11 Desember 2011

Seperti menggantang asap mengukir langit


Seperti menggantang asap, mengukir langit
Masyarakat sibuk menghindar asap kebakaran hutan, sedangkan para pejabat sibuk menghitung uang dari hasil asap kebakaran hutan atau lahan tersebut.
Seperti menggantang asap : artinya perbuatan yang sia-sia, tidak ada gunanya. Seperti Menggantang Asap merupakan sebuah peribahasa Indonesia atau Pepatah Bahasa Indonesia.

Gantang adalah alat ukur volume padi atau beras. Walaupun pada pemakaiannya bisa untuk mengukur barang-barang lainnya. Besaran ukurannya pun berbeda-beda berkisar 3 kg. Di beberapa daerah ukuran 1 gantang adalah 2,8 kg, ada juga yang berukuran 4,5 kg.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, "gantang" adalah satuan ukuran isi atau takaran 3,125 kg, biasanya untuk menakar atau menyukat beras, kacang-kacangan, dsb; se·gan·tang berarti seukuran atau setakaran. Menggantang berarti menakar atau menyukat dengan gantang.

Gantang dalam Kiasan Bahasa Indonesia :
  • menggantang anak ayam, merupakan kiasan yang berarti melakukan pekerjaan yg sangat sulit;
  • gantang asap, berarti memikirkan (menghendaki) yg bukan-bukan (yg tidak mungkin akan tercapai);
  • penuh sudah bagai gantang, berarti sudah penuh benar-benar;

Gantang dalam Peribahasa Indonesia :
  • secupak tak jadi gantang, berarti sesuatu yg tetap dan tidak dapat diubah lagi.
  • melukut di tepi gantang, berarti perkara kecil yg tidak mendapat perhatian atau sudah tidak diperhatikan lagi.
  • dari segenggam jadi segantang, berarti bernasib baik.
  • duduk dengan cupak dan gantang, berarti pemimpin yang adil.
  • menggantang asap, mengukir langit. Memikirkan (menghendaki) yang bukan-bukan; melakukan perbuatan yang sia-sia.
  • mengisi gantang pesuk, berarti melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan hasil.
  • tiada terbawa sekam segantang, berarti sangat lemah; tidak berdaya.
  • yang secupak/sesukat takkan jadi segantang. berarti sesuatu yang tidak dapat diubah lagi.

Hmmm... jadi ini mau ngebahas apa seh???

mau membahas Seperti menggantang asap mengukir langit atau duit pejabat???

Jadi bagaimana cara menggantang asap atau mengukur asap? Salah satu tolok ukurnya adalah ketika negara tetangga mencak-mencak, itu berarti udah kebanyakan asap. Padahal yang membuat asap itu adalah pengusaha dari negara tersebut. Baaah...

Psssst.... ada yang bisa "mengukir langit"???

Mengukir langit pakai asap.


Seperti menggantang asap mengukir langit cuma kata-kataku aja sekedar curcol dengan keadaan di Riau, Jambi, wilayah Sumatra lainnya dan wilayah Kalimantan yang sering terjadi kebakaran bukan hutan, tapi lahan. Pada saat membersihkan lahan yang dimiliki oleh perusahaan besar, cara tercepat adalah dengan membakar. Sebagian lahan dimiliki oleh orang Indonesia (perusahaan maupun pribadi), sebagian lain dimiliki oleh orang negara tetangga (biasanya melalui warga Indonesia).

Seperti menggantang asap mengukir langit dasarnya hanyalah peribahasa Seperti menggantang asap, lalu aku menambahkan kata-kata mengukir langit untuk menunjukkan bahwa asap yang terjadi akibat membakar lahan akan mengukir langit Indonesia menjadi KELAM.

Let's Clearing Indonesian Sky


21 komentar:

  1. sama gak ya oom dengan menggarami lautan?

    BalasHapus
  2. sebuah peribahasa yang menarik dengan ulasan yang komplit.. penuh makna lagi .. very nice

    BalasHapus
  3. Saya sering mendengar perkataan gantang ini. Terutama untuk hal2 yang berbau peribahasa. Namun, sewaktu-waktu sering digunakan pula untuk menyatakan ukuran dari suatu benda, misal segantang beras

    BalasHapus
  4. bagaimana caranya mengukir langit?.
    bang Atta aku juga mau dong dibuatkan tamplate kaya susan hehehe.yg simple bersih :)

    BalasHapus
  5. Suatu masa jika asap ini bisa dijual dan diuangkan, ini juga akan dijual ..

    BalasHapus
  6. negara jiran kita nih kalau susah nyalahin kita padahal perusahaan mereka yang berbuat

    BalasHapus
  7. Keterangan tentang gantang yang lengkap. Thank's.

    Mudah mudahan 'teriakan teriakan' tentang kebakaran hutan dan asapnya yang mengganggu bukan perbuatan menggantang asap, mengukir langit.

    Salam.. .

    BalasHapus
  8. agak gimanaa gitu liat foto kebakarannya... :(

    BalasHapus
  9. Duuuhhh, pemandangan kaya gini ko yah masih ajah ada Bang, padahal gw pikir sejak gw angkat kaki dari Pangkalan kerinci taun 2007 kebakaran hutan ga akan ada lagi. Tapi itu namanya menghayal menang togel 100 rebu ringgit di siang bolong yah Bang?! Hiks!!

    BalasHapus
  10. Dan tentu saja ada pihak yang semakin kaya raya berkat 'pengasapan' itu...
    #sedih

    BalasHapus
  11. pengen rasanya asapnya sampai jakarta, terutama asapnya sampai di senayan dan istana negara, biar mereka tahu rasa

    BalasHapus
  12. Oalaaahhh... jadi yang mbakari hutan kita itu orang dari sana juga ya, Bang?

    Denger-denger yang membunuhi orang utan di Kalimantan juga orang-orang dari sana.

    Huh! Maling teriak maling dong...

    BalasHapus
  13. yaaaah begitulah
    baca juga berita pembantaian warga mesuji dan sodong di lampung

    BalasHapus
  14. Salah satu tolok ukurnya adalah ketika negara tetangga mencak-mencak, itu berarti udah kebanyakan asap. Padahal yang membuat asap itu adalah pengusaha dari negara tersebut. Baaah...

    -----------------------------------------

    Hehehe, ini nih yg paling kocak. Walau harus diakui juga, lemahnya pengawasan dari aparat Indonesia juga memudahkan perusahaan-perusahaan nakal tersebut bisa berulah di sini..

    BalasHapus
  15. cuma bisa ikutan sedih dna miris bang, atas kondisi disana, paru2 dunia kok malah seolah "disia-siakan" oleh pihak penguasa dan pengusaha *ups*

    BalasHapus
  16. Semoga kebakaran Hutan bisa ditanggulangi. Tapi mengharapkan pejabat buat menaruh perhatian.. ah,, seperti menggantang asap. :(

    Let's Clearing Indonesian Sky!

    BalasHapus

Copyright © 2013 attayaya: Seperti menggantang asap mengukir langit | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah