Find out how to reduce your carbon footprint
attayaya support to : The Banyumas Residence

2009-10-08

CANDI MUARA TAKUS

Candi Muara Takus merupakan sebuah candi agama Buddha yang terletak di Propinsi Riau, Indonesia. Kompleks Candi Muara Takus tepatnya terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar atau jaraknya kurang lebih 135 kilometer dari Kota Pekanbaru, Riau atau 65 kilometer dari ibukota Kabupaten Kampar, Bangkinang. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir Sungai Kampar Kanan. Candi Muara Takus menjadi suatu situs sejarah di Riau yang menggambarkan bahwa agama Budha pernah berkembang pesat di wilayah Sumatera Bagian Tengah, tepatnya di Riau. Candi Muara Takus pun dijadikan salah satu objek wisata sejarah Riau.

Kompleks candi Muara Takus dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter diluar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir sungai Kampar Kanan. Di dalam kompleks ini terdapat pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu dan Mahligai Stupa serta Palangka. Bahan bangunan candi terdiri dari batu pasir, batu sungai dan batu bata. Menurut sumber tempatan, batu bata untuk bangunan ini dibuat di desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai.




Gambar Candi Muara Takus ini diembat dari :
http://bangfiko.web.id/
Blogger Bertuah Pekanbaru di Candi Muara Takus
Ketika menjamu tamu blogger travel Australia
Anthony Bianco
dari hari Jum'at 02/10/09 mpe Senin 05/10/09


Gambar Candi Muara Takus ini diembat dari :
http://www.thetraveltart.com/
Blogger Bertuah Pekanbaru bersama blogger travel Australia
Anthony Bianco
dari hari Jum'at 02/10/09 mpe Senin 05/10/09


Selain dari Candi Tua, Candi Bungsu, Mahligai Stupa dan Palangka, di dalam kompleks candi ini ditemukan pula gundukan yang diperkirakan sebagai tempat pembakaran tulang manusia. Diluar kompleks ini terdapat pula bangunan-bangunan (bekas) yang terbuat dari batu bata, yang belum dapat dipastikan jenis bangunannya.

Kompleks Candi Muara Takus, satu-satunya peninggalan sejarah Riau yang berbentuk candi di Riau. Candi yang bersifat Buddhistis ini merupakan bukti pernahnya agama Buddha berkembang di kawasan ini. Kendatipun demikian, para pakar purbakala belum dapat menentukan secara pasti kapan candi ini didirikan. Ada yang mengatakan abad kesebelas, ada yang mengatakan abad keempat, abad ketujuh, abad kesembilan dan sebagainya. Yang jelas kompleks candi ini merupakan peninggalan sejarah Riau masa silam.

ISTANA SIAK

Istana Siak merupakan salah satu istana yang terletak di Siak, Riau, Indonesia. Kompleks Istana Siak memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi. Terdiri dari Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, Istana Baroe, gudang, serta tangki air. Istana Siak pun dijadikan salah satu objek wisata sejarah Riau.

Istana Siak seluas 1.000 meter persegi, terdiri dari dua tingkat. Pada lantai dasar terdapat lima kamar utama. Ada ruang tamu, yang semula dibagi menjadi dua bagian. Tamu laki-laki menggunakan tirai hijau lumut, sedangkan yang perempuan menggunakan tirai beludru. Istana ini berdiri pada tahun 1889.




Gambar dari :
http://siakkab.go.id/


Istana Siak yang juga bernama Asserayah Hasyimiah ini dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 oleh arsitek berkebangsaan Jerman. Arsitektur bangunan merupakan gabungan antara arsitektur Melayu, Arab dan Eropa. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, dan satu ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan yang juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan yang berfungsi untuk istirahat Sultan dan para tamu kerajaan.

Bangunan bersejarah ini selesai pada tahun 1893. Pada dinding istana dihiasi dengan keramik yang khusus didatangkan dari Prancis. Beberapa koleksi benda antik Istana, kini disimpan di Museum Nasional di Jakarta, dan di Istananya sendiri menyimpan duplikat dari koleksi tersebut.

Diantara koleksi benda antik itu adalah: Keramik dari Cina, Eropa, Kursi-kursi kristal yang dibuat tahun 1896, Patung perunggu Ratu Wihemina yang merupakan hadiah dari Kerajaan Belanda dan patung pualam Sultan Syarim Hasim I bermata berlian yang dibuat pada tahun 1889, perkakas seperti sendok, piring, gelas dan cangkir berlambangkan Kerajaan Siak masih terdapat dalam Istana.

Dipuncak bangunan terdapat enam patung burung elang yang dijadikan sebagai lambang keberanian Istana. Di sekitar istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar di ke berbagai sisi-sisi halaman istana dan disebelah kiri belakang Istana terdapat bangunan kecil sebagai penjara sementara.


Gambar Komet Musik Istana Siak dari :
http://pelangiadyacitra.blogspot.com


Disisi lain bagian dalam istana, terdapat pula alat musik Komet yang dibuat secara home industri di Jerman yang memiliki piringan dengan garis tengah sekitar 90 cm berisikan lagu-lagu klasik dari Mozard dan Bethoven. Konon barang ini hanya ada dua di dunia yaitu di Jerman sebagai pembuat dan di Istana Siak. Alat musik ini dijalankan dengan menggunakan pegas untuk memutar piringan. Piringan yang terbuat dari logam memiliki lobang-lobang agar pengetuk suaranya berbunyi berdasarkan lobang dan panjang lobang. Piringan ini mirip dengan cara kerja compact-disc laser jaman sekarang yang menggunakan bit 0 dan 1.

Komet ini bertulis Komet Goldenberg & Zetitlin Patent 95312 buatan abad XVIII. Istana Siak memiliki 17 piringan dengan berbagai lagu klasik. Alat ini sekarang tidak dimainkan lagi karena usianya telah sangat tua, ditakutkan akan merusak alat. Alat ini jika dimainkan dengan mengengkol pegas yang berada di sisi kirinya.

Komet ini dibawa oleh Sultan Siak ke XI bernama Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syarifuddin (1889-1908) ketika melakukan lawatan ke Eropa di tahun 1896.

Bahkan, di Istana Siak juga menyimpan pemutar piringan hitam berukuran kecil buatan Thomas Alfa Edison yang tidak dipergunakan lagi sekarang. Istana Siak juga masih banyak menyimpan manuskrip-manuskrip sejarah melayu dan Indonesia yang harus dijaga agar tidak berpindah tangan yang tidak bertanggung jawab.

AWARD
Wisata Riau sememanglah banyak. Dalam tulisan ini mengetengahkan 2 objek wisata di Propinsi Riau, yaitu Candi Muara Takus dan Istana Siak.

Selain daripada itu, ada beberapa web dan blog yang mengetengahkan objek-objek pariwisata di Riau dan sekitarnya, salah satunya adalah
http://www.sungaikuantan.com/ milik Nanlimo. Anggota Blogger Bertuah Pekanbaru ini sangat konsist dan sangat memperhatikan masalah pariwisata di Propinsi Riau. Blogger ini juga baik hati telah memberiku award seperti di bawah ini.



Award ini kuteruskan kepada para blogger yang sedang mengikuti
kontes SEO :


Sumber Tulisan :
Wikipedia
http://siakkab.go.id/
http://bangfiko.web.id/
http://pekanbaru-riau.blogspot.com
http://pelangiadyacitra.blogspot.com
Wisata Riau






Related Post


73 komentar:

Seti@wan Dirgant@Ra said...

seru yah bang ..... jalan ama si Antony.
ternyata di Riau banyak obyek wisata sejarah.

Kenali dan Kunjung Objek Wisata di Pandeglang said...

wah mas attayaya peduli akan riau yah mas goodluck yah

Tisti Rabbani said...

siiip bangets review nya...
istana siak itu ternyata bagus yah?..
msh ada sultannya gak??

xitalho said...

huu.. aku yang Kapan bisa maen-maen ya... doh sibuk melulu nich...

lina said...

kapan-kapan pengen ke sana ah. btw, orang umum bisa masuk ke istana ? tidak harus menunggu hari tertentu ? soalnya di istana bogor, orang umum hanya diperbolehkan masuk ketika hari jadi kota bogor. sedihnya.

Hendrawan said...

HUa.... aku nggak diajak.. :.(

KangBoed said...

hadooooooooooooooh jalan jalan mulu neeeeh.. asyik banget..

KangBoed said...

MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN

SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..

SALAM SAYANG SELALU

Tukang komen said...

wah mengenang sejarang peninggalan masa lalu memang tidak pernah terasa bosan.....

×÷·´¯`·.·•[ peace ]•·.·´¯`·÷× said...

sipp sippp kelihatannya menyenangkan kapan aku isa wisata kesana?? he he he he...

¨˜ˆ”°¹~·-.„¸Acatrazz¸„.-·~¹°”ˆ˜¨ said...

Wahhhhh salah satu peninggalan nenek moyang yg wajib di lestrikan ya bang.mantab!!

Sang Cerpenis bercerita said...

wah, aku mau dong ke istana Siak. kapan ya? hmm....

Sudino Dinoe said...

Selamat ya bang atas awardnya.... And moga wisata di Riau jaya selalu

Info Lowongan Kerja said...

thanks boss semoga menag aja yahhh

Ibnu Mas'ud said...

tiba - tiba aku kok pengen kesitu yaaa????

*WHY ??

brown sugar said...

Keren Bang......Review yang memikat....jadi pengen main ke Riau...ga cukup seminggu kali ya buat travelling muterin pesona wisata Riau?....
Pa kabar bang?

JengSRI said...

Such a beautiful and interesting spot. I'm planning to go to all spots in Sumatera next year, including Pekanbaru. Cross fingers for it ;)!

I'm coming Indonesia!

Erik said...

Waktu ke Riau, gak sempat jalan jalan ke Candi ini. Maklum datengnya juga untuk rapat. Kalau ada kesempatan lagi, pingin ke Candi ini

sawali tuhusetya said...

luar biasa, bang atta. ternyata riau benar2 menakjubkan, banyak situs dan didukung kondisi alam yang elok. mantab. kapan saya bisa berwisata ke sana, yak?

lina@happy family said...

Tempat wisata di Riau sangat menarik ya...

TRIMATRA said...

istana siak sudah lama dengar kemegahannya
candi muara takus lama pula dengar keasliannya
kedua-duanya dah lama juga jadi target kunjungan :D
kapan yah kesampaian niatkuh????
wah,, mesti banyakin ng-job repiew nih biar bisa jalan2 ke sono , hehe...

p3ny0 said...

wah.. menarik artikelnya..
kemarin ke pekanbaru ga sempat ke istana siak, dgn membaca artikel ini, jadi isa ngebanyangin..
salam kenal...

Willyo Alsyah P. Isman said...

kunjungan subuh...aku tunggu kedatanganmu sob di blog ku http://blekenyek.blogspot.com/2009/10/anshor-link-teks.html

Quinie said...

hohoho... ini acara outingnya bertuah ya? xixixi..

btw, bang atta, saya kirim imel ke bertuah untuk launching komunitas bekasi. ditunggu konfirmasinya ya :)

neilhoja said...

wi.... wisata riau keren2 rupanya. tapi gimana dengan fasilitasnya? di indonesia, mungkin kurang maksimal soal pariwisata...

jimmy said...

kalo ke riau saya musti mampir ke sini nih :D

aryo halim said...

wah iya aku baru ingat ada candi muara takus, tp bukannya di jambi? oh di riau toh, thanks infonya

anton sumbara said...

mana gambar banner nya bang, ntar dipasang di http://iklan.riauglobalnews.com/ seperti punya si EMO

mel said...

keren bgt itu bertuah nya bs nampang didepan candi,,,,,,,,keren keren...

greatshape said...

hadir disini sambil baca2, artikelnya sangat menarik

bang FIKO said...

Wahh... Aku koq makin cinta aja sama Riau dan teman-teman blogger bertuah.
Hayooo... semangaaaattttt...

Laksamana Embun said...

wih..... Lengkap bener ampe2 dpt juga foto antoni...

sop buntut jakarta said...

Wiisss.....

Cakep Euuy....

Kunjungannya ya...:D

aprillins said...

wew.. udah sampe buat bendera yah.. bertuahnya...... huhuhuhh saya ga punya komunitas nihh.. eh belum deng....... ehehheee.. wisatanya ke pulau kapuk aja deh..

Qori said...

enaknya jalan jalan sama komunitas bloggernya..

btw mananya foto narsis bang attaya ?

kok gak kelihatan,?

Qori said...

enaknya jalan jalan sama komunitas bloggernya..

btw mananya foto narsis bang attaya ?

kok gak kelihatan,

RCO said...

Nah benarkan.... Bangsa ini memang kaya akan peninggalan bertuah eh bersejarah....

wisata riau bersama attayaya said...

enaknya jalan2
tapi perlu persiapan dana

buwel said...

Hmmm, moga buwel bisa kesitu ya Bang ya...

a-chen said...

WISATA RIAU yang menggoda......

yans"dalamjeda" said...

mantaab!!!
berwisata ke Riau!

Dinoe said...

Objek wisata yang mantap...salam buat rekan2 blogger bertuah ya bang...

anjar said...

Fotonya keyen, lolos seleksi cover boy dech...

Reza Fauzi said...

ini candi ada di buku pelajaran saya, haha

Pancallok said...

sekalian bikin juga kontes seo bro,hihi
salam hangat yah

Ibnu Mas'ud said...

Absen bang ........

anton sumbara said...

wow keren, klo bisa neh bang attayaya... dukung saya di kenali dan kunjungi objek wisata di pandeglang donk....

http://www.riauglobalnews.com/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di-pandeglang/

http://choice2u.com/kenali-dan-kunjungi-objek-wisata-di-pandeglang/

makasi

Rumah Ide dan Cerita said...

Kayaknya negara kita dulunya memang tempat peradaban besar agama-agama di kawasan asia tenggara. Lihat saja peninggalan-peninggalan yang tersebar di penjuru negeri.

adi dzikrullah said...

mantap...semakin indah alam ini...

Sukamto said...

Kelihatannya bagus lokasinya, dan kapan yaaa kita bisa kesana.

zhezhe said...

bagus neh blognya.. salam knal bro

ijal said...

wah.... pengen mampir jadinya..

Shefine Maharani said...

Jalan - jalan di obyek wisata Riau yang kabarnya indah dalam imipian ku kawan. Mungkin nanti kalau sdh ada rizki & waktu.
Shoumixnya dimana kawan ?

Ibnu Mas'ud said...

Mampir lagi bang ....

Riesna Zasly said...

ketika mulanya menin jau blog anda, hati rasa bangga, karena ada anak muda melayu yan g sedar akan sejarahnya... merakan sejarahnya dengan baik dan memanafaatkan faedahnya untuk sesama bangsa...

Namun tatkala melihat post2 yang menghantam 'politik budaya' indo-malay, saya amat sedih... ternyata saudara tidak peka akan sejarah dengan baik...

kedua-dua negara berkongsi rumpun budaya dan nenek moyang yang sama... malah pernah berkongsi kerajaan melayu-riau di waktu silam membuktikan persaudaraan sedarah... bila melihat opinion anda dari sudut politik yang berat sebelah dan tidak terbuka, malah mengancam saudara sedarah, saya amat kecewa... ini ternyata bukan blog seni budaya melayu yang kental untuk diikuti... saya silap

Semoga ALLah membuka hati anda untuk persaudaraan...

Salam

nophie said...

wow,...keren tuh tempat wisata nya. kpn nyampe sana yak...

Aisyah said...

kapan2 pgn k riau ah..

rumah blogger said...

wah kapan yaa bisa kesana??? mudahan ada rejeki minat juga nich...

andif said...

sungguh kaya kebudayaan Indonesia sobat, bangga saya sebagai bangsa Indonesia

bangas said...

setelah kenal dan dekat coba menjalin persahabatan lebih hakiki...om attayayay

Enno said...

sudah lama pengen ke muara takus
kapan ya?

salam kenal :)

Nur Yaqin said...

bee!

Ibnu Mas'ud said...

Mampir bang .....

Dadan suyana said...

Mampir ya Bang Attayaya.

soewoeng said...

bagus banget baik uraian maupun potona

Elsa said...

candi muara takus?
kalo di trowulan jawa timur ada yang namanya Candi Tikus. heehehehe...

mirip ya

attayaya berwisata riau said...

hehehe

cari uang di internet said...

bukankah candi muara takus adalah peninggalan kerajaan sriwijaya?

annosmile said...

pengen kesana tapi jauhhhh....

attayaya said...

@cari : masih diperdebatkan
@annosmile : jauh di mata deket di hati

Reny said...

Indonesia memang kaya dengan warisan budaya. Kita harus menjaganya dengan baik

indohoy said...

wah, keren yah sejarah nya.... :)

attayaya sony said...

yup
mari jaga sejarah dan budaya Nusantara