Catatan perjalanan attayaya ke Pulau Bunguran, Pulau Sedanau, dan Kawasan Pulau Tiga Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Tanggal 29 April - 4 Mei 2012
*****
Kabupaten Natuna beribukota Ranai sekarang terpisah dengan dengan Kabupaten Anambas yang beribukota Terempa (kota tempat attayaya dilahirkan). Dahulunya merupakan wilayah pemerintahan Provinsi Riau dan biasa disebut dengan Kawasan Pulau Tujuh. Setelah Riau dipisah menjadi 2 provinsi yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, maka kawasan Pulau Tujuh yang terdiri dari Kawasan Anambas dan Kawasan Natuna menjadi sebuah kabupaten tersendiri yaitu Kabupaten Natuna. Kemudian Kabupaten Natuna ini pun dipecah menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.
Kabupaten Natuna terletak di ujung paling utara Provinsi Riau (dahulu) atau Provinsi Kepulauan Riau (sekarang). Dahulu, pada gambar peta provinsi Riau, kawasan ini menjadi "insert" yaitu gambar tambahan karena posisinya yang sangat jauh.
Kabupaten ini memiliki pulau terluar paling utara yang berhadapan langsung dengan negara Vietnam adalah Pulau Laut. Walaupun ada pulau terluar lagi, tetapi pulau tersebut sering hilang dari pandangan. Menurut orang-orang tua disana pulau itu disebut Pulau Lengit.
Perjalananku kali ini bermula dari Pekanbaru 29 Mei 2012 menuju Batam dan terpaksa bermalam disana karena penerbangan ke Bandara Ranai di Natuna hanya ada pagi hari sekitar jam 9. Penerbangan ke Ranai kami lakukan dengan pesawat dari Maskapai AviaStar dengan waktu tempuh 1 jam 10 menit.
Sampai di Ranai, aku melanjutkan perjalanan untuk mencari bangunan rumah tua terutama rumah-rumah milik Datuk Kaya yang semasa Kerajaan Riau-Lingga merupakan pimpinan-pimpinan wilayah di kawasan tersebut.
Di Kota Ranai aku temui 1 buah rumah Datuk Kaya dan 1 buah rumah tua. Aku lanjutkan lagi perjalanan ke Desa Tanjung dan Desa Ceruk. Di 2 desa ini aku tidak menemukan bangunan-bangunan tua, malahan aku mendapatkan suguhan pemandangan indah di Desa Tanjung yaitu Pantai Tanjung.
Esok harinya aku melakukan perjalanan ke Desa Kelarik (Kelarak) dan menemukan rumah tua milik seorang Datuk Kaya. Rumah ini tidak berpenghuni lagi dan terlihat rusak disana-sini. Tak jauh dari rumah itu, aku menemukan lagi sebuah rumah tua milik penduduk tempatan yang berada di dalam kebun kelapa. Tidak berpenghuni dengan kerusakan terutama di bagian belakang.
Siang itu juga aku menyeberang ke pulau Sedanau dengan menggunakan pompong sewaan. Di Sedanau aku menemukan 4 rumah tua dan 1 tapak rumah Datuk Kaya Suan.
Ini sebagian foto-foto rumah tua yang ada disana :
Wah kalo foto-foto di bawah ini, aku no comment laaaaah...
Selamat menikmati...
Tanggal 29 April - 4 Mei 2012
*****
"Selamat datang kembali di Indonesia. Saat ini sisa pulsa anda ...."Itulah pesan singkat yang masuk ke handphoneku ketika tiba di Bandara Hang Nadim Batam sebagai bandara transit penerbangan aku sebelumnya dari Bandara Ranai Kabupaten Natuna. Yaaa... ketika aku di Ranai, sinyal providerku agak susah. Malahan sinyal providerku yang lain malah tidak muncul sama sekali. Jam di handphoneku selalu berubah menyesuaikan dengan waktu negara tetangga, malahan kadang jadi ngaco. Begitulah ketika aku berada di salah satu ujung utara Indonesia. Tepatnya di Kota Ranai, Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Kabupaten Natuna beribukota Ranai sekarang terpisah dengan dengan Kabupaten Anambas yang beribukota Terempa (kota tempat attayaya dilahirkan). Dahulunya merupakan wilayah pemerintahan Provinsi Riau dan biasa disebut dengan Kawasan Pulau Tujuh. Setelah Riau dipisah menjadi 2 provinsi yaitu Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau, maka kawasan Pulau Tujuh yang terdiri dari Kawasan Anambas dan Kawasan Natuna menjadi sebuah kabupaten tersendiri yaitu Kabupaten Natuna. Kemudian Kabupaten Natuna ini pun dipecah menjadi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Natuna dan Kabupaten Anambas.
![]() |
| Peta Kabupaten Natuna dalam Wilayah Republik Indonesia Lokasi yang dituju |
![]() |
| Peta Pulau Bunguran di Kabupaten Natuna |
Kabupaten Natuna terletak di ujung paling utara Provinsi Riau (dahulu) atau Provinsi Kepulauan Riau (sekarang). Dahulu, pada gambar peta provinsi Riau, kawasan ini menjadi "insert" yaitu gambar tambahan karena posisinya yang sangat jauh.
Kabupaten ini memiliki pulau terluar paling utara yang berhadapan langsung dengan negara Vietnam adalah Pulau Laut. Walaupun ada pulau terluar lagi, tetapi pulau tersebut sering hilang dari pandangan. Menurut orang-orang tua disana pulau itu disebut Pulau Lengit.
Perjalananku kali ini bermula dari Pekanbaru 29 Mei 2012 menuju Batam dan terpaksa bermalam disana karena penerbangan ke Bandara Ranai di Natuna hanya ada pagi hari sekitar jam 9. Penerbangan ke Ranai kami lakukan dengan pesawat dari Maskapai AviaStar dengan waktu tempuh 1 jam 10 menit.
Sampai di Ranai, aku melanjutkan perjalanan untuk mencari bangunan rumah tua terutama rumah-rumah milik Datuk Kaya yang semasa Kerajaan Riau-Lingga merupakan pimpinan-pimpinan wilayah di kawasan tersebut.
Di Kota Ranai aku temui 1 buah rumah Datuk Kaya dan 1 buah rumah tua. Aku lanjutkan lagi perjalanan ke Desa Tanjung dan Desa Ceruk. Di 2 desa ini aku tidak menemukan bangunan-bangunan tua, malahan aku mendapatkan suguhan pemandangan indah di Desa Tanjung yaitu Pantai Tanjung.
Esok harinya aku melakukan perjalanan ke Desa Kelarik (Kelarak) dan menemukan rumah tua milik seorang Datuk Kaya. Rumah ini tidak berpenghuni lagi dan terlihat rusak disana-sini. Tak jauh dari rumah itu, aku menemukan lagi sebuah rumah tua milik penduduk tempatan yang berada di dalam kebun kelapa. Tidak berpenghuni dengan kerusakan terutama di bagian belakang.
Siang itu juga aku menyeberang ke pulau Sedanau dengan menggunakan pompong sewaan. Di Sedanau aku menemukan 4 rumah tua dan 1 tapak rumah Datuk Kaya Suan.
Ini sebagian foto-foto rumah tua yang ada disana :
| Rumah Tua di Sedanau |
| Rumah Tua di Sedanau Rumah Datuk Kaya di Air Mali - Kelarik |
| Rumah Tua diAir Mali - Kelarik |
| Rumah Tua di Sedanau |
| Rumah Tua di Sedanau |
Wah kalo foto-foto di bawah ini, aku no comment laaaaah...
Selamat menikmati...
![]() |
| Ga perlu diving alias menyelam untuk melihat batu koral (coral stone) di Pelabuhan Natuna Selat Lampa Natuna |
![]() |
| Pemandangan mirip Bangka Belitong sangat banyak di kawasan Natuna |
![]() |
| Bukit Sindu Ranai - Natuna |
![]() |
| Hasil alam Natuna Cengkeh |
![]() |
| Pantai Tanjung Kecamatan Bunguran Timur - Natuna |
![]() |
| Pelabuhan Pulau Batang Desa Pulau Tiga, Kecamatan Pulau Tiga - Natuna |
![]() |
| Batu karang/koral di halaman rumah di desa Pulau Tiga |
![]() |
| Batu karang/koral (Coral Stone) Pantai Desa Setumuk - Kecamatan Pulau Tiga - Natuna |
![]() |
| Rumah penduduk tepi pantai di Desa Pulau Tiga |
![]() |
| NO COMMENT!!! IT'S SO AMAZING |
![]() |
| Sunset dalam perjalanan pulang dari Pulau Tiga ke Selat Lampa - Natuna |
![]() |
| Batu di Pantai Desa Setumuk |
![]() |
| Batu di Pantai Desa Setumuk |
![]() |
| Desa Tanjung Pulau Tiga Natuna |
![]() |
| Desa Tanjung Pulau Tiga - Natuna |
![]() |
| Batu Tokong Rusia Ranai - Bunguran Timur - Natuna |




















49 komentar:
Hm. . Amazing. . hanya bagi kita yang baru melangkahkan kaki pertama tapi bagi mereka itu biasa saja dan saking biasanya mereka tidak peduli dengan sarana prasarana serta upaya untuk mengembangkannya menjadi sebuah destinasi wisata yang menarik. Apa karena otonomi daerah dgn DBH migas yg besar mnjadikan mereka tidak lagi mau menggaki potensi yang lain padahal keindahan alam mereka amat sangat mahal.
Pemandangannya bagus-bagus. Pulau terluar Indonesia harus dijaga agar jangan sampe diambil negara lain.
Setahu saya pulau terluar di Kepulauan Riau amat banyak. ASda yg dengan Vietnam, dan Malaysia.
Tg dengan vietnam ada pulau Sebetul, Sekatung, dan Senua. Sedang pulau Laut, saya malah gak ngerti.
bagus banget ya coral stonenya , ini cocok buat aku bang kalau harus diving takut :)
habis keliling natuna asyik neh bang, potonya indah banged,
apalagi yg sunset n batu tokong, keyen :)
met malam mingguan
logo K3 nya bagus om >,<
itu sepeda lipat kan ya? pengen punya.. >,<
eh, jadi om atta ke kantor naik sepeda sekarang? WOW HEBAT! *tepuk tangan* *standing applause*
batu tokongnya keren bangeet...sip sip..itu rumah2 tua seharusnya direnovasi ya.
Bagus sekali ulasannya. Menambah wawasan tentang wisata di kepulauan Riau. senang sekali punya kesempatan membaca disini.
Wah admin blog ini banyak jalan2 nih jadi kepengen juga :D
Aduh Natuna cantik sekali. Kalau di labeli surga boleh juga kali ya...
speechless mas..
kueeereeeennn buangeet..
alam nya masih luar biasaaaa
it's amazing!!!! jadi pengen ke sana! :D
Sebaiknya ada usaha untuk melestraikan rumah tua ini, untuk menjaga kelestarian budaya arsitektur masa lalu
wewwww alamnya endah bangetttt tapi yang penting sekarang beli pulsa duluuu akhhh wkwkwk
super lengkap ulasannya bang, banyk yg aru ai ngerti tentang kepulauan riau dan natuna, lha saya lum pernah jelajah kesana :D
asalamualaikum
sip keren banget pulau Natuna
rumah tua gitu ya seperti panggung
batu karang/koralnya seperti dibatik.
wah keren nih bang.. pulau natuna emang amazing.. pengen kesana..
sungguh asri dan indah tempatnya, rumah-rumahnya masih bergaya oldies..wow jadi mengundang hasrat untuk berkunjung ke sana :)
ada ketemua ama blogger natuna tak?
amboi cantik-cantik nian, kalau sudah ketempat seperti ini rasanya tak ingin pulanglah kalau tak ada keluarga yang menunggu, bener-bener luar biasa bang bisa ketempat seindah itu
Pengen juga menjelajah negeri..tp apa daya..sumber dana belum mencukupi ^_*
Tapi dengan membaca artikel ini saja..bisa memperkaya wawasan negeri tercinta
worth buat liburan enggak?
Ya Allah, amazing!
jadi pengen ke sana XD
Bicara soal pulau-pulau di Indonesia, saya rasa tersimpan banyak keindahan dan kekayaan yang ada di dalamnya. Sayangnya, sampai saat ini saya hanya tahu lewat tulisan atau gambar saja :)
subhanallah... nikmat banget kayaknya ke pulau Natuna, nyuci mata...
Subhanallaah... betapa indahnya ciptaan yang maha kuasa..
Indah sekali photo2 nya sobat... ikut menyimak ya
sungguh indah...maaf baru berkunjung
keren banget.. sayang famili saia di tj balai karimun ama selat panjang
Terkesima dengan batu batuannya....
kok bisa warna warni gitu ya??
subhanallaaaahhh
lama gk update om?
sibuk ya..?
Artikelnya sangat menarik.. thank's ya informasinya..
HUAAAAAAAAHHHHH,, bang Atta jalan2 ga ngajak2 ihhh >.<
waduh trnyata bg attaya dr natuna toh? jauh jga merantaunya.
Kok bsa berubah2 ya bg jam dsna?
Sangat naturan indahnya tpi kok krang terkenal sbgai wisata indonesia ya bg?
Natuna, bisa menjadi daerah kunjungan wisata jika dikelola maksimal
enak pokoknya bisa jalan2 terus...kapan2 ngajak dloen donggg hahaha
enak pokoknya bisa jalan2 terus...kapan2 ngajak dloen donggg hahaha
keren bangeeet.... :O
alam yang indah dilihat dari gambar2 diatas. indah damai.
waaaawww..
rumahnya serem...
tapi kerennnn...
tapi subhanallah saya suka sama foto batunya...
:)
anjirrr.... keren banget Natuna bang T.T pengen banget kesana T.T nice shoot bang.. minta oleh-oleh batu karangnya dong bang XD
Indah sekali tempatnya sob :)
tempat yang indah..
meskipun tinggal di riau belum pernah maen ke natuna hehe
ah...natuna
aku punya kawan di sana
namanya febrian
kerja di kppn juga sama kayak aku
bahagia bener katanya hidupnya
wih, pemandangannya sungguh menawan dan eksotis deh..
Artikelnya bagus juga, komentar balik ya di blog saya www.ekstranews.blogspot.com
kembali ke Ibu Pertiwi
wow mantap sekali Bang, sepertinya saya harus sungkem ke Bang Attaya nih tentang Natuna :)
keren sekali :)
ayo sungkeman
Post a Comment