11 May 2011

JANGAN ADA NUKLIR DI INDONESIA

"JANGAN ADA NUKLIR DI ANTARA KITA", mengikut kepada lagu "Jangan Ada Dusta di antara Kita" yang dinyanyikan oleh Broery Marantika dan Dewi Yull. Hal ini kusampaikan kembali bahwa bahaya PLT Nuklir lebih besar dari pada bahaya PLT Diesel, Air, Matahari, Angin dan energi terbarukan lainnya.

NO NUKE in INDOENSIA
JANGAN ADA NUKLIR DI INDONESIA


Berharap tidak ada satupun bank atau lembaga keuangan manapun yang mau memberikan pinjaman atau pengelolaan dana pembangunan nuklir di Indonesia.

Hal ini terjadi di Jaitapur India yang sedang membangun PLT Nuklir yang didanai atau pengelolaan dananya melalui BNP PARIBAS dan HSBC. BNP Paribas adalah bank eropa yang bermarkas di Boulevard des Italiens, Paris, Perancis, merupakan bank hasil merger antara Banque Nationale de Paris (BNP) and Paribas. Sedangkan HSBC (Hongkong and Shanghai Banking Corporation) adalah semula bermarkas di Hongkong yang dipindahkan ke London di tahun 1990-an. Didirikan oleh Sir Thomas Sutherland di Hongkon tahun 1865.

Greenpeace mengajak simpatisan untuk meminta kedua bank tersebut menarik diri dari pengelolaan dana PLTN Jaitapur untuk menghindari terjadinya keadaan bahaya di kemudian hari, untuk menyelamatkan anak cucu kita. Masih banyak cara untuk mendapatkan penyediaan energi bagi masyarakat. JANGAN TERULANG KEMBALI KEJADIAN FUKUSHIMA MAUPUN CHERNOBYL.


Dear Friends,

Exactly two months ago an earthquake and tsunami hit Japan. Together, they not only resulted in a huge natural disaster, but also triggered an unprecedented man made tragedy.

The Fukushima nuclear power plant is still out of control, threatening thousands of people's health and livelihoods. If making mistakes with nuclear energy is bad enough - not learning from those mistakes is indefensible. Help us encourage banks like BNP Paribas and HSBC to learn the lessons of Fukushima and invest in safe, sustainable energy by writing to the boards of these international banks and asking them to help us stop a very risky and unnecessary nuclear project in India.

Visit our website to send your email now
http://www.greenpeace.org/international/en/campaigns/nuclear/stop-radioactive-investment/Help-stop-the-next-Fukushima-disaster/?utm_source=SilverpopMailing&utm_medium=email&utm_campaign=GPI%20nuke%20banks%20launch%20-%20May%202011%20%281%29&utm_content=

The proposed plant in Jaitapur, India looks set to repeat the same careless and shortsighted mistakes that turned a catastrophic natural disaster in Japan into a Chernobyl-scale nuclear disaster for the entire planet.

The Indian Environment Minister has admitted that the government's current nuclear plans for a massive coastal nuclear power plant do not cover the possible event of a tsunami. What's more, the proposed site is located in an area of high seismic activity and fragile local ecology. The stage seems set for yet another potentially disastrous nuclear catastrophe.

Such ill-conceived plans are very expensive, and require financial backing from major banks like BNP Paribas and HSBC. At a time when investment in clean, renewable energy is desperately needed to save our planet, these banks choose to maintain the destructive status-quo by continuing to invest heavily in nuclear power.

But, you can encourage them to change. Against the backdrop of a two-month old Fukushima disaster, May 11 also marks the Annual General Meeting of BNP Paribas and HSBC’s Strategy Day. Ensure the boards of these banks receive plenty of warning about nuclear funding on this day by putting your concerns in writing.

LINK to send them an email
"Tell banks not to finance the Jaitapur nuclear power plant in India"
http://www.greenpeace.org/international/en/campaigns/nuclear/stop-radioactive-investment/Help-stop-the-next-Fukushima-disaster/?utm_source=SilverpopMailing&utm_medium=email&utm_campaign=GPI%20nuke%20banks%20launch%20-%20May%202011%20%281%29&utm_content=

Kind regards

Joao Talocchi
Greenpeace campaigner

p.s. Once you've sent your message to the board - please consider sending a personal direct message to the banks - we have collected a list of public contacts from BNP Paribas and HSBC here. The more the banks hear from all of us - the better! Thanks again for your support.



23 comments:

  1. Yang penting adalah bagaimana membangun dan merawat PLT air atau energi terbarukan yang
    bisa memberikan listrik yang cukup.
    Untuk itu perlu dipelihara agar debit air
    tetap, jangan seperti di Jatiluhur yang
    surut.

    ReplyDelete
  2. jangan sampai tragedi chernobil dan jepang terulang lagi

    ReplyDelete
  3. indonesia kaya sumberdaya alam, ada air ada angin jadi nuklir buat yang lain saja

    ReplyDelete
  4. Mungkin sebaiknya penggunaan Tenaga nuklir sebagai alternatif perlu ditinjau ulang. Meskipun Menurut Menristek bahwa Teknologi nuklir yang akan dikembangkan oleh Indonesia selama dua dekade ini bertujuan untuk kepentingan pasokan energi.

    ReplyDelete
  5. semoga rakyat Indonesia dijauhkan dari segala hal yang merugikan & menyengsarakan.

    trims atas infonya, sukses selalu n TETAP SEMANGAT

    ReplyDelete
  6. ya jangan sampailah ada nuklir di negeri ini
    bahaya nanti disalahgunakan

    ReplyDelete
  7. di Bali juga katanya mau ada. doh, amit2 deh..

    ReplyDelete
  8. Yap Bang jangan pernah ada deh. Wong tabung kompor gas ajah masi sering meledukg, palagi make nuklir, ngeri dah mbayanginnya

    ReplyDelete
  9. ya bener
    aku pikir Indonesia tidak membutuhkan pembangkit tenaga NUKLIR....

    kan masih punya banyak GAS alam tuh

    ReplyDelete
  10. indonesia perlu nuklir_tapi pembangkitnya dibangun di jakarta

    ReplyDelete
  11. Setuju jangan ada nuklir diantara kita,hehee

    ReplyDelete
  12. Sebenarnya ga ada yg salah dengan PLTN asal perencanaan & pengelolaannya benar-benar baik. Lagipula PLTN itu lebih efisien dibanding sumber energi lainnya & energi dari nuklir juga bisa digunakan untuk keperluan-keperluan selain untuk energi listrik, misalnya untuk aktivitas pengobatan (kemoterapi), mutasi produk pertanian, & sebagainya

    Kasus kecelakaan di Jepang itu terjadi lebih karena lokasi PLTN-nya yg memang terlalu dekat dengan wilayah rawan gempa di dasar laut. Sementara kasus kecelakaan di Chernobyl yang selama ini selalu didengung-dengungkan oleh mereka yg anti-nuklir itu lebih karena konstruksi reaktornya yang memang tidak sesuai dengan standar PLTN yang sekarang & usia bangunan reaktornya yg memang sudah tua

    Untuk di Indonesia, sebenarnya hal itu bisa diakali dengan cara menempatkan reaktornya di wilayah yang jauh dari lempeng gempa & berada di sisi lain barisan pegunungan, misalnya di daerah utara Jawa, timur Sumatra, atau Kalimantan. Dengan begitu, kalau sampai timbul gempa di daerah dekat situ, energi dari gempanya akan teredam oleh keberadaan gunung-gunung di dekatnya & tidak akan membahayakan reaktornya

    Just my humble opinion :)

    ReplyDelete
  13. TIMUR SUMATERA???
    no way bro...
    aku berada di timur sumatera
    di jawa aja aku keberatan ada nuklir

    nuklir tuh bagusnya cuma untuk penelitian dan kedokteran saja bro. ga perlu utk pembangkit listrik

    ReplyDelete
  14. Ho-oh *angguk2 kepala*
    say no buat nuclear... resiko terlalu besar, apalagi akhir2 ini lg sering gempa di Indonesia...
    *buat rakyat koq coba2* :P :P
    mending nggak usah ajah...

    ReplyDelete
  15. Byan Cakep Oang Indonesia Yang sudah Belajar teknology NuklirMarch 7, 2012 at 9:15 AM

    kalah dengan iran dong? sebenarnya nuklir lebih efisien, karena dengan sejentik bahan nuklir bisa menghasilkan energy yang bisa dinikmati satu provinsi, artinya biaya listrik akan semakin murah dan kesejah teraan meningkat, dengan modal yang kecil. tapi perlu diperhatikan adalah perawatanya. sudah banyak ahli diindonesia, jangan mau ditakutin oleh amerika, karena amerika sendiri aja pake nuklir PLTN, emang amerika dan sekutunya gag suka kalo lawannya maju, dan takut kalo kelak akan diboM nuklir, makanya suka nyebarin berita menakutkan tentang nuklir, padahal manfaatnya lebih besar dibanding akibatnya, toh akibat yang menakutkan dapat dicegah dan dapat dikelola dengan baik. PRO NUKLIR jika ingin perekonomian maju, jangan tergantung batu bara dan solar karena 10 tahun lagi diperkirakan akan habis dan rakyat indonesia akan semakin sengsara, polusi semakin menjadi dan pemanasan global akibat pembakaran pembangkit listrik tenaga bahan bakar fosil itu, mulai dengan yg ramah lingkungan, nuklir salah satunya. Pelajarilah nuklir secara mendalam baru boleh berkomentar bahwa nuklir itu bahaya

    ReplyDelete
  16. jika ingin perekonomian maju, mari beralih ke energi alternatif selain migas dan nuklir

    ReplyDelete
  17. Ane juga setuju. Mendingan manfaatin tuh energi panas bumi yang ada di Indonesia. KEbetulan juga melimpah kan jumlahnya.

    ReplyDelete
  18. mari minta kementerian sumber daya untuk menghentikan ini

    ReplyDelete
  19. dari judulnya aja udah LUCU :p
    Indonesian sudah 50 th loh mengembangkan NUKLIR, di Puspiptek Serpong..dan itu murni buatan bangsa dan dikelola oleh anak bangsa.buat apa? Anda pernah di Roentgen kan?ada yg pernah di terapi? radiodiagnostik? CT Scan? lah itu kan nuklir semua...
    yg lebih lucu, kita itu tiap hari berinteraksi sama nuklir. Matahari, Batuan, Makanan,,,bahkan tubuh kita mengandung nuklir. Silahkan dicek dan dikroscek pelajaran sains SMA, pasti ada itu yg namanya atom dan inti atom (nuklir).
    jd, ya silahkan menolak PLTN, tp jgn nuklir, krn itu ANUGERAH.
    Utk PLTN...kalo kita berkaca kpd kemampuan bangsa kita yg sudah lebih dr 30 th mengelola reaktor riset nuklir secara mandiri...secara teori, PLTN kita sdh mampu, krn tekn reaktor riset lebih rumit dibanding reaktor PLTN. jd ya silahkan ditilik ulang lg, mengingat potensinya yg sangat besar, walopun resikonya tinggi...dan itu sdh terjawwab dgn kalimat sy sebelumnya ya.
    Greanpeace emg kontra PLTN, tp FYI...tahun lalu Dr, Patrick Moore (org Greenpeace pst tau siapa beliau) dtg ke Indon...lalu ngasiih seminar yg berkaitan dgn statement-nya 5th lalu, yaitu :"Greenpeace is wrong-We must consider nuclear energy)
    silahkan dikomentari dgn cerdas, jgn hit n run ya :p
    salam

    ReplyDelete

Copyright © 2013 attayaya: JANGAN ADA NUKLIR DI INDONESIA | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah