21 November 2011

Tips Cara Memotret Photo Long Exposure

Seperti yang telah diposting pada artikel sebelumnya yang berjudul Long Exposure Photography ada yang bertanya : "kok bisa begitu?" atau kalau tidak salah "kok bisa ada garis-garis begitu?". Maka kali ini aku mencoba menjawab hal tersebut sekalian mau berbagi sedikit tentang tips dan cara memotret long exposure.

Long Exposure Photography atau kadang disebut orang sebagai time-exposure photography yang di-Indonesia-kan mungkin menjadi "photo dengan paparan cahaya lama" merupakan salah satu teknik dalam photograpi untuk mengekspos cahaya sehingga membentuk gambar. Di Wikipedia menyebutkan bahwa Long Exposure Photography merupakan pengambilan gambar dengan menggunakan kecepatan lambat pada bukaan dian rana (shutter speed).

Sebelumnya perlu juga mengetahui tentang Teknik Dasar Potograpi yang hal ini akan diposting pada artikel lain yaitu mengenai :
- Fokus (Focus)
- Besaran Bukaan Diafragma/Rana (Apperture)
- Kecepatan Bukaan Diafragma/Rana (Shutter Speed)
- Kepekaan Film/Sensor (ISO perpaduan ASA dan DIN)

Maka peranan penting untuk menghasilkan sebuah gambar adalah ke-empat faktor diatas. Sedangkan Pencahayaan (Exposure) pada gambar terdiri 2 faktor yaitu Besaran Bukaan Diafragma/Rana (Apperture) dan Kecepatan Bukaan Diafragma/Rana (Shutter Speed) yang didukung dengan kepekaan film/sensor. Ketajaman gambar dipengaruhi oleh fokus lensa terhadap objek gambar.

Mengapa Perlu Memotret Photo Long Exposure

Menurutku hanya ada 2 alasan :
- Kondisi sangat minim cahaya.
Hal ini akan menyebabkan kecepatan bukaan diafragma/rana akan diperlambat, atau bukaan diafragma/rana diperbesar, atau sensivitas film/sensor ditinggikan.

- Suka-suka, rasa, seni, alasan pribadi, sesuatu yang beda.
Kalau sudah masuk pembicaraan ini, sangat sulit untuk dijelaskan secara harfiah. Terserah pembaca untuk menanggapinya.

Memotret Photo Long Exposure

Banyak tips dan cara yang dapat dilakukan untuk Memotret Photo Long Exposure. Umumnya potograper mengambil gambar berupa "jejak cahaya" yang akan membentuk garis-garis di bidang gambar khususnya untuk objek bergerak dan memiliki cahaya. Selain itu jejak cahaya juga bisa berupa bukan berbentuk garis-garis, tetapi seperti gambar biasanya khususnya untuk objek tetap.

Contoh 1 Objek tidak bergerak atau hanya sedikit bergerak :
Photo pada Festival Lampu Colok Pekanbaru
Photo long exposure dengan objek tidak bergerak. Hanya kibasan api yang bergerak. Anak pemasang lampu colok tersebut tidak bergerak banyak. Gambar diambil sekitar jam 8 malam.

Festival Lampu Colok Pekanbaru
Lampu Colok Pekanbaru

Photographer : Attayaya


Contoh 2 Ada objek bergerak yang bercahaya :
Perhatikan garis putih di pojok sebelah kanan bawah. Garis putih panjang itu merupakan jejak cahaya lampu pesawat yang ditangkap kamera. Pesawat tersebut akan landing di Bandara Ngurah Rai Bali. Pada photo ini, Jejak cahaya putih itu memang sengaja ingin ditangkap sekaligus ingin mengambil gambar suasana pantai yang sangat kurang pencahayaan. Gambar diambil jam 1 malam lewat.


Contoh 3 Photo Super-Long-Exposure
Photograper Terence Chang mengambil gambar di salah satu bandara ketika pesawat hendak landing. Garis-garis putih tersebut adalah jejak cahaya seperti pada contoh 2 diatas. Jejak cahaya putih dari kanan atas ke kiri bawah tersebut dihasilkan dari cahaya lampu pesawat ketika hendak landing. Sedangkan jejak cahaya merah melengkung adalah jejak cahaya lampu rem kendaraan yang melintas di jalan raya.


Airplane Landing Pattern

Photographer :
Terenca Chang (Flickr alias exxonvaldez)
www.terencechang.com


Sampai saat ini, masih diperdebatkan tentang batasan shutter speed (kecepatan bukaan diafragma/rana) yang dapat disebut atau dikategorikan sebagai photo long-exposure. Bagiku batasannya adalah 1/20 detik. Karena kecepatan dibawah itu (lebih lambat) akan membuat tanganku goyang sehingga kamera ikut bergoyang. Untuk itu aku butuh tripod atau dudukan. Mungkin batasan ini akan berbeda pada potograper lain.

Peralatan Untuk Memotret Photo Long Exposure

Pertama dan utama sekali adalah KAMERA. Tentu saja kita membutuhkan kamera, khususnya kamera yang memiliki fasilitas pengaturan shutter-speed. Hal ini biasanya ada pada kamera SLR/DSLR maupun semi-SLR/DSLR (gabungan kamera poket dan SLR/DSLR).

Kedua adalah dudukan. Biasanya potograper membawa tripod (dudukan kamera berkaki tiga) untuk berburu gambar long exposure. Kalaupun tidak ada tripod, dapat saja menggunakan barang apapun sebagai dudukan misalnya batu, peti, tas, tanah, kayu dan lain-lain. Yang harus diperhatikan bahwa dudukan yang digunakan harus dapat menanggung berat beban kamera sehingga kamera tidak bergoyang.

Ketiga adalah peralatan pendukung lainnya yang kadang tidak diperlukan semisal lampu senter, blitz, lilin, permen, korek api, rokok, cemilan, dan lain-lain. Hmmmm... ini seeh peralatan untuk camping.


The Man Behind The Camera

Nah untuk menghasilkan sebuah photo yang bagus, selain ke-4 faktor yang telah disebutkan di awal tulisan, perlu didukung oleh kebiasaan dan kemampuan/keahlian serta "rasa" yang dimiliki oleh potograper. Sebuah kamera biasa jika berada di tangan ahlinya akan dapat menghasilkan photo bagus, tetapi secanggih apapun kamera jika di tangan orang biasa maka biasanya akan menghasilkan gambar "tanpa rasa", hanya keberuntungan (faktor-x) yang memberikan hasil lain. Sangat susah menjelaskan tentang "rasa" pada photograpi, karena photograpi bagiku adalah seni menggambar dengan menggunakan kamera.

Tips Cara Memotret Photo Long Exposure

  • Jika tidak mempunyai tripod, gunakan dudukan apa saja yang kuat untuk menanggung beban/berat kamera.
  • Coba beberapa kali men-shoot dengan kombinasi kecepatan, bukaan dan ISO yang berbeda untuk mendapatkan gambar yang sesuai selera.
  • Umumnya Photo Long Exposure dilakukan pada malam hari, hati-hati bahaya rampok atau tindak kejahatan lainnya.

*****

Artikel Tips dan Cara Memotret Photo Long Exposure merupakan penjelasan singkat dan bahkan mungkin terpotong dari penjelasan dan pembahasan panjang tentang Photo Long Exposure. Maaf sedikit rancu dengan kata "memotret" atau "memoto" yang intinya adalah kegiatan mengambil gambar dengan menggunakan kamera.

Contoh-contoh photo long-exposure

http://www.digital-photography-school.com/how-to-shoot-light-trails
http://www.digital-photography-school.com/long-exposure-photography
http://en.wikipedia.org/wiki/Long-exposure_photography
dan masih banyak lagi


13 komentar:

  1. sayang sekali aku gak punya kamera DSLR (Digital Sing Larang Regone) :-D

    BalasHapus
  2. pengeeeen
    pengeeen kamera baguuusss *nangis gulung2*

    BalasHapus
  3. wah istilah shutter speed aja baru tau dari posting ini bang hehehe, pengen sekali bisa potograpi,apa daya msh nabung beli dlsr hiks

    BalasHapus
  4. Walaupun kurang mudeng dengan istilah dan alat alat dalam potografi tapi saya suka dengan poto poto yang ditampilkan.

    Salam.. .

    BalasHapus
  5. bener2 keren sob.. langsung terpukau nih..

    BalasHapus
  6. belum pernah nyoba yang malam pak :D

    BalasHapus
  7. Saya hanya punya kamera digital biasa, tapi itu pun baru sebatas penggunaan standar, belum bisa setting sana sini hehe

    Saya suka foto yang di kuta bali, bagus banget :)

    Terimakasih tips-nya, Mas.. :)

    BalasHapus
  8. Bang Atta, tolong bisa bantu aku gak?
    blogku kena galat.. gak bs kebuka, aku pusing nih... siapa yg bs bantu aku..
    bang tolong lwt email ya:
    P.6puluh@gmail.com

    BalasHapus
  9. setuju sama elsa dan ayinn
    pengen kameranyaaaa *bencah celengan*

    kalau pake hape juga bisa, tentunya kamera yang kualitasnya lebih dari atau sama dengan 2mega pecel. pake saja modus malam, tapi bedanya pada objek, objeknya suru bergerak lebih cepat... ini ada contohnya om slamsphoto.kembang-api

    BalasHapus
  10. kamera hape maupun yg lain bisa, yg penting the man behind the camera

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Tips Cara Memotret Photo Long Exposure | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah