18 Agustus 2008

nasionalisme berarti

Melihat sebuah iklan di tv, iseng-iseng aku mencari (googling) arti nasionalisme di internet dengan menggunakan (tentu saja) Google. Aku menggunakan kata kunci “nasionalisme berarti” (lengkap dengan tanda kutipnya agar Google mencari kata yang spesifik). Ternyata banyak pengertian yang disampaikan oleh blogger, atau penulis lainnya. Aku coba catatkan di bawah ini.
Dicatat apa adanya tanpa merubah walaupun ada salah ketik misalnya, bahkan sebagian tanpa titik koma tanda baca de el el. Hanya jenis huruf yang kujadikan arial 12 berwarna hitam.
Dicatat apa adanya tanpa bermaksud mengundang SARA, Yuni Sara, apalagi seng-sara.
Dicatat apa adanya tanpa bermaksud mengadu domba, tidak mengajak kelahi seseorang ataupun kelompok.
Dicatat apa adanya sehingga ada yang mengada-ada, aneh, lucu, gak masuk akal, de el el.
Dicatat apa adanya ada yang pendek dan ada yang panjang betele-tele.
Dicatat apa adanya ada yang sok berfilsafat, ada juga yang simpel tapi bisa dilaksanakan.
Dicatat apa adanya dari berbagai pengertian yang disampaikan karena kita merdeka untuk berbicara dan mengungkapkan maksud hati.

“nasionalisme berarti” :

1. membebaskan, perjuangan dan paham nasionalisme yang berlangsung sejak satu abad silam (1908) mewujud dalam berdirinya negara yang merdeka, Indonesia, sekitar setengah abad kemudian. Walaupun dengan tumpahan darah atau siksa batin dan raga, tekad untuk memerdekakan bangsa dari belenggu penjajahan jauh lebih kuat. Pada situasi seperti inilah nasionalisme menunjukkan pengertian dan maknanya yang sejati dan asli.

2. setia menanggung capek, lelah dan kadang-kadang ngantuk saat menunggui anak semata wayangku berlatih tari Jawa kreasi baru. Semua itu nggak ada artinya dibanding melihat kaki mungilnya menari-nari lincah. Apalagi, saat melihat binar matanya ketika pentas. Saat itulah aku tahu bibit nasionalisme mulai tertanam dalam hatinya yang masih sepolos kertas putih.

3. menyatakan keunggulan suatu afinitas kelompok yang didasarkan atas kesamaan bahasa, budaya, dan wilayah. Istilah nasionalis dan nasional, yang berasal dari bahasa Latin yang berarti “lahir di”, kadangkala tumpang tindih dengan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, etnik. Namun istilah yang disebut terakhir ini biasanya digunakan untuk menunjuk kepada kultur, bahasa, dan keturunan di luar konteks politik.

4. satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggris “nation”) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia. Menurut para ahli, ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Inilah faktor yang melemahkannya. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia hewan saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini. Dalam sejumlah negara, kekhawatiran akan melemahnya nasionalisme mulai dibicarakan, termasuk Indonesia yang terus terancam oleh disintegrasi sejak era reformasi yang mulai diganti dengan wacana lokalisme akibat semangat ‘otonomi daerah’ yang kebablasan.

5. mementingkan hak-hak asasi manusia

6. kekuasaan kolektif yang terwujud dalam negara sebagai lebih penting daripada kemerdekaan individual.

7. produk gagasan sejumlah pemikir dan filosof Barat

8. kepentingan negara didahulukan dalam hubungan negara-masyarakat, karena ia merupakan kepentingan obyektif sementara kepentingan masing-masing individu adalah kepentingan subyektif

9. mementingkan tanah air (patriotisme yang mengarah pada chauvinisme)

10. kesamaan agama

11. kesamaan ras

12. semangat mengunggulkan state sebagai adidaya dan Negara yang merasa paling beradab

13. bertumpu pada alasan yang rasional

14. tidak bertentangan dengan agama

15. tidak bertentangan dengan prinsip universalitas keumatan

16. merebut tempat, duduk sama rendah berdiri sama tinggi dengan bangsa yang paling maju di dunia sekarang

17. Berjuang bersama-sama dengan bangsa lain menciptakan dunia baru yang lebih harmonis

18. kemajuan ilmu dan teknolgi, dan terutama sekali dalam kecepatan lalulintas dan komunikasi

19. penyair tidak harus menuangkan gagasan kebangsaan mereka dalam bentuk yang sempit

20. harus disinari oleh kesadaran, pengertian, pengetahuan dan kesadaran sejarah

21. kebangkitan para pemimpin sekuler seperti Sukarno dan Hatta (keduanya merupakan lulusan sistem pendidikan Belanda) dan media cetak sekuler, termasuk Budi Utomo dan Partai Nasional Indonesia-nya Sukarno

22. sebuah barang impor dari Barat, dan para pemimpin yang dididik secara sekuler itu yang memperkenalkan konsep tersebut kepada negara baru ini.

23. patriotisme, atau rasa cinta pada tanah air

24. menyingkirkan Jepang dan Belanda

25. memberikan sumbangan bagi pembangunan negara dalam segala aspek kehidupan

26. anti-neoimperialisme, imperialisme perekonomian dalam bentuk kapitalisme (dan berbagai institusi yang mewakilinya) dan seterusnya

27. ideologi politik terbaik

28. membudayakan kelompok pinggiran (penduduk asli, sekte keagamaan, gerakan keagamaan baru, suku di pegunungan dan pedalaman rimba, dan seterusnya) dengan cara membebani mereka tanpa menghormati keadaan dan kebutuhan mereka yang berbeda.

29. tenggang rasa merupakan bentuk cinta seseorang kepada negara yang diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan, tetapi bukan berdiri di atas kehancuran orang lain di dalam dan di luar perbatasan yang dibangun.

30. walaupun keagamaan atau sekuler atau campuran tergantung dari masyarakat-masyarakat yang berbeda, ia harus menghormati kaum minoritas dan pinggiran, dan pada saat yang sama ia harus menghormati nasionalisme lain di luarnya.

31. peran serta berkelanjutan dalam bangsa dan hidup berdampingan secara damai dan kerja sama yang bermanfaat di luarnya.

32. satu ideologi yang mencipta dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (dalam bahasa Inggeris "nation") dengan mewujudkan satu konsep identiti bersama untuk sekumpulan manusia

33. persatuan secara kelompok dari suatu bangsa yang mempunyai sejarah yang sama, bahasa yang sama, dan pengalaman bersama.

34. Isme yag berarti aliran, dan nasional adalah battre, dengan kata lain nasionalisme berarti aliran yang dihasilkan oleh battre, bisa 1,5 volt, 3 volt, atau 4,5 volt tergantung dari berapa banyak dan jenis battre yang kita gunakan.

35. cinta, kecintaan terhadap tanah air, dan segala hal yang terdapat di dalamnya seperti; emas, perak, berlian, permata, minyak, dan hal- hal lain yang bisa di ukur dengan rupiah.

36. kerinduan, seperti lelaki yang merindukan wanita cantik yang memakai rok mini, tanktop, baju super ketat, dan bila perlu tanpa busana.

37. keberanian, keberanian tuk mengungkap kebusukan yang selama ini ditutup- tutupi dengan dalih mengungkap kebenaran, seperti kita menggunjingkan selebriitis yang di ujung keretakan rumah tangganya, sibuk saling mengungkapkan kebusukan pasangannya, dan beranggapan bahwa dia lebih baik dari pasangannya, untuk mendapatkan hak asuh anak tanpa melihat siapa yang dirugikan sebenarnya.

38. kejujuran, jujur menilai diri kita apa adanya, dan mengakui bahwa kita menganut tiga paham diatas, bahwa kita mencintai negri ini bila itu menguntungkan kita, bahwa kita merindukan negri ini sebatas nafsu untuk menikmati dan memilikinya sesaat, ketika ia masih indah tuk dipandang, bahwa kita hanya mampu tuk mencerca negri ini, tanpa kita sadari bahwa kita adalah bagian dari negri ini yang bisa mengganti kebusukan tersebut menjadi sesuatu yang bisa di banggakan.

39. sebuah battre, anggaplah diri kita ini sebuah batter dengan kapasitas yang paling rendah, namun masih sanggup menghasilkan cahaya dari sebuah lampu yang kita perumpamakan sebagai pemerintah, kita dan pemerintah saling mendukung satu sama lainya, untuk menerangi bangsa ini bangkit dari keterpurukannya, dan menjadikan negara ini bersinar kembali di mata internasional.

40. penolakan terhadap berbagai bentuk diskriminasi, baik diskriminasi rasial maupun diskriminasi sosial budaya.

41. paham tentang hak bagi suatu bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri dan, karena itu anti imperialisme, jadi konsisten dengan prinsip-prinsip demokrasi.

42. kekuatan yang menyatukan suku-suku dan kelompok etnis yang terpisah.

43. unsur esensial bagi pembangunan bangsa (nation building) untuk Indonesia, sebuah bangsa dan negara dengan fragmentasi etnis dan kesukuan ataupun unsur-unsur perbedaan sosial-kultural.

44. semangat kebangsaan yang harus tumbuh dalam diri setiap warga negara.

45. merupakan alasan fundamental mengapa sampai sekarang kita masih punya semangat untuk terus mempertahankan hidup bersama dalam satu bangsa dan satu tanah air Indonesia.

46. ikatan yang mempersatukan kita sejak bangsa ini berdiri hingga kini.

47. semangat toleransi yang tinggi yang menjadi prasyarat bagi kehidupan yang harmonis dan teratur.

48. mampu membentuk karakter bangsa yang berdaya dalam arti menjadi bangsa yang berpengetahuan (knowledgeable), terampil (skilful), berdaya saing (competitive) secara mental, pemikiran, maupun teknis. Daya dalam arti ini bukan dalam arti mekanik dan material, melainkan dalam makna state of mind: secara mental, hati dan pikiran. Kemampuan ini mengembangkan keyakinan bahwa kita akan mampu sejajar dengan bangsa lain yang terus mengalami kemajuan.

49. dorongan yang mendasar. Manifestasinya ditentukan oleh situasi dan tantangan yang dihadapi dan juga tergantung pada nasionalisme itu sendiri. Kalau nasionalisme itu tidak cerdas, ia akan menimbulkan berbagai akibat, membuat kesalahan dan rintangan. Jadi kita harus berpegang pada asumsi bahwa nasionalisme di dunia ketiga, khususnya di Indonesia, adalah suatu nasionalisme yang cerdas. Karena jika nasionalisme itu cerdas, maka tidak akan ada kesulitan mengalihkan titik berat aspirasi politik ke ekonomi, sehingga sisi ekonomi mendapat perhatian penting.

50. Punya rasa kebanggaan sekaligus daya jual. Percuma hanya punya rasa itu di dalam hati saja tanpa nilai konkret.

51. harus diwujudkan dengan sebuah pembelaan ketika negeri ini tengah terancam. Ingat bagaimana reaksi masyarakat ketika terjadi perang urat syaraf antara Indonesia dan Malaysia soal Ambalat.

52. Kita mencintai Indonesia bukan karena Indonesia lebih daripada bangsa-bangsa lain, tetapi karena itulah yang kita miliki. Cinta itu lebih kepada melakukan dan mencintai apa yang ada pada Indonesia.

53. Setiap kali kita mengerjakan sesuatu, lakukanlah yang terbaik. Saya rasa itu sudah cukup. Dan bila kita tidak bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik, jangan menambah masalah dengan melakukan hal yang lebih buruk.

54. memang sebuah 'benda' yang bisa dilihat dari berbagai perspektif.

55. ada KEDAMAIAN di tanah air, ada REKONSILIASI NASIONAL

56. Pejuang Keadilan
57. kepentingan nasional di atas segala-galanya termasuk diatas akidah Islam.

58. cinta tanah air..jelas quran hadis memerintahkan cinta tanah air tempat kita hidup dan beribadah..klo tmpt hidup kita dijajah pa kita bisa bersyariat islam secara tenang??? sungguh naif orang yg gk cinta tempat dia dilahirkan, dibesarkan, n bs beribadah kpd Allah dgn tenang.

59. bicara tentang soekarno-Hatta dan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan cita-cita luhur yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Kita sibuk ber “pilkadal” ria yang menonjolkan kepentingan golongan, maka nasionalisme dilupakan.

60. mimpi siang bolong

61. mimpi indah kesiangan.

62. kemampuan hidup bermasyarakat yg kurang ditekankan dalam pendidikan kita. Kita kurang menekankan pelajaran kerjasama (team work) dalam bentuk proyek2 yg dikerjakan beregu. Saat ini seolah-olah menjadi murid ranking tinggi yg paling penting yg akibatnya bisa mengajar sang anak bersaing secara tidak sehat. Akibatnya ketika bekerja kelak ia tidak mahir bekerja sama dengan orang sekitarnya dan dalam arti kecil nasionalisme lemah.

63. perut kenyang hati senang

64. dapat di lihat dari pluralisme di tana air dan poewrbedaan sejarah membuat negara ini krisis nasionalisme tersebut.

65. saya masih tetap optimis, bahwa suatu saat RI ini orang2nya akan bangkit dari kedunguan di alam mimpi

66. kata sakti yang membuat setiap telinga yang mendengarnya akan bergejolak hatinya untuk berbuat sesuatu untuk bangsanya, namun apakah sekarang kita masih membutuhkan nasionalisme? lalu nasionalisme yang bagaimana yang kita butuhkan? Bagaimana mewujudkannya?

67. sejarah yang sempat menghitam-putihkan dunia. ingat betapa hard-nationalisme Hitler, mussolinni telah membawa dunia pada permusuhan yang berakhir pada peperangan.

68. menjadi warga negara yang bertanggungjawab, baik dalam mengisi kemerdekaan maupun dalam gerakan bela negara.

69. berkemanusiaan atau suatu idiologi kebangsaan (nasionalisme) yang berdiri di atas landasan dasar kemanusiaan.

70. menjunjung tinggi serta menghargai keberadaan bangsa-bangsa lain di dunia atas dasar kesamaan derjat dan martabat sebagai manusia.

71. menonjolkan unsur kejayaan bangsa dan negara semata; meskipun itu harus ditempuh dengan mengingkari hak hidup (kemanusiaan) bangsa dan negara lainnya. Sejarah pada waktu itu menjadi saksi bahwa atas nama nasionalisme maka bangsa-bangsa barat merasa berhak dan sah menjalankan praktek kolonialisme dan imperialisme terhadap bangsa-bangsa lainnya di dunia, khususnya bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

72. lahir dari suatu pengalaman sejarah penindasan satu bangsa (Indonesia) oleh bangsa lainnya (Barat)

73. mengingat sejarah. Terutama peristiwa-peristiwa heroik, kepahlawanan, aktivitas terpuji, pendeknya sesuatu yang baik.

74. mematuhi penguasa secara total.

75. indonesia menjadi negara yang kuat, bermartabat, solid dan saling membahu untuk kemaslahatan bersama (public need).

76. Inspired by lagu mariah carey “Hero”

77. meletakkan kepentingan bangsa sebagai prioritas pertama. Dalam saat-saat kritis sekarang ini, kelompok yang muncul untuk memperjuangkan kepentingan nasional itu mahasiswa. Perjuangan mereka adalah wujud dari nasionalisme.

78. loyalitas dan kecintaan kepada suatu bangsa; khususnya rasa kesadaran memuliakan satu bangsa di atas yang lain dan menempatkan penekanan utama pada mempropagandakan kebudayaan dan kepentingan sebagai saingan terhadap bangsa-bangsa yang lain atau kelompok-kelompok supranasional.

79. filosofi politik atau sosial dimana kesejahteraan negara adalah sebuah entitas yang dirasa pentiang. Nasinalisme pada dasaranya adalah sebuah fase pemikiran kolejtif atau kesadaran dimana orang percaya bahwa tugas dan loyalitas mereka adalah untuk negara nasional.

80. ikatan antar manusia yang didasarkan atas ikatan kekeluargaan, klan dan kesukuan. Dan muncul tatkala pemikiran mendasar yang manusia emban adalah untuk mendominasi.

81. ikatan yang absurd, primitif dan lemah. Salah satu kelemahannya adalah ketidakmampuan untuk mengikat manusia secara permanen. Lihat saja banyak kasus yang terjadi di negeri ini, seperti; kasus Aceh, kasus Papua, kasus RMS, belum lagi kasus daerah-daerah yang ingin menegakan syariat Islam. Atapun misalnya di mancanegara seperti: kasus Mindanao dengan MILF-nya, Kamboja, Somalia, Zimbabwe,Yugoslavia, Albania, dll.Semau membuktikan bahwa nasionalisme itu hanya mampu mengikat dalam sesaat saja.

82. bersifat temporal. Ikatan hanya akan muncul manakla ada ancaman dari luar terhadap eksistensi satu komunitas. Adanya penjajahan, persaingan ataupun benturan budaya adalah stimulan yang ampuh untuk menumbuhkan nasionalisme. Sebagai contoh adalah kampanye Inggris melawan Argentina pada Perang Falkland. Pemerintah Inggris memangfaatkan media massa untuk membentuk opini dan menumbuhkan rasa nasionalisme agar rakyatnya mendukung perang tersebut. Akhirnya semua partai politik dapat bersatu kala itu. Padahal pesan yang disampaikan cukup sederhana, “Kita sedang berperang demi Ratu dan Negara”. Persatuan macam ini, akhirnya menguap tatkala Perang Falkland berakhir.

83. bersifat emosional, karena lahir dari naluri mempertahankan diri semata, tidak tumbuh dari kedaran pemikiran yang permanen. Wajar jika nasionalisme menimbulkan banyak kontradiksi. Disatu sisi berniat mempersatukan manusia, di sisi lain malah menumbuhkan sikap antiegaliter terhadap bangsa-bangasa lain atau memisahkan diri dari manusia lainnya. Dari sinilah, kemungkinan terjadi konflik sosial, politik dan militer sangatlah besar. Maka disadari atau tidak akan menumbuh suburkan ide-ide fasisme, rasisme, perhatian terhadap kepentingan negara sendiri tanpa meperhatikan hak-hak dari bangsa lain yang dapat berakibat terjadinya konflik internasional. Contoh kasus adalah mobilasisi umum Indonesia pada era Sukarno menetang Malaysia karena yang berakibat terjadinya bentokan fisik antara dua negara.

84. Membebaskan

85. politik dan etnik dan interaksi keduanya akan menampilkan wajah nasionalisme yang baik dan sekaligus buruk.

86. lebih dari hanya sekadar sisi politik dan etnik, tetapi juga religius. Tetapi inter-relasi di antara ketiganya tetap bisa bermuara pada kebaikan atau malapetaka. Kebaikan dan kekuatan nasionalisme adalah jika dia membebaskan (liberate nationalism); sedangkan menjadi bencana jika nasionalisme justru membelenggu dan menindas (illiberate nationalism)

87. membeli dan menggunakan produk-produk dalam negeri

88. mengenakan batik atau pakaian tradisional

89. menggunakan bahasa Indonesia dg baik & benar serta mengesampingkan bahasa-bahasa asing yg lain

90. mengenakan busana merah-putih

91. ikut melaksanakan upacara bendera dan hormat kepada Sang Saka Merah Putih?

92. selalu mengenang dan memperingati tiap-tiap momen bersejarah negara kita

93. “aku harus mengharumkan nama orang tuaku, sehingga orang tuaku bangga karena telah memilikiku, dan sehingga tak ada yang berani menghina dan menginjak-injak orang tuaku karena aku pun akan merasa terinjak, sakit hati, miris, dan menyesal karena gagal membuat mereka dihormati...”

94. BUKAN MENUNTUT, namun lebih mulia lagi bila kita MAU MEMBERI...

95. cintailah bangsa & negaramu sendiri layaknya ia adalah orangtuamu sendiri, hingga kau akan takut sekali bila mendurhakainya meski hanya sekali...

96. mari, kita pebaiki lagi pola pikir kita... Mari, kita tata lagi hati kita, sehingga yang ada kini hanyalah bayangan tentang kejayaan bangsa ini... Yang ada kini hanyalah perasaan ingin mempersembahkan sesuatu yang berguna bagi bangsa ini... Sehingga yang ada kini hanyalah perasaan untuk mulai mengubah bangsa ini dimulai dari diri sendiri, dari apa yang kita punya dan bisa, dari hal yang terkecil, hingga nantinya Insya Allah akan mampu mengubah bangsa ini menjadi lebih baik semakin harinya... Amiinn....

97. kebangsaan dan perikemanusiaan atau internationalisme

98. asionalisme politik dan ekonomi.

99. bukan kekuatan organisatoris nasional teritorial yang memainkan peranan perdagangan dan memperebutkan kue yang dihasilkan

100. paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri

101. sebuah penyatuan, pembatasan, atau pengungkungan.

102. ‘paham kebangsaan’

103. kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan dalam arti umum, dan yang biasanya menempati wilayah tertentu di muka bumi.

104. bukanlah semata jargon dan sarana klaim, namun keberanian untuk melakukan otokritik terhadap bangsa sendiri.

105. bersikap pengabdian secara total bagi bangsa dan Negara

106. naga bonar, naga bonar jadi 2

107. membenci Mia Audina yg sekarang memperkuat tim Belanda

108. pemerdekaan dan sekaligus merupakan sistem politik sosial yang baru.

109. kebersamaan bangsa ini utk bisa bersama2 memulihkan dari keterpurukan

110. tidak memprivatisasi. Nasionalisasikan free Port, Nasionalisasikan Indo Sat dan sebagainya. Bukannya justeru menswastanisasikan PDAM, PLN, Telkom dst. Nasionalisme itu seharusnya ada rasa senasib. Kalau kita sebagai orang punya, bantu doong orang yang ga bisa sekolah, bantu dong yang ga bisa beli beras.

111. bicara tingkah laku, sikap hidup dan keseharian kita..kan ga mungkin kita bilang kita ini nasionalis tapi kalo upacara bendera aja udah ogah2an.. gimana mungkin kita bilang kalo kita cinta indonesia kalo lagu2 nasional atau lagu2 perjuangan aja ga ada yang hapal.. omong kosong kan..

112. anda siap untuk berfikir, berucap dan bertindak dengan kesanggupan “melepaskan diri” dari bagian terbesar yang “membentuk” anda (entah itu Agama- Suku – Ras – Golongan untuk orang lain).

113. sebagai uniformintas alias PENYERAGAMAN..

114. GOTONG ROYONG dalam ke-BHINEKA TUNGGAL IKA-an, di mana kekhasan setiap suku bangsa dan daerah beroleh posisi utama dan istimewa dalam menjalin kesatuan dan persatuan.

115. suatu paham yang menunjukkan rasa kebangsaan atau rasa cinta terhadap bangsa.

116. bangga dengan bangsa kita, Indonesia (apapun yang terjadi terhadap bangsa ini, kita lah yang harus mendukung, we were born, grown up, eat, breath in Indonesia) Bangga sebagai warga negara Indonesia, melestarikan budaya bangsa, mencintai produk Indonesia, menjaga kekayaan bangsa, menjadi guru yang teladan, menjadi ibu yang penuh kasih sayang, menjadi dokter yang mengabdi, menjadi murid yang berbakti, menjaga perdamaian di dalam bangsa ini (even in the smallest community) dan memberikan yang terbaik dari setiap diri kita, kemampuan dan daya kita kepada Indonesia.

117. tidak pernah luntur. demi bangsa ini kita bekerja, berjuang dan berkarya.

118. sebagai manifestasi kesadaran berbangsa dan bernegara. Seyogyanya seluruh elemen kebangsaan yang ada di negeri ini, meliputi pemerintah dan rakyat harus sudi bekerjasama. Pemerintah memimpin rakyatnya dengan penuh keadilan, sementara rakyat menjadi pengontrol yang kritis dan penuh kebijaksanaan. Semoga saja, apa yang tengah terjadi belakangan ini, semisal demonstrasi menuntut penurunan BBM oleh Mahasiswa yang diikuti tindakan anarkis oleh beberapa mahasiswa dan dibalas pula dengan tindakan serupa oleh beberapa aparat kepolisian tidak menjadi contoh konkrit fenomena pudarnya kesadaran nasionalisme itu.

119. menyatakan suatu afinitas (daya tarik-menarik) kelompok yang didasrkan atas bahasa, budaya, keturunan bersama dan terkadang kepada agama dan wilayah bersama pula terhadap semua pengakuan lainatas loyalitas seseorang.

120. membeli kembali indosat yang telah dijual dengan harga murah oleh laksamana sukardi dan megawati.

121. memberi basis dan pembenaran ideologis bagi semua bangsa di dunia untuk mengorganisasikan dirinya sendiri kedalam entitas-entitas (kesatuan-kesatuan) yang bebas atau otonom.

122. dapat bekerja dengan tenang, profesional, jujur dan bertanggung jawab.

123. mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia

124. tidak korupsi kolusi dan nepotisme

125. tidak berbuat jahat

126. jujur

127. vokal bertanggung jawab, tidak berbicara seenaknya

128. tidak membuat onar

129. memiliki bendera merah putih di rumahnya

130. mempertahankan dan memperjuangkan harkat dan martabat bangsa Indonesia

131. tidak menebang hutan, menjaga kelestarian hutan

132. tidak melakukan hal-hal yang menyebabkan global warming

133. perut kenyang, tidur enak

134. gw bs skolah gratis, ke dokter gratis.

135. bisa dapat internet murah, klo bsa gratiiiiiiis…

136. menerima apa adanya

137. bersyukur ketika menerima sesuatu dan memberi sesuatu.

138. mencium bendera merah putih.

139. jadi tentara untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

140. ikut berjaga siskamling di pos ronda.

141. mengibarkan bendera merah putih di depan rumah kalo 17 agustusan.

142. mempertahankan ambalat, sipadan, ligitan, timor timur, papua, aceh, maluku.

143. ikut mendoakan naiknya peringkat Indonesia di olimpiade Beijing.

144. perut kenyang, hati senang, tidur enak


Copyright © 2013 attayaya: nasionalisme berarti | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah