03 November 2010

Sungai Siak Propinsi Riau

Sungai Siak berada di Propinsi Riau yang merupakan SUNGAI TERDALAM di Indonesia dengan kedalaman sekitar 20-30 meter. Walau sekarang sudah terjadi pendangkalan di beberapa bagian sungai sehingga rata-rata kedalaman sekarang adalah 18 meteran saja. Sungai ini memiliki panjang sekitar 300 km yang mengaliri 4 kabupaten dan 1 kota di Propinsi Riau yaitu bermula dari Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kampar, Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, dan Kabupaten Bengkalis.

Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak dibagi atas 2 wilayah yaitu :

1. Wilayah Bagian DAS Siak Hulu
Bagian Hulu terdiri dari 2 sungai yaitu Sungai Tapung Kanan dan Sungai Tapung Kiri. Sungai Tapung Kanan berada di Wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan Kecamatan Tapung di Kabupaten Kampar. Sungai Tapung Kiri berada di wilayah Kecamatan Tandung di Kabupaten Rokan Hulu dan Kecamatan Tapung Kiri di Kabupaten Kampar. Kedua sungai ini menyatu di daerah Palas Kabupaten Kampar dan terus mengalir ke daerah Palas Kota Pekanbaru menjadi Sungai Siak Besar.

2. Wilayah Bagian DAS Siak Hilir
Bagian hilir dari DAS Siak adalah pada Sungai Siak Besar yang terletak di desa Palas (Kabupaten Kampar) - Kota Pekanbaru – Kecamatan Perawang (Kabupaten Siak) – Siak Sri Indrapura (Kabupaten Siak) dan bermuara di Tanjung Belit (Sungai Apit, Kabupaten Siak).

Photo dari udara Sungai Siak yang melewati wilayah Kota Pekanbaru
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=27003712


Sungai Siak relatif datar dengan ketinggian 0,2 dpl (diatas permukaan laut) dan kemiringan 0,5%. Walaupun di bagian hulu terdapat variasi kemiringan yaitu sebesar 2–40%. Jenis tanah yang dialiri Sungai Siak adalah organosol gley humus dan podsolik merah kuning (bertekstur halus/liat, sedang/lempung dan kasar/pasir), dengan kedalaman topsoil antara 30-60 cm dan >90 cm dari atas permukaan tanah.

Wilayah Bagian DAS Siak Hulu sebenarnya memiliki banyak anak sungai seperti : Sungai Tapung Kanan, Sungai Tapung Kiri, Sungai Kasikan, Sungai Kepanasan, dan sungai-sungai kecil lainnya. Sedangkan Wilayah Bagian DAS Siak Hilir juga memiliki banyak anak sungai seperti : Sungai Siak Kecil, Sungai Perawang, Sungai Mentawai, Sungai Tualang, Sungai Basar dan Sungai Balam Tinggi.

PENDANGKALAN DAS SIAK
Penyebab utama penurunan kualitas Sungai Siak adalah limbah industri baik industri besar, menengah maupun kecil yang berada di sepanjang alur sungai Siak, antara lain industri minyak, industri pengolahan, sawmill, industri pulp dan pembuangan sampah (60% berasal dari rumah tangga), selain tingginya erosi yang disebabkan semakin intensif pengelolaan sumberdaya alam yang ada di hulu, seperti adanya penebangan liar (illegal logging), penebangan hutan berdasarkan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), konversi hutan menjadi kawasan perkebunan (besar dan kecil), kegiatan pertambangan dan kegiatan budidaya lainnya.

Sungai Siak juga mengalami tingkat sedimentasi yang tinggi dengan penyebab : penggundulan hutan, fluktuasi debit yang besar, abrasi tebing (baik oleh masyarakat, perusahaan penebangan hutan maupun oleh gelombang kapal yang melewatinya). Erosi yang sangat besar di bagian hulu yang menyebabkan percepatan sedimentasi diakibatkan terutama oleh kegiatan penebangan hutan tak-resmi (illegal logging). Kerusakan lingkungan Sungai Siak disebabkan oleh pembuangan sampah dan limbah dari industri yang berada sepanjang aliran sungai, pelayaran, dan limbah rumah tangga di sekitarnya. Industri yang berada di tepian Sungai Siak seperti industri minyak, industri pengolahan, sawmill, industri pulp.

Pelayaran yang menggunakan Sungai Siak berupa pelayaran rakyat dan perusahaan yang mengusahakan kapal tanker, kapal peti kemas, kapal barang serta kapal cepat untuk penumpang. Pemerintah Propinsi Riau akhirnya membatalkan ijin perusahaan kapal cepat yang merusak tepian Sungai Siak.

Salah satu upaya lain adalah kebijakan pembangunan Jembatan "Tengku Agung Sultanah Latifah" di Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak - Propinsi Riau. Jembatan ini dibangun dengan ketinggian 23 meter untuk mencegah masuknya kapal-kapal besar yang dapat merusak tepian Sungai Siak. Walau hal ini sangat merugikan Kota Pekanbaru secara ekonomi, tetapi langkah ini tetap dilaksanakan.

Sumber :
Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Riau
Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah Kota Pekanbaru

26 comments:

  1. wah...hrs dijaga dng baek sungai siak..biar lebih bermanfaat bagi para penggunanya...:)

    apa kabar bang...? :)

    ReplyDelete
  2. selalu berasa keliling nusantara kalo kesini dan kali ini ke riau ^^

    ReplyDelete
  3. wahh,, kasian bgt sungai siak,,,

    ReplyDelete
  4. Sungai-sungai di Jakarta apa lagi, tak terawat dan mengerikan. Mungkin akan menular ke seluruh negri ini. Tuhan ampuni hamba-Mu yang payah ini.

    ReplyDelete
  5. Jadi objek wisata juga gak tuh, mbak...?

    ReplyDelete
  6. Daerah pinggiran sungainya sudah padat juga penduduknya ya.. Semoga kebersihan sungai tetap terjaga jangan kayak di Jakarta.

    ReplyDelete
  7. apa kbr penganten baru????
    hehe...
    :D
    wow, jln2 ke Riau

    ReplyDelete
  8. paling enak kalau malam minggu makan jagung di bawah jembatan siak itu....

    ReplyDelete
  9. iaa harus dijaga baik2x tuuh sungai gan

    ReplyDelete
  10. pokoe entar kalo bang atta menang kontes Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia, ane ngikut numpang keliling riau ya bang he he.. makasih inponya.. sungguh elok negeriku..

    ReplyDelete
  11. Makasih infonya bang, jadi banyak tau tentang sungai siak..

    ReplyDelete
  12. Widih.. udah panjang dalem lagi ya Sob.. hhe...... sayang udah terjadi pendangkalan ... trus apa sekarang masih jadi yg paling dalem Sob??

    ReplyDelete
  13. Wah jadi ingat salah satu lagu kesukaan saya, "Siak Bermadah"

    ReplyDelete
  14. harus dijaga seharusnya supaya lebih bermanfaat dan berfungsi maksimal..

    ReplyDelete
  15. gede bgt sungai nya mas bos attayaya... :D

    ReplyDelete
  16. hikshiks... dah ga ada lagi sungai yg seprti dulu... ya iyalah.. *koplak... jahahaha...

    ReplyDelete
  17. illegal logging menyebabkan erosi dan pendangkalan, akhirnya merugikan semuanya

    ReplyDelete
  18. sayangnya sungai siak kotor padahal banyak yang mandi di sana lho..

    ReplyDelete
  19. salam sahabat...
    sungainya besaar dan panjang ya

    ReplyDelete
  20. met pagi kawan...
    info yang bermanfaat
    terima kasih

    ReplyDelete
  21. Hai, salam persahabatan sebelumnya. Maaf baru bisa melakukan kunjungan balik karena habis melakukan perjalanan panjang ke Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia dalam rangka mengikuti kegiatan New Media Dialogue + Borneo Bloggers Award 2010. Thanks...

    ReplyDelete
  22. Wah gw dulu di Riau belom sempet maen ke Sungai Siak

    ReplyDelete

Copyright © 2013 attayaya: Sungai Siak Propinsi Riau | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah