31 Agustus 2013

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)

Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT)
Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) merupakan kawasan perbukitan yang berada di tengah-tengah hamparan alam dataran rendah pada bagian Timur Pulau Sumatera. Tempat ini mempunyai potensi keanekaragaman jenis tumbuhan maupun satwa endemik yang bernilai cukup tinggi. TNBT terletak di kawasan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Propinsi Riau serta Kabupaten Bungo Tebo dan juga Kabupaten Tanjung Jabung di Propinsi Jambi.

Luas lokasi TNBT semula hanya 127.698 hektar berdasarkan pada SK Menteri Kehutanan, SK No. 539/Kpts-II/1995. Kemudian luasnya ditambah menjadi 144.223 hektar berdasarkan Sk Menteri Kehutanan, SK No. 6407/Kpts-II/2002. Akan tetapi pada faktanya telah terjadi pengurangan luas kawasan tersebut akibat adanya perluasan perkebunan sawit yang dilakukan oleh perusahaan maupun masyarakat.

Tipe ekosistem penyusun dari hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh adalah jenis hutan dataran rendah, hutan pamah serta hutan dataran tinggi. Jenis flora yang mendiami kawasan ini diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Jelutung (Dyera costulata),
2. Getah merah (Palaquium spp.),
3. Pulai (Alstonia scholaris),
4. Kempas (Koompassia excelsa),
5. Rumbai (Shorea spp.),
6. Cendawan muka rimau/raflesia (Rafflesia hasseltii),
7. Jernang atau palem darah naga (Daemonorops draco), dan berbagai jenis rotan.

Sementara untuk jenis satwa, Taman Nasional Bukit Tigapuluh ssedikitnya memiliki 59 jenis mamalia, 6 jenis primata, 151 jenis burung, 18 jenis kelelawar, dan berbagai jenis kupu-kupu. Beberapa jenis satwa yang bisa ditemukan di daerah ini diantaranya adalah:
1. Habitat harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae),
2. Tapir (Tapirus indicus),
3. Ungko (Hylobates agilis),
4. Beruang madu (Helarctos malayanus malayanus),
5. Sempidan biru (Lophura ignita),
6. Kuau (Argusianus argus argus) dan lain-lain; juga sebagai perlindungan hidro-orologis Daerah Aliran Sungai Kuantan Indragiri.

Untuk dapat mencapai lokasi TNBT tersebut, dapat dilakukan dari arah Pekanbaru menuju ke Siberida - Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu sejauh kurang lebih 285 km atau sekitar 4-5 jam perjalanan kendaraan roda 4. Selanjutnya dari Siberida dapat masuk ke lokasi TNBT melalui jalan bekas HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

Jika ragu dapat bertanya ke bagian Informasi Alamat Kantor Jl. Gerbang Sari No. 9, Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu, Riau. Telp. (0769) 3412255, 341279 Fax. 341132, 341148. Untuk berkirim email silahkan ke tn.bukit30@gmail.com, bukit30_np@yahoo.com. Atau dapat juga menghubungi Kantor TNBT : Jl. Raya Rengat No. 70, Pematang Reba - Rengat Indragiri Hulu, Riau. Telp. (0769) 341279; Fax. (0769) 341148 E-mail: btnbt2003@yahoo.com.

Pada awalnya, kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh merupakan kawasan hutan lindung dan hutan produksi terbatas. Namun demikian, kondisi hutan taman nasional tersebut relatif sagat masih alami. Agak mirip kondisinya dengan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu Riau Indonesia.

Lokasi di kawasan TNBT merupakan lokasi tempat tinggal "Orang Rimba/Anak Rimba/Suku Anak Dalam/Suku Kubu" dan juga orang "Suku Talang Mamak" serta "Suku Melayu Tua". Satu kelompok dari Suku Talang Mamak berada di kawasan Dusun Semarantihan Desa Suo-Suo Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Jambi. Masyarakat inimenjaga percaya akan perlunya keseimbangan alam untuk kehidupan, sehingga mereka tutut menjaga alam TNBT dengan sebaik-baiknya. Orang luar lah yang terkadang merambah dan merusak kawasan alam TNBT tersebut.

Bila kita berada di kawasan TNBT tersebut, ada beberapa hal menarik yang bisa kita saksikan sebagai bagian dari objek wisata di kawasan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Air Hitam Dalam: Bisa dilakukan dengan menyelusuri sungai sambil melihat dan menyaksikan aneka kehidupan tumbuhan/satwa. Air Hitam Dalam merupakan lokasi dari habitat harimau Sumatera.
2. Tembelung Berasap: di sini kita bisa melihat panorama dari air terjun, mandi sambil melakukan pengamatan terhadap tumbuhan.
3. Batu Belipat dan Batu Gatal: merupaka bentuk wisata budaya arung jeram. Kegiatan ini dapat dilakukan di bagian Sungai Gangsal, Sungai Menggatai, dan Sungai Sipang.
4. Kemantan: merupakan bentuk wisata budaya yang dilakukan untuk melihat upacara keagamaan Suku Talang Mamak.

Musim kunjungan yang baik ke lokasi TNBT setiap tahunnya adalah dimulai dari bulan Maret sampai Juli.


Populasi gajah Sumatera ini tersebar di sebagian besar wilayah di Sumatera diantaranya di kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) dan sekitarnya. Secara administratif wilayah TNBT ini berada di dua propinsi yaitu propinsi Jambi dan Riau.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menetapkan gajah Sumatera sebagai spesies yang “kritis” atau critically endangered karena populasinya yang kian menurun akibat meningkatnya ancaman serta berkurangnya habitat mamalia besar ini. Menurut data WWF gajah Sumatera diperkirakan kini hanya ada sekitar 2400 hingga 2800 ekor saja yang hidup di alam liar. Jumlah ini menyusut sekitar 50% dari tahun 1985.

Di propinsi Jambi kawasan TNBT berada di dua kabupaten yaitu kabupaten Tebo dan kabupaten Tanjung Jabung Barat. Total luas kawasan TNBT saat ini adalah 144.223 ha tapi dengan melihat kecenderungan hilangnya tutupan hutan alam di propinsi Jambi dan Riau serta kawasan TNBT yang dikelilingi oleh daerah penyangga yang memiliki kawasan berhutan dengan nilai konservasi tinggi yang juga merupakan habitat satwa yang dilindungi yaitu gajah, harimau dan orangutan maka pada tahun 2001 Konsorsium Bukit Tiga Puluh yang dikomandoi oleh KKI Warsi mengusulkan perluasan kawasan TNBT namun hingga saat ini usulan perluasan kawasan masih belum ada realisasinya.

Sementara itu perambahan hutan serta izin pemanfaatan kawasan yang mengakibatkan alih fungsi hutan disekitar kawasan TNBT terus dikeluarkan oleh pemerintah daerah.

Di kawasan taman nasional ini juga terdapat pohon nibung (oncosperma tigilarium), sejenis palem liar, mirip pohon pinang, yang secara spesifik tergolong dari suku palmae. Pohon ini tumbuh secara berumpun, berbatang lurus, yang memiliki ketinggian mencapai 20—30 meter. Habitat tumbuhan jenis ini adalah di hutan-hutan pantai, air payau, dan berkembang secara alami. Bagi masyarakat Riau, pohon nibung memiliki makna tersendiri, yaitu sebagai simbol semangat persatuan dan persaudaraan masyarakat Riau. Oleh Pemerintah Propinsi Riau, pohon ini kemudian dijadikan sebagai maskot Propinsi Riau.

Kawasan TNBT adalah sebagai tempat tinggal Suku Talang Mamak dan Suku Kubu, dua suku yang dianggap sebagai keturunan ras Proto-Melayu. Menurut data yang dikeluarkan Pemerintah Propinsi Riau pada tahun 2001, jumlah orang Talang Mamak terbilang sangat sedikit, yaitu hanya 164 jiwa, yang tersebar di dusun-dusun seperti Rantaulangsat, Airbaubau, Nanusan, dan Siamang. Sedangkan jumlah Suku Kubu sampai saat ini belum diketahui secara pasti, karena hidupnya yang berpindah-pindah dan berpencar-pencar.

Kehidupan suku-suku asli di kawasan TNBT merupakan daya tarik pariwisata tersendiri. Suku-suku tersebut merupakan fenomena eko-budaya yang menarik untuk dipelajari, terutama bagaimana cara mereka berinteraksi dengan alam. Suku-suku tersebut sangat tergantung dengan hutan, sehingga hutan bagi mereka adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mereka. Dilihat dari cara mereka berinteraksi dengan alam, suku-suku asli tersebut sangat ramah terhadap ekosistem hutan.

Mereka tidak eksploitatif terhadap sumber daya hutan, dan tahu persis kapan saat yang tepat untuk memanfaatkan hasil hutan, seperti memetik buah, mengambil rotan, dan memanen madu. Untuk membuka lahan baru, mereka juga tidak sembarangan menebang pohon di hutan. Ada pohon-pohon tertentu yang tidak boleh ditebang, dan ada tata-cara tersendiri untuk menebangnya. Kearifan tersebut telah diwariskan secara turun-temurun.

Sumber Tulisan :
http://wisatasumatera.wordpress.com/wisata-jambi/taman-nasional-bukit-tigapuluh/
http://www.mongabay.co.id/2012/08/16/tn-bukit-tigapuluh-habitat-gajah-terus-terhimpit-ekspansi-tambang-dan-sawit/
http://www.attayaya.net/2011/06/taman-nasional-bukit-tigapuluh-30-tnbt.html

Sumber gambar :
http://www.djemari.org/2009/11/mengenal-taman-nasional-bukit-tigapuluh.html
selengkapnya...

17 Agustus 2013

SALAM TIDAK MERDEKA


gimana aku bisa bilang MERDEKA jika hendak bernafas saja harus menggunakan masker akibat kebakaran lahan yang disengaja.

SALAM TIDAK MERDEKA

selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: Agustus 2013 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah