06 Juni 2016

Kekayaan dan Keindahan Hutan Indonesia

#ayokeriau

Pantai Daik Lingga - Kepri

Kekayaan dan Keindahan Hutan Indonesia

Hutan merupakan salah satu ekosistem bumi yang cukup kaya dan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia di muka bumi. Hutan juga merupakan tempat hunian bagi sedikitnya 2/3 spesies tumbuhan dan hewan yang ada di dunia. Bukan hanya hewan dan tumbuhan yang sangat membutuhkan keberadaan hutan sebagai ekosistem bumi, manusia bahkan sangat ketergantungan dengan keberadaan kekayaan alam yang satu ini. Banyak manusia dan kebudayaannya yang menggantungkan hidupnya dari hutan. Hutan purba dunia sangat beragam.

Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Hutan-hutan purba tersebut juga menjadi rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual. Sebagian dari mereka bahkan mempercayai beberapa jenis satwa langka seperti harimau dan orangutan adalah kerabat dekat yang harus dihormati. Mereka memegang teguh adat istiadat yang diturunkan dari leluhur mereka, beratus-ratus tahun lamanya. Mereka hidup damai berdampingan dengan satwa liar, bersinergi dengan alam.

Berikut ini merupakan beberapa kebutuhan dasar manusia terhadap hutan yang sangat vital, diantaranya adalah:
1. Sebagai sumber makanan
2. Sebagai sumber air
3. Sebagai sumber aneka obat-obatan
4. Sebagai sumber ekonomi
5. Sebagai sumber pengembangan riset dan ilmu pengetahuan
6. Menjaga kestabilan iklim global
7. Menjaga pola cuaca bumi
8. Menjadi resapan air sebagai pencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor
9. Dan lain-lain.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat diberkahi oleh SANG MAHA PEMILIK dengan adanya hutan tropis di negeri ini yang luasnya sangat besar. Bukan hanya luas, namun juga sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Indonesia merupakan negara dengan luas hutan tropis dan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Di Indonesia terdapat 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi, dan 17% dari spesies burung yang ada di seluruh dunia. Sejumlah spesies yang bersifat endemik juga bisa ditemukan di beberapa hutan tropis yang hanya ada di Indonesia, dan tidak ditemukan di tempat lain, seperti misalnya burung cendrawasih di Papua, bekantan di Kalimantan, anoa di Sulawesi dan lain-lain.

Fakta Kerusakan Hutan Indonesia

Fakta menunjukkan bahwa sekitar 72% hutan Indonesia sudah mengalami rusak parah atau bahkan hilang akibat perluasan industri dan pembalakan liar yang dilakukan banyak pihak. Bahkan Indonesia pernah menjadi peringkat nomor satu di dunia untuk laju kerusakan hutan tercepat, yang tercatat di World Guinness Book of Records. Kementerian Kehutanan di tahun 2011 mengeluarkan data bahwa sekitar 1.2 juta hektar hutan Indonesia hilang setiap tahunnya, hampir 5 kali lipat luas Negara Singapura.

Secara garis besar ada empat macam jenis industri yang memanfaatkan kawasan hutan yaitu:
1. Hutan tanaman industri untuk pulp dan kertas
2. Hak pengusahaan hutan
3. Kelapa sawit
4. Pertambangan dan aneka industri lain yang telah merubah kawasan hutan menjadi area perkebunan.


Air Terjun Batu Hidung
Batang Kopu - Kampar - Riau

Menurut Laporan Dewan Nasional Perubahan Iklim tahun 2010, paling tidak industri pulp dan kertas bersama industri kelapa sawit akan menyumbang sekitar 50% dari estimasi deforestasi sebesar 28 juta hektar hingga tahun 2030. Terhitung sejak awal tahun 90-an, industri-industri telah gencar melakukan berbagai upaya ekspansi ke wilayah hutan yang masih asli. Hal ini mengakibatkan satwa liar kehilangan habitat. Bahkan tak jarang dari mereka banyak yang mati dan tak bisa bertahan hidup karena perubahan rumah mereka yang sangat drastis. Saat Indonesia kehilangan hutan, maka ada beberapa konsekuensi yang harus ditanggung, diantaranya yaitu:
1. Kehilangan flora dan fauna,
2. Kehilangan cadangan karbon,
3. Kehilangan sumber oksigen,
4. Kehilangan sumber penghidupan.
5. Hutan juga merupakan inspirasi budaya, kehilangan hutan akan berdampak kepada hilangnya sumber-sumber inspirasi.
6. Timbulnya berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

Melihat fakta yang memprihatinkan tersebut maka diperlukan upaya konservasi dan penanganan kerusakan hutan yang berkesinambungan. Berbagai kampanye penyelamatan hutan perlu direspon positif oleh semua pihak sehingga Kekayaan dan Keindahan Hutan Indonesia dapat tetap terjaga untuk anak cucu kelak.




Copyright © 2013 attayaya: Kekayaan dan Keindahan Hutan Indonesia | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah