30 August 2009

Manuskrip (Melayu, Jawa, Batak, Minang, dll) Indonesia di malaysia

Tulisan pertama ini, mengetengahkan beberapa manuskrip melayu Indonesia yang berada di malaysia.
Tulisan kedua, mengetengahkan daftar beberapa manuskrip melayu Indonesia lainnya yang berada di malaysia.

Ketika hari ini (29/08/09) membaca sebuah buku terbitan malaysia berjudul Warisan Manuskrip Melayu dengan penerbit Perpustakaan Negara Malaysia, terdapat beberapa buah manuskrip yang menurutku bukan hasil ciptaan orang malaysia, tetapi manuskrip tersebut berada di malaysia.

Pertama :
Pada halaman 18
Rajah 7
Manuskrip (MMS 838) yang ditulis atas daun lontar jenis Borassus Lebelifer, kandungannya adalah mengenai cerita panji yang ditulis dalam skrip Jawa Kuno
(Gambar hasil scan-image buku Warisan Manuskrip Melayu hal 18)


Kedua :
Pada halaman 19
Rajah 9
Manuskrip Batak (MMS 1069) yang ditulis dalam tulisan Batak di atas kulit kayu yang dilipat berbentuk akordion. Dua keping kayu digunakan sebagai kulit manuskrip.
(Gambar hasil scan-image buku Warisan Manuskrip Melayu hal 19)


Ketiga :
Pada halaman 139
Rajah 71
Undang-undang Minangkabau (MSS 1589)
(Gambar hasil scan-image buku Warisan Manuskrip Melayu hal 139)


Kutipan hal 138 :
“Di Perpustakaan Negara Malaysia juga terdapat sebuah manuskrip Undang-undang Minangkabau (MSS 1589) yang kaya dengan pelbagai aturan adat-istiadat, pengajaran dan teladan kepada para pembaca. Manuskrip ini mengandungi undang-undang yang berasal dari Minangkabau dan merupakan satu sumber penting tentang sistem dan pengaturan hidup yang pernah diamalkan oleh masyarakat Minangkabau. Di samping itu, manuskrip ini juga mengandungi pelbagai panduan tentang adab pemerintaan raja-raja yang disadur daripada Taj al-salatin karanan Bukhari al-Jauhari. Hal ini secara tidak langsung menunjukkan bagaimana pengaruh Taj al-Salatin telah meresapi penulisan undang-undang dari Minangkabau itu.”


Keempat :
Pada halaman 142
Rajah 73 (gambar atas)
Taj al-Salatin (MSS 2550)
(Gambar hasil scan-image buku Warisan Manuskrip Melayu hal 142)


Kutipan hal 141 :
“Taj al-Salatin (Mahkota Sekalian Raja) karangan Bukhari al-Jauhari sehingga kini dianggap sebagai karya ketatanegaraan yang terawal dalam kesusasteraan Melayu. Karya tersebut dihasilkan di Aceh pada tahun 1603 dan dikarang khusus atas perintah Sultan Alauddin Riayat Syah, sultan Aceh antara 1586-1604. Isi kandungannya terdiri daripada duapuluh empat bahagian (fasal), meliputi pelbagai persoalan yang berkaitan dengan raja-raja dan para pembesar negara, termasuk satu bahagian khusus membicarakan fasal memelihara anak.”


MASIH ADAKAH YANG LAIN LAGI MANUSKRIP INDONESIA DI MALAYSIA?


Dan ternyata masih banyak manuskrip Indonesia yang berada di malaysia, seperti yang tertera di hal 143 :
“Bustan al-Salatin (Kebun Segala Raja) pula merupakan sebuah karya penting tulisan Nuruddin al-Raniri di Aceh pada tahun 1638 dalam zaman pemerintahan Sultan Iskandar Thani (1636-1641). Sehingga kini, sekurang-kurangnya tiga puluh empat buah salinan manuskrip Bustan al-Salatin telah diketahui wujud dan tersimpan di beberapa buah perpustakaan utama dunia iaitu : 1 di Aceh, 2 di Berlin, 1 di Brussels, 1 di Cape Town, 1 di Colombo, 1 di Frankfurt, 3 di Jakarta, 13 di Leiden, 5 di London, 3 di Paris, 2 di Kuala Lumpur dan 1 di Terengganu. Isi kandungan Bustan al-Salatin terdiri daripada tujuh bab yang menceritakan kisah-kisah kejadian alam, ciri-ciri raja dan pembesar yang adil dan zalim serta beberapa hal tentang akal, firasat dan ilmu perubatan.“

Gambar-gambar tersebut (rajah) diatas mencerminkan bahwa pemilik dan penerbit buku Warisan Manuskrip Melayu adalah pemilik dari manuskrip asli tersebut di atas selain karena telah diberi nomor register, juga karena tidak diterakan (pada tulisan maupun photo/rajah) bukti kepemilikan orang/badan lain atas manuskrip tersebut, semisal penyebutan “courtesy of ….” atau “sumber : ……”. Demikian juga tidak tercantum dalam bibliographinya pada bagian akhir buku. Kecuali keterangan pada Rajah 117 hal 213 yaitu :
“Antara contoh cap mohor yang menarik digunakan dalam warkah Melayu.
Sumber : (Iluminations : The Wriring Traditions of Indonesia).”

Dan juga pada Rajah 119 hal 215 yaitu :
“Surat daripada Sultan Abu Hayat Ternate kepada Raja John III Portugal (1521) – merupakan surat yang tertua di dunia (Lisbon, Arquiros, Nacionais Torre do Tombo, Garetas 15-16-38).”


Manuskrip adalah naskah tulisan tangan baik dengan pena, pensil maupun diketik (bukan cetakan). (Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Pustaka, Cetakan kesembilan, 1997, hal 629).

Buku Warisan Manuskrip Melayu terdiri 280 halaman dibuat sejalan dengan program “Memory of the World” dari UNESCO dalam upaya untuk didaftarkan dalam “World Register”. Buku yang dicetak sangat mewah ini “amat dialu-alukan” atau dibanggakan sehubungan dengan misi malaysia untuk menjadi pusat kebudayaan melayu dunia dan menguatkan identitas kemelayuannya.

Buku yang dibidani oleh Pusat Manuskrip Melayu di Perpustakaan Negara Malaysia didirikan tahun 1985. “Sejak itu, Pusat Manuskrip Melayu telah mengorak langkah mengumpul dan membina koleksi manuskrip Melayu yang kian bertambah.”, dalam sambutan pejabatnya (hal 11). Dengan tujuan seperti itu, maka malaysia mencari kemana pun manuskrip melayu. Kejadian beberapa bulan silam di Kepulauan Riau, yang mana telah berpindah tangannya beberapa manuskrip melayu Riau ke tangan orang malaysia. Hal ini membuat budayawan melayu, Al Azhar, uring-uringan atas kehilangan manuskrip tersebut dari tanah Indonesia. Melansir berita Kompas.com (Selasa, 2 Juni 2009) tertera berita sebagai berikut :
"Budayawan Riau, Al Azhar, mengatakan ada sekitar 60 naskah melayu kuno yang berasal dari Provinsi Riau dan Kepulauan Riau sudah berpindah tangan ke Malaysia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir."
..........
"Menurut dia, Malaysia gencar melanjutkan perburuan naskah Melayu kuno di Indonesia untuk menguatkan identitas kemelayuan Negeri Jiran dengan slogannya, "truly Asia"."



UPDATE 29/08/09 :
Sms dari temen di Jogja yang mendengar siaran berita dari salah satu radio Jogja yang menyatakan bahwa malaysia menyediakan dana besar untuk mendapatkan segala buku/manuskrip melayu dimanapun.

HAL INI SANGAT MEMBAHAYAKAN KEBUDAYAAN MELAYU INDONESIA.

Cara Pusat Manuskrip Melayu malaysia dalam mendapatkan berbagai manuskrip, tertera pada hal 39 buku tersebut :
“Perolehan manuskrip Melayu tidak semudah membeli buku. Ia tidak didapati tersusun di atas rak kedai-kedai buku yang boleh dibuat pemilihan. Manuskrip dibeli dari pembekal yang menjadikan manuskrip sebagai komoditi rezeki mereka. Namun, manuskrip merupakan salah satu komoditi bisnes mereka yang bercampur dengan perniagaan menjual bahan artifak bersejarah seperti keris, kain limar, duit dan tembikar. Kebanyakan pembekal adalah dari pantai timur terutamanya dari Kelantan dan Terengganu. Mereka menjelajah ke ceruk rantau kampung untuk “mengutip” manuskrip. Koleksi manuskrip diserah kepada Pusat Manuskrip Melayu untuk dinilai dan seterusnya dibeli. Manuskrip Melayu juga didapati dijual di rumah lelongan, tetapi perolehan melalui cara ini jarang sekali diamalkan kerana manuskrip Melayu tidak popular sebagai bahan lelongan.”
(bisnes = bisnis, ceruk rantau = pelosok negeri/kampung, lelong = lelang)


Buku Warisan Manuskrip Melayu :
Penerbit Perpustakaan Negara Malaysia
232, Jalan Tun Razak
50572 Kuala Lumpur
Malaysia
http://www.pnm.my

Rekabentuk dan Fotografi :
Sketsa Sdn Bhd (120086-P)
29C, Jalan Pandan 3/3
Pandan Jaya
55100 Kuala Lumpur
Malaysia
Mya2203@tm.net.my


Scan-image dari buku Warisan Manuskrip Melayu adalah digunakan untuk ulasan tulisan ini, dibenarkan. Sesuai dengan peringatan yang diterakan dalam bagian awal buku (hal 2) :

“Segala hakcipta terpelihara.

Selain untuk tujuan ilmiah, kritikan atau ulasan, sepertimana yang dibenarkan di bawah Akta Hakcipta 1987, tiada sebarang bahagian ataupun imejan dari penerbitan ini boleh disalin melalui sebarang proses tanpa kebenaran bertulis pemilik hakcipta.”

MASIH ADAKAH YANG LAIN LAGI MANUSKRIP INDONESIA DI MALAYSIA?






68 comments:

  1. Terimakasih banyak infonya. Sangat penting banget nih untuk diketahui masyarakat Indonesia. Sangat perlu untuk diketahui dan diperoleh kembali oleh instansi di tanah air yg berusaha mengumpulkan manuskrip peninggalan Indonesia yg berada di luar negeri.

    ReplyDelete
  2. *ggrrhhh..*.....terus terang, geregetan bener...sama Malingsia itu...!!!
    Apa sih maunya??!!!...

    Pemerintah Indonsia??....mana ketegasanmu dlm mejaga warisan budaya Indonesia???...kok di klaim negara tetangga terus..???

    *binun*

    ReplyDelete
  3. EDISI TERBARU KAWAN LAGU INDONESIA RAYA di lecehkan oleh malingsia......mohon commentnya sob.

    ReplyDelete
  4. indonesia dan malaysia kenapa ga "merger" aja biar ga berantem mulu.... apalagi sekarang bulan puasa :D

    bro kamu dapat award:

    http://my-blogwalking.blogspot.com/2009/08/award-backlink.html

    ReplyDelete
  5. Itu karena para petinggi Indonesia baru reaksi ketika "barangnya" sudah diambil orang lain...

    Seharusnya ketika belum diambil, dipatenkan dulu lah ......
    Ato gimana ....

    ReplyDelete
  6. Masak yang nggak ikut punya malah yang matenkan.....

    ReplyDelete
  7. Kayaknya udah mulai bermunculan nih busuknya si m*****si*l...., Pemerintah Indonesia harus secepatnya mengambil langkah tegas untuk mengatasi semuanya.

    ReplyDelete
  8. wah.. kita harus antisipasi ni OM...........
    sebleum pmerintah kita sadar.... lbih baik kit adar dahulu... mari kita sadarkan pmerintah akan hal ini... kita harus bertindak cepat..dan tegas

    ReplyDelete
  9. ambil saja manuskrip kita,,tuh kan hak rakyat Indonesia...

    ReplyDelete
  10. nurdin m top kok ga diklaim sama malesia yak... kenapa gerangan...

    ReplyDelete
  11. heemh, Indonesia memang kaya budaya, adat, sumber daya, dll bikin negara lain sirik seperti negara tetangga kita itu blingsatan sana sini nyari lahan/apapun yang bisa mereka claim sebagai budaya, pulaunya...kasian negara tetangga itu mereka memang mau jadi truly asia tapi hasil jarahan dari negara lain yang menganggap mereka sodara, mereka memang tidak punya budaya, karya, pulau, adat sebanyak, seindah, seistimewa punya Indonesia...i love indonesia

    ReplyDelete
  12. doh, kok bisa ya manuskrip2 berharga seperti jatuh ke tangan malingsia, bang atta. doh, makin ketahuan kalau negeri jiran itu babar blas ndak kreatif, bisanya maimn curi dan njipla.

    ReplyDelete
  13. pemerintah indonesia gitu,,,ya bisanya cuma gitu...indonesia yang kaay akan budaya dan kaya akan sumber daya alam tapi sayang kurang bisa di manfaatin sehingga kebanyakan ga terurus ahirya ada deh yang mencari kesempatan dalam kesempitan...

    ReplyDelete
  14. wah bner2 info yang sngt berguna, semoga saja ada langkah konkrit jgn cuma diplomasi azah

    ReplyDelete
  15. Mantap bang..Salut untuk postingan kali ini,,,,,,biar bisa jadi contoh utk blogger laen....

    ReplyDelete
  16. info yang sangat penting....ada banyak ngga Mba....
    masalahnya saya sendiri sedang mencari manuskrip kitab-kitab kuno karya ulama Indonesia.....
    waduh kok malah ada di sana ya?

    ReplyDelete
  17. wah Banyak bener ya....Gimana neh yang berwenang...?

    ReplyDelete
  18. risetnya canggih bang... mangstabs... saiia pribadi pusing sama Mr. M*** itu bang :(

    ReplyDelete
  19. MAMPIR BANG MALAM HARI MENJELANG SAHUR

    ReplyDelete
  20. SAHABATKU RAIH FITRAH DIRI menjadi MANUSIA SEUTUHNYA UNTUK MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  21. wah.. wah ... wah..

    terus gimana lagi ya, lha wong ya satu rumpun...

    ReplyDelete
  22. Mantap bang...nice artikel....met menikmati makan sahurnya

    ReplyDelete
  23. Ayo bangkitlah Indonesiaku. Ya banyak manuskrip kita yang keberadaanya malah di negara lain. Saya sedang penasaran dengan hilangnya UU Simboer Tjahaya, UU yang menata hidup bermasayarakat secara lengkap warisan leluhur di Sumatera Selatan, konon ada di Belanda. Yah..., ayo cintai dan lindungi aset kita.

    ReplyDelete
  24. Huuuh, jadi makin gregetan aja ama Malaysia nih..!! Rasanya semua yg menjadi milik Indonesia udah diklaim oleh Malaysia... jangan-2 kita pun akan dianggap sebagai rakyat Malaysia juga...!!!

    ReplyDelete
  25. ane dr dlu melongo sejak malaysia gencar mencari jati diri dengan cara yang aneh, apalagi baca ini hanya dapat sakit hati. Kenapa ya negeri tetangga ini tak beretika, semua yg ada di Indonesia ingin dimilikinya.

    ReplyDelete
  26. Good morning, my dear friend, Thanks 4 the visit, how are you? sorry i'm late, wish you the all best weekdays ahead ....:thumbsup:"

    ReplyDelete
  27. wah..wah..wah.. no comment lah pusing :)

    ReplyDelete
  28. aq udh nonton metro files semalem, ternyata emang malaysia dr dulu udh bermental maling,,,
    kita butuh pemimpin yg berani mengatakan "ganyang malaysia" seperti BUng Karno.Berani keluar dr PBB krn Malaysia negara boneka di masukkan ke PBB th 63-an....,Bahkan lagu kebangsaan Malaysia aja nyuri alias membajak lagu dr Indonesia...memang benar benar negara ga punya identitas,,,nyolong sana sini biar punya identitas,,harusnya mereka malu pada diri sendiri...

    ReplyDelete
  29. waduh kok tambah parah aja nih kelakuan negeri jiran kita itu yaa???
    padahal sesama muslim loh, mang gak pada belajar ngaji apa yaa??
    kok seneng banget sih berbuat kezhaliman ...?
    Semoga mereka segera mendapat hidayah dari Allah SWT, amin.
    MERDEKA!!!

    ReplyDelete
  30. Ternyata banyak ya asset Indonesia yang 'nangkring' di LN....Jadi,prasangka nih...jangan-jangan nantinya masih banyak 'produk' Indonesia yang di akui by malasnyaasia itu yaaa....

    ReplyDelete
  31. Saya melihatnya karena orang Indonesia lebih cenderung untuk menjual (sebagai barang antik) dengan harga tinggi daripada untuk menyerahkan peninggalan yang penting buat bangsa kepada negara. Lihat saja iklan barang antik, buku dsb.
    Harusnya tulisan ini akan menyadarkan kita semua

    ReplyDelete
  32. haduuh.. menyebalkan banget ya kalau baca ini.. huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhh.. what we can do?? We are not going to war aren't we? Political approach? Naahh.. that what government should do...

    ReplyDelete
  33. huaaaaaa..... ternyata buanyaaakk bgt yah kita kecolongannya :(

    ReplyDelete
  34. kalo di indo d hargai berapa manuskrip2 nya ?!

    ReplyDelete
  35. Indonesia dengan malingsia memang serumpun tapi Indonesia murni melayu ngga seperti malaysia yang kemayu,Budaya Indonesia dari sabang sampai merauke budaya malaysia hanya seklumit daerah jajahan.Hanya saja kita terlalu lama tertidur kita terlalu banyak bermimpi kita ngga pernah sadar bila budaya termasuk jati diri bangsa.Seperti kisah di situs MAJAPAHIT diman benda benda bernilai sejarah justru di curi oleh orang indonesia sendiri kenapa??karena pemerataan kemiskinan di Indonesia semakin merata sedang kemakmuran hanya utk kaum ELITE yg hanya butuh " Klarifikasi"dan himbauan dari balik gedung untuk minta ma'af saja.Bangkitlah Indonesiaku GANYANG MALINGSIA TANPA AMPUN!!

    ReplyDelete
  36. Oom, tadi pagi terlambat masuk sekolah gak.???:D

    ReplyDelete
  37. Hi...Numpang lewat and salam persahabatan...

    ReplyDelete
  38. Ada sesuatu yang penting namun tidak penting....kalau di anggap penting pasti nantinya penting tapi ngga terlalu penting,cuman sesuatu yang penting bila penting nanti malah penting karena penting adalah sebuah kepentingan dengan penting .....he he he he ...biar jadi orang penting liat ya yang ngga penting.wkwkwkwkwkwk.......

    ReplyDelete
  39. wedeh, lengkap baget,
    hari gini, mana ada anak bangsa yang mau perduli dengan kekayaan bangsa kita. yang ada ja mengeruk kekayaan yang ada.

    Terutama blogger, kapan ga ada posting kyak gini, mana tau kita bahwa kecolongan kita dah banyak sekali.

    Ayo kita kembalikan rasa nasionalism lewat blog

    ReplyDelete
  40. Masya Allah.....

    Bangunnnnnnnn !!!!
    Bangunnnnnnnnn !!!!
    Ada Maling..

    Hiks...
    Gak ada yang denger.
    Pak Atta aya.
    Ayo,...
    Aku ada Bambu Runcing.
    Daripada nunggu Peluru
    Pelatuknya tumpul.

    ReplyDelete
  41. sauuuuuuuuuuuuuuurrr sauuuuuuuuuuuuuuuuuurrr bang sauuuuuuuuuuuuuuurrr .... huehehehe... cuci mulut nya pake appa nii bang?!?!? saiia ada melon suegger tuuhhh.. :p

    ReplyDelete
  42. Hi dear friend Many Thanks 4 d'visit, wishing you for good luck,keep smiling, all the best ....:thumbsup:"

    ReplyDelete
  43. Hadooh hadooh, Malaysia ini ulahnya makin menjadi jadi, capek dech...

    ReplyDelete
  44. Mantaaab infonya, trims yaa...

    ReplyDelete
  45. nice artikel bang..selamat pagi bang...met beraktifitas

    ReplyDelete
  46. kalau bahasa tidak termasuk manuskrip ya bang, tpi bahasa kita ama malay nyaris sama.

    ReplyDelete
  47. wah, malaysia lagi nih

    nggak ada habisnya sangkut-sangkutan negara ini sama Malay

    ReplyDelete
  48. Indonesia, i love u full, hahaha..

    ReplyDelete
  49. harusnya Indonesia bisa mencontoh Malaysia, membayar tinggi orang-orang yang mendokumentasikan sejarah budaya dan adatnya

    ReplyDelete
  50. Pada dasarnya kita memilki berbagai kesamaan, namun kurangnya rasa saling menghormati menyebabkan kaburnya kesamaan itu. Kedua budaya juga saling mempengaruhi (termasuk bahasa), namun (lagi) nasionalisme harus ditegakkan!

    ReplyDelete
  51. gregetan juga sama si Malingsia itu.
    tapi kalo manuskrip itu ada di sini, pasti kurang terawat juga ya
    jadi serba salah nih

    ReplyDelete
  52. blog seperti ini yang harus dibaca dan disimak oleh seluruh rakyat indonesia, spy sadar kalo kebudayaan kita dicuri oleh bangsa yang mengaku serumpun. great blog bro...

    ReplyDelete
  53. akhirnya selesai juga balas komen

    ReplyDelete
  54. Mampir lagi nih, ternyata banyak juga ya manuskrip2 budaya kita disana? tapi mau gimana, wong kita satu turunan : Melayu...

    ReplyDelete
  55. memang satu turunan, ibarat "anak dihutan disusukan anak dirumah mati tak makan."
    yang disini mak nye tu 'MELAYU' mak hanye satu, takkan due.
    hanye anak-anaknye lah lagi yang mempertahankan saudarenye.
    dan kisah nyatenye sekarang ni, anak-anaknye ni dah punye mak MELAYU lain, ye jadinye macam sekarang ni lah.. nasebbb badannn

    ReplyDelete

Copyright © 2013 attayaya: Manuskrip (Melayu, Jawa, Batak, Minang, dll) Indonesia di malaysia | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah