27 Juli 2013

Taman Nasional Tesso Nilo

Tesso Nilo Sebagai Hutan yang Kaya


Taman Nasional Tesso Nilo merupakan sebuah taman nasional yang terletak di Propinsi Riau, yaknin tepatnya di Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Indragiri Hulu. Taman nasional tersebut telah diresmikan pada 19 Juli 2004 dan saat ini Taman Nasional Tesso Nilo menjadi salah satu tujuan wisata di Propinsi Riau.

Istilah Tesso Nilo berasal dari kata Teso dan Nilo yang merupakan nama dua buah sungai yang membelah wilayah tersebut. Sejak zaman dahulu hingga sekarang, sungai tersebut masih menjadi sarana transportasi yang cukup vital. Bagi masyarakat lokal sendiri yang mayoritas suku Melayu, Tesso Nilo merupakan kawasan perlindungan dan pengelolaan hutan. Terdapat beberapa bentuk tradisi masyarakat Melayu di kawasan hutan tersebut seperti mengambil ikan dan madu. Tradisi ini merupakan tradisi unik yang tak lepas dari keberadaan hutan Tesso Nilo itu sendiri.

Menurut Andi Glison (2001), kawasan Tesso Nilo merupakan kawasan yang memiliki kekayaan tumbuhan vaskular tertinggi di dunia hingga mengalahkan kawasan hutan lainnya termasuk juga hutan amazone. Pada tahun 2001 Center for Biodiversity Management yang berasal dari Australia menemukan sedikitnya 218 jenis tumbuhan vascular di petak seluas 200 m2. Sementara hasil penelitian dari LIPI dan WWF Indonesia (2003) dalam petak sample plot yang berukuran 1 hektar ditemukan sedikitnya 360 jenis yang tergolong ke dalam: 165 marga dan 57 suku dengan rincian 215 jenis pohon dan 305 jenis anak pohon. Hal ini menjadikan kawasan Tesso Nilo tersebut disebut-sebut sebagai hutan dengan tingkat keanekaragaman hayatinya tertinggi di dunia.

Beberapa jenis tumbuhan yang ada di Taman Tesso Nilo merupakan jenis yang keberadaanya terancam punah dan masuk dalam data red list IUCN. Tumbuhan tersebut diantaranya adalah:
1. Kayu Batu (Irvingia malayana),
2. Kempas (Koompasia malaccensis),
3. Jelutung (Dyera polyphylla),
4. Kulim (Scorodocarpus borneensis),
5. Tembesu (Fagraea fragrans),
6. Gaharu (Aquilaria malaccensis),
7. Ramin (Gonystylus bancanus),
8. Keranji (Dialium spp),
9. Meranti (Shorea spp),
10. Keruing (Dipterocarpus spp),
11. Sindora leiocarpa, Sindora velutina, Sindora Brugemanii, dan jenis-jenis durian (Durio spp) serta beberapa jenis Aglaia spp.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh LIPI (2003) di kawasan hutan Tesso Nilo juga ditemukan sekitar 83 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan obat. Terdapat juga 4 jenis tumbuhan untuk racun ikan. Tanaman obat yang cukup penting bisa ditemukan di kawasan tersebut yaitu jenis pagago (Centella asiatica) dan patalo bumi (Eurycoma longifolia).



Sementara untuk jenis satwa, di hutan Tesso Nilo dapat ditemukan beberapa jenis satwa seperti Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), rusa (Cervus timorensis russa), siamang (Hylobathes syndactylus syndactylus), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus).


Program Konservasi Taman Tesso Nilo

Program Wilayah Konservasi Tesso Nilo (Tesso Nilo Conservation Landscape Program), meliputi 7 modul, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kejahatan Hutan (Forest Crime),
2. Perlindungan Harimau (Tiger Protection), mengarah pada penggalakan pemberlakuan hukum bagi perburuan harimau, mengumpulkan informasi mengenai penyebaran harimau, dan mengkampanyekan perlindungan habitat harimau ke pemerintah daerah di wilayah provinsi Riau.
3. Pengelolaan Taman (Park Management),
4. Konflik Manusia - Gajah (Human - Elephant Conflict),
5. Hubungan Bisnis (Corporate Relations), Hubungan Komunitas (Community Relations),
6. Pengelolaan Proyek (Project Management).

Berbagai langkah hukum terus dilakukan untuk keselamatan Taman Tesso Nilo, seperti misalnya penetapan batas wilayah, perambahan hutan Tesso Nilo, pencaplokan lahan oleh masyarakat dan oknum, perburuan binatang dan tumbuhan, dan hal lainnya. Terbukanya jalan di areal Taman Nasional Tesso Nilo akibat bekas jalan perusahaan HPH membuat dampak buruk bagi keselamatan kawasan ini.

Cara Menuju ke Tesso Nilo

Setidaknya telah ada 5 jalur penerbangan yang rutin menuju ke Kota Pekanbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Riau. Yakni melalui Jalur Batam, Jakarta,Medan, Singapura dan Kuala Lumpur. Dari Kota Pekanbaru perjalanan dapat dilanjutkan menuju ke lokasi Taman Nasional tesso Nilo dengan menggunakan kendaraan roda empat dengan jarak tempuh lebih kurang selama 4,5 jam. Perjalanan bisa ditempuh melalui jalan Lintas Timur menuju ke Kabupaten Pelalawan, yakni tepatnya di Kecamatan Ukui. {GW/SUG]



Sumber gambar :
http://tessonilonationalpark.blogspot.com/
selengkapnya...

20 Juli 2013

Festival Lampu Colok 2013 Kota Pekanbaru

Lampu colok adalah nama lampu tradisonal yang biasa digunakan untuk menerangi kegelapan di kampung-kampung. Lampu colok biasanya terbuat dari bahan-bahan seperti bambu yang mirip obor. Ada juga yang dibuat dengan menggunakan kaleng ataupun botol bekas minuman yang didesain menyerupai lampu senter. Setelah itu diisi dengan minyak tanah agar lampu bisa menyala melalui sumbu yang terpasang di bagian tengah lampu.

Kata ‘colok’ sendiri di dalam bahasa Melayu memiliki arti penerang yang berasal dari kata 'suluh'. Masyarakat Melayu sendiri memberi sebutan colok dengan istilah pelite atau pelito, yakni sejenis lampu yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar penyalanya. Di daerah bagian Riau Pesisir, colok sehari-harinya dipakai sebagai alat penerang yang diletakkan di bagian depan pintu rumah. Biasanya digunakan untuk menemani saat anak-anak hendak pergi mengaji ke surau atau untuk pergi pada saat malam hari. Lampu colok juga sangat besar fungsinya bagi masyarakat nelayan yang hendak pergi melaut.


Tradisi Festival Lampu Colok tersebut biasanya dilakukan masyarakat Melayu pada malam ke 27 Ramadhan, atau biasa disebut malam "tujuh likur" atau orang Jawa menyebutnya malam ‘Pitu Likur’. Tradisi ini paling banyak dijumpai di Pekanbaru dan Bengkalis dan beberapa daerah lainnya di Riau. Dahulunya, lampu colok tersebut dinyalakan setiap malam di bulan Ramadhan sebagai penerang jalan menuju Mushalla atau Mesjid ketika hendak shalat melaksanakan shalat Isya dan Taraweh, hanya ketika malam 27 Likur untuk menyambut malam lailatul Qadr, lampu colok dinyalakan lebih banyak sehingga kelihatannya lebih meriah, padahal dulu hanyalah untuk lebih menerangi jalan dan kawasan menuju Mushalla atau Mesjid.

Festival lampu colok yang biasa diadakan di Pekanbaru dan Bengkalis merupakan sajian festival lampu colok terbesar yang ada di Riau. Pembukaan kegiatan festival biasanya juga diiringi dengan aneka tarian khas Melayu seperti Tarian Senandung Syukur Seribu Bulan yang ada di Pekanbaru. Lampu colok yang akan dibuat festival tersebut disusun dalam suatu kerangka kayu dan diikat dengan kawat. Susunan lampu colok tersebut biasanya menggambarkan bentuk-bentuk yang unik seperti bentuk mesjid, kapal, kubah, gerbang atau hal lainnya. Untuk menyalakan lampu colok bagian atas, maka diperlukan seorang "penghidup lampu" yang memanjat di kerangka kayu sampai ke ujung dengan ketinggian sekitar 7 meter. Bagian bawah biasanya dinyalakan dengan menggunakan galah yang ujungnya dipasang obor.


Satu susunan kerangka biasanya bisa menghabiskan 1000 s/d 2000 botol/ kaleng lampu colok, tergantung ukuran besar kecil dan kerumitan desain susunannya. Setiap malam perayaan tradisi tersebut, biasanya akan menghabiskan 1 drum minyak tanah untuk 1 atau 2 desain susunan lampu colok. Penghematan bisa dilakukan jika pemadaman lampu colok dipercepat, sehingga sisa minyak tanah yang masih berada dalam botol lampu colok tersebut bisa ditambahkan untuk malam berikutnya. Biasanya setiap kecamatan memiliki 1 desain utama besar dan 2 desain kecil di tambah lampu penerang jalan yang disusun berjajar. Maka diperkirakan setiap kecamatan membutuhkan sekitar 100 liter tiap malam lebih.


Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi turun temurun, masyarakat Melayu khsususnya menjelang malam-malam penghujung bulan Ramadhan kerap menggunakan penerangan colok tersebut sebagai hiasan di depan rumah, terutama sekali pada saat malam-malam ganjil yang diyakini sebagai malam lailatul qadar. Maka aneka bentuk lampu colok pun dibuat oleh masyarakat dengan menggunakan bahan-bahan seperti kaleng minuman bekas, botol kaca minuman, bambu yang diberi sumbu sampai dengan colok yang dibuat khusus seperti tabung menggunakan bahan baku seng dan alumunium.

Festival Lampu Colok dapat kita temukan di daerah Propinsi Riau seperti Pekanbaru dan Bengkalis. Biasanya akan dipertandingkan antar kecamatan. Seperti di Pekanbaru, pembukaannya dilakukan pada malam ke 27 Ramadhan. Tradisi Festival Lampu Colok ini bukan hanya menjadi khasanah budaya Melayu, kini festival ini juga sudah dikembangkan menjadi salah satu agenda wisata di beberapa kabupaten dan kota di Propinsi Riau. Kesemarakan bulan Ramadhan kian terasa dengan adanya tradisi turun temurun yang diwariskan oleh masyarakat Melayu tersebut dari satu generasi ke generasi selanjutnya.


Artikel Lampu Colok Pekanbaru 2011

selengkapnya...

15 Juli 2013

Konten Sehat

Konten Sehat diartikan sebagai suatu pengertian dari konten (informasi yang tersedia di media internet) yang bersifat positif yang jauh dari pelanggaran kesusilaan, perjudian, SARA, kekerasan dan sebagainya, termasuk pelanggaran privasi, perendahan martabat dan pelecehan seksual. Sedangkan konten itu sendiri dimaksud sebagai isi web/blog yang dapat berupa artikel tulisan, gambar, suara maupun video. Sehingga dalam pengertian luas, Konten Sehat adalah artikel-artikel dalam web/blog yang bersifat positif baik secara tulisan gambar, suara maupun video.

Hal ini sejalan dengan program Internet Sehat, merupakan pelaksanaan secara lebih luas mulai dari cara penggunaan dan pengawasan dari pemakai baik oleh diri sendiri maupun pihak lain. Dalam pelaksanaan yang lebih luas, diadakan suatu pembatasan atas jaringan dan isi yang menjurus kepada pelanggaran kesusilaan, perjudian, SARA, kekerasan dan sebagainya, termasuk pelanggaran privasi, perendahan martabat dan pelecehan seksual serta kejahatan dunia maya lainnya.

Hal ini baru juga kupahami ketika mendapatkan kiriman paket materi Internet Sehat beberapa bulan lalu di awal tahun 2011. Materi ini sebenarnya juga dapat didownload oleh semua orang melalui http://ictwatch.com/internetsehat/ yang menyediakan bahan materi tersebut.

Ketika memperhatikan materi tersebut, ternyata aku dan teman-teman blogger lainnya pun telah melaksanakan sebelum aku mendapatkan materi tersebut. Teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru yang didukung oleh komunitas-komunitas lain maupun pribadi-pribadi, telah bahu-membahu untuk menyediakan Konten Sehat di dunia internet melaui blog masing-masing. Blogger-blogger yang sebagian besar belum pernah ketemu muka, baik yang berasal dari Pekanbaru sendiri maupun Lampung, Medan, Padang, Palembang, Jakarta, Bekasi, Karawang, Jogjakarta, Solo, Surabaya, Kalimantan, Makassar, Pinrang, Soppeng, Ambon, Bali dan lain-lain, saling bekerja sama untuk kegiatan ini. Tak lepas juga beberapa blogger Indonesia yang berada di luar negeri.

Kegiatan ini dinamai "Gerakan SEO Positif" yang dimulai oleh seorang blogger yang mempunyai blog http://manajemenemosi.blogspot.com sehabis pertemuan dengan pak Onno W. Purbo, mulai memperhatikan hasil pencarian dari mesin pencari (search engine) seperti Google. Pencarian dilakukan dengan kata kunci (keyword) tertentu. Pencarian dilakukan oleh blogger tersebut pada kata kunci "SMP". SMP yang di Indonesia lebih bermakna pada suatu lembaga institusi dalam jenjang pendidikan di Indonesia yaitu Sekolah Menengah Pertama, ternyata pada pencarian tersebut menghasilkan konten yang tidak sehat alias negatif. Dalam hal ini pencarian pada halaman awal google.co.id menghasilkan artikel-artikel yang bersifat pornografi. Demikian juga pada kunci "anak SMP", "SMA, "ANAK SMA", dan beberapa kata kunci lain yang seharusnya menghasilkan konten yang positif dan sehat. Terakhir yang dikerjakan adalah Gerakan SEO Positif "Cerita Dewasa" yang masih menjadi populer post pada blog ini pada waktu-waktu tertentu dilihat dari statistik post.

Mengapa hal ini terjadi?
Konten-konten negatif tersebut dibuat dan dipublish oleh blogger-blogger maupun pemilik website yang tidak memperhatikan dampak negatif dari konten yang mereka publish. Mereka hanya memikirkan trafik atau pengunjung yang datang membuka web/blog mereka.

Dengan kekuatan bersama, diusahakan untuk menghilangkan web/blog yang berisi konten negatif yang digantikan dengan web/blog yang berisi konten lebih positif. Usaha ini dilakukan secara bersama-sama oleh para blogger. Tidak ada balasan yang diharapkan karena usaha ini dilakukan secara tulus oleh para blogger semua yang peduli dengan konten positif di dunia maya sehingga diharapkan generasi muda berikutnya dapat "mengonsumsi" konten positif.

Ngeblog ngapain?
Blog dapat diisi dengan tulisan, video maupun gambar/photo dengan cara mem-posting/mem-publishnya ke dalam blog sehingga menjadi sebuah postingan atau artikel. Tulisan buah pikiran sendiri maupun gubahan punya orang lain semisal puisi, cerpen, curahan hati, berbagi ilmu, atau pun jenis tulisan lain yang dapat dilengkapi gambar/photo maupun video. Tak lepas kemungkinan dengan hanya menampilkan gambar/photo saja atau bahkan cuma video saja.

Selain itu, ngeblog juga dapat menghasilkan uang sebagai mata pencaharian utama maupun cuma sekedar sebagai mencari tambahan uang jajan. Mungkin untuk tahap pertama belum bisa menyaingi Yaro Starak sang blogger dengan penghasilan US$78.000 setara 764 juta rupiah setahun. Tapi tidak tertutup kemungkinan blogger Indonesia dapat menyaingi Yaro.

Ataupun mungkin belum bisa menyaingi perezhilton dot com yang berpenghasilan 1,4 milyar sebulan. Ataupun belum juga bisa menyaingi Pete Cashmore dengan blog mashable.com yang berpenghasilan 4 milyar sebulan.

Blog dipilih karena kemudahan dibuat, digunakan dan merubah/modifikasinya. Blog juga lebih terkesan personal walaupun ada blog yang dikerjakan rame-rame bahkan menjadi sebuah komunitas. Lagi pula blog juga lebih bersifat interaktif dengan pengunjung dimana pengunjung dapat memberikan komentar dan dibaca oleh orang ramai oleh pengunjung lain blog tersebut. Pilihan kepada blog itu juga dikarenakan perawatannya yang murah meriah bahkan bisa tanpa biaya sepeserpun. Dan yang lebih utama lagi, MEMBUAT BLOG ITU ADALAH GRATIS........

Sebagai suatu ajang menampilkan buah pikiran yang mempunyai dampak menghasilkan duit, blog juga bermanfaat dalam memperluas persahabatan. Tidak jarang seorang blogger di barat Indonesia dapat berteman akrab dengan blogger di timur Indonesia. Bahkan tidak lepas kemungkinan 2 orang tetangga dapat bertemu di dunia blogger (blogsphere).

Persahabatan di dunia blogger inilah yang menjadi suatu kekuatan baru di dunia ini untuk menjaring banyak sahabat lain di lokasi dunia yang lain.

Apa yang diberikan blog berdampak kepada pengguna internet secara keseluruhan. Sengaja ataupun tidak sengaja, konten-konten blog akan bermunculan di mesin pencari Google, Yahoo, Bing, Ask, dan lain-lain. Judul dan keterangan yang menarik pada kata cari yang tepat, akan membuat pengguna internet di mesin pencari berkeinginan mengunjungi blog kita. Bersempena dengan hal ini, silahkan baca tulisan lainnya :
HYPERMARKET INFORMASI
dan
NGEBLOG HYPERMARKET INFORMASI 1 AWARD

Konten-konten yang disediakan blogger sangat bervariasi, mulai dari konten positif, curhat, curcol, sampai kepada konten negatif dan konten sampah tak berguna (dummy). Konten sampah belum tentu bersifat negatif (s*x, SARA, kekerasan). Konten sampah merupakan konten yang berisi hal-hal untuk mengejar kata kunci tertentu tanpa tata bahasa yang baik sehingga "tidak bisa dimengerti oleh manusia, tetapi hanya dimengerti oleh mesin pencari".

Jujur, beberapa waktu lalu aku pernah memosting konten sampah (dummy blog) dengan trafik blog yang menggiurkan, tapi hatiku ga tenang. Hal ini membuat aku berputar haluan lagi untuk memosting blog dummy yang berisi konten yang bermanfaat dari berbagai sumber. Blog dummy berfungsi untuk mendukung blog utama supaya SERP blog utama menjadi bagus. Akhirnya aku menghentikan memosting blog dummy yang berisi konten sampah. Kembali mengisi blog dummy dengan konten sehat yang positif.


CATATAN :
TULISAN INI TIDAK PERNAH SELESAI DAN TELAH MENJADI DRAFT SEJAK NOVEMBER 2011.

MUNGKIN ADA DATA YANG TIDAK COCOK DENGAN WAKTU 2013 SEKARANG, WALAU SEBELUM PUBLISH TADI UDAH DIPERBAIKI DAN DITAMBAHIN DIKIT.

selengkapnya...

12 Juli 2013

Tradisi Petang Megang

Tradisi Petang Megang adalah sebuah kebiasaan turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Melayu yang ada di Pekanbaru dan sekitarnya. Tradisi ini dilakukan untuk menyambut bulan Suci Ramadhan. Kebiasaan ini terus dipertahankan hingga kini. Sebelumnya, acara petang megang ini dikemas berbeda-beda di setiap tempat, tapi tidak mengurangi maknanya.
Petang Megang sendiri adalah suatu petang (sore hari) yang pada esok harinya akan dilaksanakan ibadah puasa. Petang Megang (Petang Belimau) bisanya sangat dinanti-nantikan oleh masyaraka tempatan. Ada yang membuat aneka kue, serta masak-masakan khas Melayu yang sengaja dibuat untuk mereka makan. Juga ada beberapa makanan yang dikemas dalam beberapa bentuk wadah seperti tabak (Khas Indragiri Hulu) yang kemudian diisi dengan telur dan makanan lain dan kemudian dihias sedemikian rupa dan diarak keliling hingga ke Sungai Siak.

Selain itu juga ada air dari rebusan limau (jeruk) purut yang dicampur dengan serai beraroma wangi, ako siak-siak, daun nilam, mayang pinang dan dilengkapi dengan irisan bunga rampai. Air rebusan ini digunakan untuk mandi. Mandi yang dilakukan tersebut dinamakan ‘Mandi Belimau’. Dahulunya masyarakat Pekanbaru mengadakan cara Mandi Belimau tersebut bertempat di Sungai Siak karena pada saat itu kondisi Sungai Siak masih bersih dan tidak tercemar seperti saat ini.

Biasanya tradisi Petang Megang yang ada di Pekanbaru dilakukan oleh masyarakat melayu pesisir, Seperti, Kabupaten Siak, Bengkalis, Rokan Hilir, Meranti. Di kabupaten lain, ada juga yang melakukan tradisi yang sama, hanya saja biasanya menggunakan nama yang berbeda, tapi tetap saja memiliki tujuan yang sama. Beberapa daerah yang ada di Pekanbaru seperti Tanjung Rhu, Jalan Tanjung Datuk dan sebagainya merupakan daerah yang biasa kita temukan melakukan tradisi Petang Megang tersebut.


Gambar : Win Halim

Seiring dengan perkembangan tradisi lokal yang terus tergilas dengan budaya-budaya modern, konsep mandi belimau pada acara petang megang kini berubah haluan menjadi tradisi yang dilakukan oleh warga di rumah-rumah. Perubahan konsep ini akhirnya semakin lama, semakin hilang, terlebih adat budaya ini sudah mulai dilupakan setelah empat generasi keturunan orang melayu di wilayah pesisir. Faktor lain seperti adanya perkawinan silang antara suku Melayu dengan suku lain tentunya juga kian memicu punahnya tradisi petang megang ini. Seperti misalnya seorang lelaki melayu menikahi perempuan dari suku lain. Hal ini akan membuat tradisi petang megang mulai punah. Akan tetapi, jika perempuan asli melayu tentunya ini tetap akan dilakukan kepada suaminya yang berasal dari luar melayu.

Ada beberapa bentuk kegiatan yang biasa dilakukan pada tradisi Petang Megang tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ziarah makam di pemakaman Senapelan
    Ziarah dilakukan dengan melakukan zikir, tahlil dan doa yang biasanya dipimpin oleh Imam Mesjid raya Pekanbaru. Kemudian dilanjutkan dengan acara tabur bunga. Makam yang diziarahi diantaranya adalah makam para Tokoh Perintis Kemerdekaan, Tokoh Pemerintah, Tokoh Agama dan para Tokoh Budaya.
  2. Shalat Ashar berjamaah di Masjid Raya
    Setelah melakukan ziarah, acara dilanjutkan dengan melakukan ibadah shalat ashar berjamaah di Masjid Raya Senapelan.
  3. Arak-arakan mandi balimau
    Para peserta pawai diarak menuju ke tepian Sungai Siak sambil diiringi dengan lagu melayu serta iringan musik kompang dan rebana.
  4. Acara puncak mandi balimau

Biasanya dibuka dengan beberapa buah tarian Melayu. Kemudian dilanjutkan dengan acara simbolis pembukaan Petang Megang dengan pemukulan bedug yang dilakukan oleh Walikota Pekanbaru dan Gubernur Riau. dilakukan acara mandi belimau dan secara simbolis dilakukan pengguyuran terhadap beberapa anak yatim yang ada di pekanbaru, dan kemudian dilakukan Lomba menangkap itik. Dan para peserta melanjutkan dengan bersih-bersih atau mandi di Sungai Siak.

Air belimau yang ada pada tradisi mandi balimau tersebut digunakan untuk menyiram diri (tubuh) sebagai pembersih. Kepercayaan masyarakat secara turun temurun bahwa air limau (belimau atau berlimau) mampu membersihkan diri dari kotaran-kotoran, baik kotoran yang terlihat (debu yang melekat tubuh) atau pun kotoran yang tidak terlihat (dosa). Tradisi petang megang dengan mandi air belimau, menurut kepercayaan masyarakat tempatan lebih mengedepankan membuang perbuatan-perbuatan jahat, yang selama setahun penuh dengan debu dan dosa. Agar menghadapi bulan Ramadhan seseorang akan siap menjalankan ibadah. Lebih jelasnya penekanan ini dititik beratkan pada motivasi.[GW/SUG]
selengkapnya...

08 Juli 2013

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu Riau

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil – Bukit Batu Riau

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu merupakan cagar biosfer ke-7 yang ada di Indonesia, dan merupakan satu-satunya yang berada di Sumatera. Eksotisme dan keberagaman sumber daya cagar alam tersebut yang mendominasi. Hubungan yang harmonis antara alam dan manusia menjadi daya tarik tersendiri wilayah ini. Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu Riau (CG-GSK-BB) terletak di 2 wilayah pemerintahan yakni Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Siak di Propinsi Riau Kawasan ini adalah koridor ekologi yang menggabungkan dua suaka margasatwa, yaitu Giam Siak Kecil (84.967 ha) dan Bukit Batu (21.500 ha).

CG-GSK-BB Riau tersebut ditetapkan dalam sidang 21st Session of the International Coordinating Council of the Man and the Biosphere Proggramme UNESCO di Jeju, Korea Selatan, 26 Mei 2009 lalu. CG-GSK-BB merupakan satu dari 22 lokasi yang diusulkan 17 negara yang diterima sebagai cagar biosfer pada tahun tersebut. Cagar Biosfer sendiri merupakan satu-satunya konsep kawasan konservasi dan budidaya lingkungan yang diakui secara internasional. Dengan demikian pengawasan dan pengembangannya menjadi perhatian seluruh dunia atas kawasan tersebut.

Menurut keterangan Direktur Program Komite Nasional Program MAB Indonesia Y Purwanto, di tempat tersebut telah ditemukan 159 jenis burung, 10 jenis mamalia, 13 jenis ikan, 8 jenis reptil, serta 52 jenis tumbuhan langka dan dilindungi, diantaranya adalah anggrek dan ramin. Satwa yang dilindungi yang ada di kawasan tersebut di antaranya adalah buaya senyulong dan burung rangkong. Untuk penelitian lebih lanjut akan dibangun dua stasiun riset. Marga pohon yang cukup dominan di kawasan ini adalah Calophyllum, Chamnosperma, Dyaera, Alstonia, Shorea, Gonystylus, dan Palaquium. Di samping itu ada banyak jenisPohon Ramin (Gonystylus bancanus), Pohon Gaharu (Aquilaria beccariana), Pohon Meranti Bunga (Shorea teysmanniana), dan Pohon Punak (Tetramerista glabra). Seluruh jenis pohon tersebut merupakan indikator bagi kawasan Hutan Rawa yang masih baik.

Beberapa jenis satwa langka yang bisa kita temukan pada kawasan Cagar Biosfer yang satu ini diantaranya adalah Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) dan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae), 8 jenis reptil, dan sebagainya. Salah satu jenis reptil adalah Buaya Sumpit (Tomistoma schegelii) sebagai reptil yang biasa disebut senyulong, kerap dijumpai oleh masyarakat setempat. Jenis satwa terbang yang kadang-kadang nampak adalah Burung Julang Jambul Hitam (Aceros undulatus).

CG-GSK-BB menjadi sesuatu yang khas karena Hutan Rawa Gambut yang tiada duanya ditemukan di daerah tersebut. Sedikit berbeda kekhasannya dengan Hutan Gambut Semenanjung Kampar (dengan sedikit rawa). Kekhasan lainnya yang ditemukan adalah CG-GSK-BB ini diinisiasi oleh pihak swasta yang bekerjasama dengan pemerintah melalui BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam). Di kawasan tersebut, nama Grup Sinar Mas cukup baik karena grup perusahaan inilah yang menginisiasi pembentukan CG-GSK-BB dari pihak swasta. Namun untuk di kawasan lainnya, nama Grup Sinar Mas sendiri cukup mengkhawatirkan karena telah terjadinya perluasan perkebunan sawit yang dimiliki secara tidak wajar (investigasi Greenpeace).

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu Riau memiliki luas wilayah sebesar 178.722 hektar . terdiri dari Zona Inti :
1. Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil seluas 84.967 hektar.
2. Suaka Margasatwa Bukit Batu seluas 21.500 hektar.

Sementara Zona Penyangga atau Hutan Produksi yang tidak ditebangi lagi dan telah diserahkan ke pemerintah dari Grup Sinarmas Forestry seluas 72.255 hektar. Terdiri atas :
1. PT. Dexter Timber Perkasa Indonesia = 31.745 hektar.
2. PT. Satria Perkasa Agung = 23.383 hektar.
3. PT. Sakato Pratama Makmur = 12.302 hektar.
4. PT. Bukit Batu Hutani Alam = 5.095 hektar

Untuk dapat mencapai lokasi Cagar Biosfer Giam Siak Kecil - Bukit Batu Riau tersebut bisa dilakukan dengan menggunakan rute perjalanan darat dari arah Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Propinsi Riau. Dengan menggunakan kendaraan angkutan jalur darat seperti misalnya taksi, angkutan umum maupun travel selama kisaran waktu 5 jam perjalanan darat. Perjalanan juga bisa ditempuh dari arah Kabupaten Bengkalis, Riau.
[GW/SUG]
selengkapnya...

Copyright © 2013 attayaya: Juli 2013 | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah