruss hehiehihie

go greeennn!!!!!
selamatkan bumi ^^

KangBoed said...

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

KangBoed said...

Mari lestarikan alam indonesia

Hendrawan said...

Wacana bagus...

Andie Gokil said...

go greeennn,...
walaupun ga ngerti yang penting komennn!!!!
JIAAATTTT!!!!
kame hame haaaaaa....

cegah global warming dengan pemakaian template ijo-ijo attayaya!!!!
YEAAAAHhhh

Andie Gokil said...

go greeennn!!!
walaupun ga ngerti yang penting koment!
JIAAATTT!!!!
KAME HAME HAAAA!!!!!

semoga d=bumi udah hiajau lagi dengan memakai template ijo-ijo kayak bang attayaya. *kabur*

attayaya said...

ijo
damai

attayaya said...

ijo
damai

ZoniA said...

Keep it up, aku suka banyak blog anda.

attayaya said...

thanks Zonia allmaritime

Judianto said...

boleh nanya sumber data riset ac nielsen dari mana ya ? mohon info
tx

attayaya said...

tidak disebutkan ac nielsen mendapatkan data darimana.
mungkin interview by phone atau cara lainnya

Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia said...

go greeennn!!!!!
selamatkan bumi ^^

attayaya mobil keluarga said...

seeeeep