28 Februari 2017

5 Kota Paling Boros Listrik - Indonesia Harus Berhemat

Listrik merupakan kebutuhan dasar mengingat aktifitas kehidupan kita tidak lepas dari listrik. Apalagi di jaman sekarang dimana sumber daya pembangkit tenaga listrik semakin berkurang. Misalnya saja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang baru-baru ini kami kunjungi di Kampar, Riau. Arus sungai yang semakin sempit, sampah yang dibuang sembarangan dan perawatan sungai yang kurang menyebabkan debit air semakin berkurang. Jika hal ini berterusan bisa jadi 10 atau 15 tahun lagi PLTA di Kabupaten Kampar ini tidak lagi bisa beroperasi.

Berbicara tentang penghematan listrik sebenarnya tidak bisa dilimpahkan hanya pada pemerintah. Masyarakat luas berperan penting karena sebagai pengguna listrik kita bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup yang berkaitan dengan energi listrik. Dan ternyata bukan hanya Indonesia yang mengalami kekurangan listrik, ada beberapa kota di dunia yang terkenal dengan masyarakatnya yang boros listrik. Kota apa sajakah itu? berikut 5 kota yang paling boros listrik!

parisaddress.com

1. Paris, Prancis

Paris adalah kota tujuan wisata paling diburu oleh wisatawan dunia. Paris dengan menara Eiffelnya seolah menjadi magnet yang menyedot perhatian mata dunia. Tidak heran jika Paris selalu dikunjungi oleh setidaknya 30 juta pengunjung asing setiap tahunnya. Bukan hanya menara Eiffel yang menjadi destinasi utama namun arsitektur kota Paris yang elegan dan artistik juga memiliki daya pikat yang kuat. Dengan derasnya arus wisatawan yang datang Paris tentu berusaha keras memanjakan mata mereka termasuk diantaranya kerlap kerlip lampu yang menyedot energi listrik. Hal ini menyebabkan Paris termasuk dari 5 kota dengan penggunaan energi listrik terbesar di dunia.


2. London, Inggris

Kota yang sudah berusia 2.000 tahun ini tidak pernah kehilangan keindahannya namun justru semakin bertambah. London memiliki 20 tempat wisata yang hanya khusus dibukan pada malam hari. Dengan begitu ketahuan sudah kenapa London masuk dalam 5 kota terboros dalam penggunaan listrik bukan?


3. Madrid, Spanyol

Menurut informasi yang admin dapat kota ini memiliki tujuan wisata malam yang beraneka rupa. Mulai dari musik pinggir jalan, lounge, konser malam bahkan hanya sekedar duduk santai pun menjadi sangat menyenangkan di Madrid. Hal itu karena pemerintah kota ini berusaha menampilkan malam nan romantis bagi rakyatnya juga para wisatawan. Jalan-jalan malam di kota Madrid tidaklah menakutkan karena hampir di setiap sudut terdapat lampu yang menerangi jalan. Keindahan kota ini terletak pada keputusan untuk mempertahankan tampilang bernuansa lingkungan sejarah. Baik dari arsitektur gedung dan jalannya.


4. New York, Amerika Serikat

New York City ( NY City) tidak hanya kota yang memiliki pengaruh keuangan dan komersial yang luas tapi juga karena pengaruh budaya.  NY City terkenal dengan pertunjukkan musik jazz nya yang kental. Dan, musik jazz tentu lebih nikmat jika didengarkan pada malam hari. Bisa dibilang NY City tidak pernah tidur dan tentu saja penggunaan listrik juga tidak ada matinya.


5. Hongkong

Honkong sejak memerdekakan dirinya dari Inggris terus berkembang pesat. Ia merupakan salah satu ibukota yang menjadi kiblat di dunia keuangan, dan pusat budaya Asia. Luas kota yang mencapai 426 mi2 menjadikan pemerintah Hongkong berusaha untuk menyamankan penduduknya dan wisatawan yang datang dengan keindahan kota yang terang.

Dari 5 kota dengan penggunaan listrik terbesar ini bukan tidak mungkin negara-negara lain juga ikut menyusul termasuk Indonesia. Jika masyarakat tidak disadarkan dengan penghematan menggunakan listrik maka beberapa tahun ke depan krisis listrik akan menjadi masalah paling serius di negara kita. 


selengkapnya...

21 Februari 2017

Akhirnya Bisa Punya Kereta Bayi


Kepingin ngga sih punya kereta  bayi? Ya kepingin lah. Jawab saya nelangsa. Iyes sih sejak punya anak pertama sebenarnya punya kereta  bayi sudah menjadi keinginan yang terpendam. Kenapa terpendam? yah  karena kalau lihat harganya di toko perlengkapan bayi saya cuma bisa nelen ludah, mahal amat yak. Mana ngga bisa ngutang lagi. Hihihi ketauan ya doyan kredit. Eits ngga dink, ini bohong serius. Saya paling menghindari yang namanya berhutang. Bukaanya banyak alasan, cuma satu aja kok alasaanya. Takut ngga bisa bayar.

Lalu bagaimana dengan kereta  bayi itu apakah hanya akan menjadi keinginan yang tertunda, semacam angan-angan begitu. Yap sebagai ibu yang memikirkan banyak keperluan tentunya saya harus bisa memilih dan memilah mana yang penting dan mana yang bisa ditangguhkan. Tidak bisa memilikinya sekarang yah tidak apa-apa setidaknya ada benda lain yang lebih penting untuk dibeli. Mungkin belum rejeki.

Begitulah saya menyaman-nyamankan diri. Hingga tak terasa anak pertama saya kini sudah berusia lima tahun dan sudah punya adik bayi lagi. Yieeeeyy

Kelahiran bayi kedua kami tepat pada tanggal 3 November 2016 lahir dengan berat 2,9 dan panjang 4,9 cm. Alhamdulillah Habib (nama bayi saya) tumbuh sehat dan ndut. Bobot tubuhnya naik dengan cepat hingga saat ini di usianya yang masih 3 bulan berat tubuhnya sudah 6,2kg. Apa yang bisa saya ucapkan selain rasa syukur yang tak terhingga atas nikmat yang Allah berikan.

Keinginan memiliki kereta  bayi lagi-lagi mengusik minda saya, namun kali ini nampaknya Sang Pemberi Rejeki mendengar dan mengabulkannya lewat perantara tangan kakak ipar saya. Sebelumnya kakak saya sudah bilang ada beberapa barang bekas cucunya yang sudah tidak terpakai.

Mulanya saya tidak berfikir benda-benda apa itu, mungkin normalnya peralatan bayilah. Sampai akhirnya pada satu sore yang syahdu (mulai drama) kakak saya datang membawa kereta  bayi bekas cucunya alias keponakan saya yang kini sudah besar dan tidak dipakai lagi. Wow, seneng dong. Iyeslah, sampe meleleh air hidung ngga? Ngga lah, lebey.

Alhamdulillah meskipun bekas tapi kondisinya masih bagus ngga ada rusak sedikitpun hanya berdebu karena sudah disimpan lama. Dengan hati gembira nyanyi-nyanyi tralala-trilili saya membersihkan kereta bayi itu dan makin tidak sabar untuk segera memasukkan bayi saya kedalamnya. Kini memiliki kereta dorong bayi tidak lagi menjadi mimpi semu.


Kenapa sih senang sekali memiliki kereta  bayi?

Sama seperti ibu-ibu lain yang ingin mengajak anaknya jalan-jalan keliling sekitar rumah tentu lebih nyaman jika bayi tetap dalam posisi baring. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai pengganti ayunan. Loh emang bisa? Bisa, untuk mamak-mamak hemat (nunjuk idung sendiri) apa sih yang ngga bisa. Jadi kalau si bayi mulai ngantuk saya masukin ke dalamnya lalu mulailah dorong-dorong,  depan  belakang bolak-balik lama-lama dia tertidur << ya ampun ini bahasanya gimana sih?

Yang kedua, ternyata menurut pengamat pasar kereta  bayi ini harganya ngga pernah turun yang ada malah naik terus. Tapi bisa kok beli dengan harga lebih murah di online shop cuma harus pinter memilih dan belinya di online shop yang terpercaya ya. Atau bisa juga tuh beli yang second asal periksa dulu kondisinya, masih ok dan aman ngga untuk bayi. Karena keselamatan bayi yang utama kan buibu. Satu lagi nih yang penting jika bayi masih baru lahir mending jangan dulu pakai kereta bayi ya minimal nunggu sebulanlah. Untuk keselamatannya juga sih, karena tulang-tulangnya kan masih rapuh banget. Kalau ini sih standar keamanan yang aku buat sendiri.

Nah, ketika sebuah benda yang kita inginkan ternyata harganya mahal lalu tetiba ada yang ngasih gratisan rasanya tuh kayak dapat segalon air minum di tengah padang pasir gersang nan tandus (dramaaaaaa). *Gubrak.



selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: Februari 2017 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah