20 Juni 2016

Sejarah Berdiri dan Berkembangnya Produk Thermos

Termos memiliki magnet yang kuat dan menjadi ikon dalam menyebutkan tempat air panas. Tak kira apapun merk yang digunakan orang akan menyebutnya termos. Ini seperti produk-produk lain yang pertama kali menciptakan satu produk yang akhirnya menjadi acuan banyak orang, misalnya aqua untuk menyebut air mineral, indomie untuk menyebut mie instant dan lain sebagainya.

Hal ini membuktikan bahwa siapa yang menjadi pelopor maka nama atau produknya akan dikenal sepanjang masa. Kini kita mengenal termos dengna berbagai merk yang sebenarnya memudahkan kita untuk menyebut benda yang kita inginkan. Secara marketing nama atau brand yang sudah menjadi ikon dipasaran akan memudahkan produsen pencipta barang tersebut memiliki pasar yang lebih besar dibanding yang lain. Karena itulah banyak produsen yang menciptakan produk pertama untuk tetap menjadi sebutan bagi pengikut produk yang serupa namun beda merk.

Thermos sendiri telah memiliki pangsa pasar yang luar sejak dulu mengingat perusahaan ini sudah mendunia dan terkenal dimana-mana. Thermos tidak hanya dijual di Indonesia melainkan juga luar negeri seperti Jepang, Hong Kong, Singapore, China, Amerika, Australia, Korea Selatan dan Taiwan.

Sejarah berdiri dan berkembangnya produk thermos.


Pada tahun 1904 botol kaca yang terbungkus logam baja pada bagian luarnya mulai diproduksi secara komersil. Hal ini  cikal bakal dan lahirnya merk thermos. Lalu pada tahun 1907 - 1910 Thermos mengeluarkan produk tabung hampa udara yang berfungsi untuk menahan panas pada benda didalamnya keseluruh dunia. 

Tidak sampai disitu saja ketika tahun 1982 Thermos berinovasi dengan meluncurkan shuttle mini yang merupakan satu-satunya dan yang pertama mengeluarkan produk botok hampa udara. Shuttle Mini didesain khusus  untuk bayi dan anak-anak. Bentuknya yang mini serta mudah dibawa menjadikan thermos terunggul dibidangnya. Pada tahun selanjutnya thermos mengeluarkan produk botol hampa udara dari bahan titanium yang lebih efisien dan hemat energi.

Dalam pengembangan perusahaannya pula thermos tidak hanya berdiri disatu negara. Terbukti pada tahun 1989 thermos mendirikan pabrik di Malaysia dengan nama Top Thermos Mfg (Malaysia) Sdn.Bhd. Di sini thermos mengenalkan produk tempat masak  tahan panas yang lagi-lagi merupakan produk pertama di dunia dengan seri Shuttle Chef. Gunanya untuk memudahkan orang memasak dengan nyaman dan tentunya menghemat waktu serta energi.


Setelah berkembang di Malaysia, Thermos melebarkan sayap perusahaannya ke negeri China dengan mendirikan pabrik Thermos (China) Housewares Co.,Ltd. Sebagai produk pertamanya thermos meluncurkan industri botol olahraga hampa udara dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Tahun 2004 thermos memperingati hari ulang tahun berdirinya perusahaan dengan menyumbangkan beberapa arsip perusahaan untuk ditunjukkan dalam acara Taking America to Lunch sebagai koleksi di Smithsonian's National Museum of America History, Washington D.C. Selanjutnya thermos meluncurkan lebih banyak produk hampa udara anti karat tidak hanya botol tetapi juga mangkuk, kendi pendingin, botol hidrasi dan lain-lain. Hingga kini thermos masih menjadi produk unggulan dengan perusahaan yang berkembang di banyak negara termasuk Indonesia dengan alamat websitenya: www.thermos.co.id

selengkapnya...

19 Juni 2016

Botol Tumbler Yang Kian Hits

Dahulu kita hanya mengenal botol minumal standart berwarna bening dan terbuat dari plastik ringan yang mudah dibawa kemana-kemana. Hampir disetiap rumah ada botol entah untuk berbagai keperluan menyimpan benda-benda cair seperti air minum, minyak, parfume dan lain-lain. Botol tidak dipungkiri memiliki banyak fungsi yang hingga kini masih terus dipakai. 

Seiring kemajuan zaman, botol bergerak mengikutinya dengan inovasi-inovasi yang terus dikembangkan sehingga kini kita mengenal botol dengan berbagainama misalnya botol tumbler. Botol tumbler adalah botol minum yang memiliki mulut pada bagian atas sama seperti botol minum pada umumnya. Yang membedakan adalah desainnya yang menggugah selera masyarakat tak kiralah lelaki atau perempuan.

Botol tumbler yang beredar di pasar kini sangat keren contohnya saja yang sering dibawa anak-anak sekolah. Desainnya unyu dan malu-malu manja menjadi pilihan banyak anak remaja. Dengan warna warni yang cerah menjadikan botol tumbler tidak hanya digilai anak sekolah tapi juga lapisan masyarakat. Anda akan melihat bagaimana geliat tumbler yang semakin berkembang.


Awal mula berkembangnya tumbler.

Para produsen peralatan rumah tangga memproduksi tumbler sebagai pengganti botol minuman plastik yang memang kurang baik untuk kesehatan karena tidak dapat digunakan berkali-kali. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu sampah yang sulit diurai oleh bumi adalah plastik. Sejak dulu orang menggunakan plastik untuk berbagai keperluan. Semua sampah plastik tersebut terbuang percuma tanpa ada usaha mendaur ulang kembali. Padahal butuh setidaknya lebih kurang 100 tahun agar sampah plastik terurai dengan sempurna. Jadi dapat dibayangkan bagaimana susahnya bumi menopang sampah plastik yang kita buang setiap hari.

Mengingat bahaya jangka panjang yang dapat ditimbulkan dari sampah plastik inilah akhirnya menyebabkan banyak produsen peralatan rumah tangga mencari solusi bahan yang aman digunakan berkali-kali. Gunanya agar dapat mengurangi sampah plastik. Salah satu inovasi yang tercipta yaitu penggunakan botol tumbler yang terbuat dari bahan plastik dengan kualitas yang baik sehingga aman digunakan berkali-kali.  Produsen botol tumbler yang terkenal dari dulu hingga kini adalah thermos.

Di www.thermos.co.id anda dapat menjumpai berbagai jenis tumbler yang kece sesuai dengan selera masa kini. Kegunaan tumbler disamping untuk menjaga lingkungan karena tidak perlu sekali pakai, buang menjadikan thermos menciptakan produk tumbler yang kuat, tahan lama dan tentunya dengan desain yang tidak ketinggalan. 

Produk thermos tidak hanya terbatas pada tumbler saja melainkan produk lain seperti thermos nasi, tumbler air panas dan dingin, sport bottle, food container, carafe dan lain-lain. Sejak dahulu produk thermos memang dikenal sehingga masyarakat mengenal berbagai keperluan rumah tangga dengan menyebutnya termos. Hal ini membuktikan bahwa produk thermos memang berkualitas sejak dulu.
selengkapnya...

Sejarah Botol Minuman


Berbicara tentang botol minuman berarti kita harus lebih dahulu mengetahui apa itu botol dan sejarahnya. Botol adalah benda yang berbentuk tabung dengan ukuran yang besar pada bagian badan dan menyembit di ujung atau mulutnya. Botol biasanya terbuat dari bahan plastik dan kaca. Kegunaan botol sangat banyak terutama untuk menyimpan benda cair seperti air, juice, minyak, obat syirup dan lain-lain. Botol dilengkapi dengan penutupnya yang terbuat dari plastik atau gabus untuk menahan cairan di dalamnya agar tidak tumpah.

Sejarah botol.
Pada permulaan pembuatannya botol tidak memiliki tutup sehingga orang menyebutnya botol gelas dan terbuat dari kaca. Sekitar tahun 1500 SM botol gelas kaca pertama kali muncul dan mulai berkembang sampai sekarang dengan melalui tahap inovasi yang kian maju dan mudah digunakan.

Kini kita mengenal botol dengan berbagai bentuk serta material yang berbeda. Material yang digunakan untuk membuat botol pun tidak hanya kaca tapi juga plastik. Sayangnya banyak botol minuman yang terbuat dari bahan plastik dengan kandungan berbahaya. Untuk mengetahui bahan dalam pembuatan botol minuman berikut akan diterangkan jenis-jenis bahan plastik yang biasa digunakan.

PETE (polyethylene terephthalate)
Logo PETE digambarkan dengan angka 1 yang memiliki ciri berwarna putih bening dan transparan. Contohnya botol air mineral dan berbagai jenis teh instant. Bahan plastik ini hanya digunakan sekali saja karena penggunaan yang berulang dapat meluruhkan lapisan polimer dan mengeluarkan zat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

HDPE (high density polyethylene)
Logo HDPE digambarkan dengan angka 2 yang banyak digunakan untuk botol air galon, botol susu bayi dan jenis botol minuman lainnya. HDPE  dapat mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya.  

PVC (polyvinyl chloride)
Logo pada plastik ini digambarkan dengan huruf V artinya bahan yang digunakan mengandung DEHA yang akan bereaksi pada makanan/minuman. PVC sangan dihindari dalam pembuatan botol minuman karena sangat berbahaya bagi kesehatan. 

LPDE ( low density polyetlylene)
Logo LPDE digambarkan dengan angka 4 dan masuk dalam bahan plastik yang baik untuk digunakan. Plastik ini terbuat dari minyak bumi dan biasa digunakan untuk plastik kemasan, botol minuman yang lembek. dan kotak makan dan lain-lain.

PP ( Polipropilen)
Logo PP digambarkan dengan angka 5, merupakan bahan plastik terbaik untuk tempat minuman/makanan yang aman  digunakan.

PS (Polystyrene)
Logo ini digambarkan dengan angka 6 dan jarang sekali gunakan karena berbahaya bagi kesehatan tertutama otak dan gangguan hormon estrogen pada wanita. 

Other
Dikatakan other karena plastik ini memiliki 4 jenis bahan yaitu PC, SAN, ABS dan Nylon. Other digambarkan dengan angka 7 dan banyak digunakan untuk pembuatan tempat makanan dan botol minuman serta kemasan plastik lainnya.




Setelah mengetahui jenis-jenis bahan plastik, anda dapat membandingkan mana bahan yang baik dan tidak untuk digunakan sehari-hari. Jika anda merasa bingung memilih produk botol minuman yang sesuai anda bisa mengunjungi www.thermos.co.id yang memproduksi berbagai jenis peralatan makan dan minum yang aman karena telah teruji kualitasnya. Thermos merupakan produk yang sudah mendunia dan selalu berinovasi dari tahun  ke tahun sehingga tidak diragukan lagi dalam kontribusinya menyehatkan penggunanya.
selengkapnya...

14 Juni 2016

Peta Deforestasi Hutan Indonesia

Peta Deforestasi Hutan Indonesia



Sumber : http://www.greenpeace.org/seasia/id/Multimedia/video/Peta-Deforestasi-Indonesia/
selengkapnya...

12 Juni 2016

Nuclear, Are you at risk?

Ketika bencana nuklir terjadi kembali : Apa yang terjadi dengan kamu dan teman-temanmu?


Dear friends,

As the one year anniversary of the Fukushima nuclear disaster looms, hundreds of thousands of those affected are still suffering the consequences. An accident of this magnitude, or even worse, could happen again at any of the world's nuclear reactors, putting millions of people in danger.

Are you at risk? You can find out: this interactive map shows how close you and your friends are living to a nuclear reactor.

The Fukushima accident forced people up to 50 kilometres away from the disaster area to abandon their homes due to radioactive contamination. Many large cities around the world are as close as 50 kilometres - or even closer - to a nuclear reactor. How close are you? How close are your friends?


We have created an interactive map that lets you see where the nearest reactor is to you and your friends and family. Check out our online tool now and let your friends know the threat reactors pose to them. None of the world's nuclear reactors are safe. Governments have ignored the real risks of nuclear reactors - they have put the profits of the nuclear industry ahead of the safety of people. Unless this changes, another nuclear disaster is bound to happen.

Please join us in telling governments to phase out nuclear power and replace it with renewable energy NOW.

All of us,
at Greenpeace International


http://www.psr.org/resources/nuclear-power-factsheet.html
http://www.greenpeace.org/usa/global-warming/issues/nuclear/
http://www.greenpeace.org/international/en/campaigns/nuclear/
selengkapnya...

08 Juni 2016

Penyelaman Laut Terdalam

James Cameron telah melakukan penyelaman laut terdalam tanggal 26 Maret 2012, yang muncul kembali ke permukaan laut pada jam 10.00 pm waktu setempat. Lokasi penyelaman berada di The Pacific Ocean’s Mariana Trench (Ceruk/Parit Mariana di Samudra Pasifik). Terletak di bagian barat Pacific atau arah timur dari Philipina. Berjarak sekitar 124 mil (200 km) dari pulau Mariana (Mariana Islands). Mariana Trench merupakan dasar laut berbentuk kerucut dengan panjang 1,500 miles (2,550 kilometers) dan lebar 43 miles (69 kilometers). Kedalaman dari permukaan laut ke titik terdalamnya diperkirakan 7 mil atau sekitar 11 kilometer. James Cameron tepatnya menyelam sedalam 10,898.4 meter (35,756 ft).

Lokasi dan kedalaman Mariana Trench pertama kali dipublikasikan oleh sebuah kapal peneliti oseanographi Inggris bernama H.M.S. Challenger di tahun 1875. Pertama H.M.S. Challenger mengukur kedalaman Mariana Trench dengan peralatan Sounding-Rope dengan ukuran sekitar 4,475 fathoms (sekitar 5 mil atau 8 kilometer).


Lokasi Mariana Trench


Peta Mariana Trench


Penelitian kedalaman Mariana Trench dilakukan ulang oleh penerus kapal pertama yaitu H.M.S. Challenger II. Pengukuran dilakukan pada tahun 1951 dan menghasilkan kedalaman Mariana Trench sekitar 7 mil atau sekitar 11 kilometer.

Mariana Trench berada dalam pengawasan pemerintah AS dan dijadikan sebuah monumen nasional (Marianas Trench Marine National Monument) berdasarkan ketetapan Presiden Amerika Serikat George W. Bush tahun 2009.


Perbandingan ketinggian dan kedalaman
Mariana Trench


Penyelaman Laut Terdalam
Laut Penuh Misteri


Ada sekitar 20 orang yang telah mencapai ruang angkasa. Tetapi hanya ada 3 orang yang berhasil menyelam ke laut terdalam.

Penyelaman Laut Dalam pertama kali dilakukan pada 23 Januari 1960 oleh Jacques Piccard dan Navy Lt. Don Walsh dengan menggunakan kapal selam mini bernama Trieste. Lama penyelaman sekitar 5 jam, dan hanya bisa bertahan 20 menit di dasar laut. Bentuk kapal selam mini Trieste adalah seperti bentuk kapal selam biasa yang dengan dasar horizontal. Penyelaman mencapai kedalaman 10 km di Mariana Trench. Bulan April 1963, Trieste kembali menyelam laut dalam di New England dengan kedalaman sekitar 2,56 km.


Kapal Selam Trieste


Berbeda dengan lainnya, James Cameron di tahun 2012 menggunakan kapal selam The Challenger Deep yang lebih dikenal sebagai The DeepSea Challanger Project dengan bentuk vertikal. Penyelaman ini dilakukan sendiri (solo-dive) dengan pendukung yang berada di atas kapal. Pencapaian kedalaman 11 kilometer itu ditempuh dalam waktu 2 jam, dan tetap berada di dasar laut selama beberapa jam sebelum kembali naik ke permukaan laut.


Kapal Selam DeepSea Challange - Challenger Deep


Kapal Selam DeepSea Challange - Challenger Deep



Penyelaman Laut Terdalam oleh The DeepSea Challanger Project
James Cameron











Penyelaman Laut Terdalam oleh Trieste
Jacques Piccard dan Navy Lt. Don Walsh







Pencapaian Ke Kedalaman Laut


318 meter
Manusia Penyelam Terdalam (tanpa kapal selam) yang dicatat oleh Nuno Gomez tahun 2005 di Laut Merah

1006 meter
Cahaya-cahaya yang bermunculan dari mikroba, jellyfish, dan makhluk dasar laut lainnya

1524 meter
Kedalaman yang dapat dicapai oleh Gajah Laut dan bertahan selama sekitar 2 jam.

2499 meter
Kedalaman yang dapat dicapai oleh ikan Paus.

3800 meter
Kedalaman kapal Titanic tenggelam di New Foundland tahun 1912

4500 meter
Kapal selam mini pertama yang memuat manusia

4785 meter
Robert Ballack menemukan bangkai kapal Jerman : Bismarck di tahun 1989

5030 meter
Ditemukan jenis ikan Fangtooth

7000 meter
Kapal selam mini China : Jiaolong mencapai kedalaman ini

7700 meter
Snailfish sebagai salah satu makhluk dasar laut yang dapat difilmkan

9449 meter
Kedalaman yang dapat dicapai oleh kapal selam mini Trieste. Penyelaman dilakukan oleh 2 orang Jacques Piccard dan Navy Lt. Don Walsh.

10,898.4 meter
Kedalamn yang dapat dicapai oleh kapal selam DeepSea Challange. Penyelaman dilakukan secara solo oleh James Cameron.


Catatan :
Ada perbedaan pengukuran kedalaman pada penyelaman Trieste dan DeepSea Challanger.


Perjalanan Manusia ke Dasar Laut


Periode :
1800 - 1900

1807 : U.S. Coast Survey
President Thomas Jefferson signs a bill authorizing the United States Coast Survey.

1842 Coral Atolls Explained
Charles Darwin publishes a paper suggesting that coral atolls are the final stage in the subsidence and erosion of volcanic islands.

1857 Undersea Canyons
James Alden discovers the first known submarine valley, California's Monterey Canyon.

1868 Life in the Deep Sea
Charles Wyville Thomson, dredging from the H.M.S Lightning, finds sea life at 4,389 meters (14,400 feet), shattering previous theories that the sea was lifeless below 549 meters (1,800 feet).

1872 Early Marine Survey of the Americas
Naturalist Louis Agassiz steams from the U.S. East Coast to its West Coast around South America, collecting some 30,000 marine specimens.

1872-76 Marine Research and Oceanography
H.M.S. Challenger circles the globe conducting reseach for the Royal Society of London, laying the groundwork for modern oceanography.

1882 The First Oceanographic Research Vessel
The U.S. Fisheries Commission steamer Albatross begins operations—the first ship built to serve as an oceanographic research vessel.

1899-1905 Marine Survey of the South Pacific
Alexander Agassiz makes long research voyages to the South Pacific, collecting data and specimens from remote ocean regions.


Periode :
1900 - 1950

1912 The Sinking of the Titanic
The Titanic sinks after hitting an iceberg, killing 1,500 people. The tragedy led to efforts to develop an acoustic device to find objects ahead of a vessel.

1914 First Acoustic Exploration of the Seas
Reginald Fessenden uses an oscillator to bounce a signal simultaneously off an iceberg and the seafloor—first acoustic exploration of the seas.

1925 Studying the Mid-Atlantic Ridge
The German Meteor expedition surveys the South Atlantic with echo sounders, proving the continuity of the Mid-Atlantic Ridge.

1934 The Bathysphere
William Beebe is lowered in a tethered bathysphere to 923 meters (3,028 feet). He and partner Otis Barton pioneered manned exploration of the ocean.

1943 The Creation of the Aqua-Lung
Jacques Cousteau and Émile Gagnan modify a demand breathing regulator to engineer the Aqua-Lung—forever changing the course of human interaction with the sea.


Periode :
1950 - 1975

1954 An Untethered Submersible Dive
The French research submersible FNRS-3 descends to 4,041 meters (13,257 feet) off the coast of West Africa, piloted by Georges Houot and Pierre Willm, inaugurating use of manned, untethered, research submersibles.

1955 Discovery of Magnetic Striping on Ocean Floor
The U.S. Coast and Geodetic Survey ship Pioneer, in a joint project with the U.S. Navy and the Scripps Institution of Oceanography, tows the first marine magnetometer and finds magnetic striping on the seafloor off the West Coast. The discovery adds a key element to the theory of plate tectonics.

1960 The Trieste Explores the Mariana Trench
The bathyscaphe Trieste dives to what was believed to be the deepest point in the Mariana Trench, recording a depth of 10,912 meters (35,800 feet). Exploring the same area in 1998, a Japanese research vessel measured a depth of 10,938 meters (35,886 feet).

1961 Development of the Deep Tow System
The Scripps Institution of Oceanography begins development of the Deep Tow System, the forerunner of all remotely operated unmanned oceanographic systems.

1965 An Underwater Lab
Sealab II, an underwater habitat, is lowered off the coast of California.

1970 Sylvia Earle Leads Women Aquanauts
Sylvia Earle leads the first team of women aquanauts during the Tektite Project and sets a record for solo diving to a depth of 1,000 meters.


Periode :
1975 - 2012

1977 Robert Ballard's Discovery of Hydrothermal Vents
Hydrothermal vents are discovered, along with an ecosystem that survives without the energy of the sun, by a team led by Robert Ballard. These ecosystems rely on biota absorbing chemical energy from the venting materials in a process called chemosynthesis.

1985 The Discovery of the Sunken Titanic
A research team lead by Robert Ballard discovers the Titanic more than 3,810 meters (12,500 feet) down, the most famous shipwreck in modern history.

1992 Creating Sea Surface Maps
TOPEX/Poseidon satellite begins mapping the surface of the sea.

1995 Creating Seafloor Maps
Declassification of GEOSAT radar altimetry data from a U.S. Navy Earth observation satellite leads to worldwide mapping of the seafloor.

2010 Cataloging the Biodiversity of the Ocean
The first ever Census of Marine Life catalogs the diversity, abundance, and distribution of marine species collected in an online database.

2012 First Successful Solo Dive to the Mariana Trench
National Geographic Explorer-in-Residence James Cameron successfully travels to the bottom of the deepest known point in the ocean, Challenger Deep, in the Mariana Trench on the DEEPSEA CHALLENGE expedition. DEEPSEA CHALLENGE is a joint scientific project by James Cameron, the National Geographic Society, and Rolex. This is the first time someone has traveled to this depth since 1960, when the Trieste made its descent, and the first time it has ever been done as a solo mission.


Sumber tulisan :
http://deepseachallenge.com
selengkapnya...

06 Juni 2016

Kekayaan dan Keindahan Hutan Indonesia

#ayokeriau

Pantai Daik Lingga - Kepri

Kekayaan dan Keindahan Hutan Indonesia

Hutan merupakan salah satu ekosistem bumi yang cukup kaya dan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia di muka bumi. Hutan juga merupakan tempat hunian bagi sedikitnya 2/3 spesies tumbuhan dan hewan yang ada di dunia. Bukan hanya hewan dan tumbuhan yang sangat membutuhkan keberadaan hutan sebagai ekosistem bumi, manusia bahkan sangat ketergantungan dengan keberadaan kekayaan alam yang satu ini. Banyak manusia dan kebudayaannya yang menggantungkan hidupnya dari hutan. Hutan purba dunia sangat beragam.

Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Hutan-hutan purba tersebut juga menjadi rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual. Sebagian dari mereka bahkan mempercayai beberapa jenis satwa langka seperti harimau dan orangutan adalah kerabat dekat yang harus dihormati. Mereka memegang teguh adat istiadat yang diturunkan dari leluhur mereka, beratus-ratus tahun lamanya. Mereka hidup damai berdampingan dengan satwa liar, bersinergi dengan alam.

Berikut ini merupakan beberapa kebutuhan dasar manusia terhadap hutan yang sangat vital, diantaranya adalah:
1. Sebagai sumber makanan
2. Sebagai sumber air
3. Sebagai sumber aneka obat-obatan
4. Sebagai sumber ekonomi
5. Sebagai sumber pengembangan riset dan ilmu pengetahuan
6. Menjaga kestabilan iklim global
7. Menjaga pola cuaca bumi
8. Menjadi resapan air sebagai pencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor
9. Dan lain-lain.

Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat diberkahi oleh SANG MAHA PEMILIK dengan adanya hutan tropis di negeri ini yang luasnya sangat besar. Bukan hanya luas, namun juga sangat kaya dengan keanekaragaman hayati. Indonesia merupakan negara dengan luas hutan tropis dan keanekaragaman hayati terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Di Indonesia terdapat 10% spesies tanaman, 12% spesies mamalia, 16% spesies reptilia dan amfibi, dan 17% dari spesies burung yang ada di seluruh dunia. Sejumlah spesies yang bersifat endemik juga bisa ditemukan di beberapa hutan tropis yang hanya ada di Indonesia, dan tidak ditemukan di tempat lain, seperti misalnya burung cendrawasih di Papua, bekantan di Kalimantan, anoa di Sulawesi dan lain-lain.

Fakta Kerusakan Hutan Indonesia

Fakta menunjukkan bahwa sekitar 72% hutan Indonesia sudah mengalami rusak parah atau bahkan hilang akibat perluasan industri dan pembalakan liar yang dilakukan banyak pihak. Bahkan Indonesia pernah menjadi peringkat nomor satu di dunia untuk laju kerusakan hutan tercepat, yang tercatat di World Guinness Book of Records. Kementerian Kehutanan di tahun 2011 mengeluarkan data bahwa sekitar 1.2 juta hektar hutan Indonesia hilang setiap tahunnya, hampir 5 kali lipat luas Negara Singapura.

Secara garis besar ada empat macam jenis industri yang memanfaatkan kawasan hutan yaitu:
1. Hutan tanaman industri untuk pulp dan kertas
2. Hak pengusahaan hutan
3. Kelapa sawit
4. Pertambangan dan aneka industri lain yang telah merubah kawasan hutan menjadi area perkebunan.


Air Terjun Batu Hidung
Batang Kopu - Kampar - Riau

Menurut Laporan Dewan Nasional Perubahan Iklim tahun 2010, paling tidak industri pulp dan kertas bersama industri kelapa sawit akan menyumbang sekitar 50% dari estimasi deforestasi sebesar 28 juta hektar hingga tahun 2030. Terhitung sejak awal tahun 90-an, industri-industri telah gencar melakukan berbagai upaya ekspansi ke wilayah hutan yang masih asli. Hal ini mengakibatkan satwa liar kehilangan habitat. Bahkan tak jarang dari mereka banyak yang mati dan tak bisa bertahan hidup karena perubahan rumah mereka yang sangat drastis. Saat Indonesia kehilangan hutan, maka ada beberapa konsekuensi yang harus ditanggung, diantaranya yaitu:
1. Kehilangan flora dan fauna,
2. Kehilangan cadangan karbon,
3. Kehilangan sumber oksigen,
4. Kehilangan sumber penghidupan.
5. Hutan juga merupakan inspirasi budaya, kehilangan hutan akan berdampak kepada hilangnya sumber-sumber inspirasi.
6. Timbulnya berbagai bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan lain sebagainya.

Melihat fakta yang memprihatinkan tersebut maka diperlukan upaya konservasi dan penanganan kerusakan hutan yang berkesinambungan. Berbagai kampanye penyelamatan hutan perlu direspon positif oleh semua pihak sehingga Kekayaan dan Keindahan Hutan Indonesia dapat tetap terjaga untuk anak cucu kelak.



selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: Juni 2016 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah