25 Agustus 2009

Tenunan Songket Adalah Asli Seni Budaya Melayu Indonesia | Sejarah Melayu

Tenunan Songket Adalah Asli Seni Budaya Melayu Indonesia | Sejarah Melayu

Judul ini menggubah sedikit dari judul aslinya “Songket adalah Seni Warisan Asli Melayu” yang merupakan Sekapur Sirih Budayawan Melayu Riau – Tenas Effendy. Tulisan tersebut aslinya berada dalam buku Senarai “Pesona Kemilau Songket : Menjulang Tradisi Bermarwah” yang bersempena (sehubungan dengan) Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-224 tahun 2008 silam. Acara Pesona Kemilau Songket ini ditaja di Balairung Hotel Pangeran Pekanbaru tanggal 19 Juni 2008.

Tentang songket Melayu sesuai Sekapur Sirih Budayawan Tenas Effendy tersebut, pernah juga disampaikan di blog ini dengan judul SONGKET ADALAH SENI WARISAN ASLI MELAYU dan sebagian motifnya (baik untuk ukiran maupun tenunan) telah ditulis di “Gerubuk Buruk Tamadun Melayu : attayaya.com”.

Tulisan ini bermaksud untuk memberitahukan kepada seluruh khalayak ramai bahwa Songket adalah Asli Seni Budaya Melayu Indonesia, sehingga negara-negara lain harus memikir ulang untuk mengklaim atau bahkan memasukkan tentang songket dalam iklan mereka. Walaupun beberapa negara lain tersebut juga mempunyai songket, tetapi tetaplah Tenunan Songket Adalah Asli Seni Budaya Melayu Indonesia, baik itu Melayu Aceh, Melayu Deli Medan, Melayu Riau, Melayu Jambi, Melayu Sumatera Barat, Melayu Palembang, Melayu Bengkulu, Melayu Nusa Tenggara dan seluruh Puak Melayu Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Hal ini dilihat dari ketuaan Kerajaan Suku Melayu Indonesia dibandingkan kerajaan suku melayu negara lain. Dalam sejarahnya, Songket merupakan perpaduan benang sutera Tionghoa dan dengan benang emas dan perak dari India, yang mana kedua suku tersebut menjalin perdagangan dengan suku Melayu dengan titik temu di pesisir pantai timur pulau Sumatera dan umumnya mereka berlabuh di Pulau Bintan. Gabungan sutera tionghoa dengan benang emas dan perak India lah yang dijadikan tenunan songket oleh suku Melayu.

Jika ditelusuri sejarah Kerajaan Majapahit dan Kerajaan/Kedatuan Sriwijaya, yang mana wilayah kedaulatannya mencakup hampir seluruh Asia Tenggara sekarang. Melayu Indonesia lebih tua daripada melayu malaysia. Jika ingin menyebutkan asal muasal Melayu, menurut sejarah Melayu, sebelum Kerajaan Melayu Singapura, Melaka, Johor, Riau dan Siak Indrapura; di Kepulauan Riau telah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Bintan. Pusat kerajaannya berada di Pulau Basar yang kemudian terkenal dengan nama Pulau “Bintan”. Konon, pulau ini pada mulanya dihuni oleh pendatang dari berbagai daerah bahkan ada yang dari Kamboja dan India. Disebabkan keadaan letaknya yang baik untuk lalu lintas perdagangan di Selat Melaka, menyebabkan negeri ini cepat berkembang. Diperkirakan sekitar 1100 M tersebutlah seorang raja yang bernama Raja Asyhar-Aya yang beristrikan Wan Sri Beni, dan dari perkawinan itu diperolehlah seorang puteri yang kemudian terkenal dengan nama Puteri Bintan. Pada waktu sang raja mangkat, Puteri Bintan belumlah dewasa, maka pemerintahan dipegang oleh Ibunda Wan Sri Beni (1150-1158 M). (Buku Butang Emas hal 9 Penggalan Pertama). Pulau Bintan itu sendiri sekarang berada di wilayah kedaulatan negara Republik Indonesia yang menjadi kedudukan Propinsi Kepulauan Riau dengan ibukotanya Tanjung Pinang, yang mana rakyatnya tidak pernah mau bergabung dengan malaysia sejak dahulu kala sampai masa perang kemerdekaan dan masa sekarang ini.

Dengan keadaan sejarah seperti itu, budaya malaysia mungkin jauh lebih muda daripada budaya Indonesia, sehingga tidak mungkin budaya Indonesia berasal dari budaya malaysia. Situs-situs sejarah pun membuktikan hal ini. Tari Pendet (karya Wayan Rindi yang bermula dari tarian suci di pura-pura Bali), keris, batik, angklung, wayang, reog, dan seluruh budaya Indonesia itu sememang berasal dari tanah kedaulatan Indonesia.

Dengan ini, saya pun mengklaim untuk Indonesia bahwa Tenunan Songket Adalah Asli Seni Budaya Melayu Indonesia.
Sebelum didahului oleh negara lain yang tidak bertanggung jawab, yang hanya bisa mencuri, memakai, dan secara tidak jantan meminta maaf atas kesalahannya.
Jika pun sudah didahului, maka sampai mati pun akan tetap saya katakan bahwa Tenunan Songket Adalah Asli Seni Budaya Melayu INDONESIA



Di tepi parit ada pohon para
Buahnya diambil tidaklah sia-sia
Songket dipakai bujang dan dara
Songket Asli Melayu Indonesia





34 komentar:

  1. Saya setuju bang tenun songket budaya melayu indonesia...dan tidak bisa dirubah-rubah lagi..

    BalasHapus
  2. Gerah sekali saya mendengar beberapa budaya kita diklaim negara itu bang, salah satunya adalah Keris, keris adalah senjata khas jawa dan banyak daerah lain di Indonesia, jikalau ditilik dari beberapa sejarah kerajaan di jawa, ada keris Empu Gandring yang terkenal dan menghantar beberapa raja Singosari yang tersohor tersebut, lalu Patih Gadjah Mada juga mengucapkan sumpah Palapa sambil menghunus sebilah keris, pokoknya tidak terima saya jika kebudayaan kita dicaplok negara lain, jika ada orang yang mengatakan kawula muda kita kurang menghargai budaya nya sehingga diklaim negara lain, saya juga tidak terima, banyak juga teman-teman saya yang selain suka musik rock mereka juga sangat mencintai dan menikmati musik-musik asli daerah dan tarian-tarian daerah. Oleh karena itu marilah kita sebagai putra bangsa ini bahu-membahu cintai kebudayaan kita sendiri sembari kita menikmati kebudayaan barat/modern.

    BalasHapus
  3. Hahahha, ia bener...
    Masih "muda" gitu mw sok ikut2'an ngeklaim....

    Ih, sebel gue denger'x bro kalo ada kata2 "Malaysia'x"....
    Kampret bener tu negara, malinggggggggsial... :D

    BalasHapus
  4. hidup melayu, eh malaysie... kekeke

    BalasHapus
  5. YUp......... mari kita lestarikan,jaga,rawat, dan promosikan... sebagai blogger..... contohnya kecilnya blog saya Om... hehhehhe...

    BalasHapus
  6. moga malaysie malaysie yang lain nyadar ya bang....:)

    BalasHapus
  7. mantab, i love indonesia....

    BalasHapus
  8. berbagai fakta sudah menunjukkan, betapa produk2 budaya asli indonesia itu demikian rawan diklaim bangsa serumpun. mereka yang ndak pernah berkreasi bisa demikian gampang membobol hak cipta. ini perlu segera diwaspadai, bang atta. jangan sampai tenun songket bernasib buruk seperti produk budaya yang lain.

    BalasHapus
  9. Tugas anak2 bangsa ini adalah menjaga dan melestarikan seni budaya sendiri dg konsekwen sesuai kapasitas kita masing2 agar bangsa lain tidak semudah itu main klaim sembaranagan. Artikel bagus, sobat.

    BalasHapus
  10. Wah hebat ya Bang,
    keren sekali dan aku berharap ini tetap milik bangsa Indonesia
    jangan sampai negara lain mengklaim ini miliknya.

    BalasHapus
  11. tidak semua melayu tu malysia kan?

    BalasHapus
  12. setuju sekali, budaya kita sangat kaya dan kita harus bangga atas semua yang kita miliki.
    tapi bagaimana dgn sikap pemerintah sendiri atas budaya yg diklaim negara lain?

    BalasHapus
  13. cukup lama pak masuk kekotak koment, entah yang lain tak selama ini.

    Wah aku paling suka kalo ngeliat para gadis memakai pakaian songket , wah jadi ngayal neeh.
    sebab pernah di riau seeh. jadi inget festival budaya melayu sedunia neeh

    BalasHapus
  14. baguuuussss. kalo bukan kita sendiri yang bangga kemungkinan akan diklaim malaysia lagih

    BalasHapus
  15. hajaar aja malaysia...
    kayaknya dulu kita salah mendidik mereka
    sapa seh gurunya.. hahhaaa....
    katanya seh kita2 juga
    tapi kan guru zaman orde baru

    ooo.. gara2 Soeharto donk
    Bisa2 nya nelorin anak yg durhaka
    hajaar!!

    BalasHapus
  16. baca tentang perdagangan di selat maka ntu bikin aku inget pelajaran sejarah bang, tentang apa ya, aku lupa. tapi yang aku ingat, aku sellau bosan setiap pelajaran sejarah, hiiii

    BalasHapus
  17. btw, iya nih bang. PR jeblok pas oderan sepi,syukur juga si ga pas orderan rame kemairn, hiiii

    BalasHapus
  18. Saya setuju bahwa songket adalah benda seni budaya asli Melayu. Bukan karena saya berasal dari palembang, karena itulah faktanya. Masalahnya Suku Melayu itu sendiri masih belum jelas runutannya, apakah Malaysia melayu juga rasanya saya pernah dengar jawabannya ya. Tapi kalau Songket adalah asli Indonesia, saya setuju, walaupun Malaysia juga punya songket. Mari kita cintai dan lindungi seni/budaya kita, jangan setelah diklaim orang kita baru ribut. Sebaiknya segera kita patenkan semua produk seni/budaya kita. Nice posting.

    BalasHapus
  19. Semoga tidak ada lagi yang mengklaim.....

    BalasHapus
  20. Mas Atta saya ingin berbagi sesuatu demi persahabatan kita..sesuatu itu ada disini
    http://myaward-ateh75.blogspot.com/2009/08/tag-persahabatan.html#comments
    semoga berkenan ..makasih.

    BalasHapus
  21. BHINEKATUNGGALIKA, Budaya yg ada di negeri ini adalah tanggung jawab bersama bukan semata mata suku asalnya.apapun aset negara yg di ambil bangsa lain kita wajib untuk membela negara.Dan yang memiliki budaya tersebut sebagai citra dan ciri khas daerah tentunya tak akan mengabaikannya janga klo sudah di klaim baru teriak teriak.salam indonesia damai.

    BalasHapus
  22. Kita musti bertindak, oke?

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    BalasHapus
  23. Pengetahuanku nambah....

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    BalasHapus
  24. Mampir ya! oke?

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    BalasHapus
  25. yah sayang nya,,kita kalah cepet klaim sama malaysia..jadi banyak budaya yang udah diambil..udah gitu,,di malay berita ini juga ga gencar di sana..karena yah untuk di tutup2in juga

    BalasHapus
  26. Kenapa tidak didaftarkan sebagai Hak Cipta Kekayaan intelektual saja bang ?

    BalasHapus
  27. Kebiasaan kita menganggap enteng malaysia dan tidak tanggap dengan persoalan hak cipta membuat semuannya menjadi seperti ini.

    BalasHapus
  28. Ya nih dasar malingsia ,

    mas kalau mau tukaran link silahkan kunjungi http://www.urtmarket.com seodirectory.urtmarket.com

    BalasHapus
  29. Aku suka banget kain2 tradisional Indonesia kayak batik, songket, tenun. Tapi sayangnya harganya mahal (yg asli maksudnya). Memang sih untuk mengapresiasi para pembuatnya, tapi akhirnya kita malah jadi ga bisa pakai. Cuma mengagumi dari jauh...

    BalasHapus
  30. Semoga Pemerintah kita segera melakukan publikasi tentang segla hal yg menyangkut adat istiadat dan budaya bangsa... agar tak lagi diklaim oleh negara lain...

    BalasHapus
  31. setujuuuuuuuuuu.....
    ayo selamatkan segala aset kita. kebudayaan, pulau, segala hasil karya anak negri.... semuanya!!!
    selamatkan dari pencurian si Malingsia itu....

    BalasHapus
  32. ya! tiap budaya milik bangsa bukan negara kerna itu tak perlulah diklaim apa-apa budaya milik indon atau malays.kita kok tau ramai melayu semanjung berasal dari sumatera,sejarahnya sumatera sangat rapat dengan semenanjung ,raja pun asalnya sumatera.kalu tak kerna belanda dan inggeris harus semenanjung & pulau sumatera satu negara.jawa pun sangat ramai jadi melayu disemenanjung. apa nak macam-macam klaim.

    BalasHapus
  33. Membaca tulisan ini serasa menonton TV malaysia, ada kata sempena, marwah, ditaja sampai senarai

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Tenunan Songket Adalah Asli Seni Budaya Melayu Indonesia | Sejarah Melayu | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah