25 Oktober 2010

Phinisi kapal layar tradisional Bugis

Phinisi merupakan kapal layar tradisional Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar dengan dua tiang dengan tujuh helai layar yang mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengharungi tujuh samudera besar di dunia. Kapal Phinisi umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau. Diperkirakan kapal pinisi sudah ada sebelum tahun 1500an. Menurut naskah Lontarak I Babad La Lagaligo pada abad ke 14, Pinisi pertama sekali dibuat oleh Sawerigading, Putera Mahkota Kerajaan Luwu untuk berlayar menuju negeri Tiongkok hendak meminang Putri Tiongkok yang bernama We Cudai.

Dalam proses pembuatan Kapal Phinisi, para pengrajin pembuat kapal harus menghitung hari baik untuk memulai pencarian kayu sebagai bahan baku. Biasanya jatuh pada hari ke lima dan ke tujuh pada bulan yang berjalan. Angka 5 (naparilimai dalle'na) yang artinya rezeki sudah di tangan. Sedangkan angka 7 (natujuangngi dalle'na) berarti selalu dapat rezeki. Setelah dapat hari baik, lalu kepala tukang yang disebut "punggawa" memimpin pencarian kayu. Untuk jaman sekarang, kayu dicari dengan membeli kepada tukang penjual kayu.

Kapal Pinisi Bugis Modern
yang bersandar di Pelabuhan Makassar



Setelah kayu didapat, proses peletakan lunas (kayu dasar) kapal dimulai, dengan meletakkan lunas menghadap Timur Laut. Balok lunas bagian depan merupakan simbol lelaki. Sedang balok lunas bagian belakang diartikan sebagai simbol wanita. Usai dimantrai, bagian yang akan dipotong ditandai dengan pahat. Pemotongan yang dilakukan dengan gergaji harus dilakukan sekaligus tanpa boleh berhenti. Itu sebabnya untuk melakukan pemotongan harus dikerjakan oleh orang yang bertenaga kuat. Demikian selanjutnya setiap tahapan selalu melalui ritual tertentu.

Ada 4 suku besar yang memiliki keahlian dan tradisi terhadap Kapal Phinisi (pinisi) ini yaitu :
  1. Suku Konjo disekitar daerah Ara, Bira, and Tanah Biru
  2. Suku Mandar disekitar daerah Sulawesi Barat dan Utara
  3. Suku Bugis (Bougies) disekitar daerah Wajo dan Teluk Bone
  4. Suku Makasar (Makassarese) disekitar daerah Makassar

Ada dua jenis kapal pinisi
  1. Lamba atau lambo adalah Pinisi modern yang masih bertahan sampai saat ini dan sekarang dilengkapi dengan motor diesel (PLM) atau Kapal Layar Motor (KLM) atau "Motor Driven Sailing Vessel" atau "Motor Sailor." Penggunaan mesin (diesel/vessel) terjadi sekitar tahun 1970-an ketika kecepatan kapal perlu ditingkatkan dan ketepatan waktu dalam pengantaran barang ke seluruh Indonesia.
  2. Palari adalah bentuk awal pinisi dengan lunas yang melengkung dan ukurannya lebih kecil dari jenis Lamda.


Kapal Phinisi dibangun dengan cara tradisional yang seksama dengan menggunakan kayu pilihan yaitu Kayu Besi/Kayu Ullin/Ulin/Ironwood (Eusideroxylon zwageri) dan Bangkirai atau Shorea spp. (mis. Shorea kunstleri King, Shorea laevis Ridley, Shorea laevifolia Endert) atau Hopea spp. (mis. Hopea celebica Burck, Hopea semicuneata Sym.). Kayu Bangkirai yang sering digunakan adalah dari jenis shorea leavifolia.

Nama umum Shorea laevifolia
Indonesia: Bangkirai, benuas, anggelam

Klasifikasi Ilmiah :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Theales
Famili: Dipterocarpaceae
Genus: Shorea
Spesies: Shorea laevifolia Endert

Kerabat Dekat
Tengkawang, Tengkawang, Tengkawang Layar, Damar, Damar Mata Kucing, Tengkawang, Tengkawang Tungkul, Tengkawang, Tengkawang Layar, Damar Tanduk, Tengkawang, Tengkawang, Tengkawang Majau, Tengkawang, Tengkawang Terendak, Tengkawang, Gisok, Tengkawang, Tengkawang, Belangeran, Meranti Tembaga, Damar Pakit, Belangiran, Damar Kedontang, Damar Siput, Damar Buah, Damar Tenang, Balau Merah, Damar Tunam, Banio, Damar Munsarai, Damar Mesegar, Damar Maja


Kapal Phinisi Bugis 50 meter


Kapal Phinisi Bugis 38 meter


Kapal Phinisi Bugis 30 meter



Kapal Bugis Phinisi adalah kapal atok nenek moyangku, karena aku keturunan Bugis Bone



Source :
Wikipedia
http://www.kastenmarine.com/phinisi.htm
private photo of attayaya

32 komentar:

  1. sayang rumah saya jauh dari laut... pengin liat kapal2 phinisi yang terkenal itu...

    BalasHapus
  2. mau tempur yam mas...]
    ok...
    hati2....
    hehe

    BalasHapus
  3. semoga pertempurannya sukses ya Bang Atta.....

    BalasHapus
  4. akhir2 ini suka posting tentang suku bugis^^

    bang atta... kok cerita pelayaran sakralnya gx diposting^^

    BalasHapus
  5. nenek moyangku seorang pelaut, mantap ulasannya jadi rindu pingin ke bira lagi dan ngelihat pembuatan pinisi di bonto tiro

    BalasHapus
  6. oh, keturunan bugis ya mas,, selamat pengantin baru.. :D

    BalasHapus
  7. Kapal ini memang unik banget, Bang

    BalasHapus
  8. ternyata proses pembuatannya perlu hari baik juga yaa dari para ahlinya, bahan baku kayu sampai yang lainnya, waaah pantas aja jadi kapal tradisional kebanggaan bangsa Indonesia.
    trims atas infonya, sukses selalu n tetap semangat

    BalasHapus
  9. Orang bugis dari zaman dulu memang jago-jago buat kapal dan memang terkenal juga sebagai pelaut ulung..

    BalasHapus
  10. Waw ternyata keturunan bugis sob.. kalau gitu rawatlah itu Pinisi haha..

    BalasHapus
  11. belum baca koment dulu ah....mau bulan madu ya?...
    Om Atta selamat menempuh hidup baru. Mohon maaf sangat karena baru mulai liat2 blog lagi nih...kabarnya juga baru sekilas kilas nih...lagi cari info yang lebih jelas.

    BalasHapus
  12. ingat pelajaran sejarah dulu... :)
    negara kita adalah negara maritim, nenek moyang kita adalah pelaut yang tangguh...

    Terimakasih

    BalasHapus
  13. Bang..., kok cutinya diperpanjang..? Masih sibuk atau sedang menikmati madunya pernikahan nih... ^_~

    BalasHapus
  14. bung, adsense sudah bisa dipasang di blog indonesia to?

    BalasHapus
  15. dengar2 kabar, abang menikah ya? wah selamat yaaa jadi terharu :')

    BalasHapus
  16. Selamat menempuh hidup baru, semoga berbahagia dan menjadi keluarga yang SAMAWAR
    ayoooo tempuuur teruuuusss, TETAP SEMANGAT

    BalasHapus
  17. cita-cita pengen ke sulawesi buat liburan, mudah-mudahan bisa melihat pinisi dari dekat :)

    BalasHapus
  18. kita bangsa pelaut, negara kepulauan ga kaya yg dipikir anggota dewan itu..... yang nyuruh warganya pindah dari pulau ke darat >,>'

    BalasHapus
  19. numpang lewat om, mau dorong mobil ne....
    jiahahahha......... OOT

    BalasHapus
  20. kapal phinisi itu ada di duit berapaan ya gambarnya.. ada kan om ya??

    BalasHapus
  21. Wah..wah pagi-pagi dah baca pengetahuan nih.. Alhamdulillah nambah lagi deh ilmu... Salam hangat

    BalasHapus
  22. nenek moyangku seorang pelaut..

    BalasHapus
  23. Bangga menjadi Orang Bugis...

    BalasHapus
  24. Loh, bang attayaya keturunan bugis ya? kok gak galak ya,,?? hehe rata2 orang bugis terkenal dengan galaknya :D

    BalasHapus
  25. heheheheeee
    ga boleh galak2

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Phinisi kapal layar tradisional Bugis | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah