14 September 2009

Philosophical premise is flawed

Ngeliat postingan Elsa dan tertarik untuk meng-Indonesia-kannya. Dah beberapa hari lalu sehhh minta izin kopas, cuma baru sekarang ngerjainnya dengan pertolongan pedang sakti mandraguna mbah gugel alias Google Translator. Kalo mo baca yang aslinya, silahkan sambangi mba elsa ya. Tulisan berikut ini cuma sekedar terjemahan bebas sebebas-bebasnya sambil terjun bebas dari lantai 5, puyengngngng......

*****

Seorang profesor filsafat yang atheis sedang berbicara kepada murid-muridnya mengenai masalah ilmu pengetahuan dan hubungannya dengan Tuhan, Allah Yang Mahakuasa. Dia bertanya pada salah seorang siswa barunya .....

Prof: Jadi Anda percaya pada Tuhan?
Student: Tentu, Pak.

Prof: Apakah Tuhan baik?
Siswa: Tentu.

Prof: Apakah Tuhan mahakuasa?
Siswa: Tentu.

Prof: Saudaraku meninggal karena kanker walaupun ia berdoa kepada Tuhan untuk menyembuhkan dia. Kebanyakan dari kita akan berusaha untuk membantu orang lain yang sedang sakit. Tetapi Tuhan tidak. Bagaimana Tuhan ini baik itu? Hmm?
(Mahasiswa diam.)

Prof: Anda tidak dapat menjawab, khan? Mari kita mulai lagi, anak muda. Apakah Tuhan baik?
Siswa: Ya.

Prof: Apakah setan baik?
Siswa: Tidak

Prof: Darimana setan berasal?
Siswa: Dari ... Tuhan ....

Prof: Itu benar. Katakan anak muda, apakah ada kejahatan di dunia ini?
Siswa: Ya.

Prof: Kejahatan ada di mana-mana, bukan? Dan Tuhan memang membuat segalanya. Benar?
Siswa: Ya.

Prof: Jadi, siapa yang menciptakan kejahatan?
(Siswa tidak menjawab.)

Prof: Apakah ada penyakit? Perilaku amoral? Kebencian? Keburukan? Semua hal-hal yang mengerikan ada di dunia, bukan?
Siswa: Ya, Pak.

Prof: Jadi, siapa yang menciptakan mereka?
(Pelajar tidak memiliki jawaban.)

Prof: Ilmu pengetahuan mengatakan bahwa anda memiliki 5 indra digunakan untuk mengidentifikasi dan mengamati dunia di sekitar Anda. Katakan padaku, anak muda ... Apakah Anda pernah melihat Tuhan?
Siswa: Tidak, Pak.

Prof: Katakan pada kami jika Anda pernah mendengar Tuhan?
Siswa: Tidak, Pak.

Prof: Apakah Anda pernah merasai Tuhanmu, mencicipi Tuhanmu, membaui Tuhanmu? Apakah Anda pernah memiliki persepsi indrawi Tuhan dalam hal ini?
Siswa: Tidak, Pak. Sayangnya aku tidak.

Prof: Namun kau masih percaya kepada-Nya?
Siswa: Ya.

Prof: Menurut pembuktian empiris, pengujian, dan standar berlaku, bahwa ilmu pengetahuan mengatakan bahwa Tuhan anda tidak ada. Apa yang dapat anda katakan tentang hal itu, anak muda?
Siswa: Tidak ada. Saya hanya memiliki iman saya.

Prof: Ya. Keyakinan. Dan itu adalah masalah besar bagi ilmu pengetahuan.
Siswa: Professor, apakah ada yang namanya panas?

Prof: Ya.
Siswa: Dan apakah ada yang namanya dingin?

Prof: Ya.
Siswa: Tidak, Pak. Tidak.

(Suasana menjadi sangat sunyi akibat kalimat anak muda itu)

Siswa: Pak, Anda dapat merasakan panas dengan segala tingkatannya atau tidak panas samasekali. Tapi kita tidak punya pembuktian apa-apa tentang hal yang disebut dingin. Kita dapat mencapai 458 derajat di bawah nol yang tidak panas, tetapi kita tidak bisa mencapai hal lebih jauh setelah itu. Tidak ada yang namanya dingin. Dingin hanyalah kata yang kita gunakan untuk menggambarkan ketiadaan panas. Kita tidak bisa mengukur dingin. Panas adalah energi. Dingin bukanlah kebalikan dari panas, tetapi hanya ketiadaan panas tersebut.

(Suasana makin hening)

Siswa: Bagaimana dengan kegelapan, Pak Profesor? Apakah ada sesuatu seperti kegelapan?
Prof: Ya. Apa jadinya malam jika tidak ada kegelapan?

Siswa: Anda salah lagi, Pak. Kegelapan adalah ketiadaan sesuatu. Anda dapat memiliki cahaya dengan berbagai tingkatan dan jenis ..... Tapi jika Anda tidak mempunyai cahaya secara konstan, Anda memiliki apa-apa dan itu disebut kegelapan, bukan? Pada kenyataannya, kegelapan itu tidak ada. Kalau Anda akan dapat membuat kegelapan maka anda dapat membuat keadaan lebih gelap, bukan?

Prof: Jadi apa gunanya maksud anda, anak muda?
Siswa: Pak, maksudku adalah pemikiran filosofi anda cacat.

Prof: cacat? Bisakah Anda menjelaskan bagaimana?

Siswa: Pak, anda telah melakukan pemikiran ganda. Anda berpendapat ada kehidupan dan kemudian ada kematian, Tuhan yang baik dan yang buruk. Anda melihat konsep Tuhan sebagai sesuatu yang terbatas, sesuatu yang dapat kita ukur. Pak, Ilmu pengetahuan bahkan tidak bisa menjelaskan pikiran manusia. Pikiran menggunakan gelombang listrik dan magnet, tetapi tidak pernah bisa dilihat, apalagi dipahami sepenuhnya. Untuk melihat kematian sebagai lawan dari kehidupan adalah mengabaikan fakta bahwa kematian tidak dapat eksis sebagai hal yang substantif. Kematian bukanlah lawan kehidupan: kematian hanyalah ketiadaan kehidupan itu. Sekarang katakan pada saya, Profesor. Apakah anda mengajarkan siswa anda bahwa mereka berevolusi dari monyet?

Prof: Jika anda mengacu pada proses evolusi alami, ya, tentu saja, saya lakukan.
Siswa: Apakah Anda pernah mengamati evolusi dengan mata anda sendiri, Pak?
(Profesor menggelengkan kepalanya dengan senyum, mulai menyadari arah argumen yang terjadi.)

Siswa: Karena tidak ada seorang pun yang pernah mengamati proses evolusi bekerja dan bahkan tidak dapat membuktikan bahwa proses ini merupakan upaya terus-menerus, apakah anda tidak akan mengajarkan pendapat anda, Pak? Anda bukan seorang ilmuwan melainkan pengkhotbah?
(Kelas menjadi gempar.)

Siswa: Apakah ada seseorang di kelas yang pernah melihat otak Profesor?
(Kelas pecah menjadi tawa.)

Siswa: Apakah ada seseorang di sini yang pernah mendengar otak Profesor, merasakannya, menyentuhnya atau menciumnya? Tak seorang pun tampaknya telah melakukannya. Jadi, menurut aturan yang telah ditetapkan empiris, stabil, protokol yang didemonstrasikan, maka ilmu pengetahuan mengatakan bahwa anda tidak punya otak, Pak. Dengan segala hormat, Pak, bagaimana kita kemudian mempercayai kuliah Anda?
(Ruangan itu sunyi. Sang profesor menatap siswa, wajahnya sulit dipahami.)

Prof: Kurasa kau harus membawa mereka pada iman, anak muda.

Siswa: Nah itu lah Pak .... Hubungan antara manusia & Tuhan adalah KEYAKINAN. Hal itu lah yang membuat semua bergerak & hidup.


NB: Saya percaya Anda telah menikmati percakapan .... dan jika demikian ... Anda mungkin ingin teman-teman / kolega untuk menikmati ... sama kan? Anda dapat berbagi percakapan yang indah ini kepada mereka .... ini adalah kisah nyata, dan anak muda itu atau mahasiswa itu adalah APJ Abdul Kalam, The Well Know Nuclear Scientist dan juga Mantan Presiden India.

*****

Kata-kata :

dingin bukanlah lawan dari panas
dingin hanyalah merupakan kehilangan/ketiadaan energi panas

gelap bukanlah lawan dari terang
gelap hanyalah merupakan tidak adanya energi cahaya

mati adalah ketidakberadaan hidup

Tuhan tidak bisa diukur
bukan hanya sekedar baik buruk, hidup mati
tetapi keyakinan
juga kepercayaan






57 comments:

  1. salam untuk mantan presiden

    pertamaxxxx

    ReplyDelete
  2. Kata-kata : ..nya .sangat bijak ,postingan ini saya pernah baca diblog lain ,mungkin memang disebarluaskan ya ..untuk berbagi menikmati percakapan ini..

    ReplyDelete
  3. Wah hebat yaa......
    ternyata profesor itu nggak punya otak...
    he he he...

    ReplyDelete
  4. kisah ini persis kisahnya Imam Besar Hanafi ketika beliau berumur 9 tahun mengalahkan argumentasinya seorang atheis. Jawabannya juga persis seperti itu. Ini buku abangku, aku lupa judulnya apa, tapi masih inget banget konversasi antara beliau dengan si atheis tentang ketuhanan. Buku ini aku baca waktu masih umur belasan.

    Jangan2 kisah diatas plagiat dari kisahnya Imam Besar Hanafi???

    ReplyDelete
  5. Kisah yang mantap Bang....
    Hubungan antara manusia & Tuhan adalah KEYAKINAN. Hal itu lah yang membuat semua bergerak & hidup.

    Terkadang seorang Guru harus belajar dari seorang murid..

    ReplyDelete
  6. saiia ko' jd ngebayangin percakapan antar Isa Daud sama Musthofa jin muslim iia bang... hhmmm...

    ReplyDelete
  7. Waduh mantap benar pemahaman itu bang, saya jd terkesan menyimaknya, memang kekuatan yg kuasa tidak pernah bisa di ukur dgn ilmu apapun...

    ReplyDelete
  8. Saya bersyukur pemikiran atheis bisa dipatahkan oleh orang yang beriman kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  9. mantab tenan...

    anaku yo kadang tanya begitu, tuhan itu baik enggak ?

    kekeke

    ReplyDelete
  10. pernah baca, tapi disini baru bisa pahami makna yang sesungguhnya.

    hebat bener tuh ilmunya si mahasiswa, bisa ngalahin sang profesor

    ReplyDelete
  11. bang atta ini adalah percakapan yang sangat penting bagi pelajaran filsafat,, saya mohon izin copas yah.. saya akan mencantumkan link bang atta yaaa dan elsa.. muach muachh! plis plis yah yah yah..!

    ReplyDelete
  12. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  13. Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    dooooooooh nikmatnyaaaaaaaa..

    ReplyDelete
  14. Memang ada benarnya iman di hati kita tak boleh tipis atau hilang karena apa yang bisa dilhat mata tak akan mampu mewakili seluruh alam apa yang kita rasakan tak kan mampu merasakan datangnya kematian dan apa yang kita dengar tak kan mampu mendengar seekor cacing tanah yang berjalan .manusia memang mahluk sempurna namun bukan mahluk yang tanpa kekurangan karenanya semua elemen di dunia ini saling melengkapi untuk meraih kearah sempurna.nice posting sobat IMAN kita ADALAH Kepercayaan percaya akan datangnya kematian dan percaya akan datangnya musbah niscaya kita akan selalu ingat pada Tuhan kita ALLOH SWT.Salut ma postingnya aq kopas ya utk dokumen pribadi mohon konfirmasinya sebagai persetujuan bang.

    ReplyDelete
  15. salam kenal...

    tulisan yang sangat bermanfaat bagi yang ingin mencari jawaban dan selalu di tanya mengenai hakikat ketuhanan.

    mampir ke blog saya yach

    ReplyDelete
  16. Sahur...bang..bentar lg hari raye..he..he..met subuh bang...met mkn sahur..

    ReplyDelete
  17. doktrin atheisnya bener2 sudah merauk ke dalam syaraf otak dan alirang darah sang profesor itu, bang atta, hehe ....

    ReplyDelete
  18. Mengukur keimanan tidak ada standarnya, saya tidak pernah sependapat jika ada yang mengukur keimanan dengan kecamata ilmu pengetahuan. tetapi saya sangat setuju jika keimanan seseorang disandingkan dengan pengetahuan yang dimiliknya.

    ReplyDelete
  19. Bahkan seorang yang atheis sekalipun masih mempunyai keyakinan. Nice artikel !

    ReplyDelete
  20. waaaawww.. amazing!! boleh di-repost gaaa??

    ReplyDelete
  21. kata-kata yang sangat bijak
    bagus banget postingannya mas
    artikel aslinya bhs Inggris ya?

    ReplyDelete
  22. saya benar benar terkesan dengan tulisan diatas,
    Sungguh penuh inspirasi akan tetapi sering kali saya mengerutkan mata saya untuk menghilangkan rasa tidak nyaman.
    Entah karena warna background dengan tulisan atau apa,saya tidak berani mngambil kesimpulan karena saya seorang pemula.
    mas mungkin bisa membaca artikel nya dari atas sampai selesai mugkin agak silau menurut saya.
    mudah2an masukan saya membngun sukses yach mas atas blognya yg isinya sangat menarik.

    ReplyDelete
  23. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRR

    ReplyDelete
  24. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  25. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  26. Tertunduk ku dimalam ini
    Terdiam mencoba berucap nada CINTA
    Alunan Zikir alam semesta sayup terdengar
    menyapa mesra diri lemah tiada daya
    kudengungkan dalam qolbu terdalam
    Nyanyian pengagungan dan penyembahan
    Hadirkan diri dalam CINTA membara
    Perlahan tapi pasti getar menyambut
    Bagaikan gelombang membuat diri tergetar
    Hanyut sudah dalam buaian syahdu
    Diri hilang lenyap dalam pangkuanNYA
    Terang benderang padang terawangan..
    hilang.. lenyap.. tiada keberadaan..

    duuuuuuuh nikmatnya..

    ReplyDelete
  27. Ass...bang, saya mau mengucapkan selamat menyambut hari raya idul fitri, mhn maaf lahir dan batin

    Sudinotakim&keluarga

    ReplyDelete
  28. Kalo buwel rasa sih TUHAN adalah pembuat HUKUM jadi tak pernah kena HUKUM....TUHAN tak bisa di katakan baik dan buruk....TUHAN adalah pemilik alam, terserah TUHAN MAU bertindak apapun. WONG semuanya milik TUHAN...

    ReplyDelete
  29. dingin bukanlah lawan dari panas
    lawan dingin adalah tak adanya dingin

    gelap bukanlah lawan dari terang
    lawan gelap adalah tak adanya gelap

    mati adalah ketidakberadaan hidup
    tidak hidup berarti mati....:)

    Settuju ama JENGSRI...mirip ama kisahnya IMAM HANAFI BANG....

    ReplyDelete
  30. pemahaman komplek bahwa iman tak bisa diukur oleh pendapat empiris

    ReplyDelete
  31. Mampir...mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri ya1

    ReplyDelete
  32. MINAL AIDZIN WAL FA" IDZIN BANG MOHON MAAF BILA ADA SALAH PAS KOMMENT ATAU BERKUNJUNG SEMOGA KITA KEMBALI KE FITRAH.

    ReplyDelete
  33. uuhhh.. sumpah keren bgt pak! ak yg baca sekilas pengen baca dengan seksama, lebih teliti lagi, diulang2 lagi bacanya.. sungguh percakapan yg bikin suasanya asli terbawa!

    keren postingannya, pak!

    ReplyDelete
  34. permisi, link anda sudah terpasang, mohon pasang balik....

    ReplyDelete
  35. permisi, link anda sudah terpasang, mohon pasang balik....

    ReplyDelete
  36. http://firmanadihindarsyah.blogspot.com/2009/08/menaikkan-trafik-blog.html


    link anda ter pasang.... mohon link balik

    ReplyDelete
  37. Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
    Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
    Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan

    ReplyDelete
  38. Terselip khilaf dalam candaku,
    Tergores luka dalam tawaku,
    Terbelit pilu dalam tingkahku,
    Tersinggung rasa dalam bicaraku.
    Hari kemenangan telah tiba,
    Semoga diampuni salah dan dosa.
    Mari bersama bersihkan diri,
    sucikan hati di hari Fitri.
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
    Taqobalallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin
    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
    I Love U fuuulllllllllllllllllll

    ReplyDelete
  39. manteeep mantep hhaha
    slamet lebaraaan :)

    ReplyDelete
  40. subhanallah...

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    ReplyDelete
  41. saya jadi nggak bisa ngelewatin post ini

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    ReplyDelete
  42. inilah bukti bahwa kepintaran manusia, kepandaian manusia, akal pikiran manusia tidak ada artinya jika iman tidak benra-benar tertancap pada hati. sehingga ia tak pernah mengerti kepandaiannya sendiri.

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    ReplyDelete
  43. buktinya sang profesor kalah dengan siswanya...

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    ReplyDelete
  44. sip... saya tunggu artikel yang menggugah seperti ini, sangat berguna dan bermanfaat

    Fauzan NR [ fhom.blogspot.com ]

    ReplyDelete
  45. belum ada posting baru ya kang,pengen jadi no 1 kok susah ya.....

    ReplyDelete
  46. Ikan sepat ikan teri
    makan ketupat jangan sendiri
    Buah cempedak buah kedondong
    Minta ketupatnya dong....

    mohon maaf lahir bathin

    ReplyDelete
  47. salam mampir.
    menarik bgt tulisan nya :>

    ReplyDelete

Copyright © 2013 attayaya: Philosophical premise is flawed | Blogger Template for Bertuah | Design by Ais Bertuah