19 Juni 2016

Sejarah Botol Minuman


Berbicara tentang botol minuman berarti kita harus lebih dahulu mengetahui apa itu botol dan sejarahnya. Botol adalah benda yang berbentuk tabung dengan ukuran yang besar pada bagian badan dan menyembit di ujung atau mulutnya. Botol biasanya terbuat dari bahan plastik dan kaca. Kegunaan botol sangat banyak terutama untuk menyimpan benda cair seperti air, juice, minyak, obat syirup dan lain-lain. Botol dilengkapi dengan penutupnya yang terbuat dari plastik atau gabus untuk menahan cairan di dalamnya agar tidak tumpah.

Sejarah botol.
Pada permulaan pembuatannya botol tidak memiliki tutup sehingga orang menyebutnya botol gelas dan terbuat dari kaca. Sekitar tahun 1500 SM botol gelas kaca pertama kali muncul dan mulai berkembang sampai sekarang dengan melalui tahap inovasi yang kian maju dan mudah digunakan.

Kini kita mengenal botol dengan berbagai bentuk serta material yang berbeda. Material yang digunakan untuk membuat botol pun tidak hanya kaca tapi juga plastik. Sayangnya banyak botol minuman yang terbuat dari bahan plastik dengan kandungan berbahaya. Untuk mengetahui bahan dalam pembuatan botol minuman berikut akan diterangkan jenis-jenis bahan plastik yang biasa digunakan.

PETE (polyethylene terephthalate)
Logo PETE digambarkan dengan angka 1 yang memiliki ciri berwarna putih bening dan transparan. Contohnya botol air mineral dan berbagai jenis teh instant. Bahan plastik ini hanya digunakan sekali saja karena penggunaan yang berulang dapat meluruhkan lapisan polimer dan mengeluarkan zat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

HDPE (high density polyethylene)
Logo HDPE digambarkan dengan angka 2 yang banyak digunakan untuk botol air galon, botol susu bayi dan jenis botol minuman lainnya. HDPE  dapat mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.  

PVC (polyvinyl chloride)
Logo pada plastik ini digambarkan dengan huruf V artinya bahan yang digunakan mengandung DEHA yang akan bereaksi pada makanan/minuman. PVC sangan dihindari dalam pembuatan botol minuman karena sangat berbahaya bagi kesehatan. 

LPDE ( low density polyetlylene)
Logo LPDE digambarkan dengan angka 4 dan masuk dalam bahan plastik yang baik untuk digunakan. Plastik ini terbuat dari minyak bumi dan biasa digunakan untuk plastik kemasan, botol minuman yang lembek. dan kotak makan dan lain-lain.

PP ( Polipropilen)
Logo PP digambarkan dengan angka 5, merupakan bahan plastik terbaik untuk tempat minuman/makanan yang aman  digunakan.

PS (Polystyrene)
Logo ini digambarkan dengan angka 6 dan jarang sekali gunakan karena berbahaya bagi kesehatan tertutama otak dan gangguan hormon estrogen pada wanita. 

Other
Dikatakan other karena plastik ini memiliki 4 jenis bahan yaitu PC, SAN, ABS dan Nylon. Other digambarkan dengan angka 7 dan banyak digunakan untuk pembuatan tempat makanan dan botol minuman serta kemasan plastik lainnya.




Setelah mengetahui jenis-jenis bahan plastik, anda dapat membandingkan mana bahan yang baik dan tidak untuk digunakan sehari-hari. Jika anda merasa bingung memilih produk botol minuman yang sesuai anda bisa mengunjungi www.thermos.co.id yang memproduksi berbagai jenis peralatan makan dan minum yang aman karena telah teruji kualitasnya. Thermos merupakan produk yang sudah mendunia dan selalu berinovasi dari tahun  ke tahun sehingga tidak diragukan lagi dalam kontribusinya menyehatkan penggunanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Copyright © 2013 attayaya: Sejarah Botol Minuman | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah