05 July 2011

Pembangkit Listrik Tenaga Matahari/Surya (PLTM/S)

Energi Matahari telah diketahui dapat dirubah menjadi energi listrik dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menggunakan Solar Cell (Sel Surya/Matahari) dengan teknologi Photovoltaics. Pembangkit listrik tenaga surya jenis Solar Cell itu konsepnya sederhana. Yaitu mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Cahaya matahari merupakan salah satu bentuk energi dari sumber daya alam. Sumber daya alam matahari ini sudah banyak digunakan untuk memasok daya listrik di satelit komunikasi melalui sel surya. Sel surya ini dapat menghasilkan energi listrik dalam jumlah yang tidak terbatas langsung diambil dari matahari, tanpa ada bagian yang berputar dan tidak memerlukan bahan bakar. Sehingga sistem sel surya sering dikatakan bersih dan ramah lingkungan.

Teknologi lainnya adalah Solar Thermal Energy (STE) yang merupakan teknologi mengumpulkan energi matahari sebagai energi panas dengan menggunakan pantulan cermin sesuai area yang dibutuhkan yang dipusatkan atau ditujukan kepada suatu titik penangkap panas matahari yang telah difokuskan cermin tersebut. Telah terdapat beberapa pembangkit listrik tenaga matahari/surya (PLTM/PLTS) atau Solar System (Solar Thermal System) yang dibangun.

Solar Thermal System lebih cocok untuk daerah panas dan gersang. Kelemahan Solar System Konvensional adalah berkurangnya tenaga listrik ketika malam hari ataupun ketika cuaca mendung. Untuk mengatasi hal ini, Solar Reverse telah membangun sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Matahari (PLTM) atau kadang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di California. Bedanya adalah cairan pemanas sebagai penggerak turbin digunakan bukan air biasa, tetapi menggunakan cairan garam (MOLTEN SALT).

Cairan Molten Salt dapat mencapai suhu 1000 derajat Fahrenheit (537 derajat Celcius) ketika mengalir turun dari tower pemanas dan setelah digunakan oleh turbin, suhu molten salt masih berkisar 500 derajat Fahrenheit (260 derajat Celcius) yang menuju ke tower untuk digunakan atau dipanaskan kembali.

Teknologi baru ini agak berbeda dengan sistem tenaga matahari konvensional. Pada teknologi Molten Salt, cairan tersebut juga disimpan pada tabung Thermal Storage System yang akan dilepas lagi ketika dibutuhkan pada malam hari atau ketika cuaca mendung. Hal ini diharapkan sesuai kapasitas dapat memberikan listrik selama 24 jam penuh.

PLTM/PLTS ini menggunakan banyak cermin disekeliling tower pemanas untuk memantulkan cahaya panas matahari ke titik pusat tower yang berisi aliran cairan Molten Salt. Molten salt yang digunakan dan disimpan diharapkan dapat memberikan efisiensi kerja dan hasil akhirnya adalah tersedianya listrik selama 24 jam penuh kepada pemakai.

Pembangkit Listrik Tenaga Matahari/Surya (PLTM/S)

Pembangkit Listrik Tenaga Matahari/Surya (PLTM/S)

Pembangkit Listrik Tenaga Matahari/Surya (PLTM/S)

DARIPADA MEMBANGUN PLTN DI TANJUNG MURIA JAWA TENGAH
LEBIH BAIK INDONESIA MEMBANGUN PLTM ATAU PLTS SEPERTI INI!!!

DAERAH YANG BISA DIPILIH MUNGKIN KABUPATEN GUNUNG KIDUL ATAU DAERAH PANTAI SELATAN JAWA LAINNYA YANG CUKUP PANAS.

http://inhabitat.com/californias-first-molten-salt-solar-energy-project-gets-green-light/



27 comments:

  1. setuju aja deh kalau demi kebaikan

    ReplyDelete
  2. ini nih yang harus di gunakan indonesia, bukan PLTN

    ReplyDelete
  3. Selagi menguntungkan dan tidak merugikan saya setuju aja Bang Atta.

    ReplyDelete
  4. Slmt sore Pekan baru ^^
    wah, saya membaca ilmu pengetahuan lg di blog ini... terima kasih mas Atta ^^

    ReplyDelete
  5. Setuju!
    Kalau mau bikin di Bogor jg. Soalnya bogor lagi panas2nya nih ><

    ReplyDelete
  6. Kembali ke zaman dahulu atau zaman purba lebih baik, tanpa lilin,tanpa nuklir,tanpa listrik...

    ReplyDelete
  7. Mudah2an PLTM/S bisa dikembangkan secara maximum sehingga dapat dipakai secara luas.

    ReplyDelete
  8. ya, indonesia yang kaya sinar matahari mestinya mengembangkan ini.

    ReplyDelete
  9. wah semoga bisa diterapkan diseluruh dunia dan mampu menyuplai kebutuhan energi seluruh dunia ya?!?!?!?!

    KABAR BAAIIIIIIIKKKKK DARI BALI BANGGG!!!!!

    hehehehe SIANGGGGGGG BANGGGGG!!!!

    ReplyDelete
  10. saya kurang paham mengenai bagaimana pembangkit listrik khususnya matahari bekerja,tp saya terkadnag punya nagan2 jikalau CSR CSR milik perusahaan besar diorganisir lalu dijadikan dana sosial utk membuat pembangkit listrik di desa tertinggal mungkin akan sangat membantu..CMIIW

    ReplyDelete
  11. Yap setujuu pokoke
    Dari panel surya di tambahin inverter n batre bisa dipake malam hari, kata temen yang pake, bisa setara pln 700kWh
    kepikiran bikin sendiri.. Kantong lagi sepi xixixi..
    Kalau ngandalkan niat pejabat sekarang he he.. too good to be true

    ReplyDelete
  12. pernah belajar membuat surya sel dengan bahan sederhana. dan ada cairan garam dan juga cairan gula. Mungkin ini sama dengan MOLTEN SALT untuk cairan garamnya.

    Seandainya Indonesia bisa mengembangkan ini....... Jadi gak perlu ada PLTN yabang...

    ReplyDelete
  13. Kalau di Bokor cocok ndak ya..soalnya banyak pohon durian yang menghalangi sinar matahari..

    ReplyDelete
  14. met siang....jadi inget nama adik iparku nih. Ada Surya nya soalnya hehee

    ReplyDelete
  15. smoga proyek ini di kembangkan secara luas dech mas ...
    apa lagi cuaca di pekanbaru terik panas luar biasa .. hahahaha ....

    ReplyDelete
  16. aku tenaga pecel lele aja deh oom....

    ReplyDelete
  17. Banyak banget ya sumber energi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Tapi kenapa ya masih banyak di daerah indonesia ini yang belum terjamah listrik. Apa ongkos produksinya mahal ya?

    ReplyDelete
  18. salam singgah, terima kasih kerana berkongsi ilmu...

    ReplyDelete
  19. Kalau yang begini tidak ada lagi was-was, tidak akan timbul kengerian, radiasi, bocor dan sebagainya

    ReplyDelete
  20. Indonesia kapan ya Om pake yang beginian?
    Biar listriknya ngga padam mati padam mati padam mati
    eh padam = mati ya?
    :D

    ReplyDelete
  21. mampir lg ksini ^^
    met sore Pekan baru...

    ReplyDelete
  22. Sebenarnya perlu yang skala rumahan, namun biaya masih besar dan ukuranpun masih besar....

    ReplyDelete

  23. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai tenaga surya, menurut saya perkembangan teknologi tenaga surya dapat dimanfaatkan untuk menghemat penggunaan sumber daya listrik dan itu sangat baik.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai tenaga surya yang bisa anda kunjungi di http://ps-surya.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete

Copyright © 2013 attayaya: Pembangkit Listrik Tenaga Matahari/Surya (PLTM/S) | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah