Catatan perjalanan Attayaya ke Hutan Wisata Desa Buluhcina, Kampar - Riau bersama :
Secara geografis Desa Buluhcina berbatasan dengan desa-desa tetangga, yaitu disebelah timur berbatasan dengan Desa Pangkalanbaru, sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanjung Balam dan Lubuk Siam, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Buluh Nipis sedangkan disebelah utara berbatasan langsung dengan dengan Desa Baru. Keadaan daerah berupa daratan dan perairan, dimana sebahagian wilayahnya terdiri atas aliran sungai dan danau-danau. Desa Buluhcina ini dipisahkan oleh Sungai Kampar yang membelah ditengah-tengah desa diantara Dusun I dan Dusun II dengan Dusun III dan IV.
Desa Buluhcina merupakan desa wisata yang terkenal hingga ke beberapa negara tetangga, karena didesa ini banyak terdapat tempat-tempat wisata diantaranya danau-danau yang indah, hutan-hutan yang masih asri dengan berbagai macam flora fauna yang hidup didalamnya. Umumnya wisatawan asing adalah peneliti flora dan fauna hutan hujan tropika.
Dalam hal ini pemanfaatan tanah dan lahan dipergunakan untuk perkebunan, hutan wisata 1000 ha, dan lahan kosong seluas 1.500 ha. Khusus untuk lahan kososng tersebut rencanaya akan dipergunakan sebagai cadangan lahan perkebunan masyarakat.
Dalam hal sarana dan prasarana transportasi dipergunakan lintas darat dengan kondisi jalan beraspal sedangkan perairan dipergunakan sebagai jalan alternatif untuk menghubungkan dengan desa tetangga yaitu disebelah hulu sungai dengan Desa Tanjung Balam, Desa Lubuk Siam, dan Desa Kampung Pinang (Kecamatan Perhentian Raja). Sedangkan di hilir sungai dengan Desa Pangkalan Baru, Desa Buluh Nipis, dan Kuala Besako ke Kuala Kampar di Kabupaten Pelalawan.
Jarak Desa Buluhcina dari ibu kota Kecamatan Siak Hulu lebih kurang 6 Km dapat ditempuh lebih kurang 10 (sepuluh) menit sedangkan jarak ke ibu kota Kabupaten Kampar (Bangkinang) ditempuh kurang lebih 83 Km dengan jalan darat dengan waktu tempuh 1,5 - 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sedangkan jarak Desa Buluhcina dengan ibu kota Propinsi Riau (Pekanbaru) dapat ditempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam perjalanan darat dengan jarak tempuh sekitar 25 km.
Jumlah penduduk Desa Buluhcina kurang lebih berjumlah 1.488 jiwa, dengan 387 kepala keluarga, yang mayoritas memegang teguh ajaran agama Islam dan adat istiadat. Pemerintah desa terdiri dari 4 dusun dengan berpegang teguh kepada adat ninik mamak yang kuat. Adapun suku yang ada didesa ini hanya 2 (dua) suku utama saja, yaitu Suku Melayu dan Suku Domo.
a. Suku Melayu, dipegang oleh :
PUCUK
Datuk Mojolelo, Dubalang Monti
Datuk Sanggo, Dubalang Kayo
Datuk Jelo Sutan, tanpa Dubalang
b. Suku Domo, dipegang oleh :
PUCUK
Datuk Tumenggung, Datuk Pulo Godang
Datuk Bagindak, Datuk Paduko
Datuk Koto Marajo, Datuk Muncak
Dan masing-masing suku dibantu oleh Sumonto Tuo dan Tuo Pakaian.
Dubalang = Hulubalang
Secara umum kawasan Desa Buluhcina mempunyai tipe ekosistem hutan daratan rendah kurang lebih dari 10 meter dari permukaan laut terletak disepanjang jalan menuju desa dan sepanjang bantaran Sungai Kampar yang terdapat di desa ini. Tanaman hutan ini didominasi oleh pohon kayu :
Dikawasan hutan Desa Buluhcina terdapat beberapa jenis fauna, yang sering dijumpai adalah :
(Flora dan Fauna bersumber : masyarakat, ninik mamak dan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa UIR jurusan biologi bekerja sama dengan PT CALTEX Riau tahun 2006/2007, Institute Pertanian Bogor (IPB) jurusan Pertanian-Kehutanan tahun 2007, mahasiswa UNILAK jurusan Kehutanan tahun 2006, kemudian hasil penelitian mahasiswa pecinta alam UIR, UNRI, UNILAK, dan Politeknik Riau).
A. Sungai kampar
Sungai Kampar merupakan sungai yang membentang dan membelah Desa Buluhcina dengan air yang berarus cukup deras, sehingga setiap tahun tepatnya pada bulan Agustus dilakukan olah raga pacu sampan. Sungai ini pun sebagai tempat berkembang biaknya ikan sehingga baik untuk refreshing dengan memancing ikan dialam bebas. Bagi wisatawan yang ingin menelusuri Sungai Kampar dapat mempergunakan sampan atau perahu motor yang disediakan masyarakat.
B. Danau
Di Desa Buluhcina terdapat 11 (sebelas) danau wisata yaitu
C. Hutan
Wisata Hutan Desa Buluhcina memiliki hutan yang sangat luas dengan jenis tanaman hutan yang beraneka ragam dengan peruntukan lahan hutan yang berbeda yaitu :
Sehingga bagi wisatawan atau peneliti dan mahasiswa yang hobi berpetualangan dapat melakukan hiking, kemping dan penelitian di Hutan Wisata Desa Buluhcina.
Tersedia pemandu dari masyarakat setempat untuk memandu para wisatawan yang hendak hiking di dalam hutan. Terdapat 3 jalur yang disediakan yaitu Jalur 500m, Jalur 1000m, dan Jalur 2000m. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan para wisatawan.
Setiap kelompok hiking akan dipandu oleh 2 orang pemandu (depan dan belakang) dengan biaya berkisar Rp. 75.000 - Rp. 100.000 /pemandu. Setiap kelompok hiking berjumlah maksimal 25 orang.
Camping (Kemping alias Berkemah)
Banyak tempat kemping di areal Wisata Hutan Desa Buluhcina ini. Jika tak hendak memilih, pemandu siap memberikan tempat kemping terbaik bagi wisatawan. Jika hendak memilih, lakukanlah survey tempat terlebih dahulu beberapa hari sebelum pelaksanaan kemping. Pemandu akan menunjukkan tempat-tempat yang cocok bagi wisatawan untuk kemping. Selain itu, pemuda setempat akan bersedia menjadi pembuat/pendiri tenda, pembuat kamar kecil (MCK), penjaga malam dan antar jemput ke lokasi. Mereka pun siap menyediakan makanan jika dipesan terlebih dahulu.
Outbond
Saat ini saya, attayaya, dan beberapa teman-teman lain sedang mencari modal untuk pembuatan lokasi dan penyediaan alat-alat outbond. Rencana awal lokasi adalah di sekitar Danau Tanjung Putus.
Jika berminat berwisata hutan Desa BuluhCina ini ataupun berminat menanam modal untuk Outbond Wisata Hutan, silahkan tulis komentar dibawah dengan nomor kontak yang bisa saya hubungi.
Catatan :
Nama desa ini adalah BULUHCINA bukan BULUH CINA.
Hubungi langsung Pak Kasmi 081365628661
- Blogger Bertuah tanggal 27 Januari 2012
- Oranye Design tanggal 20 Februari 2012
Desa Bulucina
Secara geografis Desa Buluhcina berbatasan dengan desa-desa tetangga, yaitu disebelah timur berbatasan dengan Desa Pangkalanbaru, sebelah barat berbatasan dengan Desa Tanjung Balam dan Lubuk Siam, disebelah selatan berbatasan dengan Desa Buluh Nipis sedangkan disebelah utara berbatasan langsung dengan dengan Desa Baru. Keadaan daerah berupa daratan dan perairan, dimana sebahagian wilayahnya terdiri atas aliran sungai dan danau-danau. Desa Buluhcina ini dipisahkan oleh Sungai Kampar yang membelah ditengah-tengah desa diantara Dusun I dan Dusun II dengan Dusun III dan IV.
Desa Buluhcina merupakan desa wisata yang terkenal hingga ke beberapa negara tetangga, karena didesa ini banyak terdapat tempat-tempat wisata diantaranya danau-danau yang indah, hutan-hutan yang masih asri dengan berbagai macam flora fauna yang hidup didalamnya. Umumnya wisatawan asing adalah peneliti flora dan fauna hutan hujan tropika.
Dalam hal ini pemanfaatan tanah dan lahan dipergunakan untuk perkebunan, hutan wisata 1000 ha, dan lahan kosong seluas 1.500 ha. Khusus untuk lahan kososng tersebut rencanaya akan dipergunakan sebagai cadangan lahan perkebunan masyarakat.
Dalam hal sarana dan prasarana transportasi dipergunakan lintas darat dengan kondisi jalan beraspal sedangkan perairan dipergunakan sebagai jalan alternatif untuk menghubungkan dengan desa tetangga yaitu disebelah hulu sungai dengan Desa Tanjung Balam, Desa Lubuk Siam, dan Desa Kampung Pinang (Kecamatan Perhentian Raja). Sedangkan di hilir sungai dengan Desa Pangkalan Baru, Desa Buluh Nipis, dan Kuala Besako ke Kuala Kampar di Kabupaten Pelalawan.
Jarak Desa Buluhcina dari ibu kota Kecamatan Siak Hulu lebih kurang 6 Km dapat ditempuh lebih kurang 10 (sepuluh) menit sedangkan jarak ke ibu kota Kabupaten Kampar (Bangkinang) ditempuh kurang lebih 83 Km dengan jalan darat dengan waktu tempuh 1,5 - 2 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sedangkan jarak Desa Buluhcina dengan ibu kota Propinsi Riau (Pekanbaru) dapat ditempuh dalam waktu lebih kurang 1 jam perjalanan darat dengan jarak tempuh sekitar 25 km.
Jumlah penduduk Desa Buluhcina kurang lebih berjumlah 1.488 jiwa, dengan 387 kepala keluarga, yang mayoritas memegang teguh ajaran agama Islam dan adat istiadat. Pemerintah desa terdiri dari 4 dusun dengan berpegang teguh kepada adat ninik mamak yang kuat. Adapun suku yang ada didesa ini hanya 2 (dua) suku utama saja, yaitu Suku Melayu dan Suku Domo.
a. Suku Melayu, dipegang oleh :
PUCUK
Datuk Mojolelo, Dubalang Monti
Datuk Sanggo, Dubalang Kayo
Datuk Jelo Sutan, tanpa Dubalang
b. Suku Domo, dipegang oleh :
PUCUK
Datuk Tumenggung, Datuk Pulo Godang
Datuk Bagindak, Datuk Paduko
Datuk Koto Marajo, Datuk Muncak
Dan masing-masing suku dibantu oleh Sumonto Tuo dan Tuo Pakaian.
Dubalang = Hulubalang
EKOSISTEM DAN FLORA
Secara umum kawasan Desa Buluhcina mempunyai tipe ekosistem hutan daratan rendah kurang lebih dari 10 meter dari permukaan laut terletak disepanjang jalan menuju desa dan sepanjang bantaran Sungai Kampar yang terdapat di desa ini. Tanaman hutan ini didominasi oleh pohon kayu :
- Rengas,
- Meranti,
- Cimpur,
- Belanti,
- Karet,
- Keriung,
- Mahang,
- Tapa-tapa,
- Rotan,
- Angrek Hutan jenis Ochirium,
- Telinga Beruk,
- Kedundung,
- Kandis,
- Palam, dan lain-lain.
FAUNA
Dikawasan hutan Desa Buluhcina terdapat beberapa jenis fauna, yang sering dijumpai adalah :
- Elang,
- Kijang,
- Rusa,
- Trenggiling,
- Beruang Madu,
- Landak,
- Siamang,
- Enggang,
- Gagak,
- Kera,
- Monyet,
- burung Punai,
- Murai,
- Ketitiran,
- Ayam Hutan,
- Merbah,
- Gereja,
- Layang-layang,
- Balam, dan lain-lain.
(Flora dan Fauna bersumber : masyarakat, ninik mamak dan hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa UIR jurusan biologi bekerja sama dengan PT CALTEX Riau tahun 2006/2007, Institute Pertanian Bogor (IPB) jurusan Pertanian-Kehutanan tahun 2007, mahasiswa UNILAK jurusan Kehutanan tahun 2006, kemudian hasil penelitian mahasiswa pecinta alam UIR, UNRI, UNILAK, dan Politeknik Riau).
EKOWISATA - Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau
A. Sungai kampar
Sungai Kampar merupakan sungai yang membentang dan membelah Desa Buluhcina dengan air yang berarus cukup deras, sehingga setiap tahun tepatnya pada bulan Agustus dilakukan olah raga pacu sampan. Sungai ini pun sebagai tempat berkembang biaknya ikan sehingga baik untuk refreshing dengan memancing ikan dialam bebas. Bagi wisatawan yang ingin menelusuri Sungai Kampar dapat mempergunakan sampan atau perahu motor yang disediakan masyarakat.
B. Danau
Di Desa Buluhcina terdapat 11 (sebelas) danau wisata yaitu
- Danau Rengas,
- Danau Tanjung Putus,
- Danau Baru,
- Danau Dalam,
- Danau Pinang Luar,
- Danau Kutit,
- Danau Tuok Tongah,
- Danau Tanjung Balam,
- Danau Tangon,
- Danau Buntar, dan
- Danau Awang.
C. Hutan
Wisata Hutan Desa Buluhcina memiliki hutan yang sangat luas dengan jenis tanaman hutan yang beraneka ragam dengan peruntukan lahan hutan yang berbeda yaitu :
- Hutan Lindung
- Hutan wisata 1000 ha
- Hutan cadangan perkebunan 1500 ha
Sehingga bagi wisatawan atau peneliti dan mahasiswa yang hobi berpetualangan dapat melakukan hiking, kemping dan penelitian di Hutan Wisata Desa Buluhcina.
Danau Tanjung Putus - Wisata Hutan Desa Buluhcina Riau
Pemotretan 27 Januari 2012.WISATA HUTAN DESA BULUHCINA
Hiking (Jalan Sehat di Hutan)Tersedia pemandu dari masyarakat setempat untuk memandu para wisatawan yang hendak hiking di dalam hutan. Terdapat 3 jalur yang disediakan yaitu Jalur 500m, Jalur 1000m, dan Jalur 2000m. Hal ini disesuaikan dengan kemampuan para wisatawan.
Setiap kelompok hiking akan dipandu oleh 2 orang pemandu (depan dan belakang) dengan biaya berkisar Rp. 75.000 - Rp. 100.000 /pemandu. Setiap kelompok hiking berjumlah maksimal 25 orang.
Camping (Kemping alias Berkemah)
Banyak tempat kemping di areal Wisata Hutan Desa Buluhcina ini. Jika tak hendak memilih, pemandu siap memberikan tempat kemping terbaik bagi wisatawan. Jika hendak memilih, lakukanlah survey tempat terlebih dahulu beberapa hari sebelum pelaksanaan kemping. Pemandu akan menunjukkan tempat-tempat yang cocok bagi wisatawan untuk kemping. Selain itu, pemuda setempat akan bersedia menjadi pembuat/pendiri tenda, pembuat kamar kecil (MCK), penjaga malam dan antar jemput ke lokasi. Mereka pun siap menyediakan makanan jika dipesan terlebih dahulu.
Outbond
Saat ini saya, attayaya, dan beberapa teman-teman lain sedang mencari modal untuk pembuatan lokasi dan penyediaan alat-alat outbond. Rencana awal lokasi adalah di sekitar Danau Tanjung Putus.
Jika berminat berwisata hutan Desa BuluhCina ini ataupun berminat menanam modal untuk Outbond Wisata Hutan, silahkan tulis komentar dibawah dengan nomor kontak yang bisa saya hubungi.
Catatan :
Nama desa ini adalah BULUHCINA bukan BULUH CINA.
Hubungi langsung Pak Kasmi 081365628661








54 komentar:
Akhirnya diposting juga :)
Aku membayangkan bawa pancing terus mancing disitu bang pasti asyik nian
asalamualaikum
sip banget hutan wisata desa Buluhcina Riau.
sejuk dan segar pasti hawanya disana karena masih bebas polusi.
Hutannya bagus. Ada 11 danau. Kalau ingin dijadikan tujuan Wisata Hutan bisa disebarluaskan keunikannya sehingga banyak yang penasaran dan berkunjung. Semoga sukses usahanya.
kapan2 akan kesana mas... lah sekarang masih di jogja e :D
ada 11 danau? wah, hebat sekali. bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan warga tuh.
btw, buluh itu artinya bambu atau apa ya? ingat sama buluh perindu...
Semoga hutan yang indah ini tetap lestari ya.. Asyik juga kalo bisa outbond di hutan
Dekat ni dg marpoyan tempat tinggal kami bang.. tapi sayang tak pernah kesane.... :D
ituu di pohon seperti ada lubang pintu ya :o
informasi yang sangat lengkap adalah cir khas postingan Bang Atta
ingin niru menceritakan perjalananku ke Desa Pangkuh kab Pulang pisau. tapi gak selengkap ini.
Hm...
Saya tertarik dengan wisata ini. % tahun saya di Riau, trauma dengan pembakaran hutan, transportasi kayu yg gila-gilaan, industri kelapa sawit yang tumbuh pesat tanpa ada tata lingkungan, tergusurnya suku2 asli di pedalaman, juga gajah yang resah, harimau yang galau. Ini angin segar...... teruskan perjuangan, kami mendukung riau yang lestari dan anggun.
wah, pemandangannya mantap.. pengen kesitu deh..
wah mempesona sekali tempatnya mas...
kalau dilihat dari foto-fotonya itu keren banget, adem kayaknya..
membaca dari atas ke bawah serasa ikut nongkrong disana ,
sungainya sejuk segar beneer
bener kata bang munir: asyik kalo mancing disitu;
seumur umur belon pernah nyampe ke riau .. mancing paling jauh mentok cuman di kaliurang :D
makasih sharenya bang
indonesia indah ya :D
dari sekolah2 tuh gak pernah ada wisata hutan ya bang?
kenapa di bulucina tak ada suku cina? diusir ya, tinggal bulunya?
mantap wisata hutannya bang..dan foto-fotonya bagus bang, maaf saya baru mampir bang..
nah saya baru tau! :D
wah seperti desa wisata ya,di jogja jateng juga ada beberapa,konsep desa wisata,tapi lebih ke pertanian, budaya, peternakan,dll.ada sesi menginap dan praktek langsung he2 :D
Semoga Hutan ini bisa terpelihara
Mudah-mudahan hutan tidak dirusak dan terjaga kelestariannya
nama desanya unik ya om
wah seunik isinya :D
wah,,seger banget lihatnya,,,desa wisata yang patut di jaga ya,,,nyaman sekali ,,,itu di riau?
danaunya keren..asri dan adem banget serta sangat indah :)
info wisata yang sangat detail dengan lampiran foto keindahan danau yang sangat natural ..luarbisa ^_^
Wah ternyata ada juga ya hutan kek gini di panam..wekekeke..Ku malahan gak tau kalo ada danau di sono...Soalnya gak terjamah oleh media.
Blog Baruku.
Syair Kiran
(Melestarikan Syair) hohohoho
keren.. pengen kesana juga :D
berkunjung...
Jadi pengen ke sana. Liatnya aja dah bikin sejuk soalnya :)
Danaunya banyak juga ya, Bang. Semoga suatu saat bisa jalan-jalan ke sana :)
Waahh ternyata Indonesia bener-bener kaya akan alam.....
wewww kerennn... makin mantabbb ajja nih mas attayaya :D
kapan kapan main kesitu ah..
kereeen banget... :D
btw, suku talang mamak di pedalaman riau itu didaerah mana ya? btw ni nama pemimpinnya sama dg di minang ya, pake datuk2 gt. bknnya dipedalaman riau biasanya yg tggl itu org sakai (penduduk asli riau) :-/
Fauna di Buluhcina ternyata termasuk hewan yang jarang saya lihat ditempat saya bang.
Moga habitatnya terlindungi
Alangkah indah dan damainya alam di negeri ini ... Andaikan para memimpin dan rakyatnya sedamai alamnya sungguh sebuah kenikmatan yang luar biasa ..... (di monitor saya foto terlalu gelap sob dibanding situs lain pada umumnya)
update nya ditunggu ya..
liat potonya jadi inget anaconda bang >.< nyeremin dah...pasti banyak buaya dan ularnya yah hehehhe *dikeplak*
Bang.. foto Danau tanjung putus-nya kok serem ya..?
Belum update lagi ya Bang..?
dilihat dari photo nya sangat menyejukan hati ya
wah...masih sangat alami
Sebuah catatan yang menarik, senag sekali ya rasanya bisa berkeliling dan menikmati indahnya dunia, :D
kunjungan :D
cobain aja mba attayaya , enak ko..
ayo hiking kemping and saving the forest
pengen bangetttt neh main kesana lihat2 candi, tapiiiiiiiii...
bagus sekali..semoga banyak orang yang melihat keindahan indonesia hingga ke pelosok riau :)
Awalnya peradaban di Pulau Sumatera :) semoga dapat terus di lestarikan
yuk wisata di buluhcina
aduuuuuuuuuuh bagusnya.....
kepingin kesana....
Species nya masih rame ya Mas, smoga saja tetap terjaga kelestarian hutan ini. Sayang banged kalo hutan ditukar diganti sama ladang sawit yg menguntungkan pihak tertentu.Salam lestari.
semoga tetap menjadi hutan
Post a Comment